Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Improving V2V Communication Reliability in Dynamic Vehicular Networks: A Software-Defined Radio-Based Approach Hariyawan, Mohammad Yanuar; Briantoro, Hendy
Journal of Electronics Technology Exploration Vol. 3 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : SHM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52465/joetex.v3i1.560

Abstract

Smart Transportation Systems (STS) leverage Vehicle-to-Vehicle (V2V) communication to enhance road safety, traffic efficiency, and urban mobility. However, ensuring reliable V2V communication remains challenging due to signal power instability, environmental interference, and scalability limitations. This study explores the optimization of V2V communication using Software Defined Radio (SDR) technology, which offers a cost-effective and adaptable approach for real-time signal processing. An SDR-based V2V communication system was developed using GNU Radio and HackRF One, with signal power calibration conducted through comparative measurements involving a Spectrum Analyzer across varying distances (3-15 meters) and environmental conditions. Performance evaluation focused on Bit Error Rate (BER) and Signal-to-Noise Ratio (SNR) under different vehicle speeds (20-40 km/h). Results indicate that increasing distance leads to signal degradation, with BER reaching 36.83% and SNR dropping to -3.17 dB, emphasizing the need for adaptive signal optimization techniques. While SDR-enabled calibration provided accuracy in signal measurements, environmental factors such as multipath interference and atmospheric attenuation significantly impacted communication reliability. Despite its flexibility, the system exhibited high BER and limited communication range, necessitating further enhancements through adaptive modulation schemes, machine learning-based power control, and hybrid 5G-DSRC integration. The study highlights SDR's potential for improving V2V communication while addressing key limitations in urban mobility networks. Future research should focus on enhancing scalability, security, and energy efficiency through advanced signal processing techniques. This study contributes to developing next-generation STS by providing empirical insights into SDR-based V2V communication optimization, supporting safer and more efficient transportation systems.
ALAT UKUR DIGITAL MOMEN TEKUK FITTING LAMPU DENGAN SENSOR LOAD CELL BERBASIS MIKROKONTROLER Ahmad Maulana, Firman; Yanuar Hariyawan, Mohammad; Briantoro, Hendy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan alat ukur digital momen tekuk fitting lampu berbasis sensor Load Cell dan mikrokontroler ESP32. Alat ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengujian dibandingkan metode analog yang masih banyak digunakan. Data hasil pengukuran dikirim dan dicatat secara otomatis ke Google Spreadsheet untuk mempermudah analisis. Pengujian dilakukan pada 30 sampel lampu dengan berbagai merk, bentuk, dan daya, dengan membandingkan hasil alat digital terhadap alat analog. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata galat sebesar 0,0004 Nm dan persentase error 1,82%, masih dalam batas toleransi 5%. Alat ini juga mampu mendeteksi apakah momen tekuk suatu fitting lampu melebihi ambang batas 2 Nm sesuai standar SNI IEC 62560:2015, dengan indikator LED merah dan hijau untuk menunjukkan status kelulusan. Dengan rata-rata waktu pengiriman data sekitar 2,62 detik, sistem ini lebih efisien dibandingkan pencatatan manual. Meskipun akurasi alat sudah baik, masih diperlukan peningkatan pada stabilitas sensor dan kalibrasi lebih lanjut untuk memastikan konsistensi dalam berbagai kondisi pengujian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam industri pengujian lampu untuk meningkatkan standar kualitas dan keselamatan produk. Kata Kunci — momen tekuk, fitting lampu, load cell, ESP32, kalibrasi, Google Spreadsheet.
