Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Struktur Pola Tabuh Rampak Bedug pada Sanggar Bale Seni Ciwasiat Kabupaten Pandeglang Syamsul Rizal
PANGGUNG Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i4.1053

Abstract

ABSTRACTRampak Bedug Ciwasiat is a musical art form in Pandeglang Regency, Banten Province. The music presents a unique percussion pattern which produced different sounds in its performance. This study employs a qualitative approach with an ethnographic method. Data collection technique used participant observation, in-depth interviews, and documentation. Analysis of the data uses the structuralism theory of Levi-Strauss that focused on syntagmatic, paradigmatic, and binary oppositions. The results of the study show that the structure of Rampak Bedug Ciwasiat percussion patterns consists of Rurudatan, Dulag, Selang Dog, Kalapa Samanggar, Gembrung, solawatan, Sela Gunung, and Turumbu. All those percussion patterns become a complete work called Rampak Bedug Ciwasiat.the structure of the percussion pattern becomes a complete work called Rampak Bedug Ciwasiat.Keywords: Levi-Strauss structuralism theory, percussion patterns, rampak bedug Ciwasiat ABSTRAKRampak Bedug Ciwasiat adalah salah satu kesenian yang ada di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang memiliki pola tabuh yang unik. Pola tabuh tersebut memiliki perbedaan bunyi yang dihasilkan dalam setiap pertunjukannya. Dengan demikian, kesenian ini mempunyai keunikan dalam pola tabuh yang dimainkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan strukturalisme Levi-Strauss yang memokuskan pada sintagmatik, paradigmatik, dan oposisi biner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur pola tabuh Rampak Bedug Ciwasiat terdiri dari pola tabuh Rurudatan, Dulag, Selang Dog, Kalapa Samanggar, Gembrung, Sholawatan, Sela Gunung, dan Turumbu. Struktur pola tabuh tersebut menjadi suatu karya utuh yang dinamakan Rampak Bedug Ciwasiat.Kata kunci: strukturalisme Levi-Strauss, pola tabuh, rampak bedug Ciwasiat
THE USE OF FLIP BOOKS AS LEARNING RESOURCES IN ARTS AND CULTURE SUBJECTS IN CLASS XI OF SMAN 5 KOTA SERANG Nasiroh Nasiroh; Dwi Junianti Lestari; Syamsul Rizal
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 4, No 2 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jddes.v4i2.75716

Abstract

TechTechnology currently plays an important role in teaching and learning activities, so teachers and students certainly have to take advantage of this technology to make it easier to find learning resources. One of the learning resources currently used by teachers and students in arts and culture subjects is the flip book learning resource which can be accessed via their respective cell phones. This study aims to determine the development of students in learning to use flip book learning resources, both in terms of cognitive, affective and psychomotor students. In this study, the method used is a qualitative descriptive method that can describe what is seen and based on existing phenomena. Based on the results of the research, the process of applying flip book learning resources to the subject of cultural arts aspects of dance has been carried out well. In addition, with the application of this learning resource, it can be seen that the level of student development in terms of cognitive, affective and psychomotor has started to improve and is increasing. So, it can be concluded that there is an influence of art and culture flip book learning resources on class XI students of SMA Negeri 5 Kota Serang.
Kesenian Gendreh di Kampung Bojong Rangkasbitung: Kajian Tentang Bentuk Pertunjukan dan Respon Estetis Pola Tabuh Alu dan Lisung Alis Triena Permanasari; Dadang Dwi Septiyan; Syamsul Rizal
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon estetis pola tabuh alu dan lisung serta bentuk pertunjukan kesenian gendreh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Analisis data menggunakan konsep bentuk dan fungsi pertunjukan. Sasaran penelitian ini adalah kesenian gendreh di Kampung Bojong Rangkasbitung. Hasil penelitian membuktikan bahwa kesenian gendreh Kampung Bojong Rangkasbitung merupakan kesenian tradisional yang lahir dan berkembang di Kampung Bojong Rangkasbitung. Penyajian kesenian gendreh memiliki beberapa komponen atau elemen-elemen, yaitu doa pambuka, gerak, desain lantai, pola tabuh, lagu/tembang dan tempat pertunjukan. Pola tabuh alu dan lisung dalam kesenian gendreh Kampung Bojong Rangkasbitung menimbulkan reaksi hingga respon estetis dari pelaku dan apresiator. Bentuk respon dari pelaku kesenian gendreh adalah secara spontan pelaku menarikan gerakan-gerakan pencak silat mengikuti pola tabuh alu dan lisung yang dimainkan oleh pemain yang terdiri dari ibu-ibu. Pemain alu dan lisung yang terdiri dari ibu-ibu juga merespon pola tabuh yang sedang dimainkannya. Respon estetis tersebut berbentuk tarian-tarian kecil seperti menggerakkan tangan dan kaki.
Proses Pembelajaran Ekstrakurikuler Paduan Suara Menggunakan Metode Vokalisi Dadang Dwi Septiyan; Haura Dwitayu Bachri; Syamsul Rizal
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v7i1.217

Abstract

Purpose: This research aims to analyze and describe the learning process and vocalization methods used. The problems studied are the learning process of vocalization in Smanda Choir and the analysis of vocalization methods in Smanda Choir. This research approach refers to the concept of vocalization and the choir itself with the support of other relevant concepts. Methods: The research method uses a qualitative method with descriptive explanation. Data sources come from observation, interviews, documentation studies, and relevant literature studies in providing a comprehensive perspective. Result and Discussion: The results of this study indicate that the vocalization method has several steps that must be taken, but in Smanda Choir SMAN 2 Kota Serang there are findings that the vocalization method used is divided into four steps, namely, breathing, mumbling, intonation intervals (arpeggio) and vocal formation. This is based on the reference order with the provisions set by the trainer. The main contribution of this study lies in the identification and documentation of the vocalization method structure specifically adapted by the Smanda Choir coach-an area that has not been widely explored in previous studies. This research also offers a contextual perspective on how the vocalization method is adjusted based on its effectiveness for students within the setting of a secondary school extracurricular program. Conclusion: This study can be concluded that the vocalization method in Smanda Choir has a process and order that is tailored to the needs based on the techniques and methods developed, while the researcher analyzes the method based on what the trainer does with the selection of vocalization method points according to the needs and procedures that are adjusted based on the effectiveness of the students.
Workshop Pengelolaan Sampah dan Pendirian Bank Sampah Untuk Masyarakat Desa Cimanggu Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang Syamsul Rizal; Gustio Arba Ardiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JPMI - February 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2970

Abstract

Pengabdian ini berkaitan dengan peran mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, Desa Cimanggu Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang sebagai bagian dari Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk (1) Mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah, (2) Membentuk atau mendirikan kelompok bank sampah, dan (3) Melatih masyarakat dalam memilah sampah dan mengolah sampah organik dan anorganik. Metode yang digunakan dalam melakukan workshop melalui pemberian informasi dalam bentuk seminar dan pelatihan yaitu metode ceramah dan responsi. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline dengan memberikan informasi ini melalui undangan tertulis kepada perangkat desa dan warga desa Cimanggu. Hasil dari kegiatan workshop ini, para peserta yang hadir mendapatkan edukasi melalui seminar dan pelatihan yang menunjukan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah.