Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENERAPAN METODE RCM (RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE) PADA POMPA LP (LOW PRESSURE) FLARE DI SAKA INDONESIA PANGKAH LIMITED Toni Eko Prasetyo; Nur Robbi; Mochamad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pengoperasian industri migas salah satu system yang sangat penting adalah sistem venting, blowdown dan flaring. Sistem ini berfungsi untuk menanggulangi fluida sisa akibat dari operasi yang tidak normal. Salah satu peralatan yang sangat penting dalam system ini adalah LP Flare Pump, karena erat kaitannya terhadap pencemaran lingkungan jika terjadi kegagalan pada pompa ini, sehingga kehandalan pompa LP flare tersebut benar-benar harus di jaga dan diharapkan memiliki tingkat kehandalan di atas 97%. Hingga saat ini perusahaan mempergunakan metode fail to run, yang dapat diartikan menunggu terjadinya kerusakan terjadi yang dapat berakibat peralatan tidak dapat dipergunakan. Untuk mencapai target kehandalan yang tinggi, maka di perlukan strategi maintenance yang baik dan peneliti mencoba menerapkan metode RCM untuk melakukan kegiatan maintenance pompa LP Flare. Metodologi yang dilakukan adalah mengetahui fungsi dan nama komponen pada Pompa LP Flare. Melakukan pengambilan data perbaikan dari perusahaan pada system database pemeliharaan (SAP) sejak Januari 2018 sampai dengan Desember 2020 pada perusahaan. Menghitung Downtime, FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), MTTF (Mean Time to Failure), MTTR (Mean Time to Repair) dan pembuatan Fishbone Diagram. Dari Analisa data yang dilakukan disimpulkan bahwa Downtime terlama adalah kerusakan pada komponen Check Valve dan Gearbox. Sedangkan komponen kritis pada unit LP Flare Pump dilihat dari RPN (Risk Priority Number) dengan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) pada penerapan RCM (Reliability Centered Maintenance) yakni Check Valve dengan RPN 54 dan Gearbox dengan RPN 48. Berdasarkan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) pada Check Valve, jangka waktu penggantian komponen kritis pada Pompa LP Flare disarankan dilakukan penggantian setelah dipergunakan selama 4.8 bulan dengan rata-rata waktu perbaikan selama 7 jam, sedangkan pada Gearbox 7.5 bulan dengan rata-rata waktu perbaikan selama 15 jam. Pada komponen Check Valve berdasarkan 4M dengan tindakan antara lain yaitu material perlu dilakukan dilakukan upgrade material bola check valve agar lebih tahan terhadap gesekan dan tabrakan dengan body check valve. Pada komponen gearbox Man sangat berperan penting, terutama saat melakukan alignment antara gearbox, motor dan pompa harus dilakukan dengan teliti agar tidak terjadi misalignment. Selain itu proses pelumasan pada gearbox harus benar-benar dipastikan secara baik. 