Penerapan Edge Computing pada Pertanian untuk Efisiensi Jaringan dan Optimalisasi Komputasi Tjahyadi, Nathanael; Widyantara, Helmy; Briantoro, Hendy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edge computing merupakan paradigma komputasi yang mendistribusikan proses pengolahan data ke perangkat tepi (edge devices) untuk meningkatkan efisiensi dan responsivitas jaringan. Dalam sektor pertanian, penggunaan edge computing menjadi semakin penting untuk memastikan keberlanjutan dan efisiensi operasional, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan konektivitas internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan solusi edge computing di bidang pertanian yang dapat meminimalisir hilangnya data saat koneksi internet dari perangkat edge ke komputasi awan atau server online terputus. Selain itu, sistem ini dirancang untuk melakukan pengolahan data secara lokal menggunakan Node-RED, sehingga memungkinkan analisis data yang lebih cepat dan pengambilan keputusan yang lebih tepat waktu. Kata Kunci — Edge Computing, Optimalisasi Jaringan, Optimalisasi Komputasi
RANCANG BANGUN SYRINGE PUMP TERINTEGRASI APLIKASI MOBILE UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA TENAGA MEDIS DAN KESELAMATAN PASIEN Amsyari Rustam, Faiz; Yanuar Hariyawan, Mohammad; Briantoro, Hendy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syringe pump adalah alat medis untuk pemberian obat secara akurat, kontinyu, dan dalam jangka lama. Namun, alat ini mahal sehingga hanya dimiliki instansi kesehatan besar. Akibatnya, tenaga medis berisiko melakukan kesalahan dalam pemberian obat dan kurang efisien untuk pengobatan lama karena prosesnya masih manual. Selain itu, syringe pump komersial belum memiliki sistem terintegrasi, sehingga tenaga medis tidak dapat melakukan pemantauan secara realtime, menerima notifikasi saat cairan hampir habis, serta mengontrol alat dari jarak jauh. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan syringe pump dengan akurasi sesuai toleransi, sistem komunikasi data ke internet tanpa mengganggu penggerak, serta integrasi aplikasi mobile untuk meningkatkan efisiensi tenaga medis dan keselamatan pasien melalui fitur monitoring, kontrol, rekap data, dan notifikasi. Pengujian dilakukan pada volume 1–5 ml dan flow rate 20, 30, 40, 50 ml/h. Hasil menunjukkan akurasi volume 99,18% dan waktu 99,80%, dengan error dalam toleransi ±5% pada kalibrasi 246 step. Aplikasi mobile berfungsi dengan baik dengan waktu respons rata-rata 0,67 detik (start), 0,62 detik (stop), dan 3,13 detik (notifikasi). Selain itu fitur monitoring bekerja secara realtime sehingga fitur-fitur ini dapat meningkatkan efisiensi tenaga medis dan keselamatan pasien. Penelitian ini juga menunjukkan penerapan FreeRTOS memungkinkan komunikasi data berjalan tanpa mengganggu sistem syringe pump. Kata Kunci - Syringe pump, Aplikasi Mobile, Efisiensi Kerja, Keselamatan Pasien
Development of Communication System between TPMS and Server using Combination of OFDM and Convolutional Code Technique Based on SDR Briantoro, Hendy; Montolalu, Billy; Farouq, Ardiansyah Al
Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Vol. 13 No. 2 (2024): JULY
Publisher : ISB Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32736/sisfokom.v13i2.2024

Abstract

The Tire Pressure Monitoring System (TPMS) has evolved into an essential element of contemporary vehicles, playing a pivotal role in enhancing road safety and the overall driving experience. Traditionally, TPMS systems rely on dedicated hardware components for the collection and transmission of tire pressure data to the vehicle's onboard computer and the data is visible only to the driver. In this research, we have developed a wireless communication system between TPMS and a server, enabling tire pressure data to be accessible not only to the driver but also remotely traceable by others. To build a reliable communication system, we utilized a combination of Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) and Convolutional Code technologies. This system is implemented using Software-Defined Radio (SDR) technology. This communication method employs OFDM to enhance data throughput and integrates Convolutional Code to mitigate errors in received data. Consequently, this approach achieves a maximum throughput of 119.19MBps when utilizing the OFDM system alongside 16QAM modulation. The bit error rate for received data without coding stands at 5.77%, but the application of Convolutional Code with a 1/2 code rate effectively reduces this error rate to 3.85%. This system improves the reliability of TPMS communication with the server while also ensuring a consistently high throughput. It enhances road safety and remote monitoring capabilities.  
