Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Aktivitas Bakteri Keratinolitik Sebagai Penghasil Biosurfaktan Rahayu, Yayuk Putri; Prasetyo, Healthy Aldriany
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i2.12533

Abstract

ABSTRAKBiosurfaktan banyak dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi dan dapat diaplikasikan dalam berbagai industri seperti farmasi, obat-obatan, biomedis, kosmetik, oleokimia, produksi asam lemak dan turunannya, deterjen, penyamakan kulit, petrokimia dan minyak bumi. Penggunaan surfaktan dalam berbagai industri dapat menyebabkan masalah dalam penggunaannya karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai (non biodegradable). Berdasarkan hal tersebut perlu mencari sumber surfaktan yang aman bagi lingkungan seperti biosurfaktan yang berasal dari mikroorganisme, salah satunya bakteri keratinolitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari sumber penghasil biosurfaktan dari isolat bakteri keratinolitik menggunakan teknik metode oil displacement dan emulsifikasi. Teknik pengujian aktivitas biosurfaktan dengan metode oil displacement dilakukan untuk mengukur zona perpindahan minyak untuk mendapatkan nilai oil displacement area (ODA), dan metode emulsifikasi dilakukan untuk menentukan nilai indeks emulsifikasi (IE24). Dari hasil pengujian biosurfaktan pada masing-masing isolat bakteri keratinolitik diperoleh nilai ODA sebesar 38.0 dan 15.0 mm dan EI24 sebesar 20 dan 15% untuk masing-masing isolat bakteri. Aktivitas biosurfaktan yang diperolah pada pengujian oil displacement seiring dengan hasil yang diperoleh pada pengujian emulsifikasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bakteri keratinolitik mampu menghasilkan biosurfaktan meskipun nilainya kecil.Kata Kunci: bakteri keratinolitik, biosurfaktan, indeks emulsifikasi, oil displacement.
EDUKASI DAN SOSIALISASI MENCUCI TANGAN DENGAN SABUN UNTUK MENCEGAH VIRUS COVID-19 KEPADA SISWA DI SEKOLAH MIS ASTOFFAINA DESA SIDOMULYO KECAMATAN BIRU-BIRU Yayuk Putri Rahayu; Minda Sari Lubis; D. Elysa Putri Mambang
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v6i1.1365

Abstract

Berdasarkan deklarasi World Health Organization (WHO) tentang pandemi global COVID-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia, maka salah satu gerakan pencegahan penularan COVID-19 adalah dengan memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun. Untuk mencegah penularan dan penyebaran virus COVID-19, maka perguruan tinggi berperan serta dal am melaksanakan pengabdian kepada masyarakat tentang pentingnya edukasi dan sosialisasi mencuci tangan menggunakan sabun, dan keterampilan mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO kepada siswa di sekolah Yayasan Pendidikan Ar-Ridha, MIS Astoffaina, Desa Sidomulyo Kecamatan Biru-biru. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan tahapan: (1) Tahapan survey, kerjasama dengan mitra, dan menentukan tema kegiatan; (2) Tahapan persiapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM); (3) Tahapan sosialisasi (penyampaian materi) dengan metode ceramah edukasi tentang pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun; dan (4) Pelatihan keterampilan cara mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO. Setelah siswa mengikuti kegiatan PKM, pengetahuan siswa tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun meningkat menjadi 64-76%, dan keterampilan siswa tentang cara mencuci tangan sesuai standar WHO meningkat menjadi 60-72%, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO.
Caffeine Levels from Various Types of Coffee Drink Packaging Circulated in the Medan City Market Were Examined Using a UV Spectrophotometry Method Gabena Indrayani Dalimunthe; Adli Nuzula Rahmah; Zulmai Rani; Yayuk Putri Rahayu
Indonesian Journal of Chemical Science and Technology (IJCST) Vol 5, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ijcst.v5i2.37465

