Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Development of Problem-Based Comic Book as Learning Media for Improving Primary School Students’ Critical Thinking Ability Yonanda, Devi Afriyuni; Yuliati, Yuyu; Saputra, Dudu Suhandi
Mimbar Sekolah Dasar Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v6i3.22892

Abstract

This research is motivated by the lack of teachers' ability to use media related to the students environment as teaching materials to develop primary school students' critical thinking ability. The research aims at developing problem-based learning media (PBL) using comic book in order to improve students' critical thinking ability. The research employed a research and development design using the experimental research design with a one-group pretest-posttest design. The subjects of the research were 28 fourth-grade students in one of primary schools in Indramayu Regency. The research produced a product in the form of problem-based comic media developed based on the needs of teachers and students. The subject material in the comic book contained problems that occurred in the real environment within the students. Based on the validation tests carried out by material experts, media experts and practitioners, the results revealed that the product was included in the “Very Valid” category. While, the practicality test results revealed that the product was included in the “Very Practical”.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI Saputra, Dudu Suhandi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol 7, No 1` (2016)
Publisher : Pascasarjna Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The purpose in this study is to learn the influence of learning method and critical thinking toward ability in writing argumentation. This study was conducted on 4th grade students of SDN Sukapura 3 Cirebon in 2015 by taking 32 samples. Data is acquired using two-way varian analysis test (ANAVA) utilizing treatment by level 2x2 design. The result study showed that: (1) the writing argumentation skill student’s problem based learning method is higher than that of using recitation method, (2) there is no interaction correlation between students’ learning methods and their critical thinking, proven by their writing argumentation skill, (3) the writing argumentation skill students with higher critical thinking using problem based learning method is higher than using recitation method, (4) the writing argumentation skill students with lower critical thinking using problem based learning is higher than using recitation method. The results of this study illustrates that using problem based learning method by considering the their critical thinking can increase toward ability in writing argumentation.Keyword: Learning method, think critical, ability writes argumentAbstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran dan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis argumentasi. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri Sukapura 3 Cirebon pada tahun 2015 dengan 32 sampel. Pengambilan data diperoleh melalui tes analisis Varian (ANAVA) dua jalur dengan desain treatmeant by level 2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil menulis argumentasi siswa yang menggunakan metode problem based learning lebih baik dari pada siswa yang menggunakan metode resitasi. (2) Tidak terdapat pengaruh interaksi anatara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis argumentasi. (3) Hasil menulis argumentasi siswa yang berpikir kritis tinggi dan belajar dengan metode problem based learning lebih baik dari pada metode resitasi, (4) Hasil menulis argumentasi siswa yang berpikir kritis rendah dan belajar dengan metode problem based learning lebih baik dari pada metode resitasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode problem based learning dengan mempertimbangkan kemampuan berpikir kritis siswa dapat meningkatkan kemampuan menulis argumentasi.Kata kunci: Metode pembelajaran, berpikir kritis, kemampuan menulis argumentasi
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL MENGGUNAKAN VIDEO SCRIBE SPARKOL BAGI GURU SEKOLAH DASAR Febriyanto, Budi; Yuliati, Yuyu; Saputra, Dudu Suhandi; Firmansyah, Firmansyah; Zakiyah, Ghina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4897

