Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Sistem Drainase Perumahan The View Residence Kelurahan Winangun Satu Kota Manado Walalangi, Defanly K.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60735

Abstract

The View Residence adalah salah satu kawasan perumahan yang berada di Kelurahan Winangun Satu, Kota Manado. Karena kawasan perumahan ini belum dibangun saluran drainase, maka dari itu sistem drainase perlu dirancang untuk menampung volume air hujan dan mengalirkannya ke tempat pembuangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem drainase dan mendapatkan dimensi saluran yang sesuai sehingga dapat meminimalisir terjadinya genangan air pada kawasan perumahan tersebut. Proses penelitian dimulai dengan pengumpulan data, dimana data tersebut terdiri dari data primer yang didapat melalui survei lapangan, data sekunder yang berupa peta rencana tapak, topografi dan data curah hujan. Perencanaan dimulai dengan Perencanaan sistem drainase dan dilanjutkan dengan analisis data yang berupa analisis hidrologi, dan analisis hidraulika. Berdasarkan hasil analisis, perumahan ini menghasilkan 2 sub sistem, dimana pada sub sistem 1 terdiri atas 38 saluran dan 8 gorong-gorong, dan pada sub sistem 2 terdiri atas 6 saluran dan 2 gorong-gorong. Outlet 1 menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir dengan menambahkan saluran tambahan, tetapi tidak menganalisis saluran tambahan. Sedangkan outlet 2 menjadikan saluran drainase kota sebagai tempat pembuangan akhir. Volume debit puncak (Q10) pada outlet 1 adalah 1,49 m3/detik dan pada outlet 2 adalah 0,04 m3/detik. Pada beberapa ruas saluran kontrol kecepatan alirannya tidak mememenuhi syarat, maka dari itu perlu dibangun bangunan terjun pada ruas saluran yang kecepatan alirannya tidak memenuhi syarat. Kata kunci: sistem drainase, perumahan, perencanaan
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Anak Sungai Sario Di Titik Jembatan Kantor Lurah Karombasan Utara Kecamatan Wanea Kota Manado Tiwow, Yeremia E. J.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61115

Abstract

Anak Sungai Sario adalah salah satu anak sungai dari Sungai Sario yang seringkali mengalami pengeluapan dan mengakibatkan terjadinya banjir di Kota Manado terlebih khusus pada beberapa jalan dan kelurahan yang dilewati oleh anak sungai ini. Jalan Kantor Lurah Karombasan Utara, Kelurahan Wanea yang merupakan salah satu daerah yang dilewati oleh anak sungai ini terdampak langsung luapan Anak Sungai Sario yang menyebabkan jalan serta beberapa rumah di kelurahan ini terendam banjir dan mengalami kerusakan. Oleh karena itu untuk mengantisipasi banjir yang kemungkinan terjadi kelak, perlu dilakukan analisis terhadap besarnya debit banjir dan elevasi tinggi muka air anak sungai Sario. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data Hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang diambil dari pos Hujan Tinoor. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2022. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan semua penampang melintang dari STA 0+25 sampai STA 0+200 tidak mampu menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: anak Sungai Sario, debit banjir elevasi tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Study on Fulfilling Needs and Availability of Clean Water in Manado City in 2045 Mananoma, Tiny; Ratu, Yosua Aditya; Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.01.3

Abstract

Clean water is an essential element for human life. The need for water continues to increase along with population growth. Rivers are a good source of clean water. Understanding water availability in the river that we will use as a clean water source is very important. In 2022, Manado City will have a population of 454,606 people. This study aims to determine the water demand in Manado City in 2045 and whether the Tondano River will be able to meet the water demand by 2045. This research uses a quantitative method, where the data used includes Tondano River discharge data processed using the analysis of water resource availability and Manado City population data using exponential regression analysis. In 2045, the population is projected to reach 549,438 people. Water demand is calculated based on the domestic, non-domestic, and water loss sectors. The total water demand in 2045 was 1,860.08 liters per day. If the total water demand is added to the peak hour factor, the total water demand becomes 5,533.28 liters, while the mainstay discharge of the Tondano River for Q95 is 4,511.34 liters per day. It can be seen that in 2045, the Tondano River can still meet the clean water needs of the Manado community. However, if the peak hour factor for Q95 is added, the Tondano River cannot meet the clean water needs of the Manado people.
Study Of The Effectiveness Of Flood Control Concepts In The Molibagu River, South Bolaang Mongondow Regency Tawalujan, Kevin Filindo; Mananoma, Tiny; Swingly Frans Sumarauw, Jeffry
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i2.3300

