Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SOSIALISASI PENTINGNYA PENERAPAN KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN (K3L) DI INDUSTRI KECIL MESIN PERKAKAS Yanis, Muhammad; Mohruni, Amrifan Saladin; Basri, Hasan; Firdaus, Aneka; Yani, Irsyadi; Saputra, M. A. Ade; Adanta, Dendy; Resti, Yulia; Yuliasari, Nova; Sari, Dewi Puspita; Teguh Prakoso, Akbar
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v4i1.179

Abstract

Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) merupakan faktor penting dalam menciptakan tempat kerja yang aman, produktif, dan ramah lingkungan. Penerapan K3L di industri kecil mesin perkakas masih sering terabaikan karena kurangnya pemahaman terhadap risiko akibat kerja dan dampak lingkungan. Kegiatan pengabdian ini melakukan sosialisasi pentingnya penerapan K3L bagi pelaku usaha kecil mesin perkakas. Metode kegiatan meliputi pemaparan materi, diskusi-tanya jawab dan evaluasi serta hibah APD. Tempat kegiatan di bengkel las dan bubut Tris yang berada di Kelurahan Kebun Bunga Palembang. Kegiatan sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran bahaya di tempat kerja, pentingnya penggunaan APD, dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Dari semua materi yang disampaikan, terjadi peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 33.3%. Sosialisasi dapat meningkatkan kesadaran K3L secara signifikan, namun agar penerapan secara konsisten maka perlu program lebih berdampak seperti pendampingan dan dukungan berkelanjutan.
Sosialisasi Teknik Penggunaan dan Jenis Cairan Pemotongan untuk Pemesinan Hijau Di Industri Kecil Mesin Perkakas Yanis, Muhammad; Amrifan Saladin Mohruni; Aneka Firdaus; Nova Yuliasari
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 2 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i2.9386

Abstract

Pemesinan hijau tidak hanya harus dipahami dan dilaksanakan oleh industri pemesinan berskala besar dan sedang, namun juga bagi industri kecil. Hal ini penting karena isu global ini menyangkut masalah kesehatan dan lingkungan yang berkelanjutan yang merupakan tanggung jawab bersama. Salah satu penerapan pemesinan hijau ini adalah penggunaan cairan pemotongan. Cairan pemotongan yang digunakan di industri kecil mesin perkakas umumnya berasal dari minyak mineral, pemakaian dengan dikucurkan secara berlebihan dan pembuangan secara langsung ke lingkungan. Hal ini akan berdampak terhadap kesehatan dan merusak lingkungan. Melalui kegiatan pengabdian ini dilakukan sosialisasi ke industri kecil mesin perkakas tentang pemesinan hijau. Pelaksanaan kegiatan dipusatkan pada industri kecil mitra yaitu bengkel bubut Tris Palembang dalam satu hari kerja. Sosialisasi dalam bentuk ceramah, diskusi dan penjelasan di mesin bubut mitra. Selain pimpinan dan karyawan bengkel mitra, kegiatan dihadiri juga peserta undangan dan mahasiswa. Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari respon positif yang tinggi dari peserta berupa tanggapan dan pertanyaan yang disampaikan kepada tim pelaksana. Dan dari evaluasi terhadap materi yang disampaikan menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata 41,81% diakhir pelaksanaan dibanding pada awal kegiatan. Bagi bengkel mitra sendiri kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja bengkelnya.
Penerapan alat minimum quantity lubrication pada pemberian cairan pemotongan sebagai upaya pemesinan ramah lingkungan Yanis, Muhammad; Akhmad, Al Antoni; Barlin, Barlin; Firdaus, Aneka; Yuliasari, Nova
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i2.13957