Abstract

Abstrak: Guru belum optimal dalam memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, hal yang penting apabila guru dapat mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia salah satunya video scribe sparkol. Tujuan pengabdian ini adalah membekali guru membuat media pembelajaran digital menggunakan video scribe sparkol. Metode pelaksanaan pengabdian melalui lima tahapan yaitu survey lapangan, koordinasi dengan mitra, sosialisasi program, pelaksanaan program, evaluasi kegiatan. Mitra dalam program pengabdian ini adalah SDN Cibentar 3 Kabupaten Majalengka, dengan subyek pengabdian yaitu guru kelas yang berjumlah 10 orang. Indikator capaian berdasarkan tingkat kepuasan mitra terhadap program pelaksanaan pengabdian pada kriteria minimal puas dan produk media pembelajaran yang dibuat oleh guru. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah guru dapat secara mandiri membuat media pembelajaran digital menggunakan video scribe sparkol serta tingkat kepuasan mitra terhadap pelaksanaan program pelatihan berkategori sangat puas 70% dan berkategori puas 30%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelatihan memberikan dampak yang positif terhadap guru dalam membuat media pembelajaran digital yang menarik untuk pembelajaran.Abstract:  Teachers have not been optimal in utilizing technology in learning activities. Therefore, it is important that teachers can optimize the use of learning media by utilizing available technology, one of which is video scribe sparkol. The purpose of this service is to equip teachers to create digital learning media using video scribe sparkol. The method of implementing service through five stages, namely field surveys, coordination with partners, program socialization, program implementation, activity evaluation. Partners in this service program are SDN Cibentar 3, Majalengka Regency, with the subject of service, namely class teachers, totaling 10 people. Achievement indicators are based on the level of partner satisfaction with the service implementation program on the minimum criteria of satisfaction and learning media products made by teachers. The results achieved in this activity are that teachers can independently create digital learning media using video scribe sparkol and the level of partner satisfaction with the implementation of the training program is categorized as very satisfied 70% and categorized as satisfied 30%. Thus, it can be concluded that the implementation of the training has a positive impact on teachers in creating attractive digital learning media for learning.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL MENGGUNAKAN VIDEO SCRIBE SPARKOL BAGI GURU SEKOLAH DASAR Febriyanto, Budi; Yuliati, Yuyu; Saputra, Dudu Suhandi; Firmansyah, Firmansyah; Zakiyah, Ghina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.222 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5064

Abstract

Abstrak: Guru belum optimal dalam memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, hal yang penting apabila guru dapat mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia salah satunya video scribe sparkol. Tujuan pengabdian ini adalah membekali guru membuat media pembelajaran digital menggunakan video scribe sparkol. Metode pelaksanaan pengabdian melalui lima tahapan yaitu survey lapangan, koordinasi dengan mitra, sosialisasi program, pelaksanaan program, evaluasi kegiatan. Mitra dalam program pengabdian ini adalah SDN Cibentar 3 Kabupaten Majalengka, dengan subyek pengabdian yaitu guru kelas yang berjumlah 10 orang. Indikator capaian berdasarkan tingkat kepuasan mitra terhadap program pelaksanaan pengabdian pada kriteria minimal puas dan produk media pembelajaran yang dibuat oleh guru. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah guru dapat secara mandiri membuat media pembelajaran digital menggunakan video scribe sparkol serta tingkat kepuasan mitra terhadap pelaksanaan program pelatihan berkategori sangat puas 70% dan berkategori puas 30%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelatihan memberikan dampak yang positif terhadap guru dalam membuat media pembelajaran digital yang menarik untuk pembelajaran.Abstract:  Teachers have not been optimal in utilizing technology in learning activities. Therefore, it is important that teachers can optimize the use of learning media by utilizing available technology, one of which is video scribe sparkol. The purpose of this service is to equip teachers to create digital learning media using video scribe sparkol. The method of implementing service through five stages, namely field surveys, coordination with partners, program socialization, program implementation, activity evaluation. Partners in this service program are SDN Cibentar 3, Majalengka Regency, with the subject of service, namely class teachers, totaling 10 people. Achievement indicators are based on the level of partner satisfaction with the service implementation program on the minimum criteria of satisfaction and learning media products made by teachers. The results achieved in this activity are that teachers can independently create digital learning media using video scribe sparkol and the level of partner satisfaction with the implementation of the training program is categorized as very satisfied 70% and categorized as satisfied 30%. Thus, it can be concluded that the implementation of the training has a positive impact on teachers in creating attractive digital learning media for learning.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE TIPE TGT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Novi Yuliyanti, Dudu Suhandi saputra, Muhammad Ihsan Hernawan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.827 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1175

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bekerjasama dengan guru kelas V SDN Sunia Baru I, sebanyak 20 siswa terdiri dari 9 siswa laki laki dan 11 siswi perempuan. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes berupa soal dan lembar observasi serta dokumentasi data yang diperoleh berupa hasil tes sebagai data primer dan hasil observasi serta dokumentasi sebagai data pendukung. Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila rata-rata kelas meningkat siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada siklus I nilai rata-rata 59,72 dengan ketuntasan individu 9 siswa (45%) diatas KKM, sedangkan 11 siswa (55%) masih dibawah KKM. pada siklus II nilai rata-rata 68,25 dengan ketuntasan individu 13 siswa (65%) diatas KKM, sedangkan 7 siswa (35%) masih dibawah KKM. Pada siklus ke III nilai rata-rata 72,25 dengan ketuntasan individu 16 siswa (80%) diatas KKM, sedangkan 4 siswa (20%) masih dibawah KKM . Selain itu dari data observasi diperoleh sebelum diberikan tindakan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Setelah diberikan tindakan siswa terlihat aktif baik pada saat kegiatan tanya jawab maupun pada saat kegiatan kelompok.Kata kunci : hasil belajar siswa, teams game tournament.
PENGGUNAAN MODEL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA (USING OF REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION MODEL IN IMPROVING MATHEMATICS OF STUDENTS) Dudu Suhandi Saputra, Yuyu Yuliati, Fajar Pamungkas
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.305 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1187