Abstract

In 2020, flooding occurred in the village of Molibagu, causing damage and losses for the residents who live and work around the Molibagu River. One of the causes of this flood was heavy rainfall, which triggered an increase in the flow discharge of the Molibagu River. Therefore, an analysis of the flood discharge and water level in the Molibagu River is needed to minimize the potential risk of flooding and to determine effective control strategies based on developed scenarios. The objective of this research was to identify effective scenarios from several alternatives, including normalization and the addition of embankments on the left and right sides of the river, to control flooding. The Molibagu Watershed has an area of 38.7 km². Secondary data in the form of rainfall data was obtained from the Sulawesi I River Basin Office (BWSS-I). The rainfall stations ARR-MRG Kosinggolan Matayangan and MRG Bolangaso Molibagu are the sources of maximum daily rainfall data, which will be analyzed over the period from 2008 to 2022. To obtain the parameters needed to determine the peak discharge of 17.5 m³/s, the HEC-HMS software is used. After obtaining the calibrated parameters, the analysis will continue to determine the design flood discharge for various return periods using the HEC-HMS software. The design flood discharge for the return periods will then be input into the HEC-RAS software to obtain the inundation area and water surface elevation of the Molibagu River. As a form of flood control, three flood control scenarios are applied: normalization, embankments, and a combination of normalization and embankments, using RAS Mapper to model and show the extent of the inundated areas. Based on the simulation results obtained, the second scenario, which involves handling with normalization at the same elevation and based on existing flood discharge, is more effective in reducing water level height and mitigating flood overflow better than handling with levees. However, in this scenario, the river cross-section is not able to reduce the flood discharge at the 50 and 100 year return periods, so a combination of the first and second scenarios is needed to reduce the flood and there is no more inundation.
Penentuan Skala Prioritas Pemeliharaan Jalan Nasional Di Kota Manado Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Mananoma, Tiny; Riyo Satomo, Fajar; Eviany Raranta, Meliska; Timothie, Dwight
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10454

Abstract

Kondisi jalan akan mengalami penurunan seiring dengan umur pelayanan diakibatkan oleh beban lalu lintas dan beberapa faktor lainnya sehingga untuk mengembalikan kondisinya maka diperlukan adanya upaya pemeliharaan jalan. Persoalan ini mempengaruhi keamanan transpotasi jalan yaitu salah satu dampaknya kondisi jalan yang rusak meningkatkan risiko kecelakaan, maka perlu adanya penentuan skala prioritas pemeliharaan jalan, termasuk pada jalan Nasional di Kota Manado. Dalam Penelitian ini menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai penentu urutan prioritas pemeliharaan jalan dengan kriteria yang digunakan adalah Kondisi Jalan, Lalu Lintas Harian (LHR), dan Panjang Jalan. Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan stakeholder. Dari hasil analisa didapati bobot kriteria LHR 0,633, bobot kriteria panjang 0,260 dan bobot kriteria kondisi fisik 0,106. Adapun diketahui bahwa jalan R Martadinata menjadi skala prioritas pertama dengan bobot 0,458, jalan Yos Sudarso pada skala prioritas kedua dengan bobot 0,345, jalan Jenderal Sudirman pada skala prioritas terakhir dengan bobot 0,197.
Pemilihan Alternatif Jenis Pondasi Bangunan Gedung Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) Mananoma, Tiny; Imanuela Lembong, Joane; N.E Naseriman, Agatha
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10455

