Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Efektivitas Essential Oil Lemon dan Grapefruit (Lemon Paradisi) Terhadap Penurunan Mual pada Ibu Hamil Trimester Pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Kayangan Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Aulia Amini; Desi Rofita
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 6 No 1 (2022): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v6i1.236

Abstract

Latar Belakang: Minyak esensial jeruk terkenal karena sifat rasa dan wewangiannya, serta banyak aplikasi aromaterapeutik dan obat-obatan. Lemon minyak esensial adalah salah satu yang dapat digunakan untuk mengatasi emesis gravidarum. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh inhalasi Essential Oil Lemon dan grapefruit terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarum ibu hamil trimester I. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental dengan metode pretest posttest control group design. Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling dengan jumlah sampel 30 ibu primigravida trimester I. Penelitian dilaksanakan di Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Pengukuran frekuensi mual muntah dengan menggunakan skala Pregnancy Unique Quantification of Emesis Scale (PUQE), analisis statistik menggunakan Independent T-Test. Hasil: Didapatkan pengaruh yang bermakna antara Essential Oil Lemon dengan emesis gravidarum dengan nilai p-value 0.01. Tidak ada perbedan antara hasil pre test dan post test dengan nilai p value > 0.05. Tidak ada pengaruh yang bermakna antara Essential Oil Grapefruit terhadap penurunan emesis gravidarum dengan nilai p-value 0.3. Ada perbedaan yang signifikan dengan nilai p value 0.009 antara hasil pre test dan post test. Kesimpulan: Essential Oil Lemon berpengaruh terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil sedangkan esensial oil grapefruit tidak berpengaruh terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil.
Hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 14 Mataram Ana Pujianti Harahap; Catur Esty Pamungkas; Aulia Amini; Nurul Nopitasari
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.652 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i1.52

Abstract

Latar belakang: Anemia adalah keadaan tubuh dimana tidak cukup mengandung hemoglobin (Hb) di dalam darah. Anemia pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi, data hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukkan prevalensi anemia di Indonesia sebesar 21,7%. Persoalan penurunan kadar Hb di negara berkembang berkaitan dengan krisis ekonomi, terjadinya kurang energi protein yang terwujud dengan rendahnya indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar lengan atas (LILA), serta asupan sumber zat besi rendah. Tujuan penelitian: Diketahuinya hubungan antara indeks massa tubuh dengan anemia pada remaja putri di SMKN 4 Mataram. Metode: Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas VII yang menderita anemia SMPN 14 Mataram yaitu 47 orang. Jumlah sampel 47 remaja putri yang diambil secara total sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kesalahan (ɑ = 0,05). Hasil: Terdapat 29 responden (62%) tergolong ke dalam IMT normal, 42 orang (89%) mengalami anemia ringan. Hasil uji chi square nilai P-Value = 0,876 (0,8760,05). Simpulan: Tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan anemia pada remaja putri di SMPN 14 Mataram.
PELAKSANAAN YOGA IBU HAMIL PADA KELAS IBU HAMIL DI KELURAHAN BANJAR BARU KOTA MATARAM Indriyani Makmun; Rizkia Amilia; Ana Pujianti Harahap; Ni Wayan Ari Adiputri; Aulia Amini; Siti Mardiyah WD; Catur Esty Pamungkas
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.883 KB) | DOI: 10.35334/neotyce.v2i2.2747

Abstract

Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kebugaran pada jantung, pernafasan, mengurangi resiko obesitas dan memperpanjang harapan hidup. Aktivitas fisik pada masa kehamilan memiliki resiko yang minimal dan memiliki manfaat bagi ibu. Adapun aktivitas fisik yang dianjurkan pada masa kehamilan yaitu aerobik, jalan-jalan, berenang, menari, bersepeda statis dan yoga. Tujuan dari pengabdian ini dilakukan untuk memberdayakan postur tubuh ibu hamil untuk siap dalam mengahadapi persalinan. Kegiatan pemberian yoga kehamiulan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa kebidanan universitas muhamamdiyah mataram bekerjasama dengan desa Banjar Baru yang melibatkan bidan desa dan kader. Kegiatan ini dialaksanakan 9-10 Juni 2022 di keluarahan Banjar baru Kota Mataram dan diikuti oleh 20 peserta ibu hamil. Simpulan: kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan persiapan ibu hamil dalam mengahdapai persalainan dan dapat memebedayakan diri dengan keluhan yang sering dialami ibu hamil. Kata Kunci: Yoga Kehamilan, Ibu Hamil
Partisipasi Bidan Dalam Implementasi Program Triple Eliminasi HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak di Pulau Lombok Siti Mardiyah WD; Catur Esty Pamungkas
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.658

