Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peran Gerakan Literasi Sekolah Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Minat Baca Siswa Kelas Iv Sdn 2 Suryawangi Aswasulasikin Aswasulasikin; Dina Apriana; Abdul Aziz; Rozia Apria Husna
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v9i1.18795

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya minat baca siswa dalam dunia pendidikan khususnya pada tingkat dasar. Minat baca yang rendah ini memicu pemerintah melalui kemendikbud mengadakan Gerakan Literasi Sekolah yang diintegrasikan ke dalam kurikulum. Dengan harapan dapat meningkatkan minat baca siswa dan menjadi pusat motivasi untuk belajar sepanjang hayat. Tujuan peneltian ini adalah untuk mendeskripsikan peran gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan motivasi dan minat baca siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas IV SDN 2 Suryawangi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan kepala sekolah, pustakawan, guru wali kelas IV, siswa kelas IV, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkkan bahwa pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SDN 2 Suryawangi menerapkan strategi berupa kegiatan membaca 15 menit di pojok baca kelas dan kunjungan wajib setiap kelas ke perpustakaan. Kegiatan membaca 15 menit ini dilakukan setiap hari di kelas sebagai upaya melakukan pembiasaan membaca dan kunjungan ke perpustakaan sebagai bentuk motivasi siswa untuk mau membaca. Dalam mempengaruhi minat baca siswa dilakukan tiga tahapan pelaksanaan gerakan literasi sekolah diantaranya yaitu tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Faktor pendukungnya yakni peran aktif seluruh warga sekolah dan sarana-prasrana yang memadai, sedangkan yang menjadi hambatannya yakni minat anak yang berbeda-beda sehingga menjadi tugas guru untuk memotivasi siswa memiliki kebiasaan membaca.
Korelasi Penerapan Teaching at The Right Level (TaRL) dengan Hasil Literasi Dasar Siswa dalam Pembelajaran Berdifrensiasi Abdul Aziz; Husnul Mukti; Moh. Alwi Ashari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3302

Abstract

Pendekatan Pembelajaran Teaching at The Rigt Levwl (TaRL) untuk menciptakan Penyesuain pengajaran dengan kemampuan dan Tingkat capaian peserta didik bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dalam aspek keterampilan dasar salah satunya adalah literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara penerapan pendekatan TaRL (Teaching at The Right Level) dan peningkatan hasil belajar literasi dasar siswa kelas I. Menggunakan metode korelasional kuantitatif, penelitian ini melibatkan 25 siswa. Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil tes menunjukkan 17 siswa berada pada level Intervensi Khusus, 1 siswa di level Dasar, 7 siswa di level Mahir, dan tanpa ada yang berada pada level Cakap. Sedangkan untuk mendapatkan data hasil belajar, siswa diberikan soal pilihan ganda untuk mengukur kemampuannya. Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,812, yang lebih tinggi dari nilai kritis 0,396 pada tingkat signifikansi 5%. Ini menunjukkan korelasi sangat kuat antara penerapan TaRL dan peningkatan hasil belajar literasi dasar berdasarkan interpretasi korelasi. Dengan demikian, hipotesis nol (H0: tidak ada korelasi) ditolak, dan hipotesis alternatif (H1: adanya korelasi) diterima. Kesimpulannya, penerapan pendekatan TaRL berhubungan positif dengan peningkatan hasil belajar literasi dasar siswa, menunjukkan efektivitas pendekatan ini dalam pembelajaran literasi.
Overview of Second-Layer Screening Results in Identifying Cognitive Difficulties among Elementary School Students Nindya Seva Kusmaningsih; Khoirun Annisah; Abdul Aziz; Abdul Khair
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v11i1.39079

Abstract

This study aims to describe the results of the second-layer screening of students identified as having functional learning difficulties based on the PBS. The subjects were 59 students from grades 1–6 at SDN 1 Teros who were identified during the initial teacher-based screening. The research used a descriptive approach with data collection via a second-layer screening instrument focused on cognitive/intellectual functioning aspects. Data analysis was descriptive to illustrate the number and distribution of students at risk of cognitive difficulties. The results show that of the 59 students identified in the initial screening, 11 students were identified as being at risk for cognitive/intellectual difficulties after second-layer screening. These findings highlight the importance of multi-tiered screening in identifying students who may require further assessment due to potential cognitive difficulties in inclusive elementary schools.
Penguatan Kompetensi Guru Non-PLB untuk Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Inklusif Abdul Aziz; Sitti Rohmi Djalilah; Suhirman Suhirman; Rohyana Fitiriani; Husnul Mukti; Dina Apriana
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 6 No 1 (2025): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v6i1.29984

