Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENURUNAN BEBAN PENCEMAR LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN RANCANG MOVING BED BIOFILTER REACTOR (MBBR) SEBAGAI ALTERNATIF PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS DI PROVINSI BANTEN Masyruroh, Anis; Ramadhan, Agung
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v8i1.299

Abstract

Hospitals are health care facilities that produce liquid, solid and B3 waste. The high pollutant load of hospital wastewater in Indonesia causes problems for the environment and other living things. Appropriate technology requires high costs (high cost) in manufacture and maintenance, this is one of the factors that hospitals are reluctant to make WWTP according to standards. This study aims to design a simple WWTP using a Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) and determine the reduction efficiency of hospital wastewater. The number of samples used in this study were 3 samples. WWTP tubs are made of PVC pipes with a total of 5 tanks, namely oil/fat separator tanks, equalization tanks, anoxic tanks, aeration tanks and sedimentation tanks. The efficiency of reducing the quality of hospital wastewater using MBBR is at an average concentration of pH of 9%, TSS of 43%, COD of 31%, BOD5 of 29% and Ammonia of 25%. The results of the influent and effluent differences test in hospital wastewater using SPSS software showed that only the concentrations of COD, BOD5 and Ammonia were significantly different, while there were no significant differences in the concentrations of pH and TSS. From the results of research from three government hospitals and private hospitals in Banten Province, it shows that the liquid waste processing system using MBBR can be successful in reducing waste characteristics.
Utilization of Green Mussel Shell Waste in Efforts to Improve the Economy of Coastal Communities in Karangantu: Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Hijau Dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Pantai Karangantu Anis Masyruroh; Iroh Rahmawati; Nia Kurniatillah; Siti Hotimah; Susilawati, Susilawati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i6.24517

Abstract

Utilization of green mussel shell waste (Perna viridis) is one of the potential efforts to improve the economy of coastal communities, especially in Karangantu Beach. Green mussel shells that have so far only been thrown away or used as waste can be processed into various products with added value, such as organic fertilizer, raw materials for handicrafts, and animal feed. This Community Service Program aims to process green mussel shells into flour as an addition to animal feed, financial management training for the green mussel cultivation group of the Karya Sinar Bahari cooperative, and socialization of clean and healthy living behavior, as well as socialization of the blue economy concept and the potential of Tanggul Jaya Village as a blue economy driver. The methods used are institutional approaches, participatory approaches, discussion and training methods, data obtained from surveys and interviews with local fishermen and craftsmen. The results show that this waste processing not only reduces environmental pollution, but also creates new jobs and improves community welfare. The existence of financial management training for mussel cultivation groups can manage resources well, and financial planning and cost control are more measurable. With effective socialization of PHBS and blue economy, these two concepts can support each other to create a healthier and more sustainable society. It is hoped that the use of green mussel shells can be a sustainable solution for the coastal communities of Karangantu Beach in facing economic challenges.
ANALISIS INDEKS PENCEMARAN AIR PADA SUNGAI KADU KEMPONG, CIKEUMBEUM DAN CIPADARINCANG DI KABUPATEN SERANG Nur Rizkilah; Anis Masyruroh; Ade Sumiardi
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v7i1.2951

Abstract

Sungai yang berada di Kecamatan Padarincang yaitu Sungai Kadu Kampong, Sungai Cikeumbeum dan Sungai Cipadarincang merupakan sungai utama dan tak dapat dipisahkan dari aktivitas masyarakat. Kondisi sungai saat ini telah mengalami penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status baku mutu air sungai menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) sesuai dengan baku mutu air sungai kelas 1 yang ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menggunakan metode IP berdasarkan hasil uji laboratorium pada bulan Juli tahun 2023 menunjukkan sungai tercemar ringan serta pada bulan Agustus tahun 2023 menunjukkan sungai tercemar sedang.
RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN ELEKTROKOAGULASI UNTUK PARAMETER KADAR Cr DAN Pb Aris Maulana Yusuf; Anis Masyruroh; Frebhika Sri Puji Pangesti
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v7i2.3506

