Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KELAYAKAN KAMPAS REM SEPEDA MOTOR NON ASBESTOS DARI BAHAN AMPAS TEBU (BAGASSE) Mochammad Fakri Sugianto; Arlini Dyah Radityaningrum
WAKTU Vol 18 No 1 (2020): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v18i1.2281

Abstract

Produksi gula tebu menghasilkan limbah ampas tebu yang dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak dan pupuk organik. Ampas tebu memiliki kandungan serat, sehingga berpotensi dijadikan bahan alternatif untuk campuran kampas rem kendaraan bermotor non asbestos. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan komposisi terbaik kampas rem kendaraan bermotor non asbestos berbahan ampas tebu tanpa karbonisasi. Penelitian ini berskala laboratoratorium, dengan variasi ampas tebu, serbuk alumunium, serbuk kuningan. Variasi komposisi yang digunakan adalah 1) 50% ampas tebu, 25% serbuk aluminium, 25% serbuk kuningan; 2) 40% ampas tebu, 30% serbuk aluminium, 30% serbuk kuningan; 3) 30% ampas tebu, 35% serbuk aluminium, 35% serbuk kuningan. Perbandingan resin epoxy dan hardener yang digunakan pada setiap variasi komposisi adalah 1:1. Ukuran ampas tebu yang digunakan adalah tanpa ayakan, 50 mesh dan 100 mesh. Parameter uji yang digunakan adalah keausan, kekerasan Vickers, impact dan foto mikroskop. Berdasarkan hasil pengujian keausan, kekerasan Vickers dan impact, kampas rem dari bahan ampas tebu non asbestos yang memenuhi standar adalah komposisi 1 dengan ayakan 50 mesh. Komposisi 1 memiliki nilai keausan, nilai kekerasan dan nilai impact adalah 1,74 mm; 18,90 HVN dan 0,22 joule/mm.
Identifikasi Kendala dan Rumusan Strategi Pengelolaan Bank Sampah di Simojawar, Surabaya Anindya Rachma Dwicahyani; Eky Novianarenti; Arlini Dyah Radityaningrum; Erlinda Ningsih
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2020.v4i2.1090