PENGARUH VARIASI MEDIA PENGKARBONAN TERHADAP NILAI KEKERASAN SERTA LAJU KEAUSAN BAJA ASSAB 7210 DENGAN PROSES PACKCARBURIZING Dimas Wibisono; Priyagung Hartono; Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.555 KB)

Abstract

Baja di dunia industri otomotif roda dua sebagai bahan baku untuk pembuatan roda gigi. Oleh karena itu dibutuhkan rekayasa sifat mekanis dari baja untuk meningkatkan kualitasnya. Langkah-langkah dalam rekayasa sifat mekanis baja adalah proses perlakuan panas, salah satu proses perlakuan panas mengeraskan permukaan baja dengan proses karburasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhvariasi media pengkarbonan terhadap nilai kekerasan serta laju keausan baja ASSAB 7210 dengan proses pack carburizing.Variasi pengkarbonan menggunakan arang bambu, kayu jati, batok kelapa. Suhu pada proses karburasi 900?C. Uji untuk Kekerasan material dan laju keausan menggunakan uji vickers danplate on disk.Dari hitung uji T thitung< ttabel yaitu 0.091<2.920 maka H1ditolak, berarti tidak ada perbedaan nilai kekerasan baja ASSAB 7210 dengan perlakuancarburizing raw material dengan carburizing menggunakan arang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan meningkat setelah proses karburasi dan laju keausan cenderung menurun. Sebelum proses carburizing nilai rata-rata kekerasan 629.7 HVN dan keausan spesifik 2.86,E-04 mm2 /kg. Pengkarbonan menggunakan arang bambu dengan nilai rata-rata kekerasan 1092.8 HVN dan keausan spesifik 2.115,E-04 mm2 /kg. Pengkarbonan menggunakan arang kayu jati dengan nilai rata-rata kekerasan 1126.6 HVN dan keausan spesifik 6.982,E-05 mm2 /kg.Pengkarbonan menggunakan batok kelapa dengan nilai rata-rata kekerasan 1624.9 HVN dan keausan spesifik 9.443,E-05 mm2 /kg.
PERANCANGAN DAN ANALISIS PISAU PENGHANCUR PADA MESIN PENGHANCUR LIMBAH KACA Machrus Ferdian; Nur Robbi; Ismi Choirotin
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste is a problem that is often faced by countries in the world. Glass waste is one of the wastes in the disposal site, one way that can be taken to reduce glass waste is to process glass waste to become other products that are more useful such as a mixture of bricks, artwork, or converted into new glass. That's why innovations emerged to make glass waste crushing machines. Planning a crushing knife on this glass waste crushing machine uses design and analysis methods. The crushing knife consists of a blade, knife mount, disc, shaft, one blade restraint, knife restraint. The crushing knife on this glass waste crushing machine has a type of hammer mill knife. The dimensions of this crushing knife are: the width of the blade (radius) is 165.59mm, the length of the crushing knife is 310mm. The crushing knife consists of: 9 blades, 3 knife stands, 4 plates, 12 knife restraints, and 6 M12 nuts. From the destruction of light glass as much as 2kg, obtained output of 1,050kg. From the results of the destruction of light glass waste, the most dominant glass size is 1.18-2mm which is 0.3787kg (35.79%).
ANALISIS KEKUATAN RANGKA MESIN HAMMER MILL LIMBAH KACA MENGUNAKAN SOLIDWORKS 2021 Muhammad Taufiq; Nur Robbi; Ismi Choirotin
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin hammer mill limbah kaca adalah mesin yang digunakan untuk mengurangi resiko kontaminasi limbah kaca. Pada analisis kekuatan rangka mesin hammer mill limbah kaca dilakukan analisis terkait pemilihan model rangka guna mengetahui kekuatan material dalam menahan setiap komponen mesin hammer mill limbah kaca dan menguji variasi terhadap variabel ukuran profil hollow yaitu : 20x20; 40x40; dan 60x60 mm. Penelitian ini menggunakan software solidworks 2021 yang dilengkapi dengan finite element analysis (FEA), dari hasil analisis simulasi dipililah ketebalan profil hollow dengan ukuran 1,4 mm yang kemudian disimulasikan dengan variasi ukuran profil hollow. Hasil analisis simulasi defleksi maksimum pada rangka mesin hammer mill 20x20x1,4 mm = 0,338 mm; 40x40x1,4 mm = 0,041 mm; dan 60x60x1,4 mm = 0,013 mm, sedangkan hasil analisis tegangan maksimum mendapatkan nilai 20x20x1,4 mm = 15,550N/mm2; 40x40x1,4 mm = 3,690 N/mm2; dan 60x60x1,4 mm = 1,658 N/mm2. Hasil defleksi dan tegangan maksimum yang paling besar pada ukuran profil hollow 20x20x1,4 mm akan tetapi masih berada dibawah nilai batas izin material. Sehingga masih dapat dikatakan dalam batas aman.