Abstract

Industri batik di Indonesia menimbulkan persoalan tersendiri dalam kaitan lingkungan, seperti pencemaran akibat proses produksi batik yaitu polutan logam berat Krom (Cr) dan Timbal (Pb) yang mengancam kesehatan manusia. Teknologi yang bisa digunakan dalam menekan adanya polutan logam berat yaitu membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pada penelitian ini bertujuan merancang prototipe IPAL elektrokoagulasi sederhana dan mengetahui penurunan pada polutan Cr dan Pb. Bak IPAL terdiri dari 4 bak yaitu bak ekualisasi, bak reaktor, bak filtrasi, dan bak kontrol. Efisiensi penurunan kualaitas limbah cair batik menggunakan IPAL elektrokoagulasi yaitu pada hari pertama konsentrasi Cr di waktu 120 menit -42,85%, dan di waktu 240 menit 28,5 %, untuk penurunan Pb di waktu 120 menit -14%, dan di waktu 240 menit 0%. Untuk hari kedua konsentrasi Cr di waktu 120 menit 11,1% dan di waktu 240 menit 33,3%, untuk penurunan Pb di waktu 120 menit 3,8%, dan di waktu 240 menit 3,8%. Hasil uji perbedaan influent dan effluent limbah cair batik menggunakan software SPSS tidak terdapat nilai signifikan.
ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI CIMOYAN AKIBAT AKTIVITAS PENAMBANGAN GALIAN TIPE C DI KECAMATAN BANJARSARI KABUPATEN LEBAK Anis Masyruroh; Gunawan Yuliana Somad; Ade Sumiardi
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i1.3983

Abstract

Pada bagian tengah aliran Sungai Cimoyan di Kecamatan Banjarsari ditemukan adanya eksplorasi bahan tambang galian tipe C berupa pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sungai Cimoyan berdasarkan parameter fisika dan kimia dan menentukan tingkat pencemaran Sungai Cimoyan menggunakan metode Indeks Pencemaran dan mengetahui dampak penambangan galian tipe C terhadap kualitas air Sungai Cimoyan. Pengambilan sampel dilakukan di 3 titik lokasi dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kualitas air Sungai Cimoyan pada parameter TSS, BOD, dan COD telah melebihi baku mutu kelas II Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021. Parameter yang nilainya masih dibawah baku mutu adalah suhu dan pH. Rata-rata pengukuran di 3 titik sampling yaitu suhu 28,3 oC, TSS 176,83 mg/L, pH 8,12, COD 218,71 mg/L dan BOD 68,19 mg/L. Tingkat indeks pencemaran di Sungai Cimoyan pada ke 3 titik pemantauan menunjukan kondisi tercemar sedang (nilai titik 1 sebesar 7,13, titik 2 sebesar 6,47, dan titik 3 sebesar 6,45). Status tercemar sedang ini menunjukan kondisi kualitas air Sungai Cimoyan harus dilakukan pengawasan dan pengendalian pencemaran air, terutama adanya aktivitas domestik masyarakat dan penambangan galian tipe C (pasir).
PERBAIKAN LINGKUNGAN BERBASIS PARTISIPATIF MELALUI PROGRAM BANTUAN STIMULAN RUMAH SWADAYA (BSRS) DI PERMUKIMAN KUMUH KABUPATEN LEBAK TAHUN 2024 Edi Sumatirta; Anis Masyruroh; Irsyad Thalib Abdillah
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i2.4273

Abstract

Permasalahan hunian tidak layak dan kawasan permukiman kumuh masih menjadi tantangan pembangunan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah pedesaan dan semi-perkotaan. Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) merupakan kebijakan pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian melalui pendekatan partisipatif berbasis swadaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya terhadap kondisi fisik rumah, kualitas lingkungan permukiman, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat penerima manfaat di kawasan permukiman kumuh Kabupaten Lebak tahun 2024, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif untuk memahami keterkaitan antara perbaikan lingkungan hunian dan perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas fisik rumah, kenyamanan dan keamanan hunian, serta penguatan partisipasi dan solidaritas sosial masyarakat. Namun demikian, keberhasilan program masih dipengaruhi oleh kualitas pendampingan, kapasitas swadaya masyarakat, serta koordinasi antar pemangku kepentingan. Secara keseluruhan, Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya berpotensi menjadi instrumen yang efektif dalam perbaikan lingkungan permukiman berbasis partisipasi apabila didukung oleh perencanaan dan pengawasan yang berkelanjutan.