Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Uji Aktivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Sangitan (Sambucus Javanica Reinw.EX Blume) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Manda Sari; D. Elysa Putri Mambang
Journal of Health and Medical Science Volume 3 Nomor 4 Oktober 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i1.506

Abstract

Daun Sangitan (Sambucus javanica Reinw. Ex Blume ) adalah jenis tanaman herbal dalam keluarga viburnaceae asli Asia merupakan tanaman subtropis dan tropis yang diketahui memilki antioksidan yang tinggi. Daun Sangitan mempunyai manfaat bagi kesehatan seperti pengobatan untuk sakit ginjal, untuk pengobatan beri-beri, untuk mengobati keram, nyeri tulang, memar, kulit terbakar, reumatik, pegal linu, dan lain-lain.Tujuan penelitian ini dalah, Untuk mengetahui apakah Ekstrak Etanol Daun Sangitan(Sambucus javanica reinw.Ex Blume) memiliki aktivitas sebagai antipiretikpada tikus putih jantan (Rattus Novergicus). Untuk mengetahui berapakah dosis Ekstrak Etanol Daun Sangitan(Sambucus Javanicayang diberikan pada hewan tikus putih jantan (Rattus Novergicus) sehingga berkhasiat sebagai antipiretik, Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dari setiap perlakuan Ekstrak Etanol Daun Sangitan (Sambucus javanica) dilihat dari segi statistik.Metode Penelitian ini meliputi identifikasi tanaman, pengumpulan bahan, skrining fitokimia, karakterisasi simplisia,pembuatan ekstrak Daun Sangitan (Sambucus Javanica),dan Tikus sebanyak 25 ekor dipuasakan dahulu kemudian ditimbang berat badan masing–masing tikus dan diukur suhu awal tubuh tikus melalui rektal tikus, dipuasakan 18 jam sebelum pengujian, tetapi air tetap diberikan. Diukur suhu awal tikus melalui rektal dengan selang waktu 5 menit sebanyak 3 kali. Setelah itu tikus diberikan penginduksi vaksin DPT HB secara intramuscular pada otot paha tikus dengan volume 0,4 ml. pada tikus diberikan Paracetamol (obat antipiretik) sebagai kontrol positif, suspensi CMC sebagai kontrol negatif, ekstrak daun sangitan dengan berbagai dosis yaitu 100 mg/kg BB ; 200 mg/kg BB ; 300 mg/kg. Hasil uji One Way ANOVA pada menit 30 sampai 180 nilai signifikansi p<0,05 menunjukkan ada perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil uji Duncan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan anatara parasetamol dengan dosis 200 mg/kgBB. Hasil dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sangitan mempunyai aktivitas sebagai antipiretik jadi kesimpulannya adalah senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun sangitan mengandung golongan senyawa kimia yaitu flavonoid dan berefek menurunkan suhu demam,ekstrak etanol daun sangitan memiliki efek antipiretik terhadap tikus putih jantan ,ektrak etanol daun sangitan yang paling memberikan efek antipiretik pada dosis 200 mg/kg BB.
Uji Efek Analgetik Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus (L) G. Don) Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Dengan Metode Writhing Test Latifah Ainun Hasibuan, D. Elysa Putri Mambang
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analgetik merupakan senyawa yang dalam dosis terapeutik meringankan atau menekan rasa nyeri, tanpa memiliki kerja anestesi umum.Penelitian ini meliputi karakterisasi simplisia, skrining fitokimia dan uji aktivitas analgetik. Aktivitas analgetik ekstrak etanol daun tapak dara (Cathranthus roseus (L) G. Don) pada mencit dilakukan dengan menggunakan metode Writhing test menggunakan asam asetat 0,5% secara intraperitoneal pada daerah bawah perut mencit putih. Kelompok cmc 0,5% , kelompok metampiron 2%, ekstrak etanol daun tapak dara yang diberikan secara oral dengan dosis 150 mg/kgBB,200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB. Kemudian dihitung jumlah geliat dengan waktu selama 1 jam. Data persentasi daya analgetik dianalisis dengan metode ANOVA (Analysis of Variance) menggunakan uji Tukey. Hasil dari karakterisasi serbuk simplisia daun tapak dara diperoleh kadar air 7%, kadar sari larut dalam air 29%, kadar sari larut dalam etanol 22%, kadar abu total 3,67% dan kadar abu tidak larut asam 0,67%. Hasil persentase daya analgetik pada metampiron 2% pada menit ke 20 mencapai 55,6%, suspensi ekstrak etanol daun tapak dara dosis 150 mg/kgBB memberikan efek menit ke 50 dengan persen daya analgetik 52,3%, suspensi ekstrak etanol daun tapak dara dosis 200mg/kgBB memberikan efek menit ke 35 dengan persen daya analgetik 50%, suspensi ekstrak etanol daun tapak dara dosis 300mg/kgBB memberikan efek menit ke 35 mencapai 55,8%. Maka dosis 300 mg/kgBB memiliki efek analgetik karena rata-rata persentase daya analgetik mendekati persentase daya analgetik suspensi metampiron 2%.