PENGARUH PRODUKSI UAP AIR HASIL DARI PEMANFAATAN PANAS BUANG PADA EXHAUST TERHADAP PERFORMA HONDA BEAT 110CC Bagas Putro; Ena Marlina; Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on testing and data analysis on the effect of adding water vapor to engine performance and exhaust emissions on the Honda Beat 110cc. The results of this study can be concluded that at RPM 3000 to 8400, with the addition of water vapor into the intake manifold will increase the performance of the Honda Beat 110 cc, which includes torque, power and fuel consumption is more efficient and it is better to use a mixture of water vapor. because the hydrogen content contained in the water vapor can bind the hydrocarbon and carbon monoxide content so that a chemical reaction occurs in the combustion chamber. As well as hydrocarbons (HC) and oxygen (O2), they will carry out chemical reactions to form carbon dioxide (CO2) and water vapor (H2O) which reduce exhaust emission levels when the two compounds react in the combustion chamber Keyword: engine performance, fuel consumption, exhaust gas, hydrogen
Pengaruh Piston Cekung Dengan Piston Datar Terhadap Torsi, Daya, Dan Konsumsi Bahan Bakar Supra X 125 Mohammad Miftahul Anwar; Ena Marlina; Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor bakar torak bensin adalah mesin pembangkit tenaga yang dapat mengubah bahan bakar bensin menjadi tenaga panas dan mengubahnya menjadikan tenaga mekanik. Komponen utama dari motor adalah blok silinder, yang digunakan untuk tempat  pemasangan dari system mekanik dan beberapa komponen mekanik lainnya. Prinsip kerja dari motor bensin ialah sebuah mesin yang sistem kerjanya memanfaatkan energi dari hasil gas panas yang dihasilkan dari proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar. Pada proses pembakaran yang berlangsung di dalam silinder mesin tersebut, gas dari pembakaran juga berfungsi menjadi fluida kerja yang dijadikan sebagai energi panas atau tenaga. Untuk memaksimalkan kerja dari motor tersebut ada beberapa cara, salah satunya yaitu menaikan tekanan silinder atau kompresi dari gas campuran udara dan bensin. Dalam penelitian yang kita lakukan ini akan memodifikasi jenis permukaan piston cekung menjadi piston dengan permukaan datar. Hasil penelitian ini untuk mencari perbandingan jenis piston cekung dan datar guna mendapatkan jenis permukaan piston yang optimal dan dapat mengasilkan kerja maksimal. Pada penelitian untuk menguji performa motor menggunakan alat dynamometer. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah permukaan piston datar memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan piston dengan permukaan cekung. Kata kunci: motor bakar, jenis permukaan piston, performa motor, konsumsi bahan bakar.
