Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Ecotourism Potential in Meratus Geopark, South Kalimantan Ellyn Normelani; Selamat Riadi; Rusma Noortyani; Endarto Endarto; Nasir Nayan
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecotourism development in Mt. Meratus, South Kalimantan, is crucial to support the future development and forest use in the South Kalimantan area. Ecotourism provides a mechanism to use forest resources sustainably while at the same time provides opportunities for local economic growth. This paper aims to describe the potential resources of Mt. Meratus to support the ecotourism program in South Kalimantan. The development of ecotourism in Mt. Meratus has been crucial since the area has a high level of geo-biodiversity and cultural resources, which are important for the future human being. Protecting and promoting indigenous knowledge of the community in the Mt. Meratus geo-site area are important to support sustainable development programs, including the development of ecotourism as one of the practices of responsible travels to the natural ecosystem.Keywords: biodiversity conservation, geotourism, Mt. Meratus Kalimantan.
Peran Pemerintah Daerah Dalam Pemenuhan Hak Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Kabupaten Hulu Sungai Utara Selamat Riadi
Jurnal Niara Vol. 14 No. 3 (2022)
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.111 KB) | DOI: 10.31849/niara.v14i3.7385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam Pemenuhan Hak Orang Gangguan jiwa dan (2) apasaja kendala pada Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam Pemenuhan Hak Orang Gangguan dengan Jiwa. Metode penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah Peran Pemerintah Daerah dalam pemenuhan hak orang dengan gangguan jiwa yang di latar belakangi tingginya orang dengan gangguan jiwa dirantai dan dipasung. hal ini dikarenakan tidak adanya perhatian Pemerintah yang memberikan pengobatan serta rehabilitasi kepada orang dengan gangguan jiwa tersebut. Regulasi yang Tidak ada menyebabkan tidak ada turunan kebijakan berupa SOP dalam melakukan pelayanan kepada orang dengan gangguan jiwa, Masalah lainnya terletak pada sarana maupun pada fasilitas pendukung lainnya seperti obat-obatan untuk orang dengan gangguan jiwa yang minim, tidak adanya rumah rehabilitasi, Rumah sakit jiwa yang sulit terjangkau serta tidak ada perlindungan dari setiap bentuk penelantaran, kekerasan terhadap orang dengan gangguan jiwa
Penanganan Banjir Pada Permukiman Padat Penduduk Sepanjang Sub DAS Martapura Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Bahrul Ilmi; Nasruddin Nasruddin; Rosalina Kumalawati; Selamat Riadi
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 3, No 2 (2022): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v3i2.6917

Abstract

Kalimantan Selatan merupakan kawasan yang sebagian besarnya adalah lingkungan lahan basah, terlebih lagi Kabupaten Banjar tempat di mana hulu sungai Martapura berada. Tentu saja di saat musim hujan tiba sebagian wilayah Kabupaten Banjar terjadi bencana banjir akibat luapan DAS Martapura. Salah satu tempat yang sering terjadi banjir adalah Desa Pakauman Kecamatan Martapura Timur. Selain faktor alam, faktor manusia juga sangat mempengaruhi terjadinya bencana banjir yang terus menerus terjadi setiap tahunnya. Mengenai faktor ulah manusia berupa penggunaan lahan tidak mempertimbangkan karakteristik bentang alam, Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah Yang terkena dampak banjir dari penggunaan lahan yang tidak mempertimbangkan karakteristik bentang lahan yang membuat kondisi alam Kabupaten Banjar rusak, sebaiknya pemerintah juga memberikan edukasi pada masyarakat untuk selalu menjaga alam. Dengan analisis dari data yang kami kumpulkan dari berbagai sumber dapat di simpukan, kebanyakan lahan hutan di Kabupaten Banjar di gunakan untuk perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara. Untuk menanggulangi bencana banjir ini, Pemerintah perlu membuat mitigasi bencana banjir dengan penataan wilayah permukiman warga dan membentuk bendungan Riam Kiwa untuk menampung air hujan agar daerah aliran sungai Martapura tidak meluap.
Designing Educational Attractions Based on Local Wisdom Ellyn Normelani; Selamat Riadi; Muhammad Efendi; Rendya Adi Kurniawan; Rizky Nur Hakimah
Social Studies Conference Proceedings 2022: The 1st International Conference of Social Studies (ICSS)
Publisher : Social Studies Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.899 KB) | DOI: 10.20527/sscp.vi.612