Abstract

Inclusive education requires teachers to possess specific competencies to support the learning of students with special needs; however, non-special education (non-PLB) teachers often face challenges in identifying student needs and providing effective guidance. This study aimed to enhance the competence of Special Guidance Teachers (GPK) non-PLB at SDN 4 Pancor and SDN 2 Labuhan Haji through inclusive education training. The training comprised workshops on the concept of inclusive education, student identification and assessment, preparation of individualized learning plans, and guidance strategies for students with special needs. Activities were conducted using lectures, discussions, question-and-answer sessions, and practical demonstrations. The results of this community service program indicated that: 1) the workshop increased teachers’ knowledge of inclusive education; 2) teachers were able to develop learning plans for students with special needs; 3) teachers could create simple forms of identification and assessment; and 4) teachers learned various guidance strategies for students with special needs. The participants’ enthusiasm during the workshop demonstrated a positive response to the program. This training provided practical experience for non-PLB teachers in accommodating the needs of students with special needs and represents a strategic effort to strengthen the quality of inclusive education services at the primary school level.
Analisis Komprehensif Profil Karakteristik Anak Usia Dini Dengan Risiko Hambatan Kognitif: Studi Kasus Tunggal di TPA Harapan Keluarga Nindya Seva Kusmaningsih; Khoirun Annisah; Abdul Aziz
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7350

Abstract

This case study aims to analyze the initial screening findings of a preschool child suspected of having special needs, forming the basis for targeted intervention recommendations. Using a qualitative approach with a single-case study design, the main analysis unit was Subject S-1 (male, 2 years and 5 months), with primary data derived from screening documents. Data were analyzed descriptively through reduction, comparative data presentation, and verification against child development norms for ages 2–3 years and Global Developmental Delay (GDD) criteria. The screening results indicated a strong cognitive impairment associated with GDD (IDAI, 2023). The deviations were identified across multiple domains: (1) Cognitive/Receptive (difficulty understanding simple instructions), (2) Fine Motor (inconsistent/stiff muscle tone and inability to pinch), (3) Expressive Language (limited verbal communication), and (4) Social-Emotional (isolated behavior and lack of affective response during physical interactions). Oral sensory difficulties (difficulty chewing) further reinforced the multidimensional nature of the delay. These findings confirm significant developmental red flags. Immediate recommendations include referral for clinical assessment/diagnosis by professionals (psychologists or pediatric specialists). This diagnosis is critical for determining the etiology and formulating a multidisciplinary intervention program (speech therapy and occupational therapy) to take advantage of the subject’s brain plasticity during early childhood (WHO/UNICEF, 2020) and optimize developmental potential.
Profil Anak dengan Hambatan Motorik Halus (Menulis) Ditinjau dari Data Deteksi Dini Multi-Aspek (Kognitif, Sosial, Emosi, dan Perilaku) Khoirun Annisah; Nindya Seva Kusmaningsih; Abdul Aziz
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p322-327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil seorang anak (AR, 12 tahun) dengan hambatan motorik halus (menulis) yang spesifik melalui analisis data deteksi dini multi-aspek (kognitif, sosial, emosi, dan perilaku). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus (N=1). Data dikumpulkan menggunakan instrumen Skrining Umum Anak Berkebutuhan Khusus dan instrumen Deteksi Dini Multi-Aspek. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menginterpretasikan pola skor pada keempat aspek untuk membangun profil holistik. Temuan: Profil subjek menunjukkan diskrepansi yang signifikan: skor kognitif umum yang tinggi (Skor Akhir: 1,2 - TPP) namun disertai hambatan spesifik yang berat dalam menulis (Skor: 4 - Sering). Hambatan menulis ini tidak berdiri sendiri. Temuan ini saling terkait erat dengan faktor sosio-emosional, termasuk skor tinggi pada "Pemalu" (SR=4), "Mudah merasa bersalah" (SR=4), dan "Mudah merasa tegang" (KD=3), serta indikator perilaku seperti "Gelisah saat duduk" (KD=3) dan "Bergantung pada bantuan orang lain" (KD=3). Kesimpulan: Kesulitan menulis subjek tidak terprofilkan sebagai defisit kognitif atau motorik primer, melainkan sebagai manifestasi yang sangat terkait dengan kecemasan akademik, perilaku menghindar (avoidance behaviour), dan disregulasi emosi. Intervensi holistik yang tidak hanya berfokus pada motorik sangat diimplikasikan.
Penguatan Kompetensi Guru Non-PLB untuk Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Inklusif Abdul Aziz; Suhirman Suhirman; Rohyana Fitiriani; Husnul Mukti; Dina Apriana
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 6 No 1 (2025): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v6i1.30617

Abstract

Inclusive education is a strategic approach to fulfilling the right to education for all children, including children with special needs (CSN), within regular school environments. This article discusses a training program designed to enhance teachers' competencies in understanding and fulfilling the role of Special Guidance Teachers (SGTs) in supporting CSN at SDN 4 Pancor and SDN 2 Labuhan Haji, East Lombok Regency. These two public elementary schools are in the early stages of implementing inclusive education. The training was conducted over seven sessions across eight months and covered materials on the concepts of inclusive education, student identification and assessment, the development of individual learning plans, and inclusive teaching strategies. The methods used included lectures, discussions, hands-on practice, and monitoring. Pretest results showed that teachers’ understanding of inclusive education averaged 54%, which increased to 91% in the posttest, indicating a significant improvement. Additionally, teachers' ability to develop simple learning plans and assessments improved from 48% to 88%. Participant satisfaction, measured through questionnaires, increased from 56% to 91%, indicating that the majority of teachers found the training highly relevant and beneficial for inclusive teaching practices. These findings demonstrate that the training program significantly improved teachers' understanding, skills, and readiness to implement inclusive education in primary schools