Abstract

Coffee drinks are drinks that come from the processing and extraction of coffee beans. One of which is caffeine. Coffee contains approximately 24 of the most important substances. The purpose of this study was to determine the level of caffeine in coffee drinks from various types of packaging. The research stages include sample collection and preparation; identification of caffeine content; and examination of caffeine levels using UV spectrophotometry. The results showed that the three samples of coffee drinks sold at the minimarket in Jermal, Medan contained caffeine, and the levels of caffeine in coffee drinks were 26,352±0,292 mg/100mL (Sample A), 15,179±0,286 mg/100mL (Sample B), and 7,965±0,98 mg/100mL (Sample C). The caffeine content obtained meets the requirements of SNI, where the maximum amount of caffeine that can be consumed by the public in a day based on SNI is 50 mg–150 mg.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Nelsa Fahira; Yayuk Putri Rahayu; Haris Munandar Nasution; M Pandapotan Nasution
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v5i1.327

Abstract

Streptococcus mutans is one of the bacteria that plays an important role in the formation of dental caries. One of the plants known to have antibacterial compounds are matoa leaves (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) family Sapindaceae. The objective of this research was to determine the antibacterial activity of matoa leaves ethanolic extract nanoparticles is better than matoa leaves ethanolic extract against S. mutans bacteria. The research method was carried out experimentally. Free variables, namely the concentration of matoa leaf ethanol extract (KEDM 25% ; KEDM 50%; and KEDM 75%) and the concentration of nanoparticles of matoa leaf ethanol extract (KNDM 2.5%; KNDM 5%; and KNDM 7.5%). Bound variables are antibacterial activity of ethanol extract and nanoparticles of matoa leaf ethanol extract against S. mutans bacteria. The nanoparticle size of the extract was characterized using a Particle Size Analyzer (PSA). Test of antibacterial activity of ethanol extract and matoa leaf ethanol extract nanoparticles against S. mutans using the diffusion method to Kirby Bauer. The result of the extract nanoparticle size characterization was 324.97 nm. Zone of Inhibition (ZOI) values of antibacterial ethanol extract of matoa leaves against S. mutans were 12.00 mm (KEDM 25%), 12.50 mm (KEDM 50%), and 12.60 mm (KEDM 75%). The antibacterial ZOI values of matoa leaf ethanol extract nanoparticles against S. mutans were 8.00 mm (KNDM 2.5%), 9.06 mm (KNDM 5%), and 10.10 mm (KNDM 7.5%). The conclusion is that ethanol extract of matoa leaves can be used as extract nanoparticles, where the extract nanoparticle concentration of 7.5% already has the ability of antibacterial activity that is close to the concentration of 25% ethanol extract, so that it can be said that the extract nanoparticle preparation can reduce the dose of a drug even though it is in the resistant category compared to Amoxicillin 25 g with the susceptible category.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Huzeila Nisa Siregar; Yayuk Putri Rahayu; Haris Munandar Nasution; M Pandapotan Nasution
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v5i1.329

Abstract

Escherichia coli was one of the bacteria that causes diarrhea. Matoa leaves (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) ) is a plant from the Sapindaceae family and is known to have antibacterial compounds. This study aims to make ethanol extract of matoa leaves into extract nanoparticles and to determine the antibacterial activity of ethanol extract nanoparticles better than ethanol extract of matoa leaves against E. coli bacteria. This research was conducted experimentally with free variables, namely the concentration of matoa leaf ethanol extract (KEDM 25%; KEDM 50%; and KEDM 75%), and the nanoparticle concentration of matoa leaf ethanol extract (KNDM 2.5%; KNDM 5%; and KNDM 7.5%). The bound variable was the antibacterial activity of ethanol extract and nanoparticles of ethanol extract of matoa leaves against E. coli bacteria. Nanoparticle manufacturing uses the ionic glassing method with chitosan 0.1% and Na-TPP 0.1% (1:1). The nanoparticle size characterization of the extract used a Particle Size Analyzer (PSA). Antibacterial activity test using the diffusion method of Kirby Bauer's agar. The result of the characterization of the extract nanoparticles obtained a size of 324.97 nm. The value of the antibacterial Zone Of Inhibition (ZOI) of matoa leaf ethanol extract was 13.9 mm (KEDM 25%); 14.6 mm (KEDM 50%); and 18 mm (KEDM 75%). The antibacterial ZOI value of the ethanol extract nanoparticles was 6.6 mm (KNDM 2.5%); 7.2 mm (KNDM 5%); and 7.7 mm (KNDM 7.5%). The conclusion of this research was that matoa leaf ethanol extract can be used as an extract nanoparticle, where with a concentration of 2.5% extract nanoparticles already has antibacterial activity capability which is equivalent to half the dose of 25% ethanol extract concentration of matoa leaves, so it can be said that the extract nanoparticle preparation can reduce the dose of a drug by up to half the dose, even though it is in the resistant category compared to Tetracycline 30 μg.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI SEDIAAN PASTA GIGI GEL EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) TERHADAP Streptococcus mutans Hendri Gunawan; Yayuk Putri Rahayu
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 1 (2021): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.4 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i1.817

