Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Seni Musik Sebagai Pendekatan Pembelajaran Berbasis Budaya di Sekolah Dasar Loustiawaty, Lousy; Fitriyani, Yani; Andri Nur Patrio
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i1.4225

Abstract

Kesenian musik merupakan salah satu kekayaan budaya dalam masyarakat, seni berperan dalam pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan manusia seperti untuk memenuhi kebutuhan dasar estetika, pengembangan sikap dan kepribadian dan sebagai determinan terhadap kecerdasan. Penelitian ini bertujuan untuk ini mengkaji penggunaan seni musik sebagai pendekatan pembelajaran dalam pembelajaran seni musik di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif bertujuan untuk mengamati dan menganalisis serta menggambarkan pentas seni sebagai pendekatan pembelajaran dalam pendidikan seni musik. Subjek penelitian ini adalah peserta didik sekolah dasar kelas III. Hasil penelitian menunjukan bahwa seni musik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik, memfasilitasi pemahaman konsep yang lebih mendalam, dan memperkaya pengalaman belajar secara keseluruhan. Melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan teori pendidikan, psikologi, dan seni. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi musik dalam proses pembelajaran tidak hanya meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta didik untuk belajar, tetapi juga mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pendidik dan praktisi untuk mengadopsi metode pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif.
Seni Musik Sebagai Pendekatan Pembelajaran Berbasis Budaya di Sekolah Dasar Loustiawaty, Lousy; Fitriyani, Yani; Andri Nur Patrio
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i1.4225

Abstract

Kesenian musik merupakan salah satu kekayaan budaya dalam masyarakat, seni berperan dalam pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan manusia seperti untuk memenuhi kebutuhan dasar estetika, pengembangan sikap dan kepribadian dan sebagai determinan terhadap kecerdasan. Penelitian ini bertujuan untuk ini mengkaji penggunaan seni musik sebagai pendekatan pembelajaran dalam pembelajaran seni musik di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif bertujuan untuk mengamati dan menganalisis serta menggambarkan pentas seni sebagai pendekatan pembelajaran dalam pendidikan seni musik. Subjek penelitian ini adalah peserta didik sekolah dasar kelas III. Hasil penelitian menunjukan bahwa seni musik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik, memfasilitasi pemahaman konsep yang lebih mendalam, dan memperkaya pengalaman belajar secara keseluruhan. Melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan teori pendidikan, psikologi, dan seni. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi musik dalam proses pembelajaran tidak hanya meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta didik untuk belajar, tetapi juga mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pendidik dan praktisi untuk mengadopsi metode pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif.
Pembentukan Identitas Budaya melalui Kepakaran Artistik dalam Film dan Televisi sebagai Sarana Representasi Sosial dalam Masyarakat Nugroho, Heri; Patrio, Andri Nur
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober: Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrsendem.v4i2.6727

Abstract

Film and television play a central role in shaping and representing the cultural identity of society. Through artistic expertise manifested by directors, screenwriters, actors, cinematographers, and producers, cultural construction is presented not only as entertainment but also as a social discourse that reflects values, traditions, and the dynamics of collective identity. This study aims to analyze how artistic expertise contributes to constructing cultural identity representation through film and television mediums in Indonesia. The research methodology used is qualitative, employing content analysis and semiotics approaches on selected Indonesian films and TV series that highlight cultural aspects, such as Losmen Bu Broto and Gadis Kretek. These works were chosen because they feature rich local culture while reflecting the role of culture in the dynamics of Indonesian society. The findings indicate that artistic expertise plays a crucial role in constructing cultural representation, both through narrative, visual elements, music, and actors' performances. The representations produced not only affirm local and national identities but also reflect the process of cultural negotiation with global influences. This study underscores that film and television serve as strategic media for cultural diplomacy and the formation of collective identity awareness in Indonesian society. Through this process, these mediums contribute to the preservation of local culture amidst global cultural flows. The research highlights the importance of film and television as tools for maintaining and constructing cultural identity, where local traditions and values are both preserved and adapted to the changing global landscape.   
Seni Musik Sebagai Pendekatan Pembelajaran Berbasis Budaya di Sekolah Dasar Loustiawaty, Lousy; Fitriyani, Yani; Andri Nur Patrio
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i1.4225

Abstract

Kesenian musik merupakan salah satu kekayaan budaya dalam masyarakat, seni berperan dalam pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan manusia seperti untuk memenuhi kebutuhan dasar estetika, pengembangan sikap dan kepribadian dan sebagai determinan terhadap kecerdasan. Penelitian ini bertujuan untuk ini mengkaji penggunaan seni musik sebagai pendekatan pembelajaran dalam pembelajaran seni musik di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif bertujuan untuk mengamati dan menganalisis serta menggambarkan pentas seni sebagai pendekatan pembelajaran dalam pendidikan seni musik. Subjek penelitian ini adalah peserta didik sekolah dasar kelas III. Hasil penelitian menunjukan bahwa seni musik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik, memfasilitasi pemahaman konsep yang lebih mendalam, dan memperkaya pengalaman belajar secara keseluruhan. Melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan teori pendidikan, psikologi, dan seni. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi musik dalam proses pembelajaran tidak hanya meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta didik untuk belajar, tetapi juga mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pendidik dan praktisi untuk mengadopsi metode pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif.
Peningkatan Kapasitas Desain Grafis Digital pada Kelompok Seni Media Disabilitas Yogyakarta Muhamad Ilham; Andri Nur Patrio; Tanto Harthoko Tanto Harthoko; Ghalif Putra Sadewa; Veronica Suryaning V; Afina Khusnul Khotimah
Jurnal Pengabdian Seni Vol 7, No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v7i1.19492