ANALISIS KETEBALAN dan KEKERASAN PADA PROSES ELECTROPLATING CHROME PADA BAJA ST 37 DENGAN PELAPISAN DASAR COPPER A ridhoni Al-Hikmani; Nur Robbi; Mochammad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir setiap orang menggunakan alat-alat logam: perhiasan yang berbeda, furnitur, kerajinan yang berbeda, suku cadang sepeda motor, mobil, dan banyak lagi. Beberapa logam yang digunakan adalah baja. Penelitian ini bertujuan menemukan pengaruh waktu pencelupan dengan  memvariasikan 45 menit, 90 menit, 135 menit, tegangan 2 volt, dan arus 15 amp, ditemukan pengaruh waktu perendaman pada proses elektroplating terhadap ketebalan dan kekerasan lapisan baja ST37.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketebalan lapisan tertinggi untuk proses pelapisan tembaga-kromium terjadi pada waktu pencelupan 135 menit, tegangan 2 volt dan arus 15 amp pada nilai 19,8 µm, mencapai nilai kekerasan tertinggi. Ditampilkan. Proses elektroplating tembaga-kromium, waktu perendaman 135 menit, tegangan 2 volt, arus 15 amp, nilai 656,9 VHN. Artinya, semakin lama waktu perendaman yang digunakan, maka lapisan akan semakin tebal dan keras. Kata Kunci: Waaktu pencelupan, Elektroplating, Baja ST37, Ketebalan, Kekerasan
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PLASTIK MENGGUNAKAN SIX SIGMA GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING Mochammad Basjir; Suhartini Suhartini; Nur Robbi
Journal of Research and Technology Vol. 9 No. 1 (2023): JRT Volume 9 No 1 Juni 2023
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the products produced by PT. XYZ is in the form of a white plastic spoon in the production process, and problems are often found in the form of products having defects that significantly affect the quality, management system, and expenses of the company. To overcome this, an analysis was carried out using the Six Sigma method, and from the calculation results obtained a sigma value of 3.9 with a defect value of 10531 for a million production. From the results of the analysis carried out to push the company towards zero defects by seeking improvements to machine and human factors as the main factors for product defect problems, some of the recommendations for improvements given are to carry out maintenance on the machines and tools that exist in the company, to rearrange the machines damaged by changing parts so as not to hinder the ongoing production flow, supervising worker operators using Production Operations Standards (SOP), conducting a worker appraisal system according to applicable regulations so that workers are motivated to perform better. Keywords: plastic products, defects, quality, Six Sigma
Peningkatan Kualitas Produk dengan Metode Six Sigma dan Kaizen Mochammad Basjir; Suhartini; Nur Robbi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The company has a strategy to ensure its survival and increase its competitiveness. PT. XYZ is a foreign company that operates in the industrial manufacturing aspect. The products manufactured are lamp cases, lamp holders, front grills, port rings, screw hole covers and air conditioning boxes. PT. XYZ also produces supporting components, one of which is cup buses. The problem in the research is that bus cup products often experience defective products with a percentage of 30% - 40%. This research aims to identify the causes of defects in bus cup products, determine the most dominant types of defects in bus cup products, and determine proposed corrective actions for bus cup products at PT. XYZ. The research will use Six Sigma and Kaizen methods. The research results show that there are 4 (four) types of Critical to Quality, namely Short Mold, Shink Mark, Warping and Black Dot, while the DPMO is 131,723 and produces a Sigma of 42.37. This study suggests improvements: the production manager checks every 1 hour, the operator continuously checks the materials and the injection machine. Control of work activities, regular maintenance of machines, care of raw materials and environmental conditions of the production area.
Optimasi Pengaturan Pembangkit Hidro Kaskade Sungai Brantas untuk Meningkatkan Cascade Effectiveness Mochammad Syaiful Bakri; Margianto; Nur Robbi; Mochammad Basjir
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydropower with a cascade scheme utilises the energy potential of water in a sustainable manner. The Brantas River area is used to generate 4 (four) hydropower plants (HEPP) that are arranged in series from upstream to downstream, namely Sengguruh HEPP, Sutami HEPP, Wlingi HEPP and Lodoyo HEPP. From December 2022 to November 2023, the four hydropower plants can produce 888,629,472 kWh of electricity. However, there is still potential for electricity generation that can be optimised from the unused water potential (spillwaywater) of 553.61 million m3. The optimisation management system provides a solution for utilising water energy sources by formulating a mathematical model using Solver in the Microsoft Excel application to plan the water level of the Sutami reservoir, hydropower load settings and peak/off-peak times at each hydropower plant. By implementing an optimisation, electrical energy production has the potential to reach 951,796,287 kWh or an increase of 7.11% in the period December 2022 to November 2023 by minimising the occurrence of spillway water by up to 92.40% or 551.61 million m3. As a result, the cascade efficiency of the hydropower plants of the Brantas River cascade was increased by 2.87% or 0.003 kWh/m3.