Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EDUKASI PENGENALAN DAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS Yanuar Primanda; Ferika Indarwati Indarwati; Yuni Astuti; Kellyana Irawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.43.699

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis dengan jumlah penderita yang banyak di seluruh dunia yang menimbulkan berbagai komplikasi dan penurunan kualitas hidup. Program pengenalan diabetes melitus telah banyak dilakukan, tetapi jumlah penderita diabetes melitus terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai diabetes melitus tetap perlu dilakukan dengan melibatkan banyak lapisan masyarakat. Telebih di masa pandemic Covid-19 yang membatasi mobilisasi manusia, implementasi program edukasi yang biasanya dilaksanakan saat kegiatan tatap muka di masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan seperti Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit menjadi sangat terbatas. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengenalkan tentang diabetes melitus di masyarakat melalui media online Zoom sehingga dapat menjangkau peserta di berbagai lokasi. Kegiatan ini merupakan implementasi Kerjasama antara Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Majelis Kesehatan Pimpinan Ranting Aisyiyah Tamantirto Selatan, dan Bidang Edukasi Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Queensland, Australia. Edukasi dilaksanakan dengan metode presentasi power poin dari narasumber dan diikuti dengan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 22 peserta di Yogyakarta, Australia dan Taiwan. Sebelum edukasi, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan sebelum edukasi. Setelah edukasi, peserta diberikan post-test dan evaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum dilakukan edukasi, rerata pengetahuan peserta adalah 92 dan setelah dilakukan edukasi, rerata pengetahuan meningkat menjadi 98. Pertanyaan dengan peningkatan rerata skor tertinggi terdapat pada item pertanyaan tentang pengaturan porsi makan pada pasien DM dengan metode piring. Hasil evaluasi proses menunjukkan bahwa 100% peserta sangat setuju bahwa kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan pembicara menguasai materi yang disampaikan. Sebanyak masing-masing 83.3% menyatakan sangat setuju bahwa kegiatan dilaksanakan secara rutin dan mampu memotivasi untuk menjalankan hidup sehat.
Keluhan Pasien Skizofrenia saat Melakukan Sholat dan Dzikir di Rumah Sakit Jiwa Ghrasia Ningrum, Dwi Cahya; Irawati, Kellyana
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.733 KB)

Abstract

Spiritual sholat dan dzikir merupakan bentuk pendekatan atau keyakinan dengan Allah untuk melakukan suatu ibadah sebagai media berkomunikasi dan menyadaro kebesaran dan keagungan Allah. Beberapa manfaat sholat dan dzikir pada pasien skizofenia yaitu memberikan ketenangan, ketentraman dan sebagai pemusatan perhatian bagi emosional pasien skizofrenia. Penatalaksanaaan pada pasien skizofrenia menggunakan kegiatan spiritual sholat dan dzikir dapat emningkatkan konsentrasi dan memberikan gejala positif untuk mengurangi gejala negatif. Penelitian ini dilakukan karena aktivitas spiritual sholat dan dzikir ini dapat dijadikan sebagai terapi tambahan selain terapi farmakologi dan non farmakologi seperti TAK, terapi menggambar dan lain sebagainya karena mulai tidak efektifnya terapi non farmakologi tersebut sehingga pasien resisten terhadap terapi yang dilakukan berulang-ulang baik oleh petugas kesehatan maupun mahasiswa. Sholat dan dzikir dapat digunakan sebagai sarana pasien untuk mengungkapkan apa yang pasien rasakan ketika pasien tidak dapat bercerita dengan keluarga maupun perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien mengenai aktivitas spiritual yaitu sholat dan dzikir pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi di bangsal RSJ Grhasia. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 6 orang dimana partisipan tersebut ditentukan dengan teknik purposive sampling dan didukung dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Keabsahan data yang didapatkan dari partisipan menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini menemukan 6 tema dan 10 sub tema pada hasil wawancara mendalam dan observasi dengan 6 orang partisipan dan perawat sebagai triangulasi sumber. Kegiatan sholat dan dzikir yang dilakukan pasien skizofrenia memberikan pengaruh dan gejala yang positif terhadap perasaan, pikiran dan emosional pasien skizofrenia.
Integrated Management for Patients with Diabetes Mellitus: A Literature Review Haris, Fahni; Fadhilah, Ais Izza; Relawati, Ambar; Irawati, Kellyana; Rahman, Ferry Fadzlul; Rusyani, Yeni; Pentrakan, Amarawan
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v7i2.20213

Abstract

Background: Many factors contribute to DM, such as age, heredity, high-calorie meals, an unhealthy lifestyle, obesity, and stress.  Inadequate glycemic control contributes to elevated blood glucose levels and potential complications. However, many people of DM had unmet proper DM management regularly due to many factors.Objective: This study reviewed published articles about integrated management for people with DM through three databases.Methods: We identified 1902 articles, and 13 articles were selected for full-text analysis.Results: We found that in integrated DM management for patients with DM, they highly recommend to monitoring their blood glucose, doing exercise, dietary plan, coping strategy, and continuous health education were the most effective DM management strategies to lowering HbA1c levels.Conclusion: Nurses as healthcare providers should engage with people with DM to ensure they have good knowledge and understanding of how to maintain their disease.
Integrated Management for Patients with Diabetes Mellitus: A Literature Review Haris, Fahni; Fadhilah, Ais Izza; Relawati, Ambar; Irawati, Kellyana; Rahman, Ferry Fadzlul; Rusyani, Yeni; Pentrakan, Amarawan
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 7 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v7i2.20213

Abstract

Background: Many factors contribute to DM, such as age, heredity, high-calorie meals, an unhealthy lifestyle, obesity, and stress.  Inadequate glycemic control contributes to elevated blood glucose levels and potential complications. However, many people of DM had unmet proper DM management regularly due to many factors.Objective: This study reviewed published articles about integrated management for people with DM through three databases.Methods: We identified 1902 articles, and 13 articles were selected for full-text analysis.Results: We found that in integrated DM management for patients with DM, they highly recommend to monitoring their blood glucose, doing exercise, dietary plan, coping strategy, and continuous health education were the most effective DM management strategies to lowering HbA1c levels.Conclusion: Nurses as healthcare providers should engage with people with DM to ensure they have good knowledge and understanding of how to maintain their disease.
Pengetahuan Mahasiswa tentang Aktivitas Fisik terhadap Resiko Penyakit Tidak Menular Fahni Haris; Kellyana Irawati; Laili Nur Hidayati; Agnes Erida Wijayanti; Ignatius Djuniarto; Andri Purwandari; Sendhi Tristanti Puspitasari
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v12i1.1612

Abstract

Background: The incidence of non-communicable diseases (NCDs) is increasing globally. Physical exercise, as a preventive and management strategy for NCDs, should be introduced to students at an early stage. Assessing students' level of knowledge regarding physical activity in relation to NCDs is essential as an academic foundation for conducting health promotion in hospital or community settings. Objective: To assess students' knowledge of physical activity in mitigating the risk of NCDs. Methods: This study employs a quasi-experimental with one group pretest-posttest design. The sample consists of 20 active nursing students who will undergo a clinical practice phase. Results: The paired t-test indicate a significant difference in the mean scores before and after the material presentation (p = 0.001; p < 0.05). Statistically, students' knowledge scores regarding physical activity for individuals with NCDs increased by an average of 2.4 points compared to pre-test score. Conclusion: Providing educational material on physical activity for NCDs is highly recommended for nursing students preparing for clinical practice to enhance their knowledge