Muhammad Azmi
Universitas Mulawarman

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemanfaatan Media Infografis Dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Al-Khairiyah Samarinda Muhammad Azhari; Wingkolatin Wingkolatin; Muhammad Azmi
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/amt.v1i1.540

Abstract

This study aims to determine the use of infographic media in learning history at SMA Al-Khairiyah Samarinda. The discussion in this study will focus on two things. First, to find out how to use infographic media in learning history at SMA Al-Khairiyah Samarinda. Second, to find out what are the obstacles to using infographic media in history learning at Al-Khairiyah High School Samarinda. The method used in this study is a qualitative approach with a descriptive method. Data collection is done by interview, observation and documentation. The results of the study show that the first finding is that educators easily convey learning materials and most students easily understand history lessons. While the results of the second study indicate that the obstacles faced by educators are the lack of facilities and infrastructure in schools and the limited time in preparing the material. The use of infographic media in learning history at SMA Al-Khairiyah Samarinda provides convenience in teaching and learning activities for both teachers and students.
Pemanfaatan Google Classroom Dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPS 1 SMA Negeri 2 Berau Muhammad Aldo Al Adzan; Muhammad Azmi; Ummi Hafilda Hakim
Langgong: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/langgong.v1i1.530

Abstract

Pemanfaatan google classroom dalam pembelajaran sejarah di kelas X IPS 1 SMAN 2 Berau, pokok permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana perencanaan, proses dan evaluasi yang dilakukan dalam pembelajaran sejarah menggunakan google classroom. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan pembelajaran sejarah menggunakan google classroom di kelas X IPS 1, untuk mengetahui proses pembelajaran sejarah menggunakan google classroom di kelas X IPS 1, serta untuk mengetahui evaluasi pembelajaran sejarah menggunakan google classroom di kelas X IPS 1. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Berau Jl. Marsma Iswahyudi, Km.08 Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber data primer dan sekunder. Dalam teknik pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dan pada teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian pemanfaatan google classroom dalam pembelajaran sejarah di kelas X IPS 1 dapat membantu guru dan siswa dalam pembelajaran di kelas saat ini. Pada perencanaan pembelajaran guru terlebih dahulu membuat program tahunan, program semester, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dalam proses pembelajaran guru memberikan absen, materi berupa video pembelajaran dan tugas kepada siswa. Selanjutnya pada evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru sudah cukup baik, guru melakukan penilaian melalui tugas, keaktifan siswa seperti melalui absen, bertanya, serta dari sikap siswa saat pembelajaran. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan pembelajaran guru terlebih dahulu membuat program tahunan, program semester, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dalam proses pembelajaran guru memberikan absen kepada siswa sebelum pelajaran dimulai, kemudian guru memberikan materi berupa video pembelajaran dan siswa mengamati atau menyimak video pelajaran yang diberikan oleh guru, setelah pelajaran selesai guru memberikan tugas harian kepada siswa. Selanjutnya pada evaluasi pembelajaran guru melakukan penilaian dari keaktifan siswa, sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran dan tugas-tugas yang diberikan. Pemanfaatan google classroom efektif digunakan pada pembelajaran sejarah saat ini, meskipun ada terdapat kendala yang dihadapi seperti gangguan pada jaringan, mati lampu, aplikasinya eror sehingga siswa mengalami kesulitan saat mengikuti pembelajaran.
LATAR ALAM GEOMORFOLOGIS PERISTIWA PERANG GERILYA JENDERAL BESAR SUDIRMAN (1948-1949) Yulian Saputra; Muhammad Azmi
Langgong: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/langgong.v1i1.531

Abstract

This study describes the geomorphological natural setting that became the guerrilla event of General Sudirman through literature studies, concepts, theories, and relevant previous research results. The study area of this research covers the central and southern zones of Java Island. The research analysis used descriptive analysis with the help of satellite image interpretation. This study indicates that the guerrilla route covers a geomorphological area that stretches across three provinces in Java Island. The geomorphological background is the karst landscape of Gunung Kidul and the volcanic slopes of Mount Wilis.
Migrasi Suku Dayak Kenyah Lepok K’e dari Long Lat ke Long Loreh (1972-1979) Christina Dan; Wingkolatin Wingkolatin; Muhammad Azmi
Langgong: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/langgong.v1i1.1296

