Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGEMBANGAN USAHA ANEKA KERIPIK MELALUI ONE VILLAGE ONE PRODUCT DI KECAMATAN KENDAL KABUPATEAN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR Murti, Endang; Nurchayati, Zulin
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.975 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i1.3813

Abstract

Abstract. Business Group Aneka Keripik Durian Karanggupito Village and Business Group Aneka Keripik Mawar Karangrejo Village, Kendal Kabupatean District Ngawi East Java Province. Production aspect of various chips produced need quality improvement, thickness, less crisp, less tasting seasoning,dull label less attractive, product produced not durable food. It is necessary to transfer the knowledge of small business management extension and skill in the form of training of various varieties of flavor chips, as well as durable kripik quality, PIRT license, trademark is expected to be a special food or superior product of village of OVOP-based community product business in relation to community economic empowerment through: (a) socialization and motivation of OVOP-based product business mapping, (b) counseling and training on the quality of economic empowerment of villagers; (c) training of citizens' business products with economic empowerment of villagers. Economic empowerment based on OVOP approach is in line with One Village One Village Excellence Product Policy from East Java Provincial Government through Community and Village Empowerment Office in the application, development and utilization of appropriate technology. In line with the Strategic Plan of Universitas Merdeka Madiun. The method of implementation in this program is counseling, instagram production skills training to market the product, and mentoring of production and marketing activities. With the realization of entrepreneurship training and understanding of social problems is expected to create jobs can makesocial changes, especially the field of welfare and education. Key Word : Empowerment, Economics, OVOP (one village one product). Abstrak. Kelompok Usaha Aneka Keripik Durian Desa Karanggupito dan KelompokUsaha Aneka Keripik Mawar Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal Kabupatean Ngawi Provinsi Jawa Timur. Aspek produksi aneka keripik dihasilkan perlu peningkatan kualitas, terasa tebal, kurang renyah, bumbu kurang  terasa, label kusam kurang menarik, produk dihasilkan bukan makanan tahan lama. Perlu transfer knowledge penyuluhan manajemen usaha kecil dan pemberian skill berupa pelatihan pengolahan anekakripik varian rasa, serta kualitas kripik tahan lama, ijin PIRT, merek dagang diharapkan akan menjadi makanan khas atau produk unggulan desa produk usaha warga berbasis OVOP dalam kaitan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui: (a) sosialisasi dan motivasi pemetaan produk usaha wargadesa berbasis OVOP, (b) penyuluhan dan pelatihan kualitas pemberdayaan ekonomi warga desa, (c) pelatihan produk usaha warga dalam dengan pemberdayaan ekonomi warga desa. Pemberdayaan ekonomi berbasis pendekatan OVOP sejalan dengan Kebijakan Satu Desa Satu Produk Unggulan dari Pemerintahan Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam penerapan,pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Sejalan dengan Renstra Universitas Merdeka Madiun. Metode pelaksanaan dalam program ini adalah penyuluhan, pelatihan ketrampilan pembuatan instagram untuk memasarkan produk, dan pendampingan aktivitas produksi dan pemasaran. Dengan terwujudnya pelatihan kewirausahaan dan pemahaman terhadap permasalahan sosial diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dapat melakukan perubahan sosial terutama bidang kesejahteraan danpendidikan.Katakunci : Pemberdayaan, Ekonomi, OVOP (one village one product).
Mewujudkan Good Governance Melalui Penguatan Budaya Birokrasi Jayadi, Jayadi; Widiantari, Maria Magdalena; Nurchayati, Zulin; Murti, Endang
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 2 (2024): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i2.3013

