Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Pemetaan Stunting di Puskesmas Pekauman dan Puskesmas Mantuil Kota Banjarmasin Hadrianti H.D. Lasari; Alfi Yasmina; Ghinia Anastasia Muhtar; Ikrima Medyna; Verinda Ghea Ayu Astuti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i2.756

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang multifaktoral dengan dampak berupa penurunan kemampuan perkembangan kognitif dan kualitas hidup anak. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (2022) menunjukkan bahwa kejadian stunting di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 24,6%. Puskesmas Pekauman yang saat ini mengalami pemekaran pada puskesmas mantuil merupakan puskesmas dengan angka tertinggi kejadian stunting sebanyak 1.099 balita. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemetaan stunting menggunakan SaTScan dan QGIS bagi petugas di Puskesmas Pekauman dan Puskesmas Mantuil. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta terdiri dari Dokter, Perawat, Bidan, Nutrisionis, Promosi Kesehatan, Surveilans, dan Sanitarian Puskesmas. Tahap pelaksanaan kegiatan mencakup koordinasi dan persiapan, pre-test, pemaparan materi dan praktik pembuatan peta, post-test, dan eksposure. Hasil analisis menunjukkan bahwa p-value 0,007 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan pendampingan pembuatan peta kejadian stunting menggunakan aplikasi SaTScan serta peserta mampu menggunakan aplikasi SaTScan dan QGIS dalam membuat pemetaan stunting.
Improving hospital formulary drug decision making with multi-criteria decision analysis (MCDA): case study from a national government hospital in Indonesia Kristin, Erna; Bustami, Mursyid; Pinzon, Rizaldy Taslim; Alfi Yasmina; Susanto, Agnes; Febrinasari, Ratih Puspita
Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada and Indonesian Pharmacologist Association or Ikatan Farmakologi Indonesia (IKAFARI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijpther.7932

Abstract

This study aimed to look at the applicability of the multi-criteria decision analysis (MCDA) framework to improve hospital formulary drug decision-making. The case study method was used to investigate MCDA implementation in the National Brain Center Hospital Jakarta, Indonesia. A two stage-workshop was held on October 29th, 2019 and 5 February 5th, 2020, where participants conducted a hands-on experience in applying MCDA for selecting off-patent pharmaceuticals (OPPs) for the hospital formulary. The results of the workshop created awareness of MCDA that can be beneficial in transparently selecting OPP, which is not based only on price while involving multiple stakeholders. As a follow-up, MCDA was used during the drug selection process for the National Brain Center Hospital formulary in 2021 with criteria in accordance with the workshops, namely: 1) equivalence with the reference (originator) product; 2) real-world clinical or economic outcomes; 3) quality assurance; 4) reliability of drug supply; 5) stability and drug formulation; 6) pharmacovigilance, and 7) price advantages. In conclusion, the MCDA method can be implemented with customized criteria and weighting based on hospital needs to help with drug selection for the hospital formularies.