Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kinerja Proses Hibrid Aerasi Bubble-Filtrasi pada Penyisihan Mangan dan Kekeruhan dalam Air Sumur Radityaningrum, Arlini Dyah; Ichsan, Muchammad; Kusuma, Maritha Nilam
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.57735

Abstract

Tingginya konsentrasi Mangan (Mn(II)) dan kekeruhan dalam air sumur yang digunakan untuk air minum berdampak negatif pada kesehatan manusia. Proses hibrid aerasi bubble-filtrasi merupakan alternatif pengolahan dalam penyisihan Mn(II) dan kekeruhan. Microbubble dapat digunakan dalam proses aerasi untuk meningkatkan konsentrasi Dissolved Oxygen (DO) dalam air. Diameter microbubble mempengaruhi konsentrasi DO yang digunakan dalam proses oksidasi Mn(II). Penelitian ini bertujuan untuk a) menentukan konsentrasi DO dalam air setelah proses aerasi, b) mengkaji kinerja proses hibrid aerasi bubble-filtrasi untuk  menyisihkan konsentrasi Mn(II) dan kekeruhan dalam air. Aerasi microbubble dioperasikan menggunakan venturi injektor dengan variasi diameter nozel dan waktu kontak. Media filter yang digunakan adalah pasir silika, manganese greensand, dan zeolit. Sampel uji diambil di inlet aerasi dan outlet filtrasi. Pengambilan sampel uji dilakukan secara semi-intermiten, pada menit ke-20, 35, dan 50, dengan dua kali pengulangan. Konsentrasi DO tertinggi (6,31 mg/L) dihasilkan dari proses hibrid menggunakan diameter nozel 6 mm dengan waktu kontak 50 menit. Konsentrasi Mn(II) terendah (0,12 mg/L) diperoleh pada proses hibrid yang menggunakan nozel berdiameter 7 mm, dengan efisiensi penyisihan 94%. Efisiensi penyisihan kekeruhan tertinggi (60%) adalah pada proses hibrid yang menggunakan diameter nozel 7 mm, dengan nilai kekeruhan yang dicapai sebesar 14,36 NTU.
Penerapan Konsep “Healing Environment” pada Perencanaan dan Perancangan Rumah Sakit Mata di Gresik Pramesti, Sheila Oktaviani; Radityaningrum, Arlini Dyah; Widjajanti, Wiwik Widyo; Salisnanda, Randy Pratama
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.7538

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan kabupaten yang terletak berdampingan dengan kota Surabaya. Kabupaten Gresik memiliki jumlah penduduk yang sangat pesat. Banyaknya kegiatan penduduk gresik dapat mempengaruhi faktor kesehatan dan menjadi masalah utama. Mayoritas penduduk Gresik yang berusia lansia mengalami gangguan kesehatan pada penglihatannya. Akan tetapi mayoritas lansia tersebut tidak berkenan untuk periksa kesehatan mata di rumah sakit, karena mayoritas lansia tersebut merasa tegang dan takut ketika memasuki area rumah sakit. Berdasarkan pada hasil survey penduduk di area sekitar Gresik serta belum adanya fasilitas kesehatan khusus penyakit mata di Gresik, maka dari itu perlu adanya Penerapan “Healing Environment” pada Perancangan Rumah Sakit Mata di Gresik agar para lansia dan penduduk sekitar tidak merasakan suasana tegang dan takut ketika memasuki area rumah sakit. Serta dengan adanya Perancangan Rumah Sakit Mata di Gresik ini dapat mengurangi penduduk sekitar yang mengalami penyakit kesehatan mata. Manfaat dari penerapan konsep “Healing Environment” adalah membantu pasien merasa aman dan nyaman, mengurangi stress atau depresi pada pasien, membantu pasien merasa lebih optimis dan yakin bisa sembuh, serta dapat membantu para pasien merasa lebih ceria dan tidak sedih. Pada Perencanaan dan Perancangan Rumah Sakit Mata di Gresik menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif membantu dalam hal pengumpulan data berupa fakta. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Hasil penerapan Healing Environment pada Rumah Sakit Mata di Gresik adalah sekitar rumah sakit diberi musik yang berfungsi sebagai penenang agar suasana di dalam rumah sakit tidak tegang, terdapat juga unsur elemen kayu di beberapa area yang berfungsi untuk membawa unsur alam ke dalam bangunan sehingga dapat menciptakan suasana asri, ramah lingkungan. Selain itu terdapat area Healing Garden yang berfungsi agar para pasien tidak jenuh saat berada di dalam rumah sakit, dapat menikmati udara yang sejuk, suasana alam yang asri, dan dapat menenangkan pikiran.
Studi Penggunaan Kloset Kering Pemisah Urin dan Tinja untuk Peningkatan Pengelolaan Limbah Urin dan Tinja pada Permukiman Di Surabaya Radityaningrum, Arlini Dyah
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2017): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v2i2.125

Abstract

Pengelolaan limbah domestik black water (urin dan tinja) pada permukiman dapat dilakukan menggunakan sistem setempat (on-site), yang terdiri dari kloset dan tangki septik yang dilengkapi dengan sistem resapan. Teknologi kloset yang digunakan dalam pengolahan sistem setempat umumnya belum memisahkan antara limbah urin dan tinja. Sistem setempat dengan teknologi kloset tanpa pemisah urin dan tinja masih menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, berupa pencemaran air permukaan dan air tanah. Selain itu kondisi teknis tangki septik yang tidak kedap berpotensi meresapnya limbah urin dan tinja ke dalam tanah. Peningkatan pengelolaan urin dan tinja dapat dilakukan dengan memperbaiki kondisi teknis fasilitas pengelolaannya, baik kloset maupun tangki septik dan resapan, sehingga urin dan tinja dapat digunakan kembali dan tidak dibuang ke lingkungan.`Teknologi Kloset Kering Pemisah Urin dan Tinja`dapat diterapkan untuk memisahkan urin dan tinja pada sumbernya sehingga potensi kandungan nutrien dalam urin dan tinja dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan penggunaan kloset kering ditinjau dari aspek lingkungan dengan metode penilaian daur hidup. Batasan yang digunakan adalah recovery dari nutrien dan konsumsi energi. Skenario yang dianalisa adalah (1) Pengelolaan limbah urin dan tinja tanpa kloset kering pemisah urin dan tinja dengan tangki septik dan resapan, (2) Pengelolaan limbah urin dan tinja dengan kloset kering pemisah urin dan tinja dengan bak pengumpul urin dan tangki septik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario pengelolaan limbah urin dan tinja menggunakan toilet kering pemisah urin dan tinja menghasilkan dampak lingkungan paling minimal dengan recovery nutrien sebesar 0,0485 kg nitrogen/rumah tangga/hari; 0,009 kg pospor/rumah tangga/hari; 0,0165 kg kalium/rumah tangga/hari dan konsumsi energi sebesar 4179,35 kiloJoule/rumah tangga/hari.