Sitti Muliya Rizka
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Syiah Kuala

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI Husna Asmanidar; Bahrun .; Rosmiati .; Taat Kurnita Yeniningsih; Dina Amalia; Rahmatun Nessa; Sitti Muliya Rizka
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: The Development of Religious and Moral Values, Snakes and Ladders Game, Children Early AgeIdeally, early childhood children aged 5-6 years have development of their religious and moral values, especially getting to know the various religions in Indonesia, which include knowing the religion they follow, knowing places of worship and religious holidays in Indonesia. However, the reality on the ground is that there are still early childhood children aged 5-6 years who have not developed their religious and moral values. This is due to the lack of learning media in increasing the development of religious and moral values in early childhood. Based on these problems, researchers are interested in developing learning media in the form of snake and ladder media. This study aims to develop snake and ladder as a medium of learning in increasing the development of religious and moral values for early childhood aged 5-6 years. The type of research used is the type of research and development by Thiagaradjan with the initial concept development in this study consisting of definition, design and development. Data collection in this study was carried out through observation, literature study and validation questionnaire sheets from media experts and material experts. The results of the snake and ladder media validation on media experts obtained a final score of 96% with a very valid category, instruments and validation on material experts obtained a score of 98% with a very valid category. Based on the results of validation by media expert and material expert, it can be concluded that the snake and ladder media developed is very valid to be used as a learning medium in increasing the development of religious and moral values for early childhood. This research was carried out only up to the internal validation stage, for the external validation stage it will be carried out at the next research level.ABSTRAK. Idealnya anak usia dini usia 5-6 tahun telah berkembang dengan baik perkembangan nilai agama dan moralnya terlebih mengenal ragam agama di Indonesia yang meliputi, mengenal agama yang dianut, mengenal tempat-tempat ibadah dan hari-hari besar agama di Indonesia. Namun kenyataan di lapangan masih ditemukan anak usia dini yang berusia 5-6 tahun yang belum berkembang nilai agama dan moralnya ini disebabkan karena kurangnya media pembelajaran dalam meningkatkan perkembangan nilai agama dan moral pada anak usia dini. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk mengembangkan media pembelajaran berupa media ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ular tangga sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan perkembangan nilai agama dan moral anak usia dini yang berusia 5-6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pengembangan (Research and Development) oleh Thiagaradjan dengan pengembangan konsep awal pada penelitian ini terdiri dari pendefinisian, perancangan dan pengembangan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, studi literatur dan angket validasi dari ahli media dan ahli materi. Hasil validasi media ular tangga pada ahli media memperoleh skor akhir sebesar 96% dengan katagori sangat valid, instrumen dan validasi pada ahli materi memperoleh skor sebesar 98% dengan katagori sangat valid. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi, maka dapat disimpulkan bahwa media ular tangga yang dikembangkan sangat valid untuk dijadikan sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan perkembangan nilai agama dan moral bagi anak usia dini. Penelitian ini dilakukan hanya sampai pada tahap validasi internal, untuk tahap validasi eksternal akan dilakukan pada jenjang penelitian selanjutnya.Kata Kunci: Perkembangan Nilai Agama dan Moral, Permainan Ular Tangga, Anak Usia Dini
PENGEMBANGAN BUSY BOOK UNTUK KEGIATAN BERMAIN POLA ANAK USIA 5-6 TAHUN Fani Wirdah; Yuhasriati .; Siti Naila Fauzia; Taat Kurnita Yeniningsih; Sitti Muliya Rizka
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Busy Book, Pattern Play Activities This study aims to produce a valid busy book for pattern play activities for children aged 5-6 years. This research uses the research and development method by Thiagarajan. Data was collected through observation, literature study, and media validation by material experts and media experts. Data processing was carried out in a quantitative descriptive manner, namely by analyzing the overall results of the media validation instrument from material experts and media experts, then calculating the results of the media validation analysis. The results showed that a valid busy book media contained repetitive patterns of play activities, growth patterns, and symmetrical patterns. Repeating patterns include patterns based on color, based on shape, and based on size. The growth pattern includes color gradation/degradation, small