PENGENALAN DASAR KONSEP INTERNET OF THINGS DAN IMPLEMENTASINYA KEPADA SISWA SMP AL ISLAH SURABAYA Briantoro, Hendy; Farouq, Ardiansyah Al; Montolalu, Billy; Faiz, M. Ardiansyah Al; Budi A. W., Rizki Dwi; Razanafi S., Muhammad
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2023): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet of Things (IoT) merupakan wujud perkembangan teknologi internet yang akhir-akhir ini menjadi topik perbincangan di kalangan penggiat industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Masyarakat Indonesia, khususnya para pelajar harus siap menghadapi tantangan tersebut untuk dapat bersaing dengan dunia. Untuk itu pihak penyelenggara pendidikan harus meningkatkan pengetahuan pelajar untuk mengakomodir hal tersebut, sedangkan kurikulum saat ini belum dapat mengakomodir hal tersebut sehingga dibutuhkan kegiatan ekstrakurikuler di luar jam pelajaran sekolah guna meningkatkan pengetahuan tentang teknologi IoT yang saat ini menjadi tren. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi tantangan ini yaitu memberikan pembekalan tentang perkembangan teknologi IoT agar para pelajar dapat mempersiapkan diri lebih dini. SMP Al Islah Surabaya adalah salah satu sekolah menengah yang ada di Surabaya. Di sekolah ini, kurikulum yang digunakan masih belum mengakomodir pengetahuan tentang teknologi IoT. Kondisi inilah yang menyebabkan dibutuhkannya pengetahuan dan skill tambahan yang saat ini sedang berkembang sangat penting untuk mereka kuasai, salah satunya adalah tentang IoT. Hal ini yang menjadi dasar pemikiran penulis ingin memberikan skill tambahan kepada siswa SMP Al Islah Surabaya agar memiliki bekal kemampuan lain disamping kemampuan akademik yang mereka terima di sekolah. Penulis memberikan pelatihan IoT, dimana dalam pelaksanaannya kami dibantu oleh mahasiswa Teknik Komputer.
PEMANFAATAN TENAGA SURYA DALAM PEMBUATAN SOLAR CHARGING STATION SEBAGAI PENUNJANG FASILITAS UMUM DI SEKOLAH AL ISLAH SURABAYA Annisa, Aulia Rahma; Briantoro, Hendy; Iryani, Nanda; Alamsyah, Gempar
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.12112

Abstract

Telepon seluler sudah menjadi kebutuhan pokok belakangan ini. Kegiatan belajar, bekerja, pencarian informasi, interaksi sosial, dan hiburan telah banyak dilakukan menggunakan alat ini. Penggunaan ponsel yang hampir setiap hari digunakan membuat kebutuhan akan sumber daya baterai menjadi tinggi. Siswa, guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah merupakan salah satu segmen masyarakat yang menggunakan ponsel. Berdasarkan kenyataan bahwa tempat yang memiliki sumber listrik untuk pengisian ponsel di sekolah sangatlah terbatas. Oleh sebab itu, tim dosen Program Studi Teknik Komputer memiliki rencana merancang sistem tepat guna berupa solar charging station yang direncanakan dapat menyediakan tempat pengisian daya baterai dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber listriknya. Diharapkan dengan adanya produk ini membantu warga sekolah untuk melakukan pengisian baterai ponsel yang dimiliki. Selain itu akan dilaksanakan edukasi wawasan serta perkembangan ilmu pengetahuan terkait pemanfaatan energi baru terbarukan bagi siswa sekolah Al Islah Surabaya.
