Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DAERAH PERTANIAN APEL SEMI ORGANIK DAN PERTANIAN APEL NON ORGANIK KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI SMA Yusron Aminullah; Nurul Mahmudati; Siti Zaenab
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2015): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v1i2.3329

Abstract

ABSTRAKJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20-23 April 2014 dengan metode plot (kuadrat) dan menggunakan jebakan (Pittfall Trap). Penelitian dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui jenis makrofauna tanah, parameter ekologi, indeks keanekaragaman jenis, dan indeks kemerataan jenis yang terdapat pada pertanian apel semi organik dan pertanian apel  non organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makrofauna tanah yang ditemukan terdiri dari jenis Platydracus sp, Phyllophoga sp, Geophilus sp, Helicodiscus sp, Gryllus sp, Gryllotalpa gryllotalpa, Pirata piraticus, Pisaurina mira, Megascolex sp, Sigmoria trimaculata, Pachycodyla sp, Anoplolepis gracilipes, Iridomyrmex sp, Camponotus sp, dan Pheidole moerens. Parameter ekologi makrofauna tanah adalah: (1) Kepadatan berkisar antara 2,667 ind/m2 - 416,889 ind/m2, kepadatan relatif berkisar antara 0,004 - 0,487. kepadatan terendah jenis Pisaurina mira dan tertinggi jenis Irydomyrmex sp. (2) Frekuensi berkisar antara 0,063 - 0,844, frekuensi relatif berkisar antara 0,010 – 0,176 dengan nilai frekuensi terenda jenis Phyllophaga sp dan tertinggi jenis Irydomyrmex sp. (3) Indeks nilai penting tertinggi jenis Irydomyrmex sp 0,687, terendah Pisaurina mira 0,011. Indeks keanekaragaman jenis Shannon wiener (H’) 1,719 atau kategori keanekaragaman jenis rendah. Nilai evennes (E) yaitu 0,62 yang berarti populasi cenderung merata (E mendekati 1). Kelimpahan berkisar 1 - 16,63, terendah jenis Pisaurina mira dan tertinggi jenis Irydomyrmex sp.(4) Hasil penelitian ini digunakan sebagai bahan ajar Biologi SMA dalam bentuk poster.  Kata kunci: Makrofauna tanah, pertanian apel, dan keanekaragaman jenis.
Steeping of ginger (Zingiber officinale Rosce) lowers blood glucose in rat model type-2 diabetes (NIDDM) as a learning resource biology Andri Rudi Yanto; Nurul Mahmudati; Rr. Eko Susetyarini
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 2 No. 3 (2016): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v2i3.3873

Abstract

Hiperglikemik merupakan salah satu gejala DM  yang ditandai dengan meningkatnya konsentrasi gula darah dan pengeluaran glukosa yang disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, penyakit ini masih banyak di Indonesia. Obat antidiabetes kebanyakan dapat memberikan efek samping yang tidak diinginkan, maka banyak para ahli yang meramu pengobatan tradisional untuk DM yang memberikan efek aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potensi keanekaragaman hayati rimpang jahe sebagai obat antidiabetes yang dalam bentuk seduhan  pada tikus yang diinduksi STZ. Jenis penelitian adalah True Experiment Design. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok positif (STZ), kelompok STZ + seduhan jahe 1g/kgBB, dan kelompok STZ + seduhan jahe 3g/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh seduhan jahe sebagai obat antidiabetes pada tikus induksi STZ. Rerata kadar glukosa darah tertinggi pada kelompok positif (STZ) dan kadar glukosa darah terendah pada kelompok STZ + seduhan jahe 1g/kgBB. Penelitian ini dimanfaatkan sebagai sumber belajar berupa poster ilmiah sebagai bahan acuan untuk guru dalam pembelajaran biologi materi upaya keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya.
Are Male and Female Students Different in High-Order Thinking Skills? Dewi Endah Sari; Iin Hindun; Nurul Mahmudati; Fuad Jaya Miharja; Ahmad Fauzi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.027 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v9i1.17575