Abstract

Bakteri Streptococcus mutans merupakan bakteri kariogenik yang banyak ditemukan dalam rongga mulut manusia sebagai penyebab penyakit karies pada gigi. Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) adalah salah satu tanaman yang diketahui memiliki senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan pasta gigi gel ekstrak daun salam dalam berbagai konsentrasi, dan untuk mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap S. mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan variabel bebas konsentrasi ekstrak daun salam yaitu F1 (2,5%), F2 (5%), dan F3 (7,5%) dan variabel terikat yaitu uji aktivitas antibakteri formulasi sediaan pasta gigi gel ekstrak daun salam terhadap bakteri S. mutans. Pengujian mutu fisikokimia sediaan pasta gigi gel ekstrak daun salam meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji tinggi busa. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi sediaan pasta gigi gel ekstrak daun salam pada semua konsentrasi F1 (2,5%), F2 (5%), dan F3 (7,5%) memiliki mutu karakteristik yang sesuai dengan syarat sediaan pasta gigi gel yaitu memiliki bentuk semi padat, warna coklat tua, aroma khas daun salam, homogen, pH yang sesuai, daya sebar yang memenuhi syarat mutu, dan tinggi busa yang disukai. Sediaan pasta gigi gel ekstrak daun salam pada semua formulasi memiliki aktivitas atibakteri terhadap bakteri S. mutans dengan nilai daya hambat sebesar 12,6 mm (F1=2,5%); 14,3 mm (F2=5%); dan 16,1 mm (F3=7,5%). Semakin besar konsentrasi ekstrak maka daya hambat yang diperoleh semakin besar. Daya hambat terbesar diperoleh pada sediaan pasta gigi gel F3 dengan konsentrasi ekstrak 7,5%. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa ekstrak daun salam dapat diformulasikan menjadi sediaan pasta gigi gel dan memenuhi syarat mutu fisikokimia pasta gigi gel, serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. mutans.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PRODUK TOPIKAL ANTI JERAWAT TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) SECARA IN VIVO Ika Fitriani; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti; Yayuk Putri Rahayu
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.094 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1375