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada perpindahan masyarakat Suku Dayak Kenyah Lepok K’e dari Long Lat ke Long Loreh pada tahun 1972-1979. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Latar belakang migrasi dikarenakan jarak yang terlalu jauh dari perkotaan, masalah pendidikan, kesehatan, mata pencaharian dan sumber pendapatan. Proses migrasi dari Long Lat ke long Loreh memakan waktu selama 1-2 bulan dengan mengikuti perahu melalui sungai sampai ke laut. Dampak migrasi dapat dilihat dari adanya peningkatan fasilitas kesehatan, pendidikan, mata pencaharian dan perkembangan budaya.
Sejarah Pemekaran Kabupaten Malinau (1999-2006) Datuk Divan Iqbal Viranda; Muhammad Azmi; Muhamad Sopyan
Langgong: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/langgong.v1i2.1423

Abstract

Malinau Regency was originally one of the sub-districts in Bulungan Regency, on October 12, 1999 there was a regional division where Malinau was separated from Bulungan Regency to become its own regency. The purpose of this study was to find out the background of the division and how the development of Malinau District after the division occurred from 1999 to 2006. This type of research is a historical research with a four-stage historical method which includes heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results showed that the background of the division of Malinau into a district was a decision taken by the Regional Government of Bulungan Regency which at that time was led by Regent R.A. Besing. On the grounds that the area of ​​Bulungan Regency at that time, if not divided, would experience a gap because it had a very large area at that time, it was necessary for him to split this area into 3 regencies, namely Bulungan Regency itself, Malinau Regency, and Nunukan Regency. After the division took place, it certainly had an impact on the people of Malinau, both in terms of economy, education, and health. From the economic aspect itself, it has increased from 2006 to Rp. 554.07 billion. Then in the same year, the education sector also experienced an increase which reached 113 school buildings, as well as for the health aspect it had reached 121 units of health facilities including hospitals, posyandu, and posyandu assistants in 2006
MIGRASI SUKU DAYAK UMA BAHA DARI BATU MAJANG KE LONG BELIU KABUPATEN BERAU (2000-2005) Marsi Dau Lewi; Jamil Jamil; Muhammad Azmi
Langgong: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/langgong.v1i2.1640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah migrasi Suku Dayak Uma Baha dari Batu Majang ke Long Beliu Kabupaten Berau 2000-2005 menggunakan metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa alasan terjadinya migrasi, yaitu adanya permasalahan lahan yang berujung konflik antar suku di daerah asal dan fasilitas umum yang kurang memadai. Proses migrasi terbagi dalam 5 tahap selama 1999-2005. Adapaun dampak dari migrasi tersebut dapat dilihat dalam perubahan di bidang sosial, ekonomi, Pendidikan dan Kesehatan.
SEJARAH KONSERVASI PESUT MAHAKAM DI DESA PELA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA 1970-2020 Muhammad Ma'rifat Nur; Muhammad Azmi; Sainal Abidin
Langgong: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/langgong.v1i2.1642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah awal mula konservasi pesut Mahakam di Desa Pela. Adapun fokus penelitian ini mencakup perkembangan konservasi dan Undang-Undang yang mengatur tentang perlindungan pesut Mahakam, serta konservasi In situ yang dilakukan oleh lembaga RASI dan program-program yang dilaksanakan oleh lembaga RASI. Penelitian ini menggunakan penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa awal mula konservasi pesut Mahakam berbentuk Konservasi Ek situ (di luar habitat alami) yang dilakukan oleh gelanggang ancol. Akan tetapi gagal dikarenakan pesut tidak berkembangbiak dengan baik di sana dan terbentuknya Undang-Undang yang melindungi pesut Mahakam Pada tahun 2000 terbentuk konservasi yang bersifat In Situ (di dalam habitat alami) yang dinamakan yayasan RASI bertujuan untuk melindungi pesut Mahakam dan habitatnya yang tidak terlindungi. Kendala yang dihadapi dalam konservasi ini ialah konflik ekonomi dan sosial, baik itu berasal dari masyarakat ataupun dari pemerintah daerah serta terjadi sedimentasi di sungai-sungai habitat Pesut Mahakam.