Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Pengembangan Modul dan Desain Aplikasi Konseling Farmasi untuk Hipertensi Berbasis Android Herda Ariyani; Mukhaimy Gazali; Aziza Fitriah; Muhammad Anshari
Jurnal Pharmascience Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i1.12899

Abstract

Kasus Hipertensi di Kalimantan Selatan cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Resiko kardiovaskular dapat menjadi tinggi pada hipertensi dengan faktor resiko. Berdasarkan penelitian kami sebelumnya diketahui bahwa Brief counseling modifikasi 5A yang diberikan apoteker dapat meningkatkan perilaku pasien, kepatuhan dan hasil terapi. Saat ini belum ada pedoman konseling farmasi untuk hipertensi dalam bentuk aplikasi yang praktis di era digital. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) menghasilkan desain modul konseling farmasi, (2) mengetahui kevalidan dan kepraktisan dari modul tersebut, (3) menghasilkan desain protototype aplikasi konseling farmasi untuk hipertensi berbasis android. Penelitian ini menggunakan pendekatan yaitu tahap ke-1: Pembuatan systematic review untuk mengetahui konten/isi dan sistematika modul. Tahap ke-2 dilakukan uji kevalidan oleh 2 orang Doktor dan uji kepraktisan dari modul oleh 7 orang apoteker menggunakan angket. Tahap ke-3, pembuatan prototype aplikasi digital. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model Four-D (4-D) yang terdiri dari empat tahap pengembangan, yaitu Define (pendefinisian), Design (desain), Develop (pengembangan), Desseminate (penyebaran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul konseling yang dikembangkan memiliki kriteria valid di mana setiap butir pernyataan memiliki indek aiken lebih dari 0,8. Berdasarkan aspek kepraktisan berada di kategori sedang, namun nilainya hampir mendekati tinggi di mana dari seluruh butir pernyataan didapatkan nilai rata-rata 0,78. Dapat disimpulkan bahwa validitas modul ini pada kategori tinggi dan praktis digunakan oleh apoteker. Adapun aplikasi konseling farmasi untuk hipertensi terbagi atas dua aplikasi utama. Aplikasi pertama berbasis web untuk mengelola data pasien. Aplikasi kedua merupakan berbasis android untuk memudahkan konselor dalam melakukan analisis terhadap kondisi pasien. Kata Kunci: Asuhan Kefarmasian, Aplikasi Android, Brief Counseling, Hipertensi, Modul Hypertension cases in South Kalimantan tend to increase every year, Cardiovascular risk may be high in hypertension with risk factors. Based on our previous research, it is known that the 5A modified brief counseling given by pharmacists to hypertensive patients can improve patient behavior, compliance and therapeutic outcomes. Currently, there are no pharmaceutical counseling guidelines for hypertension in the form of practical applications in the digital era. The purpose of this research is (1) produce pharmaceutical counseling module design, (2) determine the validity and practicality of module pharmaceutical counseling, (3) generating design protototype pharmaceutical counseling application for android-based hypertension. This study uses the approach that is stage-1: Preparation a systematic review to determine the content / content and systematics modules. In the second stage, the validity test was performed by 2 doctors and the practicality test of the module was carried out by 7 pharmacists using a questionnaire. The third stage is making a digital application prototype. This study is a research and development (Research and Development) with the Four-D models (4-D), which consists of four stages of development, ie define (definition), Design (design), Develop (development), Desseminate (deployment). The results showed that the counseling module developed had valid criteria where each statement item had an index of more than 0.8. Based on practical aspects are in the medium category, but its value is almost nearing where the whole point statement obtained from an average value of 0.78. The conclusion from the validity of this module is in the high category and is used practically by pharmacists. The applications of pharmaceutical counseling for hypertension are divided into two main applications. The first web-based application to manage patient data. The second is an android-based application to facilitate counselors in the analysis of the condition of the patient.
Profil Penggunaan Obat pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin Herda Ariyani; Sri Fitriani; Siti Rahmah
Jurnal Pharmascience Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i2.11144