Abstract

Pondasi mempunyai peranan penting dalam konstruksi bangunan. Biaya, metode pelaksanaan dan dampak lingkungan sering menjadi bahan pertimbangan. Data yang ada diolah dengan metode pengambilan keputusan yaitu metode AHP. Pondai sumuran berada pada posisi pertama, pondasi bored pile berada pada urutan kedua dan pondasi tiang pancang berada pada urutan ketiga. Oleh karena itu pondasi sumuran direkomendasikan untuk proyek bangunan dalam konteks ini. Penelitian ini terbatas pada bangunan gedung bertingkat diwilayah Tondano. Penelitian ini merekomendasikan pondasi sumuran sebagai alternatif pondasi dengan biaya paling hemat dan ramah lingkungan.
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih di Desa Leilem Dua Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa Ratu, Yosua Aditya; Mananoma, Tiny; Wallah, Steenie Edward
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2025): EduTIK : April 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edutik.v5i2.11434

Abstract

ABSTRAK Air adalah elemen vital yang menjadi sumber kehidupan utama. Dari hasil proyeksi yang didapat jumlah jiwa desa Leilem Dua selama 15 tahun berjumlah 441 jiwa. Dari hasil analisis yang dilakukan untuk kebutuhan air di desa Leilem Dua, kebutuhan domestik bertotal 0.205 l/det dan total kebutuhan air non domestik 0.031 l/det sehingga untuk total kebutuhan di desa Leilem Dua berdasarkan perencanaan berjumlah 0.235 l/det. Analisis menggunakan perangkat lunak EPANET dibagi dalam dua bagian yaitu jaringan transmisi dan juga jaringan distribusi. Dari hasil analisis yang dilakukan menggunakan perangkat lunak EPANET, untuk jaringan transmisi, kecepatan pada pipa bernilai 0,36 m/det dan tekanan pada ujung pipa bernilai 25,37 m dan menggunakan pipa HDPE 2 inch. Dari hasil analisis untuk pipa distribusi didapat tekanan pada ujung pipa node 10 = 14,62 m, node 9 = 20,64, node 8 = 17,49 dan node 13 = 27,75 dengan panjang pipa yang didapat, pipa 3 inch sepanjang 150 m, pipa 2 inch sepanajang 850 m, pipa 1,5 inch sepanjang 220 m dan pipa 1 inch sepanajang 250 m. Untuk kecepatan yang ada pada pipa memenuhi kriteria peraturan mentri pekerjaan umum nomor: 18/PRT/M/2007. ABSTRACT Water is a vital element and the primary source of life. Based on the projections, the population of Leilem Dua village over the next 15 years is estimated to be 441 individuals. From the analysis conducted regarding water needs in Leilem Dua, the total domestic water demand amounts to 0.205 Liters per second, while the non-domestic water demand totals 0.031 Liters per second. Therefore, the overall planned water requirement for Leilem Dua village is 0.235 Liters per second. The analysis using EPANET software is divided into two parts: the transmission network and the distribution network. The results of the analysis for the transmission network indicate that the velocity in the pipe is 0.36 meters per second, and the pressure at the end of the pipe is 25.37 meters, using a 2-inch HDPE pipe. For the distribution network, the pressure at the end of the pipes is as follows: node 10 = 14.62 meters, node 9 = 20.64 meters, node 8 = 17.49 meters, and node 13 = 27.75 meters. The pipe lengths used are: 150 meters of 3-inch pipe, 850 meters of 2-inch pipe, 220 meters of 1.5-inch pipe, and 250 meters of 1-inch pipe. The velocity in the pipes meets the criteria set by the Minister of Public Works Regulation No. 18/PRT/M/2007.
Analisis Arus di Muara Sungai Sario Menggunakan Perangkat Lunak Mike Zero Tipe Mike 21 Flow Model FM Ratu, Yosua Aditya; Mananoma, Tiny; Thambas, Arthur Harris
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 3 (2025): EduTIK : Juni 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arus terjadi ketika air bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, yang dipicu oleh dorongan angin di permukaan laut atau sungai, perbedaan densitas, debit aliran dan pasang surut. Informasi tentang arus memiliki manfaat yang sangat penting, antara lain untuk mendukung kegiatan budidaya perairan, menjadi pertimbangan dalam perencanaan pembangunan pelabuhan, sebagai bahan analisis dalam aktivitas dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), serta sebagai dasar dalam penentuan kebijakan yang berkaitan dengan kelautan. Pemodelan hidrodinamika secara numerik dengan bantuan perangkat lunak sangat berguna untuk memahami dinamika muara yang terjadi mengingat kondisi batas yang tidak beraturan serta kedalaman yang bervariasi. Dari hasil pemodelan selama tahun 2023 menggunakan perangkat lunak Mike Zero tipe Mike 21 modul hidrodinamika didapat kecepatan arus terbesar ada di tanggal 28 Juni 2023 dengan nilai kecepatan arus 0,006817148 m/det, dan kecepatan arus terkecil ada di tanggal 2 Oktober 2023 dengan nilai kecepatan arus 0,000115678 m/det. Dari hasil pemodelan juga terlihat bahwa selama tahun 2023 arus dominan mengarah ke arah barat laut.
Study Of The Effectiveness Of Flood Control Concepts In The Molibagu River, South Bolaang Mongondow Regency Tawalujan, Kevin Filindo; Mananoma, Tiny; Swingly Frans Sumarauw, Jeffry
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i2.3300