Abstract

Latar Belakang:Jumlah infeksi HIV yang Provinsi NTB dari pertama kali ditemukan sampai dengan dengan maret 2017 sebanyak 1.279, sedangkan jumlah infeksi AIDS dari tahun 1987 sampai dengan Maret 2017 sebanyak 704 orang. Faktor resiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (68%), penasun (11%), diikuti homoseksual (4%) dan penularan melalui perinatal (3%) (Ditjen P2P Kemenkes RI, 2017). Prevalensi pada ibu hamil untuk HIV sebesar 0,39%, untuk sifilis 1,7% dan untuk Hepatitis B 2,5%. Resiko penularan dari ibu ke bayi untuk HIV/AIDS 25-45%, sedangkan sifilis 60-80% dan Hepatitis B sekitar 90%. Sesuai dengan surat edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/Menkes/37/2017 kepada  IBI mengenai dukungan Pelaksanaan Eliminasi Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak di Indonesia.Tujuan: peneliian ini  bertujuan untuk mengetahui partisipasi bidan dalam implementasi program Triple Eliminasi HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak di Pulau Lombok.Metode:Survei analitik menggunakan rancangan penelitian cross sectional study.Hasil:  hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan bermakna antara usia responden dengan  partisipasi bidan dalam program triple eliminasi dilihat dari nilai p=0,02 dan nilai OR 2.31 yang dapat diartikan usia responden ≤30 tahun berpeluang 2.3 kali untuk mempengaruhi partisipasi bidan dalam program triple eliminasi di Pulau Lombok.Simpulan : ada hubungan bermakna antara usia responden dengan  partisipasi bidan dalam program triple eliminasiKatakunci: Partisipasi bidan, program triple eliminasi HIV, Sifilis dan Hepatitis B. Participation of Midwives in the Implementation of the Triple Elimination Program of HIV, Syphilis and Hepatitis B from Mother to Child on the Island of Lombok Background: The number of HIV infections in NTB Province from the time it was first discovered until March 2017 was 1,279, while the number of AIDS infections from 1987 to March 2017 was 704 people. The most risk factors for transmission are heterosexual (68%), IDU (11%), followed by homosexuals (4%), and perinatal transmission (3%). The prevalence in pregnant women for HIV is 0.39%, for syphilis 1.7%, and for Hepatitis B 2.5%. The risk of transmission from mother to baby for HIV/AIDS is 25-45%, while syphilis is 60-80% and Hepatitis B is around 90%. In accordance with the circular letter of the Minister of Health Number HK.02.01/Menkes/37/2017 to IBI regarding the support for the Implementation of Elimination of Transmission of HIV, Syphilis, and Hepatitis B from Mother to Child in Indonesia.Objective: This study aims to determine the participation of midwives in the implementation of the Triple Elimination program for HIV, Syphilis, and Hepatitis B from Mother to Child on the island of Lombok.Methods: Analytical survey using a cross-sectional study design.Results: The results showed that there was a significant relationship between the age of the respondent and the participation of midwives in the triple elimination program seen from the p-value = 0.02 and the OR value of 2.31 which means that the age of the respondent 30 years has a 2.3 times chance to influence the participation of midwives in the triple elimination program in Lombok island.Conclusion: there is a significant relationship between the age of the respondents and the participation of midwives in the triple elimination programKeywords: Participation of midwives, triple elimination program for HIV, syphilis, and hepatitis B.
PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI SENAM LANSIA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN FISIK DALAM MENDUKUNG LANSIA TANGGUH Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Cahaya Indah Lestari; Rizkia Amilia; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11702