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV -2) adalah infeksi virus baru yang pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan, Tiongkok Tengah. Penyebaran virus ini semakin meningkat dan telah menyebar hampir ke seluruh Negara di dunia sehingga World Health Organization (WHO) mengumumkannya sebagai pandemi. Hingga saat ini, masih belum ditemukan obat antivirus khusus untuk penyakit ini dan penatalaksanaannya masih berupa terapi simptomatik dan suportif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa profil penggunaan obat pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin. Penelitian non-eksperimental ini menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa kriteria yaitu rekam medis pasien COVID-19 rawat inap dan tanpa komorbid, yang mana telah dilakukan secara retrospektif pada periode 1–31 Januari 2021. Dari 146 sampel, diperoleh 12 sampel yang sesuai dengan kriteria. Berdasarkan jenis kelamin, laki laki lebih banyak terinfeksi COVID-19 yaitu (58,33%). Berdasarkan usia, paling banyak terjadi pada rentang usia 31-40 tahun (41,67%). Hasil penelitian menunjukkan pasien mendominasi berada pada parameter gejala klinis kategori ringan (75%). Urutan terbanyak penggunaan obat adalah suplemen dan vitamin (49,35%), antibiotik (9,47%) dan antivirus (7,15%). Oleh karen itu, dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin dan usia sangat mempengaruhi tingkat keparahan penyakit COVID-19 dan berpengaruh pada penggunaan obat untuk penyembuhan, gejala klinis yang paling banyak dijumpai adalah kategori ringan sehingga penggunaan obat terbanyak adalah golongan suplemen dan vitamin. Kata Kunci: Novel Coronavirus disease 2019 (COVID-19), Pola, Pengobatan   Coronavirus disease 2019 (COVID-19) caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a new viral infection that was first reported in Wuhan City, Central China. The spread of this virus is increasing and has spread to almost all countries in the world so that the World Health Organization (WHO) declared it a pandemic. Until now, there is still no specific antiviral drug for this disease and its management is still in the form of symptomatic and supportive therapy. This study aims to determine the profile of drug use in COVID-19 patients at the Banjarmasin Ulin Regional General Hospital. This non-experimental study used a purposive sampling method with several criteria, namely medical records of inpatients of COVID-19 patients and without comorbidities, which were carried out retrospectively in the period 1–31 January 2021. From 146 samples, 12 samples were obtained that matched the criteria. . Based on gender, men were more infected with COVID-19, namely (58.33%). Based on age, most occurred in the age range of 31-40 years (41.67%). Based on clinical symptoms more mild category (75%). The highest use of drugs is the first group of supplements and vitamins (49.35%), secondly, the antibiotic group (9.47%) and thirdly, the antiviral group (7.15%). Gender and age greatly affect the severity of COVID-19 disease and affect the use of drugs for healing, the most common clinical symptoms are in the mild category so that the most drug use is in the supplement and vitamin group.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Pada Pengobatan Penderita Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Herda Ariyani
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i2.5734

Abstract

Tuberkulosis Paru termasuk penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan Survei Pravelensi TB oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI, dewasa ini diketahui bahwa Indonesia merupakan negara peringkat kedua dengan kasus TB terbanyak di dunia. Waktu pengobatan yang panjang dengan jenis obat lebih dari satu menyebabkan penderita sering terancam putus berobat selama masa penyembuhan dengan berbagai alasan, oleh karena itu penyakit ini sangat perlu mendapat perhatian untuk ditanggulangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan penderita dalam program pengobatan TB paru di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan desain deskriptif korelasional. Pengambilan data dilakukan menggunakan angket dalam bentuk kuisioner dengan teknik purposive sampling. Statistical Program for Social Sciences (SPSS) versi 23 digunakan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Sebanyak 20% responden berpengetahuan baik, 42,5% berpengetahuan cukup, 35% berpengetahuan kurang dan 2,5% berpengetahuan sangat kurang, 92,5% patuh dan 7,5% tidak patuh selama pengobatan. Analisa data dilakukan dengan uji Spearman Rho dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Berdasarkan analisa statistik α = 0.05 diperoleh r = 0,383 dan ρ = 0,015, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahun dengan kepatuhan penderita TB paru. Semakin baik tingkat pengetahuan penderita terhadap penyakit, cara penularan dan pengobatan TB Paru maka akan semakin baik pula kepatuhan yang dimiliki, dan begitu pula sebaliknya. Diharapkan kepada dokter, farmasis, perawat, dan petugas kesehatan lain dapat berkolaborasi membangun partnership yang baik untuk memberikan pendidikan kesehatan yang adekuat bagi penderita terutama terkait pentingnya kepatuhan dalam menjalani terapi. Kata kunci : Pengetahuan; Kepatuhan; Tuberkulosis Paru; Mycobacterium tuberculosis