Abstract

In 2020, flooding occurred in the village of Molibagu, causing damage and losses for the residents who live and work around the Molibagu River. One of the causes of this flood was heavy rainfall, which triggered an increase in the flow discharge of the Molibagu River. Therefore, an analysis of the flood discharge and water level in the Molibagu River is needed to minimize the potential risk of flooding and to determine effective control strategies based on developed scenarios. The objective of this research was to identify effective scenarios from several alternatives, including normalization and the addition of embankments on the left and right sides of the river, to control flooding. The Molibagu Watershed has an area of 38.7 km². Secondary data in the form of rainfall data was obtained from the Sulawesi I River Basin Office (BWSS-I). The rainfall stations ARR-MRG Kosinggolan Matayangan and MRG Bolangaso Molibagu are the sources of maximum daily rainfall data, which will be analyzed over the period from 2008 to 2022. To obtain the parameters needed to determine the peak discharge of 17.5 m³/s, the HEC-HMS software is used. After obtaining the calibrated parameters, the analysis will continue to determine the design flood discharge for various return periods using the HEC-HMS software. The design flood discharge for the return periods will then be input into the HEC-RAS software to obtain the inundation area and water surface elevation of the Molibagu River. As a form of flood control, three flood control scenarios are applied: normalization, embankments, and a combination of normalization and embankments, using RAS Mapper to model and show the extent of the inundated areas. Based on the simulation results obtained, the second scenario, which involves handling with normalization at the same elevation and based on existing flood discharge, is more effective in reducing water level height and mitigating flood overflow better than handling with levees. However, in this scenario, the river cross-section is not able to reduce the flood discharge at the 50 and 100 year return periods, so a combination of the first and second scenarios is needed to reduce the flood and there is no more inundation.
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk Pemilihan Pos Duga Air Terbaik pada Tondano Watershed Mananoma, Tiny; Miran, Tommy; Purba, Brian; Tamarengki, Yobianto
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 6 (2025): EduTIK : Desember 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah aliran sungai (DAS) Tondano merupakan daerah prioritas pengelolaan sumber daya air di Sulawesi Utara dan memiliki tujuh Pos Duga Air (PDA) yang dioperasikan oleh BWS Sulawesi I. Pemilihan PDA terbaik untuk kalibrasi model hidrologi kerap terkendala oleh variasi kinerja alat, operasional pengamatan, dan representativitas lokasi. Penelitian ini bertujuan menentukan PDA terbaik untuk kalibrasi model debit banjir dan debit