Abstract

ABSTRAKLanjut usia (lansia) adalah mereka yang telah berusia 60 tahun keatas (UU No. 13 1998). Populasi usia lanjut mengalami peningkatan secara global. Kegiatan pengabdian bertujuan melakukan pemberdayaan lansia melalui senam lansia sebagai upaya peningkatan kesehatan fisik dalam mendukung lansia Tangguh. Metode kegiatan dalam pengabdian ini akan melibatkan mahasiswa kebidanan Universitas Muhammadiyah Mataram sebanyak 3 mahasiswa. Rencana Pelaksanaan pengabdian mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Evaluasi hasil kesimpulan yaitu terlaksananya pengabdian dengan rangkaian kegiatan yaitu pemeriksaan fisik lansia yaitu pemeriksaan tekanan darah dan berat badan, serta senam lansia. Sebelum diberikan informasi terkait senam lansia, seluruh peserta sebanyak 15 lansia belum mengetahui Gerakan-gerakan senam lansia. Setelah diberikan informasi Gerakan senam lansia seluruh peserta sebanyak 15 lansia mengikuti gerakan senam dan melakukan dengan benar. Berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darah didapatkan 10 lansia tekanan darah tinggi ≥ 140/100, tim pengabdian menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat, menganjurkan memperbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah dan rutin melakukan senam lansia Kata kunci: pengabdian masyarakat; lansia; senam lansia ABSTRACTElderly (elderly) are those who are aged 60 years and over (Law No. 13 1998). The elderly population is increasing globally. the aims of community dedication to empower the elderly through elderly gymnastics as an effort to improve physical health in supporting the Tangguh elderly The method of activity in this service will involve 3 students of midwifery at Muhammadiyah Mataram University. The Service Implementation Plan adopts action research steps consisting of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. Evaluation of the results of the conclusion of the implementation of service with a series of activities, namely physical examination of the elderly, namely checking blood pressure and weight, as well as elderly exercise. Before being given information regarding elderly gymnastics, all 15 elderly participants did not know the elderly gymnastics movements. After being given information on the elderly gymnastics movement, all 15 elderly participants followed the gymnastics movements and did it correctly. Based on the results of the blood pressure examination, it was found that 10 elderly people had high blood pressure 140/100, the service team recommended to carry out an examination at the nearest health center, recommended consuming more vegetables and fruit and regularly doing elderly exercise Keywords: community dedication; elderly; elderly gymnastics,
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENINGKATAN LAMA TIDUR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Ni Wayan Ari Adiputri; Catur Esty Pamungkas; Desi Rofita; Indriyani Makmun
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 7 No 1 (2023): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v7i1.2833

Abstract

Sleep problems in pregnant women, especially in the third trimester will cause complications that can harm the mother and fetus. Giving aromatherapy is a safe alternative treatment for pregnant women, especially lavender aromatherapy. Lavender aromatherapy provides a calming and relaxing effect on tense nerves and muscles and this will help pregnant women to improve the quality and quantity of sleep. This study used a quasi-experimental design with a pretest posttest one group design method. Sampling used a non-probability sampling technique with consecutive sampling with a sample size of 30 third trimester primigravid mothers. The study was conducted in the City of Mataram from March to May 2022. The measurement of the quantity of sleep of pregnant women using the Sleep Diary Questionnaire, and statistical analysis techniques using the Wilcoxon test because the data distribution is not normally distributed. The purpose of this study was to determine the difference in the effectiveness of lavender aromatherapy on increasing sleep quantity in third trimester pregnant women. The results obtained that lavender aromatherapy was effective in increasing the quantity of sleep in third trimester pregnant women from an average of 6 hours to an average of 8 hours.
UPAYA PENURUNAN STUNTING MELALUI KELAS PASANGAN RAMAH ANAK (PARANA) DI DESA KEMBANG KERANG KECAMATAN AIKMEL LOMBOK TIMUR Cahaya Indah Lestari; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah W.D.; Rizkia Amilia; Ni Wayan Ari Adiputri; Risa Arieska; Evi Diliana Rospia; Indriyani Makmun; Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Sophia Sarah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13683