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus epidermidis. Bakteri ini secara alami terdapat di dalam folikel dan berkontribusi terhadap perkembangan jerawat. Jerawat memiliki berbagai jenis seperti komedo, papula, pustula, nodul dan kista disertai dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Adapun cara penangan jerawat yang efektif yaitu dengan produk topikal. Produk topikal merupakan sediaan yang penerapannya pada kulit dengan tujuan menghasilkan efek lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas produk topikal anti jerawat dengan merek Vitacid® dalam bentuk sediaan gel dan krim terhadap tikus putih jantan (Rattus novergicus). Penelitian ini menggunakan metode experimental dengan variabel bebas menggunakan produk topikal antijerawat dalam bentuk sediaan gel dan krim yang mengandung bahan aktif tretinoin 0,05% dan variabel terikat yaitu perbedaan skor tingkat derajat keparahan jerawat yang diterapi produk topikal anti jerawat. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0,7,14 dan 21. Pengolahan data menggunakan penilaian skor tingkat keparahan jerawat secara visual dan pengolahan data statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan produk topikal anti jerawat Vitacid® dalam bentuk sediaan gel memiliki penurunan nilai derajat keparahan jerawat lebih baik dari sediaan krim secara visual. Hasil pengujian analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok produk topikal anti jerawat Vitacid® menggunakan uji One-Way ANOVA dengan nilai p=0,005 (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji Post-Hoc Bonferroni dengan nilai p=0,015 (p<0,05). Berdasarkan penelitian ini dapat dibuat kesimpulan bahwa produk topikal anti jerawat Vitacid® dengan bahan aktif tretinoin 0,05% dalam bentuk sediaan gel dan sediaan krim memiliki perbedaan efektivitas, dimana sediaan gel memiliki efektivitas lebih baik dibandingkan sediaan krim dalam pengobatan jerawat.
UJI KADAR PROTEIN PADA OPTIMASI PEMBUATAN TEPUNG MOCAF DARI UBI KAYU DENGAN FERMENTASI LACTOBACILLUS CASEI Merani Phaustina Lumban Gaol; Anny Sartika Daulay; Ridwanto; Yayuk Putri Rahayu
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.007 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1884

Abstract

Tepung mocaf merupakan tepung yang dibuat dari ubi kayu. Prinsip pembuatannya ialah dengan memodifikasi ubi kayu dengan cara fermentasi. Kandungan protein pada ubi kayu yaitu 1%. Oleh sebab itu, perlu dilakukan perbaikan sifat fisik dan kimianya dengan melakukan modifikasi tepung ubi kayu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh optimasi fermentasi ubi kayu terhadap organoleptis dan kadar protein tepung mocaf. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Penelitian ini meliputi pengumpulan dan pengolahan ubi kayu varietas roti dan kuning, pembuatan tepung mocaf dengan fermentasi Lactobacillus casei dan karakteristik tepung mocaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji organoleptis pada tepung mocaf memenuhi syarat SNI 7622:2011 yaitu warna putih, bau normal, rasa tawar dan tekstur yang halus. Diperoleh kadar protein tepung ubi kayu varietas roti dan kuning adalah 1,06% dan 1,36%. Tepung mocaf varietas roti dan kuning pada fermentasi 48 jam adalah 1,69% dan 1,12%. Kadar protein tepung mocaf varietas roti dan kuning pada fermentasi 72 jam adalah 2,05% dan 1,17%. Maka diperoleh kadar air pada tepung mocaf varietas roti dan kuning adalah 6,40% dan 6,08%. Serta kadar abu pada tepung mocaf varietas roti dan kuning adalah 0,71% dan 1,03%. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ubi kayu varietas roti fermentasi 72 jam merupakan hasil yang terbaik.
UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BAMBU (Dendrocalamus Asper (Schult.F.) Backer) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Novriani Putri Santia; D Elysa Putri Mambang; Minda Sari Lubis; Yayuk Putri Rahayu
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.923 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1893

Abstract

Kanker adalah pertumbuhan sel yang ganas dan abnormal sehingga dapat merusak jaringan tubuh yang dapat menyebabkan melemahnya kondisi tubuh dan juga mengakibtkan kematian. Indonesia memiliki beragam tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Daun bambu (Dendrocalamus asper (Schult.f.) Backer) merupakan salah satu yang dapat dimanfaatkan yang memiliki metabolit sekunder, salah satunya flavonoid. Metode BSLT digunakan dalam ini agar mengetahui sitotoksisitas ekstrak etanol daun bambu sehingga dapat dilakukan penentuan nilai LC50 Uji yang dilakukan diantaranya skrining fitokimia dan uji sitotoksisitas ekstrak daun bambu menggunakan metode BSLT. Metode BSLT dilakukan dengan cara melihat jumlah larva yang mati akibat pengaruh ekstrak dengan melihat hasil nilai LC50, konsentrasinya 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, dan 1000µg/mL. Hasil yang didapatkan dari uji skrining metabolit sekunder diketahui mengandung tanin, steroid, flavonoid, saponin dan alkaloid pada ektrak etanol daun bambu. Nilai LC50 sebesar 364.5860 µg/mL diperoleh dari uji sitotoksisitas yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bamboo berpotensi sebagai antikanker namun bersifat toksik.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (POMETIA PINNATA J.R. FORST & G. FORST) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI SALMONELLA THYPI Syarifah Elena Gultom; D. Elysa Putri Mambang; Haris Munandar Nasution; Yayuk Putri Rahayu
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains (INPRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.1062

