Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Tingkat Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Wilayah Kabupaten Boyolali Eka Siti Hastuti; Sri Sugiarsi; Sri Mulyono
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.570

Abstract

Puskesmas wilayah Kabupaten Boyolali, merencanakan persiapan penerapan rekam medis elektronik sebagai langkah responsive dalam menghadapi PMK RI Nomor 24 Tahun 2022. Dalam pelaksanaannya, rencana penerapan RME pada puskesmas masih ditemukan beberapa kendala yaitu minimnya sarana fasilitas seperti komputer dan perangkat keras lainnya, pengaruh budaya kerja dan SDM yang masih nyaman dengan sistem rekam medis manual. Karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis tingkat kesiapan penerapan RME menggunakan metode DOQ-IT (Doctor's Office Quality-Information Technology). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesiapan penerapan RME di Puskesmas Kabupaten Boyolali dari faktor sumber daya manusia, budaya kerja organisasi, tata kelola kepemimpinan dan infrastruktur. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional analitik. Populasi pada penelitian ini seluruh pengguna RME di 25 Puskesmas Kabupaten Boyolali, pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling diperoleh sebanyak 8 puskesmas dengan total 208 responden. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner google form. Hasil uji validitas pearson product moment dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas kuesioner dinyatakan reliabel. Hal ini berarti instrument (Sumber Daya Manusia, Budaya Kerja Organisasi, Tata Kelola Kepemimpinan dan Infrastruktur) sebagai faktor yang dapat mengukur kesiapan RME. Kesiapan penerapan RME di puskesmas wilayah Kabupaten Boyolali berada pada range I dengan total skor 101,03 dan termasuk pada kategori sangat siap.
FAKTOR PREDISPOSISI SEBAGAI PENENTU PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR Sri Sugiarsi; Ana Wigunantiningsih; Erna Adita Kusumawati; Erna Adita Kusumawati
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1210

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai salah satu penyebab utama kematian di dunia. Upaya Penanggulangan PTM di Indonesia dilakukan melalui posbindu (Pos Pelayanan Terpadu) PTM. Pelaksanaan Posbindu PTM di Mojolaban masih menghadapi berbagai masalah, salah satu diantaranya adalah rendahnya pemanfaatan posbindu PTM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor predisposisi sebagai penentu pemanfaatan posbindu PTM. Penelitian ini dilakukan di desa dengan  posbindu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mojolaban tahun 2018. Rancangan  penelitian ini adalah observasional analitik. Sampel adalah seluruh masyarakat yang bertempat tinggal di desa dengan posbindu PTM sebesar 152 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu multi stage random sampling. Analisis data dengan menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap, budaya mempengaruhi  pemanfaatan posbindu PTM, serta  umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan tidak mempengaruhi pemanfaatan posbindu PTM. Kata kunci: predisposisi, posbindu, penyakit tidak menular