Abstract

ABSTRAKStunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang, dan kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK. Pentingnya orang tua memiliki pengetahuan terkait upaya pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan orang tua tentang menjadi orang tua idaman/orang tua hebat dan cinta dan penghargaan dalam keluarga, meningkatkan pengetahuan orang tua tentang MPASI serta pentingnya memberikan stimulasi dan bermain dengan anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian leaflet dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Pengabdian masyarakat ini bermitra dengan Bidan di Puskesmas Aikmel. Adapun yang menjadi sasaran dari kegiatan ini yaitu orang tua yang memiliki bayi dan balita di Desa Kembang Kerang, sejumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah power point, leaflet dan kuesioner. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan orang tua dari nilai pretest dalam kategori kurang sebesar 45 % (9 orang) meningkat menjadi sebagian besar kategori pengetahuan baik sebesar 75 % (15 orang) pada saat posttest. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: pendidikan kesehatan; parana; stunting ABSTRACTStunting in families is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life (HPK). The condition of failure to thrive in children under five is caused by a lack of nutritional intake for a long time and the occurrence of repeated infections, and these two causative factors are influenced by inadequate parenting, especially in 1,000 HPK. It is important for parents to have knowledge regarding stunting prevention efforts. The purpose of this community service activity is to increase parental knowledge about being ideal parents/great parents and love and respect in the family, increase parental knowledge about solids and the importance of providing stimulation and playing with children. The method used in this activity is the lecture method, giving leaflets and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subject of this community service is all parents in Kembang Kerang Village, East Lombok. The instruments used were power points, leaflets and questionnaires. Based on the results of the pretest and posttest of the activities carried out, it can be seen that there was an increase in parents' knowledge from the pretest score in the less category of 45% (9 people) increasing to the majority of good knowledge categories of 75% (15 people) during the posttest. This shows that the participants can receive the education provided properly. Keywords: health education; parana; stunting
The Effect Of Effleurage Massage and Slow Stroke Back Massage Reduce Menstrual Pain Intensity Indriyani Makmun; Rizkia Amalia; Ana Pujianti Harahap; Ni Wayan Ari Adiputri; Catur Esty Pamungkas
Midwifery and Nursing Research Vol 5, No 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/manr.v5i1.9081

Abstract

Background: Menstrual pain is the pain arising before or along with menstruation, lasting for a few hours and can last up to several days. Effleurage massage is doing by rubbing gently, not giving strong pressure and pressing fingertip in the skin surface slowly. Slow stroke back massage is a gentle, slow, any rhythmic massage in the back by covering 5 cm area on both sides of the spine bulge from head to the sacrum area. This study aims to determine the difference of effectiveness effleurage massage and slow stroke back massage to reduce menstrual pain intensity in the students of University of Muhammadiyah Mataram in 2020. Methods: The design of this study was quasy experiments with two group pretest-posttest design. The population was the entire students Permata Husada Midwifery Academy, there were two groups, namely efflurage and slow stroke back massage group with 16 students each by using purposive sampling technique. Results: The results of the research showed the mean of pain intensity for the efflurage group is 18,94 while for the backrub massage 14,06 even there is significant differences according to pvalue. P value is > 0,05.
BINCANG SANTAI SEPUTAR HIV/AIDS BESAMA CALON PENGANTIN DI DESA LABUAPI LOMBOK BARAT Siti Mardiyah WD.; Cahaya Indah Lestari; Catur Esty Pamungkas; Baiq Nispiyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15855