Abstract

Artikel pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas desain grafis digital pada Kelompok Seni Media Disabilitas sebagai bagian dari upaya pemberdayaan seni yang inklusif dan berkelanjutan di ruang digital. Program pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai subjek aktif dalam proses kreatif, dengan tahapan asesmen kebutuhan, pelatihan desain grafis digital, praktik langsung, pendampingan intensif, serta evaluasi hasil karya. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan perangkat lunak Canva yang mudah diakses, adaptif, dan ramah bagi penyandang disabilitas, baik untuk kerja kelompok maupun pengembangan karya secara mandiri, serta telah terintegrasi dengan fitur kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung eksplorasi ide visual. Pascapelaksanaan pengabdian, peserta secara konsisten melanjutkan aktivitas desain grafis melalui produksi konten visual untuk kebutuhan komunitas dan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis dasar penyuntingan desain grafis, pemahaman prinsip komposisi, tipografi, dan warna, serta kemampuan menyusun desain yang lebih terstruktur dan komunikatif dibandingkan kondisi awal. Kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan kepercayaan diri, partisipasi aktif, dan kemandirian kreatif peserta dalam memanfaatkan media digital sebagai ruang ekspresi seni. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya penguatan program lanjutan melalui pendampingan berkelanjutan, pengembangan materi desain grafis tingkat menengah, serta integrasi teknologi digital dan AI secara lebih optimal untuk memperluas peluang produksi karya dan keberdayaan kelompok seni media disabilitas. This community service article aims to enhance the Media Arts Group for Persons with Disabilities' capacity in digital graphic design as part of an inclusive and sustainable arts empowerment initiative in the digital space. The program was implemented through a participatory approach, positioning persons with disabilities as active subjects in the creative process. The methodology encompassed several stages: needs assessment, digital graphic design training, hands-on practice, intensive mentoring, and evaluation of creative outputs. The training specifically used Canva, an accessible, adaptable software that is disability-friendly, supporting both collaborative work and independent creative development. Notably, the program integrated Artificial Intelligence (AI) features to facilitate more effective exploration of visual ideas. Following the program's completion, participants continued their graphic design activities, producing visual content for community purposes and for social media platforms. The results indicate a significant improvement in technical skills, particularly in basic editing, as well as a deeper understanding of composition, typography, and color selection. Furthermore, the participants demonstrated the ability to produce more structured and communicative designs compared to their initial conditions. Beyond technical gains, the program contributed to increased self-confidence and creative independence in utilizing digital media as a medium for artistic expression. It is recommended that future initiatives strengthen follow-up programs through continuous mentoring and more optimal integration of AI technology to expand creative production opportunities for media arts groups within the disability community.
Peningkatan Kapasitas Desain Grafis Digital pada Kelompok Seni Media Disabilitas Yogyakarta Muhamad Ilham; Andri Nur Patrio; Tanto Harthoko Tanto Harthoko; Ghalif Putra Sadewa; Veronica Suryaning V; Afina Khusnul Khotimah
Jurnal Pengabdian Seni Vol 7, No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v7i1.19492

Abstract

Artikel pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas desain grafis digital pada Kelompok Seni Media Disabilitas sebagai bagian dari upaya pemberdayaan seni yang inklusif dan berkelanjutan di ruang digital. Program pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai subjek aktif dalam proses kreatif, dengan tahapan asesmen kebutuhan, pelatihan desain grafis digital, praktik langsung, pendampingan intensif, serta evaluasi hasil karya. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan perangkat lunak Canva yang mudah diakses, adaptif, dan ramah bagi penyandang disabilitas, baik untuk kerja kelompok maupun pengembangan karya secara mandiri, serta telah terintegrasi dengan fitur kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung eksplorasi ide visual. Pascapelaksanaan pengabdian, peserta secara konsisten melanjutkan aktivitas desain grafis melalui produksi konten visual untuk kebutuhan komunitas dan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis dasar penyuntingan desain grafis, pemahaman prinsip komposisi, tipografi, dan warna, serta kemampuan menyusun desain yang lebih terstruktur dan komunikatif dibandingkan kondisi awal. Kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan kepercayaan diri, partisipasi aktif, dan kemandirian kreatif peserta dalam memanfaatkan media digital sebagai ruang ekspresi seni. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya penguatan program lanjutan melalui pendampingan berkelanjutan, pengembangan materi desain grafis tingkat menengah, serta integrasi teknologi digital dan AI secara lebih optimal untuk memperluas peluang produksi karya dan keberdayaan kelompok seni media disabilitas. This community service article aims to enhance the Media Arts Group for Persons with Disabilities' capacity in digital graphic design as part of an inclusive and sustainable arts empowerment initiative in the digital space. The program was implemented through a participatory approach, positioning persons with disabilities as active subjects in the creative process. The methodology encompassed several stages: needs assessment, digital graphic design training, hands-on practice, intensive mentoring, and evaluation of creative outputs. The training specifically used Canva, an accessible, adaptable software that is disability-friendly, supporting both collaborative work and independent creative development. Notably, the program integrated Artificial Intelligence (AI) features to facilitate more effective exploration of visual ideas. Following the program's completion, participants continued their graphic design activities, producing visual content for community purposes and for social media platforms. The results indicate a significant improvement in technical skills, particularly in basic editing, as well as a deeper understanding of composition, typography, and color selection. Furthermore, the participants demonstrated the ability to produce more structured and communicative designs compared to their initial conditions. Beyond technical gains, the program contributed to increased self-confidence and creative independence in utilizing digital media as a medium for artistic expression. It is recommended that future initiatives strengthen follow-up programs through continuous mentoring and more optimal integration of AI technology to expand creative production opportunities for media arts groups within the disability community.