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman matematis siswa pada pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sunia III, sebanyak 21 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan 3 tindakan pada tiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan matematis siswa kelas IV Sekolah dasar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 56,04 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah47,6% atau 10 orang siswa yang mencapai KKM dan 52,4% atau 11 orang siswa berada dibawah KKM.Pada siklus II, nilai rata-rata kelas kelas yang diperoleh siswa adalah 69,6 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah71,4%atau 15 orang siswa yang mencapai KKM dan 28,6% atau 6 orang siswa berada dibawah KKM. Pada siklus III, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 76,5 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah 90,4% atau 19 orang siswa yang mencapai KKM dan 9,6% atau 2 orang siswa berada dibawah KKM.Secara umum dapat disimpulkan, bahwadalam meningkatkan pemahaman matematis siswa di kelas IV sekolah dasar dapat dengan menggunakan model RME (Realistic Mathematics Education).Kata kunci: model rme, pemahaman matematis siswa. ABSTRACTThis research is motivated by the low mathematical understanding of students in mathematics learning. The subjects of this study were fourth grade students of SDN Sunia III, as many as 21 students consisting of 12 male students and 9 female students. The techniques used in data collection include tests, observations, interviews, and documentation. This research was conducted in 3 cycles with 3 actions in each cycle. The results of the study showed an increase in mathematical abilities of grade IV elementary school students. This is indicated by an increase in the value of the first cycle, the average grade obtained by students is 56.04 while the percentage of mastery learning is 47.6% or 10 students who reach the KKM and 52.4% or 11 students are under the KKM. In the second cycle, the average grade of the class obtained by students was 69.6 while the percentage of mastery learning was 71.4% or 15 students who reached the KKM and 28.6% or 6 students were under the KKM. In the third cycle, the class average value obtained by students was 76.5 while the percentage of mastery learning was 90.4% or 19 students who reached the KKM and 9.6% or 2 students were under the KKM. In general it can be concluded, that in improving mathematical understanding of students in grade IV elementary school can use the RME (Realistic Mathematics Education) model.Keywords: rme model, student mathematical understanding.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE TIPE TGT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Novi Yuliyanti Dudu Suhandi Saputra, Muhammad Ihsan Hernawan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.827 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1178

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bekerjasama dengan guru kelas V SDN Sunia Baru I, sebanyak 20 siswa terdiri dari 9 siswa laki laki dan 11 siswi perempuan. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes berupa soal dan lembar observasi serta dokumentasi data yang diperoleh berupa hasil tes sebagai data primer dan hasil observasi serta dokumentasi sebagai data pendukung. Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila rata-rata kelas meningkat siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada siklus I nilai rata-rata 59,72 dengan ketuntasan individu 9 siswa (45%) diatas KKM, sedangkan 11 siswa (55%) masih dibawah KKM. pada siklus II nilai rata-rata 68,25 dengan ketuntasan individu 13 siswa (65%) diatas KKM, sedangkan 7 siswa (35%) masih dibawah KKM. Pada siklus ke III nilai rata-rata 72,25 dengan ketuntasan individu 16 siswa (80%) diatas KKM, sedangkan 4 siswa (20%) masih dibawah KKM . Selain itu dari data observasi diperoleh sebelum diberikan tindakan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Setelah diberikan tindakan siswa terlihat aktif baik pada saat kegiatan tanya jawab maupun pada saat kegiatan kelompok.Kata kunci : hasil belajar siswa, teams game tournament.
PENGGUNAAN MODEL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA Dudu Suhandi Saputra, Yuyu Yuliati, Fajar Pamungkas
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.364 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1173

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman matematis siswa pada pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sunia III, sebanyak 21 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan 3 tindakan pada tiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan matematis siswa kelas IV Sekolah dasar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 56,04 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah47,6% atau 10 orang siswa yang mencapai KKM dan 52,4% atau 11 orang siswa berada dibawah KKM.Pada siklus II, nilai rata-rata kelas kelas yang diperoleh siswa adalah 69,6 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah71,4%atau 15 orang siswa yang mencapai KKM dan 28,6% atau 6 orang siswa berada dibawah KKM. Pada siklus III, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 76,5 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah 90,4% atau 19 orang siswa yang mencapai KKM dan 9,6% atau 2 orang siswa berada dibawah KKM.Secara umum dapat disimpulkan, bahwadalam meningkatkan pemahaman matematis siswa di kelas IV sekolah dasar dapat dengan menggunakan model RME (Realistic Mathematics Education).Kata kunci: model rme, pemahaman matematis siswa.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE TIPE TGT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA (APPLICATION OF THE COOPERATIVE MODEL OF TGT TYPE IN IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES IN MATHEMATICAL LEARNING)Q Novi Yuliyanti, Dudu Suhandi saputra, Muhammad Ihsan Hernawan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.763 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1188

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bekerjasama dengan guru kelas V SDN Sunia Baru I, sebanyak 20 siswa terdiri dari 9 siswa laki laki dan 11 siswi perempuan. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes berupa soal dan lembar observasi serta dokumentasi data yang diperoleh berupa hasil tes sebagai data primer dan hasil observasi serta dokumentasi sebagai data pendukung. Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila rata-rata kelas meningkat siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada siklus I nilai rata-rata 59,72 dengan ketuntasan individu 9 siswa (45%) diatas KKM, sedangkan 11 siswa (55%) masih dibawah KKM. pada siklus II nilai rata-rata 68,25 dengan ketuntasan individu 13 siswa (65%) diatas KKM, sedangkan 7 siswa (35%) masih dibawah KKM. Pada siklus ke III nilai rata-rata 72,25 dengan ketuntasan individu 16 siswa (80%) diatas KKM, sedangkan 4 siswa (20%) masih dibawah KKM . Selain itu dari data observasi diperoleh sebelum diberikan tindakan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Setelah diberikan tindakan siswa terlihat aktif baik pada saat kegiatan tanya jawab maupun pada saat kegiatan kelompok.Kata kunci : hasil belajar siswa, teams game tournament. ABSTRACTThis research is motivated by the low student learning outcomes in Mathematics. This research is a class action research in collaboration with the fifth grade teacher of SDN Sunia Baru I, as many as 20 students consisting of 9 male students and 11 female students. This study took place in 3 cycles, each cycle consisting of three meetings. The tools used in data collection are tests in the form of questions and observation sheets and documentation of data obtained in the form of test results as primary data and the results of observations and documentation as supporting data. Success indicators are determined if the class average increases in cycle I, cycle II and cycle III. The results showed that the mathematics learning outcomes of students had increased. This is indicated by an increase in the class average value, namely in the first cycle the average value was 59.72 with individual completeness of 9 students (45%) above the KKM, while 11 students (55%) were still below the KKM. in the second cycle the average score was 68.25 with individual completeness of 13 students (65%) above the KKM, while 7 students (35%) were still below the KKM. In the third cycle the average score was 72.25 with individual completeness of 16 students (80%) above the KKM, while 4 students (20%) were still below the KKM. In addition, from observation data obtained before being given the action of students, they were seen to be less active in learning activities, learning activities were more dominated by teachers. After being given the action students look active both during the question and answer activities and during group activities.Keywords: student learning outcomes, teams gamse tournament.
PENGGUNAAN MODEL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA Dudu Suhandi Saputra, Yuyu Yuliati, Fajar Pamungkas
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.364 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman matematis siswa pada pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sunia III, sebanyak 21 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan 3 tindakan pada tiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan matematis siswa kelas IV Sekolah dasar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 56,04 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah47,6% atau 10 orang siswa yang mencapai KKM dan 52,4% atau 11 orang siswa berada dibawah KKM.Pada siklus II, nilai rata-rata kelas kelas yang diperoleh siswa adalah 69,6 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah71,4%atau 15 orang siswa yang mencapai KKM dan 28,6% atau 6 orang siswa berada dibawah KKM. Pada siklus III, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 76,5 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah 90,4% atau 19 orang siswa yang mencapai KKM dan 9,6% atau 2 orang siswa berada dibawah KKM.Secara umum dapat disimpulkan, bahwadalam meningkatkan pemahaman matematis siswa di kelas IV sekolah dasar dapat dengan menggunakan model RME (Realistic Mathematics Education).Kata kunci: model rme, pemahaman matematis siswa.