Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The effectiveness of the Missouri Mathematics Project learning model on high school students' mathematical problem-solving skills and math anxiety levels Nadia Mei Safitri; Karim Karim; Kamaliyah Kamaliyah; Nasrudeen Ayinde Malik
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v14i1.22323

Abstract

Mathematical problem-solving skills are one of the important competencies that students must have in mathematics learning. However, in reality, these skills are still relatively low, while math anxiety often arises and has the potential to hinder the learning process of students. Therefore, a learning model is needed that can improve mathematical problem-solving skills while paying attention to the affective aspects of students. This study aims to analyze the effectiveness of the Missouri Mathematics Project (MMP) learning model on high school students' mathematical problem-solving skills and levels of math anxiety. This study uses a pretest-posttest control group design. The research subjects were 10th grade students at State High School 1 Banjarmasin in the 2025/2026 academic year. The research instruments were a mathematical problem-solving ability test and a math anxiety questionnaire. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed that the mathematical problem-solving abilities of students taught using the MMP model were better than those of students taught using the conventional learning model. Meanwhile, the level of math anxiety among students in the MMP class was not significantly different from that in the conventional class. Thus, the MMP learning model is effective in improving students' mathematical problem-solving abilities, but has not yet shown its effectiveness in reducing students' math anxiety. This study contributes to mathematics education by providing empirical evidence that the Missouri Mathematics Project learning model can be used as an alternative instructional strategy to strengthen students' mathematical problem-solving skills, although additional approaches are still needed to address students' math anxiety.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS ETNOMATEMATIKA BUDAYA BANJAR PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS KELAS VIII SMP/MTS Helda Rahmawati; Karim Karim; Taufiq Hidayanto
JURMADIKTA Vol. 2 No. 3 (2022): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v2i3.1374

Abstract

Budaya Banjar merupakan salah satu budaya yang mendominasi di Kalimantan Selatan yang perlu diperkenalkan untuk menumbuhkan sikap menghargai dan menjunjung tinggi arti kebudayaan kepada peserta didik. Pengembangan LKPD berbasis kebudayaan Banjar merupakan salah satu sarana untuk membantu dan mempermudah peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sekaligus dapat memperkenalkan serta menumbuhkan sikap menghargai dan menjunjung tinggi arti budaya Banjar itu sendiri. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis etnomatematika budaya Banjar pada materi teorema Pythagoras kelas VIII SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (research and development) model Plomp. Model Plomp yang digunakan terdiri dari empat fase yaitu diantaranya fase investigasi awal, fase perancangan, fase realisasi/konstruksi, fase tes, evaluasi, dan revisi. Pada fase tes, evaluasi, dan revisi dilakukan uji validitas oleh tiga validator ahli dan uji kepraktisan oleh peserta didik. Hasil uji validitas terhadap perangkat pembelajaran berupa LKPD yang dikembangkan menunjukkan LKPD mencapai kriteria sangat valid dan hasil uji kepraktisan menunjukkan LKPD mencapai kriteria praktis. Sehingga, dihasilkan perangkat pembelajaran berupa LKPD berbasis etnomatematika budaya Banjar materi teorema Pythagoras SMP/MTs kelas VIII yang valid dan praktis.
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA MODEL PISA LEVEL 4 BERBASIS ETNOMATEMATIKA BUDAYA BANJAR UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP Nuryenisa Nuryenisa; Karim Karim; Rahmita Noorbaiti
JURMADIKTA Vol. 2 No. 2 (2022): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v2i2.1376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal matematika model PISA level 4 berbasis etnomatematika budaya Banjar untuk mendukung pembelajaran matematika siswa SMP yang valid dan praktis. Metode penelitian ini menggunakan metode development research tipe formative evaluation Tessmer (1993). Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap preliminary dan tahap formative evaluation. Sumber data yang diperoleh adalah dari lembar validasi dan lembar angket siswa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa soal matematika yang dikembangkan adalah valid dan praktis. Tingkat kevalidan soal sebesar 3,69 termasuk kategori valid dan kepraktisan soal dengan skor 3,37 yang termasuk kategori praktis.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL Irma Ningsih; Karim Karim; Indah Budiarti
JURMADIKTA Vol. 2 No. 3 (2022): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v2i3.1378

Abstract

Kurangnya ketersediaan modul yang didesain khusus untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi menyebabkan rendahnya kemampuan Higher Order Thinking Skill (HOTS) peserta didik. Oleh karena itu diperlukan modul yang dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul yang berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) konteks lingkungan lahan basah pada materi aritmatika sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Development dan Disseminate). Subjek uji coba penelitian adalah peserta didik kelas VII MTs Siti Mariam Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen validasi, angket respon peserta didik, dan tes. Validasi dilakukan oleh 3 validator. Uji coba dilakukan kepada 27 peserta didik. Berdasarkan lembar validasi yang diisi validator, dapat disimpulkan e-modul valid karena diperoleh skor rata-rata yaitu 3,31. Berdasarkan angket yang diisi guru dan peserta didik, dapat disimpulkan e-modul praktis karena diperoleh skor kepraktisan dari angket guru yaitu 92,31% dan skor kepraktisan dari angket peserta didik yaitu 82,57%. Berdasarkan uji coba, e-modul dikatakan efektif, karena berdasarkan 3 kali tes formatif, persentase hasil belajar peserta didik lebih dari 80%, yaitu 81,48%, 88,88% dan 88,88%. Berdasarkan hasil yang telah diuraikan, maka dengan demikian kriteria kevalidan dan keefektifan e-modul berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) konteks lingkungan lahan basah pada materi aritmatika telah terpenuhi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT INTERAKTIF BERBASIS ETNOMATEMATIKA BUDAYA BANJAR PADA MATERI SEGIEMPAT UNTUK SISWA SMP/MTS Merry Rosa Derenya Fandinata; Karim Karim; Asdini Sari
JURMADIKTA Vol. 3 No. 2 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i2.1442

Abstract

Matematika adalah salah satu ilmu dasar yang memegang kontribusi bermakna atas kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan bagi seluruh tingkat pendidikan namun, matematika dianggap sulit dipahami dan membosankan serta metode pembelajaran yang dipakai kurang bervariasi dan bahan ajar yang kurang lengkap dan menarik. Salah satu solusi agar menanggulangi permasalahan tersebut adalah melalui pengembangan media pembelajaran powerpoint interaktif berbasis etnomatematika budaya Banjar. Penelitian ini memiliki tujuan agar menghasilkan media pembelajaran powerpoint interaktif berbasis etnomatematika budaya Banjar pada materi segiempat untuk siswa SMP/MTs yang valid dan praktis. Research and Development (R&D) adalah metode yang dipakai pada penelitian ini dengan model yang digunakan adalah model 4D yang dibatasi yaitu pendefinisian (Define), perancangan (Design), dan pengembangan (Develop). Pada tahap pengembangan (Develop) dilakukan uji validitas dan uji kepraktisan. Uji validasi dilakukan oleh tiga orang ahli yaitu satu ahli media dan dua ahli materi. Data yang didapat kemudian dianalsis secara kualitatif menurut kritik dan saran validator, dan secara kuantitatif yaitu skor yang diperoleh atas lembar validasi yang diisi oleh validator dan hasil lembar respon siswa. Hasil uji validitas terhadap media pembelajaran powerpoint interaktif yang dikembangkan dihasilkan skor rata-rata seluruh aspek sebesar 3,70 berada pada kriteria valid dan hasil uji kepraktisan terhadap media pembelajaran powerpoint interaktif yang dikembangkan diperoleh sebesar 89,2 % yaitu ada pada kriteria sangat praktis.
PENGEMBANGAN E-MODUL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK MELATIHKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA Khairun Nida; Karim Karim; Juhairiah Juhairiah
JURMADIKTA Vol. 2 No. 3 (2022): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v2i3.1449

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui proses pengembangan e-modul materi sistem persamaan linear dua variabel dengan konteks lingkungan lahan basah (2) mengetahui efektivitas e-modul materi sistem persamaan linear dua variabel dengan konteks lingkungan lahan basah dalam melatih pemahaman siswa. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D) berdasarkan model dari ADDIE. Tahap yang dilakukan yaitu tahap analisis (analysis), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (depelopment), tahap implentasi (implementation), dan tahap evaluasi (evaluation). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket siswa dan guru, dokumentasi, wawancara, lembar validasi, serta tes. Validasi dilakukan oleh 3 orang validator. Uji kepraktisan dilakukan kepada 12 siswa dan uji keefektivan dilakukan kepada 28 siswa. Berdasarkan angket yang diisi validator, dapat disimpulkan e-modul sangat valid karena diperoleh skor rata-rata yaitu 86,39%. Berdasarkan uji coba, e-modul dikatakan efektif, karena siswa yang memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan KKM mencapai 80%, serta respon siswa terhadap e-modul adalah sangat baik dengan skor 85,93%. Berdasarkan hal yang telah diuraikan, maka dengan demikian kriteria kevalidan dan keefektifan e-modul sistem persamaan linear dua variabel dengan konteks lingkungan lahan basah ini dapat dikatakan tercapai.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP/MTS Berkatullah Amin; Karim Karim; Asdini Sari
JURMADIKTA Vol. 3 No. 1 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i1.1589

Abstract

Penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat saat kegiatan belajar mengajar dapat menimbulkan kebosanan, pembelajaran yang monoton dan kurang dipahami oleh siswa, sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar. Hal tersebut dapat menimbulkan banyak ketidakpahaman pada siswa dan berdampak pada hasil belajar siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan variasi dalam kegiatan belajar mengajar, salah satunya melalui model pembelajaran Project based learning (PjBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses implementasi model pembelajaran PjBL pada pembelajaran matematika pada pokok bahasan statistika. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan dari kelas VIII D di SMPN 15 Banjarmasin. Objek pada penelitian ini adalah proses pembelajaran matematika dan hasil belajar siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran PjBL. Teknik pengambilan data yang dilakukan yaitu melalui observasi keterlaksanaan RPP, observasi aktivitas siswa, tes hasil belajar siswa dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan persentase untuk keterlaksanaan RPP dan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan bahwa implementasi model pembelajaran PjBL dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan statistika berada pada kriteria baik dengan persentase 79,29% dan hasil belajar siswa berada pada kategori baik dengan nilai akhir 69,26.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL KONTEKS LAHAN BASAH MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BANGUN RUANG Riska Normadaniah; Karim Karim; Indah Budiarti
JURMADIKTA Vol. 3 No. 2 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i2.1712