andalan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Empat kriteria ditetapkan, yakni Kesesuaian Lokasi Pos, Kondisi Pos dan Bangunan, Kinerja Alat, serta Kinerja Pengamat. Data penilaian berpasangan (pairwise) disusun dari survei operasional 2022; vektor prioritas dihitung menggunakan Power Method dan konsistensi dinilai melalui Consistency Ratio (CR). Hasil menunjukkan Kinerja Alat (0,57) dan Kinerja Pengamat (0,26) sebagai kriteria dominan. Pada sintesis global, Pos Tikala–Paal IV (Alternatif 3) memperoleh prioritas tertinggi (0,32), disusul Tondano–Maumbi (0,26) dan Tikala–Sawangan (0,17). Temuan ini menegaskan dominasi aspek fungsional (alat dan pengamat) atas aspek fisik (lokasi dan bangunan) dalam konteks kalibrasi model. Implikasi praktisnya, seleksi pos berbasis kriteria fungsional meningkatkan reliabilitas data kalibrasi. Penelitian lanjutan dapat mengintegrasikan Fuzzy-AHP untuk mengakomodasi ketidakpastian penilaian.
Co-Authors . Tommy, . A.Y Lapadengan, Tania Tazriana Alex Binilang Amelia E. Sembiring Andrew, Alfredo Bella, Bryan Joelio Bororing, Christalia M. S. Brainer Sibula Cristiandi Richardo Mampuk Damisi, Agung Noorcholis Damopolii, Virgina Dian Bayanasari Delarue, Naomi W. N. Eveline M. Wuisan Eviany Raranta, Meliska Femmy Nurul Akbar Firmansyah Kalapati Fithra Mokoagow, Abdul Fuad Halim Hanny Tangkudung Hierico Manalip Hutabarat, Urgent Valensky I Wayan Sudira Imanuela Lembong, Joane Jeffier Andrew Robot Jeffry Swingly Frans Sumarauw Kapantouw, Billy Koagouw, Yohanis Wuaya Yusuf Komansilan, Beauty C. V. Lambertus Tanudjaja Langi, Rolando Atryno Eduard Lengkey, Anggielina Priska Liany Amelia Hendratta Lingkan Kawet Lombogia, Lydia Lumentut, Valen Yanny Makahinsade, Imanuel Makal, Ariel Pribady Mantik, Maria Teresya Marvil Fredrik Sulong Mentang, Risky Schwars Meruntu, Philips Alexander Miran, Tommy Mokoginta, Gita Virginita Momuat, Diana Gabbrylia Indira Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel Moningka, Kevin Elberd Muntu, Andrew Daniel N.E Naseriman, Agatha Nadia, Kivani Najoan, Kezia G. Olviana Mokonio Onibala, Meilly OROH, FICKY Palimbongan, Regyna Zefanya Amelia Pioh, Aditya H. R. Porajouw, Amanda Maria priskila Perez Mosesa, priskila Perez Purba, Brian Rambembuoch, Irandy E. Reza Mamuaya, Imanuel Risky Yohanes Rottie, Risky Yohanes Riyo Satomo, Fajar Rizki Rizal Fatah Yainahu, Rizki Rizal Fatah Rotikan, Janti Rugian, Selly A. S. S. Salaki, Perchy R. C. Sela, Reynaldo Jeremy Senaen, Yosua Marsel Sharon Marthina Esther Rapar Sisvanto, Kenyo Sekardonya Slat, Queen Sukma Sompie, Ezra Nozomi Gloria Suadnya, Dewi Parwati Sundalangi, Alfa Dipo Tamarengki, Yobianto Tawalujan, Kevin Filindo Tawera, Alfanny A. Thalita D. Maratade, Anisya Thambas, Arthur Harris Timothie, Dwight Tiwow, Yeremia E. J. Toha, Judhistira R. S. Tomaili, Meidianto Tommy Jansen, Tommy Turangan, Regia Utomo, Satrio Bagus Wahongan, Chresto Ezra Walalangi, Defanly K. Wallah, Steenie Edward Welliang, Aditya Hadipradana Yosua Aditya Ratu