Abstract

Bank sampah adalah sebuah sarana bagi masyarakat untuk mengelola sampah yang bernilai ekonomi. Program bank sampah telah menjadi suatu bentuk paradigma baru bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Pada dasarnya, sistem manajemen bank sampah mengadopsi sistem manajemen perbankan sederhana. Umumnya, para nasabah menyetor sampah kepada bank sampah, kemudian sampah tersebut akan dikonversi menjadi saldo sesuai nilai ekonomis penjualannya. Di Surabaya, bank sampah sudah diinisiasi dan berkembang di berbagai daerah. Salah satu bank sampah yang ada di Surabaya adalah bank sampah di Simojawar, Kecamatan Jambangan. Bank sampah yang terbentuk pada tahun 2018 ini masih belum berjalan secara maksimal karena berbagai kendala dan masalah. Melalui penelitian ini, hendak dilakukan identifikasi dan analisis kendala selama proses keberlangsungan bank sampah di Simojawar. Selain itu, juga dilakukan perumusan strategi yang sebaiknya dilakukan agar bank sampah tetap berkelanjutan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada petugas dan nasabah bank sampah, berdasarkan aspek teknis, aspek operasional kelembagaan, aspek finansial, dan aspek manajemen secara umum sudah berjalan dengan baik. Dampak langsung peran penting bank sampah di lingkungan masyarakat Simojawar belum dirasakan secara signifikan oleh para nasabah. Dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak seperti masyarakat, pemerintah daerah, dan mitra pengepul juga menjadi faktor penting bagi kerlangsungan bank sampah di Simojawar. Melalui sebuah pengelolaan Bank sampah yang baik, kreativitas, inovasi, hingga kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan.
PENURUNAN TSS, BOD, ESCHERICHIA COLI PADA LIMBAH TANGKI SEPTIK MENGGUNAKAN TANAMAN CYPERUS PAPYRUS PADA PENGOLAHAN CONSTRUCTED WETLAND Musarofa Musarofa; Arlini Dyah Radityaningrum; Maritha Nilam Kusuma
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah hasil penyedotan tangki septik mengandung bahan organik yang tinggi. Pengolahan limbah tangki septik di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) umumnya menggunakan teknologi konvensional yang memerlukan keahlian dalam pengoperasiannya. Constructed wetland merupakan satu alternatif pengolahan limbah yang sederhana untuk mengolah limbah dengan konsentrasi bahan organik yang tinggi. Penelitian ini menggunakan constructed wetland untuk mengolah limbah hasil penyedotan tangki septik dengan tanaman Cyperus papyrus. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa penurunan BOD, TSS dan Eschericia coli dalam limbah hasil penyedotan tangki septik yang diolah menggunakan constructed wetland dengan tanaman Cyperus papyrus. Penelitian akan dilaksanakan selama 41 hari di Laboratorium Kualitas Lingkungan Teknik Lingkungan ITATS, masa aklimatisasi 16 hari dan masa pengolahan 25 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan TSS, BOD, Eschericia coliform pada limbah tangki septik yang telah diolah menggunakan constructed wetland dengan tanaman Cyperus papyrus adalah 87%, 62,84% dan 63%. Konsentrasi TSS, BOD, Eschericia coliform yang dicapai pada penelitian ini masih belum memenuhi mutu yang di tetapkan oleh Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan / atau Kegiatan Usaha Lainnya, dengan konsentrasi masing-masing adalah 28 mg/l, 258 mg/l dan 4600 mg/l.Kata kunci: limbah tangki septik, constructed wetlands, Cyperus papyrus
Kajian Keberadaan Mikroplastik Di Wilayah Perairan: Review Dinda Resmi Permatasari; Arlini Dyah Radityaningrum
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik mengalami proses degradasi menjadi mikroplastik (MP) di lingkungan. MP merupakan partikel plastik dengan ukuran diameter kurang dari 5 mm. Saat ini telah ditemukan MP dari berbagai sumber pencemar di lingkungan perairan. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji keberadaan MP ditinjau dari kelimpahan, ukuran, bentuk, dan jenis MP di lingkungan perairan. Wilayah perairan yang dikaji meliputi danau, sungai, estuari, laut, teluk dan selat. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelimpahan MP di lingkungan perairan masing-masing adalah sebesar 57.112 partikel/km2 di danau; 3 x 106 partikel/km2 di sungai; 292 partikel/L di estuari; 6.18 x 105 partikel/km2 di laut; 580 partikel/L di teluk; 32,48 x 105 partikel/L di selat. Dominasi ukuran MP di perairan 0,355 mm - 0,999 mm, dan berbentuk fragmen. Jenis polimer MP yang sering ditemukan di lingkungan perairan adalah polyethylene (PE) dan polyprophylene (PP).
Kualitas Biobriket dari Bahan Campuran Bioslurry dan Sekam Padi sebagai Alternatif Bahan Bakar Bagus Yossy Harnawan; Arlini Dyah Radityaningrum
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bio-slurry dan sekam padi merupakan potensial material bahan bio-briket karena memiliki nilai kalor yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk i) menganalisis karakteristik bio-slurry dan sekam padi sebagai bahan pembuat bio-briket, ii) menentukan kualitas bio-briket dari bahan campuran bio-slurry dan sekam padi. Komposisi bahan dalam penelitian adalah i) 10 gr bio-slurry : 23 gr sekam padi : 10 gr perekat, ii) 12 gr bio-slurry : 21 gr sekam padi : 10 gr perekat, iii) 14 gr bio-slurry : 19 gr sekam padi : 10 gr perekat, iv) 16 gr bio-slurry : 17 gr sekam padi : 10 gr perekat, v) 17 gr bio-slurry : 15 gr sekam padi : 10 gr perekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bio-slurry memiliki karakteristik 0,17% kadar air; 3,19% kadar abu; 5002 Kalori/g; 0,77% volatile matter and 95,90% fixed carbon. Karakteristik sekam padi adalah 3% kadar air; 16% kadar abu; 2038 Kalori/g; 0,31% volatile matter; 23,30% fixed carbon. Komposisi yang menghasilkan nilai kalor tertinggi adalah komposisi 10 gr bio-slurry : 23 gr sekam padi : 10 gr perekat. Bio-briket ini memiliki kualitas 0,60% kadar air; 0,52% kadar abu; 4424 Kalori/g; 0,35% volatile matter; 98,93% fixed carbon.
EVALUASI SISTEM PENGOLAHAN DAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM KOTA PROBOLINGGO Silvia Risma Alviyani; Arlini Dyah Radityaningrum
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM Kota Probolinggo menggunakan sumber air baku dari Mata Air Danau Ronggojalu yang terletak di Desa Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Kapasitas sumber air baku yaitu 3000 L/detik. Air baku tersebut diolah di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ronggojalu. Sistem pengolahan di IPA Ronggojalu terdiri atas unit intake, desinfeksi, dan reservoir. Kapasitas produksi IPA Ronggojalu adalah 390 L/detik. Wilayah pelayanan IPA Ronggojalu ini adalah 5 kecamatan, yaitu Wonoasih, Mayangan, Kedopok, Kanigaran, Kademangan. Cakupan pelayanan air bersih PDAM Kota Probolinggo tahun 2019 sebesar 59,62% atau sebanyak 19.938 sambungan rumah. Namun, cakupan ini masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah setempat, yaitu sebesar 80% dari jumlah penduduk. Sebagian besar penduduk masih menggunakan sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengolahan dan sistem distribusi di IPA Ronggojalu PDAM Kota Probolonggo. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi (survei lapangan), wawancara, dan studi literatur. Data penelitian meliputi eksisting jaringan pipa, data pelanggan, cakupan layanan, wilayah cakupan reservoir, dan layout IPAM. Data tersebut kemudian dievaluasi menggunakan software Epanet 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 49 segmen pipa utama distribusi yang memiliki kecepatan di bawah 0,3 m/s dan terdapat 28 titik junction yang belum memenuhi baku mutu nilai tekanan ( 5 m). 
PERBANDINGAN KINERJA MEDIA BIOFILTER ANAEROBIC BIOFILTER DALAM PENURUNAN TSS, BOD, COD PADA GREY WATER Arlini Dyah Radityaningrum; Maritha Nilam Kusuma
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4024

Abstract

ABSTRAK  Limbah domestik air bekas cucian (grey water) dari rumah tangga sebagian besar belum diolah, namun dibuang langsung ke badan air penerima. Konsentrasi bahan organik dalam grey water yang terakumulasi dalam badan air penerima berpotensi terhadap pencemaran dan penurunan kualitas badan air penerima. Pengolahan grey water dapat meningkatkan kualitas badan air penerima. Satu dari pengolahan grey water adalah anaerobic biofilter. Penelitian ini bertujuan untuk (i). menentukan efisiensi penurunan Total Suspended Solid (TSS), Biogeochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) dalam grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter, (ii). mengidentifikasi jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter yang menghasilkan penurunan TSS, BOD, COD paling baik. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan reaktor kontinyu. Variasi yang digunakan adalah jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter, yaitu botol yakult dari bahan plastik Poly Stirene (PS) dan botol aqua dari bahan plastik Poly Ethylene Terephthalate (PET). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penurunan TSS, BOD, COD efluen grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter adalah 68%, 64% dan 31% untuk jenis media biofilter botol yakult dan 84%, 79%, 57% untuk media biofilter botol aqua. Jenis media biofilter botol aqua menghasilkan efisiensi penurunan TSS, BOD dan COD lebih baik dari jenis media biofilter botol yakult. Kata kunci: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD. ABSTRACT  Grey water from several households has not been treated yet and is directly disposed to receiving water bodies. Organic matter of the grey water accumulated to the water bodies is potential to the water pollution, leading to deterioration of the water bodies. Grey water treatment improves the quality of the receiving water bodies. The treatment is able to conduct through anaerobic biofilter. This research aimed to (i) determined the efficiency of TSS, BOD, COD removal from grey water treatment using anaerobic biofilter, (ii) identified the media of biofilter with the best performance removing TSS, BOD, COD. This research was conducted within laboratory scale based using continuous reactor. The plastic derived from Poly Stirene (PS) and Poly Ethylene Terephthalate (PET) were used as media of biofilter. The result showed that the removal efficiency of TSS, BOD, COD from the anaerobic biofilter was 68%, 64% and 31% for media of PS plastic and 84%, 79%, 57% for media of PET plastic. The media of PET plastic resulted to the best performace of TSS, BOD, COD removal compared to the media of PS plastic.  Keywords: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD.
POTENSI REDUCE, REUSE, RECYCLE (3R) SAMPAH PADA BANK SAMPAH `BANK JUNK FOR SURABAYA CLEAN (BJSC)` Arlini Dyah Radityaningrum; Jenny Caroline; Dyah Kusuma Restianti
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 1 (2017): MARET 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i1.3194