Abstract

High-order thinking skills (HOTS) are competencies that must be possessed by male and female students in 21st Century era. The purpose of this quasi-experimental pretest-posttest design was to determine the effect of gender on the level of HOTS empowerment of high school students. The subjects of this study were  students of SMA Negeri 1 Malang and the sample of the study was students of class XI MIPA 10. All students receive biology learning by applying Problem-based Learning (PBL) combined with Two Stay-Two Stray (TSTS) assisted by “Sangkar Hati” media. The collected data were analyzed by using one way ANCOVA. Based on the results of data analysis, it can be concluded that HOTS achievement of female students is not significantly different from male students. Through the findings of this study, it is expected that the implementation of Biology learning in other schools will also implement innovative education with creative media that can empower HOTS of female and male students.
Daun Mangga (Mangifera indica L): Potensi Baru Penyembuh Luka Sayat Arista Mutiara Risa; Yuni Pantiwati; Nurul Mahmudati; Husamah Husamah; Fuad Jaya Miharja
Biota Vol 11 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.982 KB) | DOI: 10.20414/jb.v11i2.128

Abstract

The use of antiseptics in wounds can cause long-term side effects. This study aims to determine the potential of mango leaves (Mangifera indica L) as a natural ingredient for healing wounds. This true experimental research used six treatment groups. This study used a completely randomized design of four repetitions using 24 samples of white rats (Rattus norvegicus) taken randomly. The results of the Anova statistical test showed that there was a difference in the effect of giving mango leaf extract to incisive wound healing. The results showed that a concentration of 20% showed a faster recovery time of 7.25 days with an average wound closure of 4.02 mm. This indicates that the extract of mango leaves has the potential to be used as a healing wound for the incision.
KAJIAN BIOLOGI MOLEKULER PERAN ESTROGEN /FITOESTROGEN PADA METABOLISME TULANG USIA MENOPAUSE Nurul Mahmudati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tahun 2015 diperkirakan jumlah wanita usia menopause di Indonesia  mencapai lebih kurang 24 juta orang. Lebih kurang 35% osteoporosis dan 50% osteopenia. Osteoporosis  merupakan salah satu penyakit degeneratif yang belakangan menjadi masalah di Indonesia sebagai efek peningkatan usia harapan hidup. Osteopororosis menurut WHO adalah penyakit metabolisme tulang dengan ciri  pengurangan kepadatan  tulang (T score < -2,5) yang mengarah pada terjadinya fragilitas tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang Metabolisme  tulang melibatkan banyak faktor, namun demikian  estrogen merupakan salah satu faktor yang cukup potensial  terhadap  pengaturan  kepadatan tulang  pada perempuan demikian juga pada laki-laki, namun demikian mekanisme peran estrogen dalam memempengaruhi kepadatan tulang belum banayak diungkap. Kajian ilmiah ini bertujuan  untuk mengungkap kejelasan mekanisme aksi biologi estrogen/fitoestrogen  pada metabolisme tulang dalam mempengaruhi kepadatan tulang atas dasar pendekatan biologi molekuler. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi informasi  tentang bagaimana peran estrogen/fitoestrogen dalam mempengaruhi kepadatan tulang pada umumnya dan menjadi tambahan wawasan untuk  menyiapkan bahan ajar  Endokrin  untuk sekolah menengah maupun perguruan tinggi.   Kata kunci: Estrogen, metabolism tulang, kepadatan tulang, osteoporosis
Seduhan Jahe Menurunkan Ekspresi TNF α pada Tikus Putih yang Diberi Diet Tinggi Lemak (HFD) Nurul Mahmudati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cardiovascular disease still one of the highest death factor in Indonesia. Ginger as an anti-atherosclerosis could be one of the alternatives that are being developed to decrease the cardiovascular disease. The general aims of this research were determining the mechanism of ginger as anti-atherosclerosis to decrease the risk of cardiovascular disease.Research design used was “The Randomized Posttest only Control Group Design”. By this research, the experimental unit was Rattus norvegicus, male; in the age of 3 months and total number were thirty. Independent variable of this research was  steeping of ginger, the dose various of steeping  ginger  (A.control, B. HFD, CHFD+4gZO, 3g + bay leaf, and 5g), and dependent variable was Tumor Necrotic Factor  (TNF)α of tissue lipid. TNF α expression was measured by using ELISA method.  The data was analyzed by using ANOVA.Based on the analysis, it showed that steeping of ginger was decreased the expression of TNF-α in fat tissue (Control 56,30 113,17  pg/mL, HFD + Exercise 94,30, HFD + Ginger 4 g, HFD + Ginger 6 g 74,33   pg/mL, 3g + bay leaf = 493 pg /mL). Steeping of ginger decreased the risk of TNF α expression that as factor cause of atherosclerosis.Key Word         : Ginger, TNF α, aterosklerosis, Cardiovascular
Pemanfaatan Kebun Sekolah Sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Siswa pada Materi Biologi Nurwidodo Nurwidodo; Iin Hindun; Nurul Mahmudati; Iswanto Iswanto
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i1.8268

