Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH VARIASI SUHU, KONSENTRASI LARUTAN ASAM SULFAT DAN ASAM OKSALAT PADA PROSES HARD ANODISASI TERHADAP KEKERASAN PERMUKAAN ALUMINIUM ALLOY 6061 Rahmad Yulio; Nurdin Nurdin; Yuniati Yuniati
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 1 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i1.1739

Abstract

Anodisasi merupakan suatu proses elektrokimia pada logam Aluminium dengan tujuan untuk memperoleh lapisan tipis Aluminium Oksida (Al2O3) yang sifatnya lebih baik dari pada logam Aluminium itu sendiri. Penelitian ini menitik beratkan pada proses anodisasi Aluminium yang menggunakan variasi larutan elektrolit campuran Asam Sulfat (H2SO4) dengan Asam Oksalat (H2O2C4). Dengan lamanya waktu 40 menit dengan rapat arus 3 Amp/dm² dan variasi suhu 5 ˚C, 10 ˚C, dan 15 ˚C. Terhadap karakteristik lapisan yang terbentuk setelah hasil anodisasi pengujian dilakukan dengan uji kekerasan permukan yaitu Microhardness Test dengan metode Microvickers. Dan hasil penelitian di dapat kekerasan permukaan tertinggi pada campuran Asam Sulfat 12 % dan Asam Oksalat 1 % pada suhu 5 ˚C sebesar 334.37 HVN, untuk Asam Sulfat 12 % dan Asam Oksalat 2 % pada suhu 5 ˚C sebesar 316.03 HVN, dan untuk Asam Sulfat 1 % dan Asam Oksalat 12 % pada suhu 5 ˚C tidak terjadi proses anodisasi.Kata kunci : Aluminium, Anodisasi, Larutan Elektrolit, Suhu, Microvickers.
PENGARUH BERAT KATALISATOR CANGKANG TELUR BEBEK PADA PROSES PACK CARBURIZING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON Fakhrizal Fakhrizal; Nurdin Nurdin; Fakhriza Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8934

Abstract

Baja karbon sedang merupakan logam yang paling digunakan dalam dunia industri, dikarenakan memiliki sifat mekanis seperti, kekuatan dan keuletan, proses carburizing menggunakan kaslium karbonat yang ada dalam cangkang telur sangat tinggi yaitu 94% sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai katalisator pada proses pack carburizing bertujuan untuk meningkatkan kekerasan baja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berat katalisator cangkang telur bebek terhadap kekerasan permukaan dan struktur mikro. Dalam penelitian ini terdapat empat variabel bebas yaitu Berat katalisator 15gram, 20 gram, 25 gram dan 30 gram. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini Nilai kekerasan material ST45 mengalami kenaikan setelah dilakukan penambahan katalisator pada proses pack carburizing dari nilai kekerasan raw material, hal ini diketahui setalah pengujian micro hardness, dimana berat cangkang telur bebek dengan berat 15 gram, 20 gram, 25 gram dan 30 gram memiliki nilai kekerasan secara berturut-turut yaitu 186.22 HV, 532.52 HV, 774.92 HV, 519.58 HV dan 614.64 HV sedangkan raw material mempunyai nilai kekerasan 186.22 HV. Pada material ST45 setelah perlakukan yang menggunakan katalisator cangkang telur bebek 15 gram, 20 gram, 25 gram dan 30 gram terdapat fasa yang berbentuk seperti jarum yang mengindikasikan bahwa fasa tersebut adalah fasa martensite dan austenite.  Keywords: Baja karbon sedang, pack carburizing, fasa martensite dan austenite
ANALISA PENGARUH PWHT TERHADAP KEKUATAN MEKANIK PADA PENGELASAN DISSIMILAR METAL AISI 304 DAN St.37 Joiyel Affandy; Adi Saputra Ismy; Nurdin Nurdin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Post Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap kekuatan mekanik hasil pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) pada sambungan dissimilar metal AISI 304 dan ST 37. Proses pengelasan dilakukan menggunakan elektroda E309L-16, kemudian spesimen dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sambungan yang diberikan perlakuan panas PWHT pada suhu 600°C dengan holding time 30 menit dan sambungan tanpa perlakuan panas. Pengujian mekanik meliputi uji tarik dan uji kekerasan Vickers yang dilakukan untuk mengevaluasi sifat mekanik pada daerah base metal, heat affected zone (HAZ), dan weld metal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PWHT mampu meningkatkan kekuatan luluh dan kekuatan tarik maksimum, memperbaiki distribusi kekerasan dengan menurunkan kekerasan berlebih pada daerah HAZ, serta meningkatkan kekerasan pada daerah weld metal. Selain itu, PWHT terbukti efektif dalam mereduksi tegangan sisa akibat proses pengelasan dan memperbaiki kestabilan struktur mikro sambungan las. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan PWHT 600°C terbukti meningkatkan kualitas dan keandalan sambungan las dissimilar metal AISI 304 dan ST 37 dalam aplikasi industri. Keywords: PWHT, DMW, Uji Tarik, Uji Kekerasan
Effect of SMAW welding current variations on mechanical properties in ASTM A240 grade 304L Nurdin Nurdin; Al Fathier Al Fathier; Rizki Maulana; Fakhriza Fakhriza
Journal of Welding Technology Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v7i2.2509

Abstract

Welding current is one of the important parameters in the welding process, because inappropriate currents will result in welding defects in the welded material resulting in reduced weld joints. This study aims to determine the effect of current variations on SMAW welding joints ASTM A240 Grade 304L material on mechanical properties. This study uses ASTM A240 Grade 304L material with variations in welding currents of 80 A, 100 A, and 120 A using SMAW welding and using E308-16 electrodes with a diameter of 3.2 mm. Specimens were tested for chemical composition, visual test, penetrant test, and tensile test. Comparative data of tensile test explained that the highest tensile stress from variations in welding currents of 80 A, 100A, and 120 A was 625.27 MPa using a welding current of 100 A, the highest yield stress is 337.35 MPa, using a welding current of 100 A, and the highest elongation is 38.34% using a welding current of 100 A. From the data from the tensile test results for ASTM A240 Grade 304L material, the results obtained that the material data without welding treatment has the lowest tensile strength compared to with a group of variations in welding current. And the highest tensile strength value is in the 100 A current variation group.