Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pena Literasi

TINJAUAN SEMIOLOGI PADA MANTRA PERGURUAN PENCAK SILAT BUHUN AMENG SEPOR PARA WALI DI KECAMATAN CIBALONG, GARUT SELATAN, JAWA BARAT Rahman, Irpan Ali; Yoesoef, M.; MPSS, Pudentia
Pena Literasi Vol 6, No 1 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.1.101-108

Abstract

Salah satu budaya Indonesia yang sangat populer pada kajian tradisi adalah Mantra. Secara umum Mantra dapat diartikan sebagai budaya lisan turun temurun yang dipercaya memiliki kekuatan gaib atau supranatural. Pemilik Mantra tidak hanya bersifat individu saja akan tetapi bisa juga dimiliki oleh sebuah komunitas budaya. Salah satu komunitas budaya yang menjadi objek penelitian ini adalah  perguruan pencak silat buhun yang ada di Jawa Barat. Korpus penelitian ini adalah Mantra pada sebuah  komunitas budaya yaitu Perguruan pencak silat Buhun Ameng Sepor Para Wali yang ada di Kecamatan Cibalong, Garut Selatan, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif menggunakan analisis Semiologi Roland Barthes. Selain melakukan tinjauan pustaka data yang digunakan adalah hasil dari penelitian lapangan sebelumnya dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara langsung di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis makna denotasi, konotasi, dan  mitos  pada  Mantra  yang dimiliki oleh perguruan tersebut.  Adapun  hasil  penelitian yang perlu diketahui dalam penelitian ini adalah tinjauan semiologi  yang dinyatakan oleh Roland Barthes terhadap Mantra empat kalimah sada yang dimiliki perguruan  silat buhun Ameng Sepor Para Wali, yaitu; 1) Kalimah Pileuleusan, 2) Kalimah Bungkem, 3) Kalimah Pukulan, dan 4) Kalimah Pengobatan.   
NILAI-NILAI DALAM TRADISI RITUAL PERAYAAN PROSESI 12 TAHUNAN TOAPEKONG PADA MASYARAKAT CINA BENTENG Rahman, Irpan Ali; Rahyono, F.X.; Suratminto, Lilie
Pena Literasi Vol 7, No 2 (2024): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.7.2.162-172

Abstract

Salah satu tradisi yang dimiliki etnis Tionghoa atau Cina Benteng di Kota Tangerang adalah  perayaan prosesi 12 tahunan arak-arakan Toapekong. Pada tradisi ini memiliki beberapa  nilai-nilai yang terkadung didalamnya baik pada tataran konsep maupun konteks. Korpus penelitan ini adalah tradisi ritual perayaan 12 tahunan Toapekong  yang dilaksanakan oleh masyarakat Cina Benteng di Kota Tangerang, Banten. Metode penelitian ini adalah kualitatif  deskriptif  yang bersumber dari beberapa teori tentang nilai-nilai  yang terkandung dalam sebuah tradisi.  Selain itu, wawancara langsung pada tokoh Tionghoa Cina Benteng, penelitian ini juga menggunakan studi pustaka sebagai teknik pengambilan data untuk menganalisis dan mengolah data. Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap beberapa nilai-nilai yang terkandung di dalam tradisi ritual perayaan 12 tahunan Toapekong khususnya pada masyarakat Tionghoa Cina Benteng Tangerang. Adapun hasil dari penelitian ini adalah  terungkapnya beberapa nilai-nilai pada tradisi tersebut, yaitu  nilai agama, nilai adat, nilai budaya, dan nilai sosial.