Stasiun Cuaca Mini Pintar Berbasis Deep Learning Dzakwan Setyo Gandhi, Naufal; Yanuar Hariyawan, Mohammad; Briantoro, Hendy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Perubahan iklim dan cuaca yang semakin tidak menentu menuntut data cuaca lokal yang akurat dan prediksi yang cepat. Namun, stasiun cuaca konvensional cenderung mahal dan rumit, sehingga sulit diakses oleh masyarakat umum. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini mengembangkan Stasiun Cuaca Mini Pintar berbasis Internet of Things (IoT) dan Deep Learning. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32-S3, sensor BME280 (suhu, kelembaban, tekanan), dan anemometer (kecepatan angin) untuk mengumpulkan data secara otomatis, yang disimpan di Google Spreadsheet. Data kemudian diproses melalui pembersihan, penanganan nilai hilang, normalisasi, dan pembentukan urutan waktu. Prediksi dilakukan menggunakan model Long Short-Term Memory (LSTM) yang dioptimalkan dengan Keras Tuner. Model ini mampu memprediksi suhu, kelembaban, tekanan, dan kecepatan angin dengan akurasi tinggi, ditunjukkan oleh nilai R² antara 0.83 hingga 0.96. Untuk klasifikasi cuaca (cerah atau hujan), model mencapai akurasi 88%. Sisrem ini juga dilengkapi API FatApi dan aplikasi mobile berbasis React Native Expo sebagai antarmuka pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi IoT dan Deep Learning efektif untuk solusi cuaca yang akurat dan terjangkau. Kata kunci— Stasiun Cuaca Mini Pintar, Internet of Things (IoT), Deep Learning, Long Short-Term Memory (Long Short-Term Memory (LSTM)), Prediksi Cuaca.
Analisis Kinerja FMIPv6 Pada Kondisi Handover Jaringan Bergerak Aviel Manuputty, Christine; Shofi Akbar, Fannush; Briantoro, Hendy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Mobile IPv6 (MIPv6) memungkinkan perangkat bergerak tetap terhubung ke internet saat berpindah jaringan, namun sering mengalami delay dan packet loss selama handover. Fast Mobile IPv6 (FMIPv6) hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi proses handover. Penelitian ini menganalisis kinerja FMIPv6 dibandingkan MIPv6 pada kondisi jaringan bergerak dengan tingkat mobilitas dan kepadatan pengguna yang tinggi. Simulasi menggunakan OMNeT++ menunjukkan bahwa FMIPv6 memiliki performa lebih baik, dengan packet loss 0.70% dan throughput 1.624 Mbps pada skenario ekstrem, dibandingkan MIPv6 yang mencatat packet loss 6.43% dan throughput 1.209 Mbps. Delay kedua protokol tercatat sama, yaitu 370 ms. Hasil ini menunjukkan bahwa FMIPv6 lebih andal dalam menjaga kualitas layanan saat handover. Kata kunci— FMIPv6, jaringan bergerak, handover, delay, packet loss, throughput.
Analisis Kinerja HMIPv6 Pada Handover Jaringan Bergerak Menggunakan Simulasi Omnet++ Tamima Fauziah, Jihan; Shofi Akbar, Fannush; Briantoro, Hendy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Kebutuhan yang semakin meningkat akan koneksi internet yang stabil dalam situasi mobilitas tinggi mendorong penciptaan protokol jaringan yang lebih efisien. Mobile IPv6 (MIPv6) dan Hierarchical Mobile IPv6 (HMIPv6) adalah dua protokol yang dirancang untuk mendukung pergerakan perangkat dalam jaringan IP. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja kedua protokol tersebut dalam proses handover pada jaringan bergerak dengan skenario 1 dan 10 Mobile Node (MN). Simulasi dilakukan menggunakan OMNeT++ dengan INET Framework, dan parameter yang diamati meliputi kehilangan paket, keterlambatan, serta throughput. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan jumlah MN secara signifikan meningkatkan kehilangan paket pada kedua protokol. Dalam skenario 1 MN, HMIPv6 mencatat kehilangan paket sebesar 5,60% dibandingkan dengan MIPv6 yang mencapai 17,10%. Namun, pada skenario 10 MN, keduanya mengalami penurunan kinerja yang signifikan dengan kehilangan paket lebih dari 81%. Meskipun MIPv6 sedikit lebih baik dalam throughput, HMIPv6 memiliki keuntungan arsitektural dengan kemampuan pengelolaan handover lokal melalui Mobility Anchor Point (MAP). Ini menjadikan HMIPv6 lebih efisien dalam menghadapi skenario mobilitas yang tinggi dan jaringan yang padat. Kata kunci— hmipv6, mipv6, handover, jaringan bergerak, omnet++