Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS DISCOVERY LEARNING PENDEKATAN PMR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SISWA SMA/MA Nur Tsabita Aulia; Karim Karim; Taufiq Hidayanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v14i1.25400

Abstract

Pemahaman konsep matematika merupakan landasan penting untuk berpikir dalam menyelesaikan permasalahan matematika maupun permasalahan sehari-hari. Namun siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika, khususnya pada materi perbandingan trigonometri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) berbasis Discovery Learning dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi perbandingan trigonometri. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas XG SMA Negeri 11 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli, angket respons siswa, serta tes pemahaman konsep berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan memiliki tingkat validitas dengan skor rata-rata sebesar 3,31 pada kategori valid, tingkat kepraktisan sebesar 82,35% dengan kategori praktis, serta tingkat keefektifan berdasarkan uji N-gain sebesar 0,83 dengan kriteria sangat efektif. Dengan demikian, E-LKPD berbasis discovery learning dengan pendekatan PMR untuk meningkatkan pemahaman konsep perbandingan trigonometri dalam kategori valid, praktis, dan efektif. Kata kunci: E-LKPD, Discovery Learning, Pendidikan Matematika Realistik, Pemahaman Konsep, Perbandingan Trigonometri. Abstract: Conceptual understanding in mathematics is an essential foundation for thinking in solving both mathematical problems and everyday problems. However, students still experience difficulties in understanding mathematical concepts, particularly in trigonometric ratio material. Therefore, this study aims to develop an Electronic Student Worksheet based on Discovery Learning with a Realistic Mathematics Education (RME) approach that is valid, practical, and effective in improving students' conceptual understanding of trigonometric ratios. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model. The trial subjects were students of class XG at SMA Negeri 11 Banjarmasin. Data collection techniques included expert validation sheets, student response questionnaires, and conceptual understanding tests in the form of pretests and posttests. The results indicate that the developed E-worksheet achieved a validity level with an average score of 3.31 in the valid category, a practicality level of 82.35% in the practical category, and an effectiveness level based on the N-gain test of 0.83 in the highly effective category. Thus, the Discovery Learning-based E-worksheet with an RME approach to improve conceptual understanding of trigonometric ratios falls into the valid, practical, and effective categories. Keywords: Electronic Student Worksheet, Discovery Learning, Realistic Mathematics Education, Conceptual Understanding, Trigonometric Ratios.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR DENGAN PENDEKATAN TARL KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD/MI Karim Karim; Sutarto Hadi; Taufiq Hidayanto; Kamaliyah Kamaliyah; Rahmita Noorbaiti; Muhammad Salim Ma’aruf; Najwa Endah Aleida; Ardi Rahmawan
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v14i1.25706

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul ajar dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) berbasis konteks lingkungan lahan basah untuk meningkatkan pemahaman konsep bilangan cacah dan bilangan pecahan siswa kelas IV SD/MI. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (define, design, develop, disseminate). Modul ajar bilangan cacah menggunakan konteks Pasar Terapung, sedangkan modul ajar bilangan pecahan menggunakan konteks wadai khas Banjar. Implementasi dilakukan di SD Negeri Basirih 6 dan SD Negeri Alalak Selatan, Banjarmasin, dengan melibatkan 20 dan 23 siswa kelas IV. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket respons guru dan siswa, serta soal pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua modul ajar memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Skor validitas modul bilangan cacah sebesar 4,65 dan modul bilangan pecahan sebesar 4,84 (kriteria valid). Uji kepraktisan memperoleh skor respons guru dan siswa untuk modul bilangan cacah sebesar 95,4% dan 97,1%, serta untuk modul bilangan pecahan sebesar 92,9% dan 98,5% (kriteria sangat praktis). Hasil uji efektivitas menunjukkan skor N-Gain modul bilangan cacah sebesar 0,50 dan modul bilangan pecahan sebesar 0,48 (kriteria efektif). Dengan demikian, modul ajar TaRL berbasis konteks lahan basah terbukti layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman matematika siswa SD/MI.Kata kunci: Modul Ajar, Pasar Terapung, Wadai Banjar, TaRL Abstract: This study aims to develop teaching modules using the Teaching at the Right Level (TaRL) approach, grounded in local wetland contexts, to improve fourth-grade students' conceptual understanding of whole numbers and fractions in elementary school (SD/MI). The study employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model (define, design, develop, and disseminate). The whole-number teaching module was developed using the Floating Market context, while the fraction teaching module was developed using the traditional Banjar wadai (cake) context. Implementation was carried out at Basirih 6 Elementary School and Alalak Selatan Elementary School in Banjarmasin, involving 20 and 23 fourth-grade students, respectively. Research instruments included validation sheets, teacher and student response questionnaires, and pretest and posttest items. The results indicate that both teaching modules met the criteria of validity, practicality, and effectiveness. The validity scores were 4.65 for the whole-number module and 4.84 for the fraction module, both of which satisfied the validity criterion. Practicality scores based on teacher and student responses were 95.4% and 97.1% for the whole-number module, and 92.9% and 98.5% for the fraction module, all meeting the highly practical criterion. Effectiveness scores based on the N-Gain index were 0.50 for the whole-number module and 0.48 for the fraction module, both of which were classified as effective. Therefore, the TaRL-based teaching modules grounded in wetland local contexts are proven suitable for improving mathematics conceptual understanding among SD/MI students. Keywords: Teaching Module, Floating Market, Wadai Banjar, TaRL
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ILL-STRUCTURED BERKONTEKS LOKAL Taufiq Hidayanto; Sutarto Hadi; Kamaliyah Kamaliyah; Martin Suhendra; Ali Ridho; M. Fadilah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i2.15040

Abstract

Salah satu tantangan yang sering muncul di dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah yang tidak terstruktur dengan jelas atau ill-structured. Berdasarkan hasil observasi maupun penelitian, masih ditemukan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang bersifat kompleks, terbuka, dan berkonteks lokal, padahal kemampuan tersebut penting untuk menghadapi berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah ill-structured berkonteks lokal. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed methods yang melibatkan 72 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat. Data dikumpulkan melalui tes penyelesaian masalah ill-structured dan wawancara. Empat subjek dipilih secara purposive untuk dianalisis secara mendalam. Prosedur penelitian meliputi penyusunan dan validasi instrumen tes, pengambilan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam merancang, menjustifikasi, dan mengevaluasi solusi secara komprehensif pada masalah ill-structured berkonteks lokal. Penelitian ini berkontribusi memberikan gambaran mengenai kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah lingkungan yang aktual serta sebagai dasar untuk mempertimbangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif.