Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS NERACA AIR SUNGAI MOLINOW DI TITIK BENDUNG MOLINOW KABUPATEN MINAHASA SELATAN Senaen, Yosua Marsel; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung Molinow memanfaatkan air dari Sungai Molinow untuk mengairi lahan irigasi yang ada di Daerah Irigasi Tongop. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan studi mengenai analisis neraca air untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Molinow.Analisis neraca air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Molinow agar dapat diketahui apakah jumlah air mengalami kelebihan ataupun kekurangan. Ketersediaan air dihitung menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) dengan masukan data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS untuk mencari debit andalan Q80% dan ketersediaan air untuk pemeliharaan sungai Q95%. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan air untuk lahan irigasi.Berdasarkan Peraturan Pemerintah dihitung juga kebutuhan air untuk aliran pemeliharaan sungai atau Q95%  yang adalah aliran minimum yang harus tersedia di sungai untuk menjaga kehidupan ekosistem sungai. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan air Q95% tidak memenuhi karena debit yang besar sehingga membuat ketersediaan air tidak mencukupi. Ketersediaan air Q80% masih mencukupi untuk mengairi seluruh lahan irigasi. Kata Kunci : Sungai Molinow, DAS Molinow, Metode NRECA, Neraca Air
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA MAEN LIKUPANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Yainahu, Rizki Rizal Fatah; Mananoma, Tiny; Wuisan, Eveline M.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Maen terletak di Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Di desa ini terdapat sungai sebagai sumber air baku untuk perencanaan air bersih. Akibat perkembangan penduduk maka terjadi peningkatan kebutuhan air yang tidak lagi dapat dipenuhi oleh ketersediaan sumber air yang ada terutama kondisi pada saat musim panas akan terjadi kekeringan, sehingga dibutuhkan alternatif sumber air sungai yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan air bersih di desa Maen. Perencanaan sistem air bersih dilakukan dengan cara menangkap air dari Sungai Maen ke bangunan pengolah lalu di salurkan ke reservoir kemudian didistribusikan ke penduduk melalui hidran umum dengan sistem gravitasi. Kebutuhan air bersih sebesar 1,285 l/detik dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk yang pertumbuhannya dianalisis dengan menggunakan regresi linier, untuk tahun 2034 dengan jumlah penduduk sebanyak 3066 jiwa. Ukuran reservoir distribusi (3,5 3 3)m. Dalam perencanaan sistem air bersih di desa Maen digunakan jenis pipa HDPE. Untuk menganalisis sistem perpipaan distribusi, menggunakan program Epanet 2.0. Kata kunci : Desa Maen, Hidran Umum, Perencanaan Sistem Air Bersih
ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR DI SUNGAI POIGAR PROVINSI SULAWESI UTARA Toha, Judhistira R. S.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Poigar merupakan salah satu sungai dengan DAS yang luas di Provinsi Sulawesi Utara. Sungai Poigar yang tepatnya berada di antara Kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan sudah sering meluap dan membanjiri kawasan hilir DAS yang sebagian besar merupakan lahan pertanian dan pemukiman masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir  dan tinggi muka air yang dapat terjadi. Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari 3 pos hujan dan 1 pos klimatologi, yaitu pos hujan Moayat Poyowa, Nonapan Wineru, Nuangan Lanut, dan pos klimatologi Tompaso Baru. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2017. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Service dan SCS Curve Number (CN). Aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan program komputer HEC-HMS. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow, dan ratio to peak. Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan uji koefisien determinasi dengan memperhatikan nilai koefisien determinasi yang > 0,6 dianggap sudah bisa memenuhi untuk tingkat kemiripan. Hasil kalibrasi didapat 0,974 (memenuhi). Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dan kemudian dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang melintang dari sta 0+50 sampai 0+200 tidak dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Hanya penampang pada sta 0+0 yang bisa menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana.Kata Kunci: Sungai Poigar, Debit Banjir, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA SEA KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA Rottie, Risky Yohanes; Mananoma, Tiny; Tangkudung, Hanny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sea memanfaatkan mata air Kolongan dan mata air Beria sebagai sumber air bersih. Penyediaan air bersih di desa Sea masih ditangani secara berkelompok dengan sistem distribusi tidak tertata dengan baik, menggunakan pipa-pipa sederhana yang sebagian besar sudah rusak. Untuk itu perlu direncanakan pengembangan sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat desa Sea. Sistem penyediaan air bersih yang dapat memenuhi kebutuhan air bersih di desa Sea sampai tahun 2033. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi linear, logaritma dan eksponensial. Untuk merencanakan sistem perpipaan distribusi air bersih menggunakan program Epanet 2.0. Hasil perhitungan dengan menggunakan regresi linear diperoleh jumlah penduduk desa Sea sampai tahun 2033 berjumlah 12.572 jiwa dan kebutuhan air bersih mencapai 6,2860 liter/detik. Dalam perencanaan ini yang dimanfaatkan sebagai sumber air adalah mata air Beria karena debit sebesar 10,676 liter/detik mampu mencukupi kebutuhan air desa Sea. Pengembangan sistem penyediaan air bersih terdiri dari pipa transmisi berdiameter 4”. Dimensi reservoir distribusi 6 m x 5 m x 4,6 m. Sedangkan diameter pipa distribusinya bervariasi dimulai dari 1/2” sampai 3”. Kata kunci : Desa Sea, Kebutuhan Air, Sistem Penyediaan
ANALISIS POTENSI SUMBER DAYA AIR SUNGAI DEME UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK DI DESA DEME 1 KECAMATAN SUMALATA GORONTALO UTARA Kalapati, Firmansyah; Kawet, Lingkan; Mananoma, Tiny; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Deme 1 yang terletak di Kabupaten Gorontalo Utara Kecamatan Sumalata, belum memiliki jaringan listrik yang memadai. Adanya Sungai Deme yang terletak di desa Deme 1, memungkinkan dimanfaatkannya sungai sebagai potensi sumber daya air untuk menghasilkan energi listrik. Oleh sebab itu diperlukan studi untuk mengetahui keandalan debit sungai sehingga ketersediaan kapasitas daya dan jenis pembangkit listrik dapat diketahui. Metode yang digunakan untuk menghitung debit adalah metode Mock, Nreca dan Sacramento sebagai metode pembanding. Data yang digunakan adalah data curah hujan daerah tahun 2003 - 2012, data evapotranspirasi tahun 2003 – 2012, dan peta DAS Sungai Deme. Dari data hasil perhitungan debit diambil debit andalan (Q 80%) yang kemudian disajikan dalam bentuk grafik flow duration curve. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan daya terbangkit. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Sungai Deme memiliki potensi untuk dujadikan sebagai pembangkit listrik. Berdasarkan perhitungan diperoleh Debit andalan Q80% menggunakan metode Mock 0,25 m3/detik, metode Nreca 0,22m3/detik, metode Sacramento 0,23 m3/detik. Dan dari debit andalan metode Mock,daya yang dihasilkan sebesar 58,80 kW, dari debit andalan metode Nreca daya yang dihasilkan sebesar 51,74 kW, dan dari debit andalan metode Sacramento daya yang dihasilkan sebesar 54,10 KW. Dari hasil perhitungan daya tersebut, jenis pembangkit listrik diklasifikasikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Kata kunci: Debit andalan, Metode Mock, Nreca, dan Sacramento, PLTMH.
ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG TERHADAP BERBAGAI KALA ULANG BANJIR DI SUNGAI SESAYAP KALIMANTAN UTARA Muntu, Andrew Daniel; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Sesayap merupakan salah satu sungai di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Letak Sungai Sesayap yang melewati beberapa desa di Kabupaten Malinau termasuk jembatan Malinau memerlukan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang nantinya akan berpengaruh terhadap perencanaan struktur jembatan tersebut.Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Teluk Sanggan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun, yaitu dari tahun 2007 s/d 2016. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN), dan untuk aliran dasar (baseflow) akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Dalam kalibrasi ini, parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukan nilai 0,6407. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Sesayap yang ditinjau masih mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun.Kata kunci: Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS
DESAIN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KELURAHAN TINOOR Sulong, Marvil Fredrik; Mananoma, Tiny; Tanudjaja, Lambertus; Tangkudung, Hanny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

System penyedian air bersih di Kelurahan Tinoor belum tertata dengan baik. Pada saat musim penghujan pipa saluran air mengalami kerusakan : tersumbat, bocor bahkan pecah yang diakibatkan oleh longsor pada daerah tebing yang dilalui oleh pipa. Distribusi hidran umum tidak sesuai dengan jumlah penduduk yang ada. Oleh sebab itu perlu peninjauan kembali atau perencanaan ulang sistem penyediaan air bersih, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air penduduk. Dalam skripsi ini direncanakan sistem penyediaan air bersih di Kelurahan Tinoor hingga tahun 2031. Proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi, sehingga diketahui jumlah penduduk pada tahun rencana guna memprediksi jumlah kebutuhan air bersih. Mencari sumber air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan merencanakan sistem penyediaan air yang dapat menyalurkan air secara merata ke seluruh penduduk yang ada di Kelurahan Tinoor. Dari survey dan analisis, jumlah pertumbuhan penduduk Kelurahan Tinoor hingga tahun rencana 2031 adalah 8113 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 9 liter/detik. Dalam perencanaan ini sumber air berasal dari mata air Sapaa’ dengan debit sesaat sebesar ±100 liter/detik, lebih besar dari debit kebutuhan air. Dengan demikian kebutuhan air di Kelurahan Tinoor dapat terpenuhi. Dari hasil analisis, pipa utama yang dihitung secara manual menggunakan rumus Hazen-Williams didapat ukuran pipa 4 inch. Pipa distribusi dihitung dengan menggunakan program EPANET 2.0 didapat ukuran pipa yang bervariasi yaitu 3 inch, 2 inch, dan 1 inch.Kata kunci : Kebutuhan Air, Sistem Penyediaan, Air Bersih.
ANALISIS NERACA AIR SUNGAI ABUANG DI TITIK BENDUNG ABUANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Rambembuoch, Irandy E.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung Abuang memanfaatkan air dari Sungai Abuang untuk mengairi lahan irigasi yang ada di Daerah Irigasi Langowan. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan studi mengenai analisis neraca air untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Abuang.Analisis neraca air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air di sungai Abuang. Ketersediaan air dihitung menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) dengan masukan data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS untuk mencari debit andalan Q80% dan Ketersediaan air untuk pemeliharaan sungai Q95%. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan air untuk lahan irigasi.Hasil dari analisis neraca air menunjukan bahwa ketersediaan air di sungai Abuangtidak bisa memenuhi kebutuhan air untuk lahan irigasi di sekitar DAS Abuang. Masa tanam yang digunakan perlu disesuaikan sehingga ketersediaan air dapat memenuhi kebutuhan lahan irigasi untuk lahan fungsional. Apabila lahan potensional di ubah menjadi fungsional, maka ketersediaan air di DAS Abuang tidak akan memenuhi kebutuhan air untuk lahan irigasi potensial dan fungsional. Kata Kunci: Sungai Abuang, DAS Abuang, Metode NRECA, Neraca Air
ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI TINGKULU DI KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO Meruntu, Philips Alexander; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tingkulu merupakan salah satu sungai di Kota Manado yang pernah meluap dan membanjiri beberapa daerah yang dilewatinya yang mengakibatkan kerugian bagi warga yang tinggal disekitar sungai maupun pengguna jalan raya. Oleh karena itu dalam mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak, dibutuhkan data mengenai kapasitas penampang sungai Tingkulu.Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Data hujan diambil dari pos hujan Tikala-Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2017. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS akan menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan program komputer HEC-HMS. Dalam kalibrasi ini, parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil kalibrasi menunjukan nilai Nash Sutchliffe Efficiency yang baik yaitu 0,911. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Setelah itu didapat debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dan kemudian dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS  untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang sungai Tingkulu yang ditinjau, sudah tidak mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun. Kata kunci : Banjir, Kapasitas Penampang Sungai, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS.
ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI MALINO TERHADAP BERBAGAI KALA ULANG BANJIR Lumentut, Valen Yanny; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Malino di kabupaten Parimo Sulawesi Tengah, pernah meluap dan membanjiri beberapa daerah aliran sungainya yang mengakibatkan kerugian bagi warga yang tinggal di bantaran sungai maupun pengguna jalan raya. Untuk mengantisipasi bahaya banjir, dibutuhkan data kapasitas penampang dan tinggi muka air sungai Malino.Pada penelitian ini, frekuensi hujan dihitung dengan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2017 dari pos hujan Ongka - Persatuan. Simulasi hujan aliran dilakukan dengan HSS SCS menggunakan bantuan program HEC-HMS. Untuk memperoleh elevasi tinggi muka air, maka debit puncak hasil simulasi dimasukkan dalam program HEC-RAS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kapasitas penampang dari STA 0+0 sampai dengan STA 0+200 sungai Malino tidak dapat lagi menampung debit banjir dengan kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun .Kata kunci : Banjir, Kapasitas Penampang Sungai, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS.
Co-Authors . Tommy, . A.Y Lapadengan, Tania Tazriana Alex Binilang Amelia E. Sembiring Andrew, Alfredo Bella, Bryan Joelio Bororing, Christalia M. S. Brainer Sibula Cristiandi Richardo Mampuk Damisi, Agung Noorcholis Damopolii, Virgina Dian Bayanasari Delarue, Naomi W. N. Eveline M. Wuisan Eviany Raranta, Meliska Femmy Nurul Akbar Firmansyah Kalapati Fithra Mokoagow, Abdul Fuad Halim Hanny Tangkudung Hierico Manalip Hutabarat, Urgent Valensky I Wayan Sudira Imanuela Lembong, Joane Jeffier Andrew Robot Jeffry Swingly Frans Sumarauw Kapantouw, Billy Koagouw, Yohanis Wuaya Yusuf Komansilan, Beauty C. V. Lambertus Tanudjaja Langi, Rolando Atryno Eduard Lengkey, Anggielina Priska Liany Amelia Hendratta Lingkan Kawet Lombogia, Lydia Lumentut, Valen Yanny Makahinsade, Imanuel Makal, Ariel Pribady Mantik, Maria Teresya Marvil Fredrik Sulong Mentang, Risky Schwars Meruntu, Philips Alexander Miran, Tommy Mokoginta, Gita Virginita Momuat, Diana Gabbrylia Indira Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel Moningka, Kevin Elberd Muntu, Andrew Daniel N.E Naseriman, Agatha Nadia, Kivani Najoan, Kezia G. Olviana Mokonio Onibala, Meilly OROH, FICKY Palimbongan, Regyna Zefanya Amelia Pioh, Aditya H. R. Porajouw, Amanda Maria priskila Perez Mosesa, priskila Perez Purba, Brian Rambembuoch, Irandy E. Reza Mamuaya, Imanuel Risky Yohanes Rottie, Risky Yohanes Riyo Satomo, Fajar Rizki Rizal Fatah Yainahu, Rizki Rizal Fatah Rotikan, Janti Rugian, Selly A. S. S. Salaki, Perchy R. C. Sela, Reynaldo Jeremy Senaen, Yosua Marsel Sharon Marthina Esther Rapar Sisvanto, Kenyo Sekardonya Slat, Queen Sukma Sompie, Ezra Nozomi Gloria Suadnya, Dewi Parwati Sundalangi, Alfa Dipo Tamarengki, Yobianto Tawalujan, Kevin Filindo Tawera, Alfanny A. Thalita D. Maratade, Anisya Thambas, Arthur Harris Timothie, Dwight Tiwow, Yeremia E. J. Toha, Judhistira R. S. Tomaili, Meidianto Tommy Jansen, Tommy Turangan, Regia Utomo, Satrio Bagus Wahongan, Chresto Ezra Walalangi, Defanly K. Wallah, Steenie Edward Welliang, Aditya Hadipradana Yosua Aditya Ratu