to large, large to small, short to long, long to short, a little to a lot, a lot to a little. Symmetrical patterns include symmetrical patterns based on color, based on shape, and based on size. The busy book media is made from interlining cloth, cotton cloth, flannel cloth, tile cloth, wooden clothespins, buttons, beads, and ropes. This media measures 31x21 cm. The busy book media that was developed was declared valid for playing activities for children aged 5-6 years. This is based on the results of media validation by material experts with valid assessments and the results of media validation are also valid assessments. This research was only carried out until the media validation stage, for the product trial stage and the distribution stage it will be carried out in further research.Abstrak: Penelitian ini bertujuan menghasilkan busy book yang valid untuk kegiatan bermain pola anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) oleh Thiagarajan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi literatur, dan validasi media oleh ahli materi dan ahli media. Pengolahan data dilakukan  secara deskriptif kuantitatif, yaitu dengan analisis keseluruhan hasil instrumen validasi media dari ahli materi dan ahli media, kemudian dilakukan perhitungan hasil analisis validasi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media busy book yang valid berisikan kegiatan bermain pola berulang, pola tumbuh, dan pola simetris. Pola berulang meliputi pola pengulangan berdasarkan warna, berdasarkan bentuk, dan berdasarkan ukuran. Pola tumbuh meliputi gradasi/degradasi warna, kecil ke besar, besar ke kecil, pendek ke panjang, panjang ke pendek, sedikit menjadi banyak, banyak menjadi sedikit. Pola simetris meliputi pola simetris berdasarkan warna, berdasarkan bentuk, dan berdasarkan ukuran. Media busy book dibuat dari kain interlining, kain katun, kain flanel, kain tile, jepitan kayu, kancing, manik-manik, dan tali kur. Media ini berukuran 31x21 cm. Media busy book yang dikembangkan dinyatakan valid untuk kegiatan bermain pola anak usia 5-6 tahun. Hal ini berdasarkan hasil validasi media oleh ahli materi memperoleh kriteria penilaian valid dan hasil validasi media oleh ahli media juga memperoleh kriteria penilaian valid. Penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap validasi media, untuk tahap uji coba produk dan tahap penyebaran akan dilakukan pada penelitian selanjutnya. Kata Kunci: Busy Book, Kegiatan Bermain Pola
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5TAHUN MELALUI KEGIATAN MOZAIK MENGGUNAKAN LIMBAH SERBUK GERGAJI DI TK CENDEKIA TUNGKOP ACEH BESAR Shinta Bella; Israwati .; Sitti Muliya Rizka; Bahrun .; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Fine Motor, Mosaic, Sawdust WasteFine motor skills are the ability to use small muscles, including the fingers and hands, which require precision and eye-hand coordination. Fine motor skills are important to improve, because with the increase in these abilities it will make it easier for children to carry out various daily activities, both activities in the school environment and outside of school. This study aims to improve the fine motor skills of children aged 4-5 years in TK Cendekia Tungkop Aceh Besar through mosaic activities using sawdust waste. The subjects in this study were children aged 4-5 years who were in group A2, totaling 10 people. The research method used is the Kemmis and Mc Taggart class action research method. Data was collected using observation and performance techniques with success indicators of 75%. The results showed that the fine motor skills of children at the pre-cycle stage only gained an average of 42.49% (MB) increased after the action in the first cycle of the first meeting was 47.49% (MB) and at the second meeting it reached 63.74%. (BSH) and in the second cycle the children's ability increased even better, namely at the first meeting it reached an average of 71.66% (BSB) and at the second meeting the average percentage of children's success had reached the predetermined success indicator, namely 89, 16% (BSB) or children have received BSH and BSB categories in all aspects of observation and assessment. From the results of the research that has been obtained, it can be concluded that through mosaic activities using sawdust waste can improve the fine motor skills of children aged 4-5 years in Tungkop Cendekia Kindergarten, Aceh Besar. It is recommended that mosaic activities using sawdust waste can be applied in the learning process to improve children's fine motor skills.Abstrak. Kemampuan motorik halus adalah kemampuan dalam penggunaan otot-otot kecil, meliputi jari jemari dan tangan yang membutuhkan ketelitian dan pengkoordinasian mata dan tangan. Kemampuan motorik halus penting untuk ditingkatkan, karena dengan meningkatnya kemampuan tersebut maka akan memudahkan anak dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-harinya, baik aktivitas di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Cendekia Tungkop Aceh Besar melalui kegiatan mozaik menggunakan limbah serbuk gergaji. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun yang berada di kelompok A2 yang berjumlah 10 orang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan unjuk kerja dengan indikator keberhasil 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak pada tahap prasiklus hanya memperoleh rata-rata sebesar 42,49% (MB) meningkat setelah dilakukan tindakan pada siklus I pertemuan pertama sebesar 47,49% (MB) dan pada pertemuan kedua mencapai 63,74% (BSH) dan pada siklus II kemampuan anak meningkat dengan lebih baik lagi, yaitu pada pertemuan pertama mencapai rata-rata 71,66% (BSB) dan pada pertemuan kedua rata-rata persentase keberhasilan anak sudah mencapai indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan yaitu 89,16% (BSB) atau anak sudah mendapat kategori BSH dan BSB pada semua aspek pengamatan dan penilaian. Dari hasil penelitian yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan mozaik menggunakan limbah serbuk gergaji dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Cendekia Tungkop Aceh Besar. Disarankan kegiatan mozaik menggunakan limbah serbuk gergaji dapat diterapkan dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kemampuan motorik halus anak.Kata Kunci: Motorik Halus, Mozaik, Limbah Serbuk Gergaji
POLA ASUH ORANG TUA DALAM KELUARGA MILITER DI KOMPLEK SATUAN RADAR 233 KOTA SABANG Suci Eka Pratiwi; Bahrun .; Siti Naila Fauzia; Sitti Muliya Rizka; Gracia Mandira
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Parenting, Military FamilyThis study aims to explain parenting patterns in military families in the Satrad 233 complex, Sukajaya District, Sabang City. This study used a qualitative approach with 8 parents as the research subject. The data were collected by using observation, interview and documentation techniques. The data analysis technique used was descriptive qualitative which is the disclosure of the data as it is through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that not all military families applied the way of educating in a harsh and authoritarian style. Even though they work as a TNI, in fact, in interacting with their families, they leave military traits and act like fathers in general, namely fathers who are responsible and become examples for their children and wives. There are two types of parenting used by parents in military families, namely democratic and permissive parenting. The results showed that 3 parents in the Radar Unit 233 complex used democratic parenting, in which parents tended to give children the freedom to be creative with good supervision, while 1 other parent applied permissive parenting in which parents often let their children. if you make a mistake and the parents don't set rules for the child so that the child becomes spoiled. The suggestions from the researcher to parents who work as members of the military are expected to be able to maintain a parenting pattern that is considered good and suitable to be applied in the family by always looking at the child's development. Then as parents should apply parenting in accordance with the character of the child. This is because each child has a different character so that the right parenting pattern will form a good child's personality.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola asuh orang tua dalam keluarga militer di komplek Satrad 233 Kecamatan Sukajaya Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian orang tua sebanyak 8 orang. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif yang merupakan pengungkapan data apa adanya melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua keluarga militer menerapkan cara mendidik dengan gaya yang keras dan otoriter. Walaupun berprofesi sebagai seorang TNI nyatanya dalam berinteraksi dengan keluarga mereka meninggalkan sifat-sifat kemiliteran dan berperan seperti ayah pada umumnya, yaitu ayah yang bertanggung jawab serta menjadi contoh bagi anak dan istrinya. Adapun terdapat dua macam pola asuh yang digunakan orang tua dalam keluarga militer yaitu pola asuh demokratis dan permisif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 orang tua di komplek Satuan Radar 233 menggunakan pola asuh demokratis, yang mana orang tua cenderung memberikan kebebasan pada anak untuk berkreasi dengan pengawasan yang baik, sedangkan 1 orang tua yang lain menerapkan pola asuh permisif yang mana orang tua sering membiarkan anak jika melakukan kesalahan dan orang tua tidak menetapkan aturan terhadap anak sehingga anak menjadi manja. Adapun saran dari peneliti kepada orangtua yang bekerja sebagai anggota militer diharapkan dapat mempertahankan pola pengasuhan yang dianggap baik dan cocok diterapkan didalam keluarga dengan selalu melihat perkembangan anak. Kemudian sebagai orangtua sebaiknya menerapkan pola asuh yang sesuai dengan karakter anak. Hal ini dikarenakan setiap anak memiliki karakter yang berbeda sehingga pola pengasuhan yang tepat akan membentuk kepribadian anak yang baik.Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Keluarga Militer