Abstract

Keterbatasan interaksi guru dan siswa akibat pandemic covid-19, membuat proses pembelajaran kurang maksimal. Materi yang dianggap sulit yaitu bangun ruang sisi datar karena memiliki cakupan materi yang banyak dan bersifat abstrak. Saat melakukan pembelajaran jarak jauh siswa juga terbatas dalam memahami konsep pembelajaran karena adanya kendala jaringan internet di daerah tempat tinggal siswa. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang bisa digunakan siswa secara offline yang mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar digital berbasis android dengan konteks lingkungan lahan basah pada materi luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar. Pada penelitian ini akan dilakukan uji validitas oleh tiga orang validator. Metode penelitian yang digunakan ialah pengembangan Research and development (R&D) dengan model 4D, namun hanya dibatasi sampai tiga tahap yaitu Define, Design, Develop. Pada penelitian ini akan dilakukan uji validitas oleh tiga validator. Dari hasil validasi materi, untuk tingkat kelayakan materi dari aspek konteks/isi dengan nilai validitas 85,4%, kelayakan bahasa dengan nilai validitas 93,75%. Pada aspek kelayakan penyajian dengan nilai validitas 87,5%. Sehingga dari hasil penelitian ahli materi terhadap bahan ajar masuk dalam kriteria Sangat Layak dengan nilai validasi total 87,5%. Data hasil validasi media diperoleh total 77,2% dengan kriteria Layak. Dengan demikian, diperoleh bahan ajar digital berbasis android dengan konteks lingkungan lahan basah pada materi luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar yang layak digunakan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH SISWA KELAS VIII SMP/MTS Puput Indra Wati; Karim Karim; Rahmita Noorbaiti
JURMADIKTA Vol. 3 No. 3 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i3.1766

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah (KPM) adalah kemampuan yang sangat penting dimiliki siswa, hal ini disebabkan KPM dapat diterapkan pada berbagai bidang dalam kehidupan nyata. Namun, pada kenyataanya siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan mata pelajaran matematika. Oleh karena itu, pada pelaksanaan pembelajaran perlu didukung dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat melatih KPM. Terdapat model pembelajaran yang dapat menjadi alternatif yaitu Problem Based Learning (PBL). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh model pembelajaran PBL dengan konteks lingkungan lahan basah terhadap KPM matematika siswa. Metode yang digunakan yaitu Quasi eksperiment, Populasi yang ditetapkan yaitu semua siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Banjarmasin. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, sebagai akibatnya diperoleh kelas VIII E sesi 1 menjadi kelas kontrol dan VIII E sesi dua menjadi kelas eksperimen. Teknik yang dipakai untuk mengumpulkan data yaitu dokumentasi dan tes KPM matematika dengan data yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dengan konteks lingkungan lahan basah berpengaruh positif terhadap KPM matematika siswa.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MELATIH SIKAP BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SD/MI Annisa Latifa; Karim Karim; Asdini Sari
JURMADIKTA Vol. 4 No. 3 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i3.2015

Abstract

Sikap berpikir kritis merupakan syarat awal memperoleh kemampuan berpikir kritis. Belum terlatihnya sikap berpikir kritis siswa mendasari bahwa perlu adanya peran guru serta perangkat ajar yang dapat memfasilitasi siswa untuk melatih sikap tersebut. Salah satunya adalah modul ajar berbasis etnomatematika. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan modul ajar berbasis etnomatematika yang valid, praktis, dan efektif. Adapun jenis penelitian yang digunakan ialah Research and Development (R&D) dengan model 4D yang terbatas hingga tahap ketiga, yaitu tahap develop. Kevalidan modul ajar dinilai oleh tiga orang validator dengan persentase sebesar 90,30% atau berada pada kriteria sangat valid. Kepraktisan modul ajar ditinjau dari hasil respon siswa dengan persentase 75,60% atau berada pada kriteria praktis, hasil respon guru dengan persentase 85,71% atau berada pada kriteria sangat praktis, dan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan persentase 84,93% atau berada pada kriteria baik. Sedangkan keefektifan modul ajar ditinjau dari hasil asesmen formatif dengan persentase ketuntasan sebesar 92% atau berada pada kriteria sangat efektif, hasil observasi sikap berpikir kritis siswa yang pada setiap pertemuannya mengalami peningkatan dengan persentase 70,93% atau berada pada kriteria kritis, dan hasil angket sikap berpikir kritis siswa dengan persentase 74,71% atau berada pada kriteria “kritis”. Dengan demikian, modul ajar berbasis etnomatematika untuk kelas IV SD/MI layak digunakan untuk melatih sikap berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika karena telah mencapai kriteria valid, praktis, dan efektif.