Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teori belajar konstruktivisme sosial Jean Piaget dan Lev Semyonovich Vygotsky dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk mengurangi kekurangfokusan belajar sekaligus mengembangkan karakter Islami peserta didik di sekolah dan madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan buku, jurnal, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Piaget menekankan pembelajaran sesuai perkembangan kognitif melalui pengalaman, eksplorasi, dan pemecahan masalah, sedangkan Vygotsky menekankan interaksi sosial, Zone of Proximal Development, dan scaffolding. Penerapan keduanya melalui diskusi, kerja kelompok, tanya jawab, pembelajaran kontekstual, permainan edukatif, serta media interaktif mampu meningkatkan fokus, motivasi, keaktifan, dan pemahaman peserta didik. Selain itu, integrasi pada kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler memperkuat nilai religius, disiplin, tanggung jawab, toleransi, kerja sama, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, konstruktivisme sosial efektif meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dan pembentukan karakter Islami secara aktif, bermakna, humanis, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.