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI DI TK FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA Julaiha .; Bahrun .; Sitti Muliya Rizka; Rosmiati .; Rahmatun Nessa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Teacher Role, Learning MotivationThis research is related to the teacher’s role in increasing early childhood learning motivation at FKIP Kingdergarten, Syiah Kuala University. The purpose of this study was to determine the role of teachers in increasing early childhood learning motivation. This study uses a descriptive qualitative approach. The subjects in this study consisted of 2 teachers. The research location is at the FKIP Kingdergarten, Syiah Kuala University, which is in Jalan Inong Balee Kopelma Darussalam, Syiah Kuala District, Banda Aceh City. Data was collected by using observation and interview techniques. Data analysis techniques through data reduction, data presentation and drawing conclusions. The technique used to test the accuracy of the data using technical triangulation techniques and time triangulation. From the results of this study, it can be seen that the teacher’s role in increasing children’s learning motivation is, 1) the teacher’s role as class manager by giving rules to children when attending lessons and the classroom is always clean, 2) the teacher’s role as motivator in providing encrouragement in the form of the word “come on”,”can” and the tells about diligent children, 3) the teacher’s role as an inspiration for the teacher to always say the words “please, sorry, and thank you” ro the child, 4) the teacher’s role as an evaluator of the teacher assesses the development, attitudes and behavior of children, 5) the role of teacher demonstrator, the teacher demonstrates every lesson that is tught every day, making it easier for children to understand the lesson. Abstrak: Penelitian ini terkait tentang peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak usia dini di TK FKIP Universitas Syiah Kuala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 guru. Lokasi penelitian di TK FKIP Universitas Syiah kuala yang berada di Jalan Inong Balee Kopelma Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik yang digunakan untuk menguji keakuratan data menggunakan teknik triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak adalah, 1) peran guru sebagai pengelola kelas dengan memberikan aturan pada anak saat mengikuti pelajaran dan ruang kelas yang selalu bersih, 2) peran guru sebagai motivator dalam memberikan dorongan berupa kata “ayo bisa” dan bercerita tentang anak yang rajin, 3) peran guru sebagai inspirator guru selalu mengucapkan kata “tolong, maaf, dan terima kasih” pada anak, 4) peran guru sebagai evaluator guru menilai perkembangan, sikap dan tingkah laku anak-anak, 5) peran guru sebagai demonstrator guru memperagakan setiap pelajaran yang diajarkan setiap harinya, sehingga memudahkan anak untuk memahami pelajaran tersebut. Kata kunci: Peran Guru, Motivasi Belajar
PENGEMBANGAN MEDIA BALOK TETRIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK PADA ANAK USIA DINI Nila Julia Putri; Israwati .; Rahmi .; Sitti Muliya Rizka; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Media, Tetris Blocks, Symbolic Thinking AbilityLearning media is very much needed in the early childhood learning process, including in improving symbolic thinking skills. Currently the availability of media to improve symbolic thinking skills in early childhood is still less varied, so the authors are interested in conducting research on tetris block media. This research is a type of research and development (Research and Development) that uses a media development model, namely ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data collection in this study was carried out through literature studies and validation sheets from media experts and material experts. The initial concept development in this study consisted of the stages of analysis, design, development, implementation and evaluation. Valid tetris block media to improve symbolic thinking skills in early childhood in the form of play activities, namely playing blocks, and playing puzzles. The material for making Tetris blocks is harmless to children and can stimulate all six aspects of a child's development. The results of the validation of the tetris beam media on media experts obtained a final score of 85% with a very decent category, and validation on material experts obtained a final score of 100% with a very decent category. Based on the results of validation by media experts and material experts, it can be concluded that the Tetris block media developed is very feasible to be used as a learning medium in improving symbolic thinking skills in early childhood.Abstrak. Media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran anak usia dini, termasuk dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik. Saat ini ketersediaan media untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak usia dini masih kurang bervariasi, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap media balok tetris. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang menggunakan model pengembangan media yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development,  Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dan lembar validasi dari ahli media dan ahli materi. Pengembangan konsep awal pada penelitian ini terdiri dari tahap analisis, rancangan, pengembangan, penerapan dan evaluasi. Media balok tetris yang valid untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak usia dini berupa kegiatan bermain, yaitu bermain balok, dan bermain puzzle. Bahan pembuatan media balok tetris tidak berbahaya bagi anak dan dapat menstimulasi keenam aspek perkembangan anak. Hasil validasi media balok tetris pada ahli media memperoleh skor akhir sebesar 85% dengan kategori sangat layak, dan validasi pada ahli materi memperoleh skor akhir 100% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi, maka dapat disimpulkan bahwa media balok tetris yang dikembangkan sangat layak untuk dijadikan sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak usia dini.Kata Kunci:  Media, Balok Tetris, Kemampuan Berpikir Simbolik
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PEMANFAATAN BAHAN ALAM PADA PEMBUATAN KOLASE DI TK CENDEKIA TUNGKOP ACEH BESAR Salsabila Putri; Israwati .; Sitti Muliya Rizka; Siti Naila Fauzia; Rahmatun Nessa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2023): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Teacher's Strategy in Developing Creativity, Use of Natural MaterialsThis study aims to find out about the teacher's strategy in developing children's creativity through the use of natural materials in making collages in class B1 TK Cendekia Tungkop Aceh Besar. This study uses a qualitative approach with the type of phenomenological research. The subjects in this study were 2 class B teachers and 1 principal. Collecting data in this study through observation, interviews and documentation techniques. The data were analyzed using data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the strategy used by the teacher was through the central learning model with demonstration and question and answer methods in developing children's creativity through the use of natural materials in making collages from coconut dregs. The teacher prepares 2 activities. Move when one of the activities has been completed. On the worksheet, the teacher gives color symbols to make it easier to remember colors and classify them during collage. The teacher explains and gives examples of how to stick and provides direction, support, approaches the child and even directs it until the child can. The teacher goes around controlling the children's abilities by asking questions to make sure the children understand colors and how to make collages. When the activity is finished, the teacher repeats the question to the child. When the child is silent and does not answer, the teacher asks questions one by one so that the child can answer the questions given by the teacher.             Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang strategi guru dalam mengembangkan kretivitas anak melalui pemanfaatan bahan alam pada pembuatan kolase di kelas B1 TK Cendekia Tungkop Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini yaitu 2 guru kelas B dan 1 kepala sekolah. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalis menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru ialah melalui model pembelajaran sentra dengan metode demonstrasi dan tanya jawab dalam mengembangkan kreativitas anak melalui pemanfaatan bahan alam pada pembuatan kolase dari ampas kelapa. Guru mempersiapkan 2 kegiatan. Berpindah apabila salah satu kegiatan telah selesai. Pada lembar kerja, guru memberikan simbol warna untuk mempermudah mengingat warna dan mengklasifikasinya saat kolase. Guru menjelaskan dan memberikan contoh cara menempel serta memberikan arahan, dukungan, mendekati anak bahkan mengarahkan hingga anak bisa. Guru berkeliling mengontrol kemampuan anak dengan melakukan tanya jawab untuk memastikan anak sudah mengerti tentang warna dan cara membuat kolase. Saat kegiatan selesai, guru mengulang kembali bertanya kepada anak. Saat anak diam dan tidak menjawab, guru melakukan tanya jawab satu per satu agar anak dapat menjawab pertanyaan yang diberikan guru.Kata Kunci: Strategi Guru dalam Mengembangkan Kreativitas, Pemanfaatan Bahan Alam
MENSTIMULASI KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN MELALUI MEDIA BALOK ANGKA BAGI ANAK USIA DINI DI TK ISLAM TERPADU MINA ACEH BESAR Nurul Fajri SA; Yuhasriati .; Suhartati .; Sitti Muliya Rizka; Rahmatun Nessa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2023): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Ability to Recognize Numbers, Number Block MediaStimulating the ability to recognize numbers through the media of number blocks for early childhood in Islamic Kindergarten Mina Terpadu Aceh Besar is a learning process that hones children's cognitive abilities in symbolic thinking to improve their ability to recognize numbers. This research is motivated by the low cognitive level of children in Class B (Al-Latif) at the Islamic Kindergarten Integrated Mina Aceh Besar. The problem found is that there are still many children who have not been able to reach the indicators of cognitive ability in recognizing numbers 1-10. To improve the ability to recognize numbers in children, interested in knowing how