Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DM TIPE II DI POLI PENYAKIT DALAM RSI SITI RAHMAH PADANG Nicen Suherlin; Anisa Febristi; Dian Rahmi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30732

Abstract

Penyakit arteri perifer merupakan komplikasi makrovaskular diabetes melitus tipe II yang sering menyebabkan gangguan perfusi dan risiko amputasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien DM tipe II di Poli Penyakit Dalam RSI Siti Rahmah Padang. Penelitian quasi-eksperimen pretest-posttest without control group melibatkan 25 responden dengan intervensi PMR 2 kali/hari selama 6 hari (15 menit/sesi). Pengukuran ABI menggunakan sphygmomanometer manual, dianalisis dengan Paired T-test dan regresi linier (α=0,05). Rata-rata ABI pretest 0,76±0,12 meningkat menjadi 0,85±0,11 posttest (p=0,001), dengan kepatuhan PMR 86,7% berkorelasi positif kuat terhadap peningkatan ABI (r=0,62; p=0,001). Durasi DM memengaruhi baseline ABI (r=-0,48; p=0,015). Terapi relaksasi otot progresif efektif meningkatkan perfusi perifer pada pasien DM tipe II, terutama responden dengan kepatuhan tinggi.Kata kunci: ankle brachial index; diabetes melitus; relaksasi otot progresif
PENGUATAN KAPASITAS KEGAWATDARURATAN SISWA SMKN 6 PADANG MELALUI EDUKASI BASIC LIFE SUPPORT, PERTOLONGAN PERTAMA, DAN SIMULASI BENCANA Nicen Suherlin; Dian Rahmi; Agustika Antoni; Hera Putri Jenisa; Jannatan Adzkia Putra
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.31042

Abstract

Bencana alam dan kejadian kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan sekolah. Kota Padang merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas siswa sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana. Namun, sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai mengenai Basic Life Support (BLS), pertolongan pertama, serta prosedur evakuasi saat terjadi bencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kegawatdaruratan siswa SMKN 6 Padang melalui edukasi Basic Life Support, pertolongan pertama, dan simulasi bencana.Metode pengabdian menggunakan pendekatan pemberdayaan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik langsung, simulasi bencana, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 31 siswa kelas XBU SMKN 6 Padang yang dipilih melalui koordinasi dengan pihak sekolah. Materi yang diberikan meliputi pengenalan kegawatdaruratan, penanganan korban henti jantung, teknik Hands Only CPR, penanganan perdarahan, tersedak, pingsan, serta simulasi evakuasi gempa bumi.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 62,15 sebelum pelatihan menjadi 89,40 setelah pelatihan. Evaluasi keterampilan menunjukkan bahwa sebanyak 93,5% peserta mampu melakukan Hands Only CPR sesuai prosedur, 87,1% mampu melakukan pertolongan pertama pada kasus sederhana, dan 93,5% mampu mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi sesuai prosedur. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan pembentukan Tim Emergency First Aid School sebagai tindak lanjut program kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik dan simulasi efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan maupun bencana di lingkungan sekolah.Kata kunci: Basic Life Support; Pertolongan Pertama; Kegawatdaruratan; Simulasi Bencana; Siswa.
PENGUATAN KOMPETENSI KADER KESEHATAN DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN ANAK SAAT BENCANA DI WILAYAH RAWAN BENCANA DI KELURAHAN IKUR KOTO KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rikayoni Rikayoni; Dian Rahmi; Mariza Elsi; Hadisty Humairah; Hodiffa Hodiffa
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 2 (2024): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i2.31038

Abstract

Kelurahan Ikur Koto, Kota Padang, Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah rawan bencana yang berpotensi mengalami gempa bumi, banjir, dan tanah longsor, sehingga anak menjadi kelompok rentan yang memerlukan penanganan kegawatdaruratan secara cepat dan tepat. Kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, namun kompetensi kader dalam penanganan awal kegawatdaruratan anak saat bencana masih terbatas. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat kompetensi kader kesehatan melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi penanganan kegawatdaruratan anak pada situasi bencana. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penyuluhan mengenai kegawatdaruratan anak dan manajemen bencana, pelatihan keterampilan bantuan hidup dasar anak, penanganan sumbatan jalan napas, pengendalian perdarahan, teknik evakuasi aman, serta simulasi berbasis skenario. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan lembar observasi keterampilan. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan kader kesehatan dalam memberikan pertolongan pertama pada anak sebelum mendapatkan penanganan tenaga kesehatan, serta tersusunnya modul dan media edukasi sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kader kesehatan sebagai first responder di tingkat komunitas sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dan pengurangan risiko kesakitan maupun kematian anak akibat bencana di Kelurahan Ikur Koto, Kota Padang.Kata Kunci: Kader Kesehatan; Kegawatdaruratan Anak; Bencana; Kesiapsiagaan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KADER KESEHATAN JIWA (KASERWA) DALAM TRAUMA HEALING PASCA BENCANA DI BATU BUSUK KOTA PADANG Dian Rahmi; Rikayoni Rikayoni; Nayla Putri Adriani; Putri Diana
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 1 (2025): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i1.31039

Abstract

Banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis berupa stres, kecemasan, ketakutan, dan trauma pada masyarakat terdampak. Keterbatasan tenaga kesehatan jiwa menyebabkan pelayanan dukungan psikososial belum dapat menjangkau seluruh penyintas secara optimal. Oleh karena itu, pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa (KASERWA) menjadi salah satu strategi untuk memperkuat pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas KASERWA dalam memberikan trauma healing berbasis komunitas kepada masyarakat pascabencana. Metode yang digunakan adalah pendekatan community empowerment dengan Participatory Action Approach melalui tahapan sosialisasi, pelatihan kader, implementasi trauma healing, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Pelatihan diberikan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, simulasi, role play, dan praktik lapangan mengenai kesehatan jiwa pascabencana, Psychological First Aid, skrining psikososial, komunikasi terapeutik, teknik relaksasi, grounding, terapi bermain, serta psikoedukasi keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest, observasi keterampilan kader, dan monitoring pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan trauma healing berbasis komunitas. Kader mampu melakukan deteksi dini masalah psikososial, memberikan dukungan psikologis dasar, melaksanakan psikoedukasi keluarga, serta melakukan rujukan sesuai kewenangannya. Pelaksanaan trauma healing juga meningkatkan partisipasi masyarakat serta membantu mengurangi keluhan psikologis penyintas. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan KASERWA merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas di wilayah rawan bencana.Kata kunci: trauma healing, kader kesehatan jiwa, pemberdayaan masyarakat, kesehatan jiwa, bencana banjir.