Abstract

ABSTRAKKabupaten Lombok Barat telah mengeluarkan peraturan daerah mengenai pemeriksaan HIV kepada calon pengantin. Pemeriksaan HIV tersebut merupakan syarat wajib yang harus dilakukan calon pengantin untuk mendapatkan izin menikah dan NA perkawinan. Rekapitulasi layanan nikah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat melaporkan bahwa jumlah pernikahan di Desa Labuapi mengalami peningkatan dalam 2 tahun terakhir yakni pada tahun 2020 sejumlah 474 pasangan dan meningkat menjadi 557 pasangan pada tahun 2021. Data tersebut kemudian diberikan kepada petugas kesehatan di Puskesmas setempat untuk dilakukan penyesuaian data. Bincang bersama calon pengantin bertujuan agar para calon pengantin mengetahui dengan benar pentingnya melakukan pemeriksaan HIV/AIDS sebelum menikah. Pelaksanaan bincang bersama calon pengantin menunjukkan peningkatan yang signifikan untuk pengetahuan dan keinginan calon pengantik dalamk melakukan pemeriksaan HIV/AIDS di Puskesmas. Pengetahuan calon pengantin meningkat 27% yakni pre test sejumlah 63% berpengetahuan baik dan setelah dilaksanakan bincang, nilai post test menjadi 90% Baik. Berdasarkan beberapa pertanyaan mengenai penularan HIV dapat melalui makan/minum dari satu wadah, rata-rata masih dalam kategori kurang sebesar 60%, dikarenakan calon pengantin menganggap bahwa cara menghindari penularan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan tidak makan/minum dari 1 wadah, selain itu juga orang dengan HIV/AIDS dapat menularkan penyakit HIV/AIDS melalui air liur dalam kategori kurang 70%. Kata kunci: bincang; HIV/AIDS; calon pengantin. ABSTRACTWest Lombok District has issued a regional regulation regarding HIV testing of prospective brides. The HIV examination is a mandatory requirement that must be carried out by the bride and groom to obtain permission to marry and NA marriage. Recapitulation of marriage services The Office of the Ministry of Religion of West Lombok Regency reported that the number of marriages in Labuapi Village had increased in the last 2 years, namely in 2020 there were 474 couples and increased to 557 couples in 2021. The data was then given to health workers at the local Community Health Center to be carried out data adjustment. The purpose of the talk with the bride and groom is so that the bride and groom know correctly the importance of having an HIV/AIDS test before marriage. The implementation of the talk with the bride and groom showed a significant increase in the knowledge and desire of the prospective bride and groom to carry out HIV/AIDS tests at the Puskesmas. The knowledge of the prospective bride and groom increased by 27%, namely the pre-test of 63% had good knowledge and after the discussion was carried out, the post-test score became 90% good. Based on several questions regarding HIV transmission through eating/drinking from one container, the average is still in the less category at 60%, because the bride and groom think that how to avoid HIV/AIDS transmission can be done by not eating/drinking from one container, besides that also people with HIV/AIDS can transmit HIV/AIDS through saliva in less than 70% category. Keywords: talk; HIV/AIDS; future bride.
GERAKAN CEGAH STUNTING SEJAK DINI (GENCAT SENI) GUNA MENURUNKAN ANGKA STUNTING. Cahaya Indah Lestari; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Rizkia Amilia; Ni Wayan Ari Adiputri; Risa Arieska; Evi Diliana Rospia; Indriyani Makmun; Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16328

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan salah satu permasalahan gizi pada anak secara global. Sekitar 161 juta anak balita di dunia mengalami Stunting yang mana setengah dari jumlah balita Stunting tinggal di wilayah Asia. Berdasarkan data dari UNICEF, Indonesia menempati posisi keempat dengan populasi anak terbesar di dunia yaitu sebanyak 80 juta jiwa Laporan Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2021 juga menunjukkan bahwa Prevalensi Stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Angka ini masih di atas ambang batas yang ditetapkan oleh WHO  yaitu sebesar 20%. Target penurunan Stunting tahun 2024 adalah sebesar 14%, artinya menurunkan prevalensi Stunting sebesar 10% dalam 3 tahun. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahun remaja tentang Gerakan cegah Stunting sejak dini di SMA Negeri 1 Aikmel Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode kegiatan pengabdian ini berupa penyuluhan terhadap remaja putri di SMA Negeri 1 Aikmel yang berjumlah 30 orang. Kegiatan ini  terdiri dari tiga tahap, yaitu pembagian kuesioner pre test, pemaparan materi tentang gerakan cegah Stunting sejak dini dan tanya jawab. Berdasarkan hasil kegiatan didapatkan sebagian besar remaja paham dengan penyuluhan yang diberikan, sehingga bisa disimpulkan bahwa pengabdian gerakan cegah Stunting sejak dini dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri terkait Stunting serta gizi pada remaja Kata kunci: pendidikan kesehatan; stunting; remaja putri ABSTRACTStunting is one of the most common nutritional problems in children globally. Around 161 million children under five in the world experience stunting, of which half live in the Asian region. Based on data from UNICEF, Indonesia is in fourth place with the largest child population in the world, namely 80 million people. The 2021 Indonesian Nutrition Status Survey Report also shows that the prevalence of stunting in Indonesia is 24.4%. This figure is still above the threshold set by the WHO, namely 20%. The target for reducing stunting in 2024 is 14%, meaning reducing the prevalence of stunting by 10% in 3 years. The aim of this service is to increase teenagers' knowledge about the movement to prevent stunting from an early age at SMA Negeri 1 Aikmel, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. The method of this service activity is in the form of counseling for 30 young women at SMA Negeri 1 Aikmel. This activity consists of three stages, namely the distribution of pre-test questionnaires, the presentation of material about early stunting prevention movements, and questions and answers. Based on the results of the activity, it was found that the majority of teenagers understood the counseling provided, so it can be concluded that dedication to the stunting prevention movement from an early age can increase the knowledge of young women regarding stunting and nutrition in teenagers.Keywords: health education; stunting; teenage girl