to improve recognizing numbers by using number blocks for early childhood. The purpose of this study is to improve the ability to recognize numbers through number blocks for early children. The type of research used is classroom action research which was carried out for 2 cycles, each cycle carried out 2 meetings with the research subject involving 10 children. Data collection techniques obtained through observation and performance techniques. The number block media activity is where the teacher prepares an educational game tool in the form of a number block, then demonstrates how to play it. The ability to recognize numbers in Class B (Al-Latif) children at the Mina Aceh Besar Islamic Kindergarten can be increased by means of the teacher explaining to the children the activities to be carried out, namely activities using number blocks and children's activity sheets, demonstrating the steps for playing, allowing children independently to do number block activities by mentioning and arranging symbols for numbers 1-10, and children doing number symbol activities using children's activity sheets.Abstrak. Menstimulasi kemampuan mengenal bilangan melalui media balok angka bagi anak usia dini di TK Islam Terpadu Mina Aceh Besar merupakan proses pembelajaran yang mengasah kemampuan kognitif anak dalam berfikir simbolik untuk meningkatkan kemampuan mengenal bilangan. Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya kognitif anak pada Kelas B (Al-Latif) di TK Islam Terpadu Mina Aceh besar. Ditemukan permasalahannya yaitu masih banyak anak yang belum mampu mencapai indikator kemampuan kognitif dalam mengenal bilangan 1-10. Untuk meningkatkan kemampuan mengenal bilangan pada anak, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan mengenal bilangan dengan menggunakan media balok angka bagi anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan mengenal bilangan melalui media balok angka bagi anak usia dini. Jenis penelitian digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama 2 siklus, setiap siklus dilakukan 2 pertemuan dengan subjek penelitiannya berjumlah 10 anak. Teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui teknik observasi dan unjuk kerja. Kegiatan media balok angka dengan langkah guru mempersiapkan alat permainan edukatif berupa balok angka, kemudian mendemontrasikan cara bermainnya. Kemampuan mengenal bilangan pada anak Kelas B (Al-Latif) di TK Islam Terpadu Mina Aceh Besar dapat meningkat dilakukan dengan cara guru menjelaskan kepada anak tentang kegiatan yang akan dilakukan yaitu kegiatan menggunakan media balok angka dan lembar aktivitas anak, mendemontrasikan langkah-langkah bermain, mempersilahkan anak secara mandiri untuk melakukan kegiatan balok angka dengan cara menyebutkan dan menyusun lambang bilangan 1-10, dan melakukan kegiatan mencocokkan lambang bilangan dengan gambar.Kata Kunci: Kemampuan Mengenal Bilangan, Media Balok Angka
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PEMANFAATAN BAHAN ALAM Sitti Muliya Rizka
Jurnal Golden Age Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL GOLDEN AGE
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/goldenage.v7i1.18784

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang strategi guru dalam mengembangkan kreativitas anak melalui pemanfaatan bahan alam. Penelitian dilakukan di TK Cendekia Tungkop, Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian dua orang guru dan seorang kepala sekolah. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan model pembelajaran sentra dengan metode demonstrasi dan tanya jawab dalam mengembangkan kreativitas anak. Guru menggunakan strategi pengembangan kreativitas melalui menciptakan produk (hasta karya) dengan memanfaatkan bahan alam berupa ampas kelapa pada pembuatan kolase. Guru menjelaskan dan memberikan contoh serta mengontrol pemahaman anak dengan melakukan diskusi sederhana untuk memastikan bahwa anak sudah mengerti. Setelah selesai, guru menutup kegiatan dengan bertanya kepada anak.Kata kunci: Strategi Guru Dalam Mengembangkan Kreativitas, Pemanfaatan Bahan Alam AbstractThis study aims to find out about teacher strategies in developing children's creativity through the use of natural materials. The research was conducted at Cendekia Kindergarten, Tungkop, Great Aceh. The method used in this research was descriptive qualitative. The research subjects involved were two teachers and one school principal. Data were collected by researcher through observation, interviews and documentation. The result showed that the teacher applied the beyond centers and circle time model in line with demonstration and, question and answer methods in developing children's creativity. The teacher used a strategy for developing creativity through creating products (hasta work), by utilizing natural materials in the form of coconut dregs in making collages. The teacher explained and gave examples and control the children’s comprehension by conducting simple discussions to ensure that the children understood. When finished, the teacher closed the activity by asking them.Keywords: Teacher’s Strategy in Developing Creativity, The Use of Natural Materials