Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Kondisi Hidro-Oseanografi di Pantai Galesong Kabupaten Takalar Novi Julianti; K Kasmawati; Andi Makbul Syamsuri
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan dinamis yang dipengaruhi oleh berbagai parameter hidro-oseanografi seperti gelombang dan pasang surut. Pantai Galesong di Kabupaten Takalar memiliki peranan penting sebagai kawasan ekonomi dan wisata, sehingga perlu dilakukan kajian terhadap kondisi hidro-oseanografi di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gelombang serta pola pasang surut di Pantai Galesong. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa data angin dan pasang surut dari BMKG. Analisis gelombang dilakukan melalui perhitungan fetch dan peramalan gelombang, sedangkan analisis pasang surut menggunakan metode Admiralty untuk menentukan konstanta harmonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik gelombang dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin dominan, sedangkan tipe pasang surut di lokasi penelitian termasuk dalam kategori campuran. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Analisis Gelombang pada Ujung Bangunan Breakwater di Pulau Gusung Lisda Lisa; Andi Makbul Syamsuri; K Kasmawati
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi gelombang laut, angin, dan morfologi pantai. Salah satu struktur pelindung pantai yang umum digunakan adalah breakwater yang berfungsi meredam energi gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tinggi gelombang da n panjang gelombang serta menentukan koefisien difraksi gelombang pada ujung bangunan breakwater di Pulau Gusung. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa data angin dan gelombang dari BMKG Maritim Paotere periode 2021-2025. Analisis dilakukan melalui perhitungan fetch efektif, tinggi gelombang, panjang gelombang, serta koefisien difraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi dan panjang gelombang berpengaruh signifikan terhadap pola difraksi di ujung breakwater, dimana semakin besar tinggi gelombang maka energi gelombang yang terdifraksi juga semakin besar. Nilai koefisien difraksi menunjukkan adanya reduksi energi gelombang pada daerah terlindung, namun tetap memberikan pengaruh terhadap kondisi perairan di belakang bangunan.
Bed-Slope Amplification of Non-Cohesive Sediment Transport under Supercritical Open-Channel Flow Fayyed Fauzi; Akhmad Fikri; Farida Gaffar; Kasmawati
Journal of Green Complex Engineering Vol. 4 No. 1 (2026): August
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v4i1.289

Abstract

Bed slope and discharge control the capacity of open-channel flow to mobilize sediment, yet their relative effects are often difficult to separate because bed-load transport is intermittent and empirical equations are sensitive to hydraulic context. This study quantifies the effects of bed slope and discharge on non-cohesive sand transport in a controlled tilting flume. Sand with a nominal diameter of 0.6 mm and a specific gravity of 2.71 was tested at bed slopes of 1.5%, 2.0%, and 2.5% under discharges of 252.92 and 391.42 cm³ s⁻¹. Three independent trials were conducted for each treatment combination, and trial means were analyzed using two-factor ANOVA on the logarithmic scale. Sediment transport increased consistently with both slope and discharge. Bed slope produced the stronger effect (p < 0.001; partial η² = 0.794), while discharge was also significant (p = 0.0086; partial η² = 0.450); their interaction was not significant. Excess bed shear stress explained 83.8% of variation among treatment means. Schoklitsch predictions were closer to measurements than the implemented Shields-based estimates, although both generally underestimated transport. The results show that modest slope changes can sharply amplify sediment mobility under supercritical flow.