Abstract

Kualitas pemesinan dan umur pahat dapat ditingkatkan dengan menggunakan cairan pemotongan. Pada saat ini industri manufaktur mengarah pada kebutuhan akan proses pemesinan yang ramah lingkungan. Salah satu upaya ini dapat dicapai dengan menggunakan cairan pemotongan seminimum mungkin selama pemesinan. Metode ini disebut Minimum Quantity Lubrication (MQL). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah penerapan peralatan MQL di bengkel mesin perkakas mitra. Hal ini untuk mengedukasi masyarakat industri kecil mesin perkakas khususnya bengkel mitra tentang proses pemesinan yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pendampingan kepada bengkel mesin perkakas mitra. Pelaksanaannya meliputi sosialisasi (paparan dan diskusi), demonstrasi penggunaan peralatan MQL, dan monitoring. Pada kegiatan sosialisasi selain mitra, peserta undangan lainnya dan mahasiswa juga ikut berpartisipasi. Kegiatan telah berjalan dengan baik meskipun jumlah peserta terbatas akibat tingginya penyebaran Covid-19. Peserta lebih memahami tentang penting pemesinan yang ramah lingkungan. Begitu juga dalam kegiatan monitoring, mitra sudah dapat menggunakan peralatan yang diberikan dengan baik. Pemilik bengkel mitra mengharapkan kegiatan yang berkelanjutan atau topik baru yang dapat memberikan perkembangan positif bagi bengkelnya.
COMPARISON OF THERMAL INSULATION OF GLASS WOOL AND SUPERBTEX TO THE DRYING RATE OF FISH DRYING EQUIPMENT Firdaus, Aneka; Gunawan, Gunawan; Saputra, M. A. Ade; Haryani, Nina
AUSTENIT Vol. 15 No. 1 (2023): AUSTENIT: April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v15i1.6546

Abstract

The use of glasswool or Superbtek insulation material in a fish dryer is one way to reduce the heat coming out of the fish dryer, so that the heat temperature utilized for the fish drying process will be maximized. These two insulation materials will be compared which one is better able to reduce heat. This fish dryer will be made with certain dimensions as needed, this tool design measures: 100 cm long, 50 cm wide, and 50 cm high for the outer wall, and 90 cm long, 40 cm wide, 40 cm high for the inner side wall. The height of the tool frame legs is 70 cm. Glasswool and Superbtex materials are affixed to the outside wall. The two insulation materials will be analyzed how much they affect the heat on the wall of the dryer, aiming to get the best insulation material between the two for the drying rate. With the experimental method, it was found that using Superbtex insulation material; the temperature inside the dryer was 94.200C and the temperature of the outer wall was 45.680C, the average drying rate was 4.306 gr/min, with the use of Glassswool insulation, the temperature of the inside wall of the dryer was 83.50C and the temperature of the outside wall of the dryer was 47.580C, the average drying rate was 3.489 gr/min. So superbtex insulation material is better to use than glasswool insulation material.
PELATIHAN 3D PRINTER DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SISWA SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN REKAYASA DI PALEMBANG Saputra, M. A. Ade; Hadi, Qomarul; Nasution, Jimmy D.; Firdaus, Aneka; Zulkarnain, Zulkarnain; Barlin, Barlin; Chandra, Hendri; Arifin, Amir; Putra, Risky Utama
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pelita Sriwijaya: In Progress
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v4i2.202

Abstract

Program pelatihan pengenalan pengoperasian mesin cetak 3D yang diadakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk membekali para guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dalam sektor industri kreatif, terutama para siswa, dengan kompetensi yang diperlukan dalam bidang desain dan pengoperasian mesin cetak 3D tipe fused deposition modelling (FDM). Tantangan utama yang dihadapi peserta pelatihan adalah kurangnya pengetahuan dasar, keterampilan aplikasi, dan ketiadaan fasilitas mesin cetak 3D, yang menjadi fokus utama program pelatihan ini. Pelatihan tersebut diselenggarakan dengan metode penyampaian materi yang mencakup pengenalan dasar dan cara penggunaannya berdasarkan teknologi manufaktur aditif. Proses demonstrasi mencakup pencetakan objek, dimulai dari pemodelan objek 3D menggunakan perangkat lunak computer aided design (CAD), penggunaan slicer, hingga pengaturan filamen. Setelah pelatihan, keterampilan mencetak model objek diperdalam melalui program pendampingan jarak jauh. Hasil evaluasi yang diperoleh dari wawancara selama pelaksanaan menunjukkan bahwa 70% peserta SMK tertarik dan berencana untuk menerapkan teknologi mesin cetak 3D, sementara 100% peserta dari kelompok siswa mendukung kelanjutan program sosialisasi penggunaan 3D printer. Kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi guru-guru SMK dan pelaku usaha siswa melalui peningkatan keterampilan dan pemahaman tentang teknologi baru mesin cetak 3D, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dan peluang di era revolusi industri 4.0 di pasar global.