Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Strategi Marketing Public Relations Checo Café Resto Sri Ananda Rahmawati; Yanti Setianti; Syauqy Lukman
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v8i1.1981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang strategi marketing public relations yang dilakukan oleh Checo Café Resto pasca rebranding. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif, mendeskripsikan tentang strategi push, pull dan pass. Teknik pengumpulan data mengunakan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang dilakukannya strategi marketing public relations oleh Checo Café Resto pasca rebranding adalah karena terjadinya perubahan citra Checo Café Resto menjadi ‘Café Mahal’ dan penurunan penjualan yang drastis. Checo Cafe Resto menggunakan sales force dalam melaksanakan strategi push yaitu employee training dan sales program. Pada strategi pull, Checo Cafe Resto menggunakan komunikasi inovasi produk baru, aktivasi media sosial, promo, special event, dan media coverage. Sedangkan strategi pass yang dilakukan yaitu sponsorship, community, goverment relationship dan corporate social responsibility. Dilakukan evaluasi pada setiap strategi yang dilakukan, namun tidak ada survei khusus sehingga tidak diketahui persepsi dan tanggapan publik mengenai Checo Cafe Resto. Meskipun begitu, dari semua strategi push, pull dan pass yang dilakukan, tidak semua tools yang ada didalam konsep Thomas L. Harris digunakan oleh Checo Café Resto.
Komunikasi Manajemen Pemerintah Daerah dalam Upaya Branding Buah-buahan Lokal Asli Jawa Barat Nugraha, Aat Ruchiat; Romli, Rosnandar; Lukman, Syauqy
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v1i2.1007

Abstract

Jawa Barat sebagai wilayah yang memiliki potensi pertanian yang sangat subur banyak menghasilkan komoditas tanaman holtikultura. Salah satu hasil tanaman holtikultura, yaitu buah-buahan. Keberadaan potensi buah-buahan lokal belum teroptimalisasikan secara baik oleh pemerintah maupun masyarakat dalam upaya meningkatkan tingkat kesejahteraan petani buah-buahan. Hal ini dapat terjadi karena sistem fleksibilitas rantai pasokan komoditas buah-buahan lokal yang masih terbatas akibat implementasi komunikasi manajemen pertanian yang bersifat linear. Komunikasi manajemen pertanian yang dilakukan oleh PEMDA Jawa Barat dalam menyediakan komoditas buah-buahan lokal yang baik bukan hanya dilakukan secara tradisional tetapi dipadukan dengan pemanfaatan teknologi komunikasi melalui pengelolaan pesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan fungsi humas dalam branding komoditas hasil pertanian yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah-buahan lokal asli Jawa Barat akan semakin terkenal dan bisa menjadi ikon baru guna meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pertanian dan wisata melalui pelaksanaan strategi branding yang terus dikomunikasikan secara kontinyu kepada masyarakat.
Analisis Strategi Repositioning PT XYZ dalam Perspektif Framework for Strategic Repositioning Salsabilla, Dewi Riskie; Priyatna, Centurion Chandratama; Lukman, Syauqy; Sumartias, Suwandi
Multi Discere Journal Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mj.v5i1.5756

Abstract

Repositioning merupakan keputusan strategis dalam manajemen merek yang menentukan kemampuan organisasi mempertahankan relevansi di tengah perubahan pasar, terutama pada organisasi jasa kreatif berbasis digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kajian repositioning pada agensi digital skala kecil-menengah dari perspektif Public Relations, khususnya dalam konteks education and impact di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses repositioning PT XYZ dari Sustainability Communication Partner menjadi Education and Impact Digital Creative Agency menggunakan Framework for Strategic Repositioning yang mencakup nilai strategis inti, fleksibilitas strategis dan pembelajaran, kepekaan terhadap pelanggan, orientasi eksternal, komitmen manajemen, serta keyakinan terhadap produk dan merek. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama program Job Training pada Juli–September 2025, wawancara semi-terstruktur dengan empat informan kunci, dan analisis dokumen internal perusahaan. Data dianalisis secara tematik dengan pendekatan deductive coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa repositioning dipicu oleh ketidaksesuaian antara positioning awal, kapabilitas internal, dan kebutuhan pasar. PT XYZ menunjukkan kekuatan pada komitmen manajemen, fleksibilitas strategis, dan pemahaman pelanggan, tetapi masih perlu memperkuat orientasi eksternal, validasi pasar, dan penyelarasan internal. Studi ini menegaskan bahwa repositioning agensi digital tidak hanya berkaitan dengan perubahan pesan merek, tetapi juga dengan kesesuaian antara aspirasi brand, kompetensi organisasi, dan legitimasi pasar. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian Public Relations strategis dan memberikan implikasi praktis bagi organisasi jasa kreatif dalam merancang repositioning berbasis riset pasar dan kapabilitas internal. Repositioning is a strategic brand management decision that shapes an organization’s ability to maintain relevance in changing markets, particularly for digital-based creative service organizations. This study is motivated by limited research on repositioning in small and medium-sized digital agencies from a Public Relations perspective, especially in education and impact-oriented services in Indonesia. It aims to analyze the repositioning process of PT XYZ from a Sustainability Communication Partner to an Education and Impact Digital Creative Agency using the Framework for Strategic Repositioning, which covers core strategic values, strategic flexibility and learning capabilities, customer awareness and sensitivity, external orientation, management commitment, and belief in the product and brand. This research employed a qualitative instrumental case study. Data were collected through participant observation during a Job Training program from July to September 2025, semi-structured interviews with four key informants, and analysis of internal company documents. The data were examined using thematic analysis with deductive coding. The findings show that repositioning was driven by a mismatch between the initial positioning, internal capabilities, and market needs. PT XYZ demonstrated strengths in management commitment, strategic flexibility, and customer understanding, but still needs to strengthen external orientation, market validation, and internal alignment. This study confirms that digital agency repositioning is not merely a change in brand messages but a strategic alignment among brand aspirations, organizational competencies, and market legitimacy. The findings contribute to strategic Public Relations scholarship and offer practical implications for creative service organizations in designing repositioning based on market research and internal capabilities.
Managing public service communication through cyber public relations in BBSPJI Tekstil Farsya, Refalina Nur; Lukman, Syauqy
PRofesi Humas Vol 11, No 1 (2026): August 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v11i1.70060

Abstract

Background: The implementation of e-government positions government agency websites as a medium for transparent and credible public service communication. However, previous research has mostly discussed technical aspects and user perceptions, with few studies addressing Cyber Public Relations (CPR) in technical government agencies or industries. Purpose: The research purpose is to evaluate management and information structure of public service communication using the framework of CPR on the BBSPJI Tekstil website. Methods: This research used a qualitative approach with case study design. Data were collected through interviews and observations during independent internships, toward contents and publications on BBSPJI Tekstil websites. Data analysis was performed using descriptive qualitative techniques on information structure, content management processes, and internal coordination mechanisms. Results: The findings revealed that the BBSPJI Tekstil website serves as a medium of public service communication, yet its effectiveness is limited by three factors, which are inconsistent information structures across service pages, irregular content updates that cause data differences with national SIPPN platform, and bureaucratic coordination delays among internal work units. This obstacle limits the website’s strategic role as a tool of CPR in encouraging transparency and public trust. Conclusion: The study concludes that website management in government agencies should be reframed from a technical-administration only task to a strategic CPR function that requires systematic internal communication and governance. Implications: This research contributes to the literature on e-government and Government Public Relations (GPR) by promoting internal communication in CPR practices within government institutions.