Abstract

This study aims to identify the natural and cultural potential of the Dayak Loksado indigenous people and to design environmental and educational tourism activities that are synergized with the values ​​of local community wisdom. Data were collected through field observations, interviews, and document reviews. The results of this study reveal that Loksado has natural and cultural potential to be packaged as an educational and ecotourism destination. Natural potential includes panoramas in the form of waterfalls, protected forests, hills, cultivation areas, rivers, and the Dayak Loksado indigenous people’s culture.
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Sadar Wisata Desa Belangian Ellyn Normelani; Selamat Riadi; Rusdiansyah Rusdiansyah; Irawaty Safitri; Rizky Nur Hakimah; Agung Wicaksono
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i3.6866

Abstract

Permasalahan pokok secara umum adalah masih belum mengemas budaya sebgai atraksi budaya yang bernilai jual sebagai atraksi pertunjukan.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk melakukan  pembinaan dan Peningkatan SDM dalam pengetahuan tentang pertunjukan tari kreasi. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode pendampingan yang diberikan kepada generasi muda di Desa Belangian. Melalui kegiatan yang dilakukan, generasi muda telah memahami mengenai pengemasan tarian sebagai atraksi budaya dalam mendukung desa wisata Belangian. Berdasarkan hasil kegiatan pendampingan yang dilakukan, 100% peserta memahami dan menguasai Gerakan  tarian dan sudah menciptakan satu tarian kreasi untuk dipentaskan sebagai atraksi budaya di desa wisata Belangian.  
Implementation of Spatial Multi-Criteria Analysis Method For Flood Vulnerability Mapping in Banjarmasin City Wisnu Putra Danarto; Ghinia Anastasia Muhtar; Selamat Riadi
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 6, No 2 (2025): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v6i2.15459

Abstract

Flooding is the most prevalent type of natural disaster in terms of both frequency and historical impact in Banjarmasin City. A flood risk assessment is imperative as a foundation for various risk reduction activities (in the pre-disaster stage) and mitigation measures (in the post-disaster stage). This study aims to conduct an analysis of flood hazard risk by presenting its spatial distribution throughout Banjarmasin City. The analysis was conducted utilizing the Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA) method, whereby the spatial distribution of flood hazard risk is determined by the factors (criteria) that influence it, with these factors assigned weights according to their influence on the analysis outcomes. The criteria considered for determining the flood hazard risk in Banjarmasin City include land cover, topography, flow density, distance from rivers, and slope gradient. Prior to processing via the Geographic Information System platform, these criteria undergo a ranking and weighting process facilitated by the Spatial-Analytical Hierarchy Process (Spatial-AHP). The results of the analysis indicate that land cover is the most significant factor, with a weight of 0.48. Other criteria, including topography, flow density, distance from the river, and slope, were also considered. The spatial analysis and mapping results have produced a flood risk index, with a distribution of very high and high risk classes that are dominant in the North Banjarmasin, Central Banjarmasin, and West Banjarmasin Districts. In contrast, South Banjarmasin has a dominant high and moderate class, and East Banjarmasin is a district with a relatively lower hazard risk class compared to other districts. Several key factors contribute to this phenomenon. Firstly, the area's topographic features, located below sea level, trap water, especially during extended periods of heavy rainfall. Second, the city of Banjarmasin is located in the downstream area, which is the confluence of several rivers that carry water from upstream, and this situation is exacerbated by heavy rainfall. Thirdly, the presence of closed land cover, defined by dense vegetation and impermeable soil, intensifies the risk of flooding.