Abstract

Matoa memiliki sejarah panjang dalam penggunaan obat tradisional (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst). Antioksidan termasuk vitamin C dan E, serta flavonoid, tanin, dan saponin dapat ditemukan dalam jumlah yang melimpah pada buah matoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antibakteri dari ekstrak etanol serbuk simplisia daun matoa dan metabolit sekundernya terhadap Salmonella thypi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst). Pengujian dilakukan pada ekstrak 50%, 30%, dan 30%. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun matoa ditentukan dari kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Pelarut etanol digunakan untuk menguapkan ekstrak kental yang diperoleh dari hasil maserasi daun matoa. Ekstrak daun matoa diencerkan dengan DMSO 30%, 40%, dan 50%. Pengenceran tersebut akan menentukan seberapa baik ketahanan Salmonella typhi terhadap antibiotik. Metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan steroid dianalisis pada ekstrak etanol daun matoa dan simplisia. Salmonella thypi dihambat dengan rata-rata 12,6 mm pada konsentrasi 30% (Interpretasi menengah), 13,8 mm pada konsentrasi 40%, dan 15,3 mm pada konsentrasi 50% dengan menggunakan ekstrak etanol daun matoa. Aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun matoa ditunjukkan dengan zona hambat dengan diameter rata-rata daerah hambat yang sesuai dengan interpretasi Intermediate (I). 
Co-Authors Adelia Ramadani Adelia Ramadani Adli Nuzula Rahmah Alfi Wahyudi Nasution Amaliana, Amaliana Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika. D Ayu , Tri Indah Pagar Barutu, Liza Anisa Shevia Cindy Widya Rosa Br Simarmata D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Delvi Amira Hutagaol Dena, Mutia Diana Sopha Dikki Miswanda Elma Natasya Fatikasari, Cilki Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Gabena Indrayani Dalimunthe Gultom, Syarifah Elena Habibie, Dian Halim, Rahman Harahap, Azmi Kurniawan Harahap, Siti Salimah Haris Munandar Nasution Hendri Gunawan Hutagaol, Delvi Amira Huzeila Nisa Siregar Ika Fitriani Ika Yeni Siahaan Khofifah , Nur Lailatulqodri, Najwa Lastri Afni Leni Safriani Linda, Rosa Lisda Mayanti Lubis, Minda Sari Lubis, Nadya Frestika Lulu Ilma Khoirun Nissa M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution Merani Phaustina Lumban Gaol Muhammad Amin Nasution Muhammad Arif Muhammad Hizbullah Muhammad Pandapotan Nasution Munaziatul Jannah Nadia Salsabilla Nanda Nadia Nasution , Muhammad Amin Nasution, M. Pandapotan Nelsa Fahira Nofa Lismandaria Nomi Noviani Novi Yuliandari Novika Utami Novriani Putri Santia Nurul Hasanah Oca Putri Nazuhra Oktavia, Sri Rahayu Prasetyo , Healthy Aldriany Rafita Yuniari Rafita Yuniart Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Ridwanto Ridwanto Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga Rossa, Aliffa Safira , Liyuza Selfiani Selfiani Sepriani, Ananda Shilvia, Fatin Silitonga, Burju Artha Marshalina Sinaga, Rosalinda Mahdalena Siregar, Ahmad Gozali Siti Aisyah Jamil Sony , Suyefri Sri Wahyuni Supiyani, Supiyani Syahni, Cynthia Syarifah Elena Gultom Tawir Rina Rezeki Tusaddiah, Ria Winata, Ageng Tegar Yani, Farida Yayuk Yuliana Zulmai Rani