Abstract

Pengelolaan sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) merupakan upaya yang efektif dalam mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Program bank sampah merupakan satu alternatif pengelolaan sampah secara 3R. Bank Junk for Surabaya Clean (BJSC) merupakan satu program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Surabaya dengan konsep 3R. Penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisa komposisi sampah masuk pada BJSC, (ii). menghitung keseimbangan massa sampah pada BJSC, (iii) menghitung potensi 3R sampah pada BJSC. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, observasi, wawancara dan sampling tentang mekanisme bank sampah dan komposisi sampah yang masuk. Data dianalisa secara deskriptif kuantitatif dengan tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total sampah masuk ke BJSC adalah 984,9 kg dengan komposisi sampah kertas 52,1%, sampah plastik 39,6%, sampah logam 5,6% dan sampah kaca 2,7%. Keseimbangan massa sampah pada BJSC adalah sampah masuk 984,4 kg dengan sampah tereduksi 96,5% dan sampah residu yang ke TPA 3,5 %. Potensi 3R sampah di BJSC adalah melalui kegiatan daur ulang (recycle) sampah kertas 26,3% dan sampah plastik 15,9%, sedangkan guna ulang (reuse) sampah kertas 23,7%, sampah plastik 22,2%, sampah logam 5,6% dan sampah kaca 2,7%.                                                                                     Kata kunci: bank sampah, 3R, reduksi sampah, residu sampah Reduce, Reuse, Recycle (3R) is an effective alternative of waste management to reduce waste residu collected to landfill. Waste bank is one alternative of waste management practicing 3R. Bank Junk for Surabaya Clean (BJSC) is a program of community based waste management with 3R concept in Surabaya. This research aimed to (i) analized waste compositions collected in BJSC, (ii) counted mass balanced of wastes in BJSC, (iii) counted the amount of wastes reduced, reused and recycled in BJSC. The data were collected with survey, observation, interview and sampling to analyze mechanism of BJSC and waste compositions in BJSC. The result showed that the wastes collected in BJSC were around 984,4 kg with 52,1% of paper, 39,6% of plastic, 5,6% of metal and 2,7% of glass. The mass balanced showed 96,5% of waste reduction and 3,5% of waste residu. The potensial of 3R activity conducted in BJSC was for 26,3% of paper recycle, 15,9% of plastic recycle, 23,7% of paper reuse, 22,2% of plastic reuse, 5,6% of metal reuse and 2,7% of glass reuse.  Keywords: bank junk, 3R, waste reduction, waste residu
Treatment of Household Grey Water Using a Series Anaerobic Biofilter - Wetland Arlini Dyah Radityaningrum; Maritha Nilam Kusuma
Nusantara Science and Technology Proceedings International Seminar of Research Month Science and Technology in Publication, Implementation and Co
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to treat household grey water, focusing on technology that is simple and low cost in terms of operation and maintenance. The treatment was conducted within laboratory scale based using a series continuous reactor of anaerobic biofilter and wetland. The anaerobic biofilter was equipped with plastic derived from Poly Ethylene Terephthalate (PET) as biofilter media. Subsequent wetland used vertical sub-surface flow constructed wetland (VSSF CW). Removal efficiency of TSS, BOD, COD achieved from anaerobic biofilter was 84%, 79%, 57% respectively, while wetland resulted TSS, BOD, COD removal of 81%, 84% and 67% respectively.
PROGRAM BANTUAN BAHAN PANGAN DAN KAJIAN STRATEGIK DAMPAK LOCKDOWN MELALUI COORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY COVID-19 Erlinda Ningsih; Isa Albanna; Arlini Dyah Radityaningrum; Achmad Chusnun Ni’am; Vivi Nurhadianty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.031 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8396

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 berawal dari Wuhan China pada Desember 2019 dan mulai berkembang di Indonesia pada awal Maret, salah satu untuk mengantisipasi penyebaran virus ini adalah suatu daerah harus melaksanakan karatina lokal. Khusus untuk wilayah Surabaya, lockdown atau karantina lokal akan dilakukan mulai akhir April. Proses karantina lokal sangat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama perekonomian. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meringankan beban masyarakat kelas menengah ke bawah yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dengan memberikan bantuan bahan pangan. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Simo Banyu Urip Surabaya. Pembagian sembako dilakukan 4 kali dalam sebulan, setiap hari Jumat, dan dilakukan selama 3 bulan. Kegiatan ini mengunakan strategi IPOAI (Identifying, Planning, Organizing, Acting, Impact). Data masyarakat terdampak Covid-19 diperoleh dari ketua RT dan RW setempat. Orang yang mendapatkan bantuan lebih diutamakan mereka yang kehilangan mata pencaharian utama, pendapatan berkurang, dan orang tua. Dalam seminggu rata-rata 20 paket sembako dibagikan berdasarkan data yang diperoleh. Bantuan bahan makanan kepada mereka sangat membantu meringankan beban hidup masyarakat dalam mengatasi dampak krisis ekonomi dalam jangka pendek.Abstract: The Covid-19 pandemic started in Wuhan, China, in December 2019 and began to develop in Indonesia in early March. One of the ways to anticipate the spread of this virus is that an area must carry out local quarantine. Especially for the Surabaya area, a local lockdown or quarantine will be carried out starting at the end of April. The local quarantine process is very influential in various aspects of people's lives, especially the economy. This community service activity aims to ease the burden on the lower-middle-class people experiencing economic difficulties by providing food assistance. This activity was carried out in the Simo Banyu Urip area of Surabaya. The distribution of basic needs is carried out four times a month, every Friday, and for three months. This activity uses the IPOAI (Identifying, Planning, Organizing, Acting, Impact) strategy. Data on people affected by Covid-19 were obtained from the local RT, and RW heads. People who get assistance are prioritized for those who have lost their main livelihood, reduced income, and the elderly. In a week, an average of 20 food packages are distributed based on the data obtained. Food assistance to them helps ease the burden on people's lives in overcoming the impact of the economic crisis in the short term.