Abstract

Background: Pemanfatan kebun sekolah sebagai sumber belajar belum pernah dilakukan oleh guru, sehingga mendorong tim dosen mendedikasikan pengalaman dan pengetahuannya untuk mendampingi guru IPA di MTsN Batu dalam rangka meningkatkan pemanfaatan kebun sekolah sebagai sumber belajar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan kebun sekolah sebagai sumber belajar. Metode: Pemanfaatan kebun sekolah sebagai sumber belajar adalah dengan sosialisasi, observasi, identifikasi, analisis, menyusun rencana aksi dan implementasi. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa guru menerima pengetahuan baru dan terdorong untuk memanfaatkannya dalam praktek memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Hasil juga menunjukkan menunjukkan bahwa di kebun sekolah tersedia berbagai macam tanaman yang belum dieksplorasi dan diutilisasi sebagai sumber belajar. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kebun sekolah berpotensi menjadi sumber belajar untuk materi klasifikasi tumbuhan dan struktur serta fungsi tumbuhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan kebun sekolah sebagai sumber belajar telah memenuhi 6 persyaratan yaitu kejelasan potensi, kejelasan tujuan, kejelasan sasaran, kejelasan informasi yang tersedia, kejelasan cara atau pedoman serta kejelasan perolehan. Kesimpulan: Pemanfaatan kebun sekolah sebagai sumber belajar yang didessain dalam organisasi instruksional akan mampu meningkatkan kualitas proses belajar siswa dan hasil belajar yang berupa fakta, konsep, prinsip terkait dengan klasifikasi tumbuhan serta struktur dan fungsi tumbuhan.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenol Daun Gayam (Inocarpus fagiferus Fosb) Dwi Marga Lestari; Nurul Mahmudati; Sukarsono Sukarsono; Nurwidodo Nurwidodo; Husamah Husamah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.1.596

Abstract

This study aims to determine the total phenolic content and antioxidant activity in gayam leaf extract (Incarpus fagiferus Fobs). The research method used is a quasi-experiment that aims to predict the situation to be achieved through actual experiments but no treatment. The sample used is old gayam leaves, with the characteristic of dark green leaf and rough leaf surface. The process of preparing simplicia, ie preparing fresh gayam leaves, dried in an oven temperature 45-50oC, and then dried to produce gayam leaf powder. Samples were extracted with methanol solvent and ethanol for 5 days. The total phenol assay method uses Folin-Ciocalteau method and antioxidant activity test using DPPH free radical retardation method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). The results showed that the total phenolic content of gayam leaf extract with ethanol and methanol solvent was 313,704 GAE (Gallic Acid Equivalent) and 273,913 GAE, respectively. Antioxidant activity as a free antidote to free radical DPPH is known to be valued with IC50 (inhibitory concentration).
Pemanfaatan Kebun Sekolah Sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Siswa pada Materi Biologi Nurwidodo, Nurwidodo; Hindun, Iin; Mahmudati, Nurul; Iswanto, Iswanto
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i1.8268

Abstract

Background: Pemanfatan kebun sekolah sebagai sumber belajar belum pernah dilakukan oleh guru, sehingga mendorong tim dosen mendedikasikan pengalaman dan pengetahuannya untuk mendampingi guru IPA di MTsN Batu dalam rangka meningkatkan pemanfaatan kebun sekolah sebagai sumber belajar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan kebun sekolah sebagai sumber belajar. Metode: Pemanfaatan kebun sekolah sebagai sumber belajar adalah dengan sosialisasi, observasi, identifikasi, analisis, menyusun rencana aksi dan implementasi. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa guru menerima pengetahuan baru dan terdorong untuk memanfaatkannya dalam praktek memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Hasil juga menunjukkan menunjukkan bahwa di kebun sekolah tersedia berbagai macam tanaman yang belum dieksplorasi dan diutilisasi sebagai sumber belajar. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kebun sekolah berpotensi menjadi sumber belajar untuk materi klasifikasi tumbuhan dan struktur serta fungsi tumbuhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan kebun sekolah sebagai sumber belajar telah memenuhi 6 persyaratan yaitu kejelasan potensi, kejelasan tujuan, kejelasan sasaran, kejelasan informasi yang tersedia, kejelasan cara atau pedoman serta kejelasan perolehan. Kesimpulan: Pemanfaatan kebun sekolah sebagai sumber belajar yang didessain dalam organisasi instruksional akan mampu meningkatkan kualitas proses belajar siswa dan hasil belajar yang berupa fakta, konsep, prinsip terkait dengan klasifikasi tumbuhan serta struktur dan fungsi tumbuhan.