Abstract

Organizational culture in the bureaucratic environment is often one of the problems that hinder the realization of good governance. On the other hand, the organizational culture that develops cannot be separated from the paternalistic Javanese culture. This makes the character of bureaucratic apparatus behavior more textually patterned based on applicable formal provisions. As a result, government officials cannot make decisions when facing obstacles in carrying out their duties, especially those related to public services. This condition can be overcome by providing flexibility for bureaucratic apparatus to be more creative in taking effective and success-oriented actions in carrying out their duties. This research shows the influence of bureaucratic strengthening efforts on the realization of good governance by eliminating unproductive Javanese cultural values so as to improve the quality of public services. The results reveal that an empowered bureaucracy with flexibility and results orientation is able to respond to community needs more quickly and precisely. In addition, the elimination of unproductive values in Javanese culture is proven to encourage innovation and initiative among bureaucratic apparatus, which ultimately improves the efficiency and effectiveness of public services.Budaya organisasi dalam lingkungan birokrasi seringkali menjadi salah satu persoalan yang menghambat terwujudnya pemerintahan yang baik. Di sisi lain, budaya organisasi yang berkembang tidak dapat terlepas dari budaya Jawa yang paternalistis. Ini membuat karakter perilaku aparat birokrasi lebih terpola secara tekstual berdasarkan ketentuan formal yang berlaku. Akibatnya aparatur pemerintah tidak dapat mengambil keputusan apabila menghadapi hambatan dalam pelaksanaan tugas khususnya terkait dengan pelayanan publik. Kondisi ini dapat diatasi dengan memberikan keleluasaan bagi aparat birokrasi untuk lebih kreatif mengambil tindakan-tindakan efektif dan berorientasi pada keberhasilan dalam menjalankan tugas. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh upaya penguatan birokrasi terhadap perwujudan good governance dengan menghilangkan nilai-nilai budaya Jawa yang tidak produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan publik. Hasil penelitian mengungkap bahwa birokrasi yang diberdayakan dengan fleksibilitas dan orientasi pada hasil mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan lebih cepat dan tepat. Selain itu, penghapusan nilai-nilai yang tidak produktif dalam budaya Jawa terbukti mendorong inovasi dan inisiatif di kalangan aparat birokrasi, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM PERCEPATAN PENCEGAHAN STUNTING Zulin Nurchayati; Alfiana Yuniar Rahmawati
Buletin Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/bppm.v3i1.20640

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 HPK atau Hari Pertama Kehidupan. Di Indonesia, prevalensi stunting menjadi masalah bersama yang harus segera ditangani secara spesifik. Masalah stunting dapat menimbulkan dampak jangka panjang seperti penurunan kemampuan kognitif dan daya tangkap, peningkatan resiko terkena penyakit menular hingga menurunkan produktivitas. Salah satu strategi untuk menurunkan stunting adalah dengan melakukan Komunikasi Antar Pribadi. Metode KAP bertujuan untuk menyusun pesan kunci, pendekatan komunikasi, dan saluran komunikasi yang efektif sebagai pola komunikasi yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berbasis penyuluhan kepada ibu-ibu PKK dan Kader posyandu yang ada di Desa Bacem dan Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan adalah metode luring (Offline/tatap muka). Kegiatan ini bermanfaat untuk mengedukasi ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran dengan mengedepankan konteks budaya dan kearifan lokal untuk mempercepat pencegahan stunting.
Advertising Retail Internasional di Indonesia Sejati, Veny Ari; Nurchayati, Zulin
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i1.5707

Abstract

Abstrak. MR.DIY adalah retail Internasional, merupakan salah satu retail terbesar di Asia.  Artikel ini menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi, serta bertujuan untuk mendeskripsikan  dan menganalisa advertising MR.DIY yang ada di Indonesia.  Hasil penulisan artikel ini adalah bahwa MR.DIY mengimplementasikan fungsi advertising   yang meliputi fungsi pemasaran, komunikasi, edukasi, ekonomi, dan sosial sehingga cepat dikenal dan lebih dekat dengan masyarakat serta toko cabang dapat mencapai target.  MR.DIY memanfaatkan peristiwa penting atau hari besar nasional untuk mendesain pesan iklan, voucher belanja, iklan harga termurah.  Adapun pesan iklan dipublikasi di media sosial dan dikirim melalui email ke sejumlah pelanggan.  Selain itu, words of mouth dan katalog digunakan untuk meningkatkan trafik toko MR.DIY.  Hasil penulisan artikel ini berupa ilmu advertising ini diharapkan dapat diadopsi oleh wirausaha retail. Abstract. MR. DIY is an international retailer, is one of the largest retailers in Asia. This study uses observation techniques, and aims to describe and analyze advertising MR. DIY in Indonesia. The result is MR. DIY implements advertising functions which include marketing, communication, educational, economic, and social functions so that Mr.DIY quickly known and closer to the community.  MR. DIY takes advantage of important events or national holidays to design advertising messages.  The advertising messages were published on social media and sent via email to a number of customers.  In addition, words of mouth and catalogs are used to increase MR DIY store traffic.  The results of this research in the form of advertising science are expected to be adopted by local retail entrepreneurs.
REPRESENTASI QUARTER LIFE CRISIS DALAM LIRIK LAGU “ZOMBIE” (ENGLISH VERSION) OLEH DAY6: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Wulandari, Kinanti Christya; Hariyani, Nunik; Nurchayati, Zulin
JIKE: Jurnal Ilmu Komunikasi Efek Vol 9 No 1 (2025): DESEMBER
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jike.v9i1.7751

Abstract

As a cultural product, music is not only a form of entertainment but also a medium for expressing the psychological struggles of young adults. This study aims to analyze how Quarter Life Crisis is represented through the lyrical signs in the song “Zombie” (English Version) by DAY6. Using a descriptive qualitative approach, this research applies Roland Barthes’ semiotic analysis to uncover denotative, connotative, and mythological meanings, supported by Stuart Hall’s theory of representation and Berger and Luckmann’s paradigm of social construction. The primary aim is to analyze how the meaning of Quarter Life Crisis is socially constructed and communicated. The findings reveal that the lyrics represent emotional states commonly associated with Quarter Life Crisis such as emptiness, overthinking, loneliness, and the sense of being trapped. These meanings are embedded in metaphoric expressions like “became a zombie”, “meaningless life”, and “wishin’ to stop and close my eyes.” Through layered meanings, the song deconstructs the modern myths surrounding youth and success. The research concludes that lyrics can serve as a powerful medium for representing the internal crises experienced by young generations and can reflect broader social realities through symbolic language. This study contributes to understanding music as a reflective space for cultural and psychological phenomena among early adulthood generations. Keywords: emptiness, music, quarter life crisis, representation, semiotics
Sosialisasi Kesetaraan Gender Dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga Melalui Penguatan Kader PKK Nurchayati, Zulin; Rahmawati, Alfiana Yuniar; Ridwan, Asrifia; Nurhidayati, Hindun
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7800

Abstract

Kegiatan PkM dengan judul “Sosialisasi Kesetaraan Gender dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga” ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya kesadaran mengenai peran setara laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga, serta memberikan ketrampilan praktis untuk mewujudkan kolaborasi domestik. Melalui pendekatan edukasi partisipatif dengan memaksimalkan metode sosialisasi dan diskusi interaktif kerangka pendidikan berbasis komunitas (Community Based Education – CBE), kegiatan ini melibatkan kader-kader PKK di desa Balerejo, Kacamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun berjumlah 100 orang sebagai peserta aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pola kesetaraan gender di dalam keluarga. Selain itu, peserta juga memahami adanya empat konsep ketahanan keluarga diantaranya (1) ketahanan fisik keluarga; (2) ketahanan ekonomi keluarga; (3) ketahanan sosial psikologis keluarga; serta (4) ketahanan sosial budaya keluarga beserta indikator dan implementasinya. Mereka memahami bahwa penguatan ketahanan keluarga berbasis gender adalah tanggung jawab kolaboratif dan partisipatif yang setara dalam semua aspek kehidupan keluarga mulai dari tugas domestik, manajemen keuangan transparan, komunikasi yang setara, hingga partisipasi sosial yang inklusif.
ANALISIS BATASAN KEBEBASAN BEREKSPRESI DALAM STAND UP COMEDY (STUDI PADA KOMUNITAS STAND UP INDO MADIUN) Azhar, Azan; Widiantari, Maria Magdalena; Nurchayati, Zulin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42019

Abstract

This inquiry examines the boundaries of expressive freedom within the realm of stand-up comedy, specifically focusing on the Stand-Up Indo Madiun community. While freedom of speech represents a foundational democratic principle, its implementation in the Indonesian landscape is frequently constrained by cultural sensitivities and regulatory frameworks. Adopting a qualitative descriptive approach, this study investigates how comedians negotiate sensitive subject matter while adhering to professional codes of conduct. Data were gathered through intensive interviews with practitioners in Madiun, direct observation of live performances, and a systematic review of comedic scripts. The findings indicate that these constraints emerge from both internal and external dimensions. Internally, the community maintains a shared commitment to avoiding derogatory physical remarks and prioritizing intellectual humor over vulgarity. Externally, practitioners must align their content with the prevailing social values of the Madiun public and navigate the legal complexities associated with the Electronic Information and Transactions (ITE) Law. To mitigate risk, comedians employ strategic self-censorship, seeking a balance between artistic authenticity and societal expectations. The study reveals that although performers aim for radical honesty, they exercise significant caution regarding SARA-related themes to prevent communal disharmony. Ultimately, this research concludes that freedom of expression in the local comedy circuit is a dynamic negotiation between creative liberty and collective responsibility, offering valuable perspectives on communication ethics within Indonesia's regional creative industries.