Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Limbah Industri Pangan dan Sampah Pasar Sebagai Media Maggot BSF Terhadap Biomassa, Frass, dan Penyusutan Nisa, Nur Sabrina Zahratun; Pratama, Andry; Marlina, Eulis Tanti; Hidayati, Yuli Astuti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.27.1.30-38.2025

Abstract

Limbah industri pangan dan sampah pasar merupakan limbah dengan kandungan bahan organik tinggi belum banyak dimanfaatkan. Apabila tidak diolah dengan baik maka limbah organik dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan. Salah satu cara pengolahan limbah adalah dengan reduksi sebagai media pertumbuhan maggot Black Soldier Fly (BSF). Hasil dari proses pertumbuhan maggot dengan media organik adalah biomassa maggot, frass maggot, dan penyusutan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah industri pangan dan sampah pasar sebagai media pertumbuhan maggot terhadap biomassa maggot, frass maggot, dan penyusutan media. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan 3 perlakuan, P1 (media 100% sampah pasar), P2 (media 100% limbah industri pangan), dan P3 (kombinasi media 50% sampah pasar dan 50% limbah industri pangan) dengan ulangan sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap biomassa maggot, tetapi berpengaruh nyata terhadap frass maggot dan penyusutan. Pada P3 merupakan perlakuan media terbaik untuk pertumbuhan maggot.
ISOLASI TOTAL BAKTERI DAN KOLIFORM PADA MEDIA PERTUMBUHAN MAGGOT DARI FESES SAPI POTONG DAN LIMBAH PASAR Wahyuni, Sri; Badruzzaman, Deden Zamzam; Marlina, Eulis Tanti; Hidayati, Yuli Astuti
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.18128

Abstract

Produksi limbah organik seperti feses sapi potong dan limbah pasar cukup banyak dan jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, metode alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan memanfaatkan detritivora maggot BSF yang mampu menguraikan bahan organik dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total bakteri dan koliform pada media pertumbuhan maggot BSF. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu P1= media 100% feses sapi potong, P2= media 100% limbah pasar, P3= media kombinasi 50% feses sapi potong  dan 50% limbah pasar. Data di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan total bakteri setelah diinkubasi 15 hari mengalami penurunan pada P1=1,83 x 1010 CFU/g, P2= 7,16 x 1010 CFU/g dan P3= 1,16 x 1010 CFU/g. Sedangkan hasil total koliform pada P1= 14,83 x 106 CFU/g, P2= 8,50 x 106 CFU/g dan P3= 1,16 x 106 CFU/g.
Penyuluhan Dan Pelatihan Analisis Potensi dan Pengolahan Limbah Peternakan Domba Pada Kelompok Peternak Di Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang HIDAYATI, YULI ASTUTI; Marlina, Eulis Tanti; Harlia, Ellin; Badruzzaman, Deden Zamzam
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.60121

Abstract

Budidaya ternak domba secara intensif menyebabkan limbah yang dihasilkan terkonsentrasi pada satu tempat, sehingga perlu dilakukan pengolahan agar tidak menimbulkan pencemaran. Limbah ternak domba meliputi feses, urin dan sisa pakan, limbah tersebut mengandung bahan organic dan sejumlah mikroorganisme indigenous. Mikroorganisme ini terdiri dari mikroorganisme pengurai dan mikroorganisme pathogen. Proses pengolahan limbah ternak domba melibatkan mikroorganisme pengurai dan dalam proses penguraian bahan organic limbah menimbulkan panas yang dapat mengurangi dan membunuh mikroorganisme patogen. Penguraian bahan organik limbah melalui proses fermentasi aerob dan mineralisasi menjadi unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Peserta pelatihan adalah bapak-bapak anggota kelompok ternak. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang pengolahan limbah peternakan domba menjadi beberapa produk yang bermanfaat. Hasil identifikasi dan analisis pengetahuan tentang cara beternak domba 56%, jenis limbah yang dihasilkan dari peternakan domba 63%, limbah peternakan domba harus diolah 10%, perubahan feses domba yang ditumpuk menjadi pupuk organic padat 10%, cara mengolah limbah peternakan domba 10%, metode pengolahan limbah secara terpadu 0%, Vermicomposting0%, Ecoenzym 15%, kualitas pupuk organik cair 27%, kualitas pupuk organic padat 30%, setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan pengetahuan tersebut dapat dimengerti 100%.
Isolasi dan Identifikasi Kapang dan Khamir pada Ekoenzim Campuran Feses Sapi Potong dan Jerami Padi pada Lama Fermentasi yang Berbeda Faikar, Riisyafa Ayuna; Marlina, Eulis Tanti; Hidayati, Yuli Astuti
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 5, No 2 (2024): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v5i2.56004

Abstract

Ekoenzim merupakan produk hasil fermentasi yang berasal dari limbah organik  dalam kondisi anaerob fakultatif yang mengandung enzim-enzim ekstraseluler dan mikroba. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah populasi dan karakteristik kapang dan khamir pada proses pembuatan ekoenzim campuran feses sapi potong dan jerami padi  penambahan molases 7,5% pada lama fermentasi yang berbeda. Metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan (P1 = lama fermentasi 7 hari, P2 = lama fermentasi 14 hari, P3 = lama fermentasi 21 hari, P4 = lama fermentasi 28 hari), masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan Uji Tukey, sedangkan identifikasi kapang dan khamir berdasarkan morfologi koloni secara makroskopis dan mikroskopis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  jumlah populasi kapang  dan khamir pada fermentasi ekoenzim dengan lama fermentasi yang berbeda menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05).  P (lama fermentasi 21 hari ) menghasilkan populasi kapang tertinggi sedangkan P4 (lama fermentasi 28 hari ) menghasilkan populasi khamir tertinggi. Hasil isolasi kapang diperoleh 5 isolat antara lain genus Aspergillus, Acrophialophora,  dan Mucor, sedangkan pada khamir diperoleh 7 isolat antara lain genus Saccharomyces, Pichia, dan Debaryomyces.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LUMPUR SUSU UNTUK VERMIKOMPOS Harlia, Ellin; Marlina, Eulis Tanti; Setiawati, Mieke Rochimi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2171

Abstract

Kecamatan Pangalengan merupakan pusat peternakan sapi perah dan pertanian sayuran di provinsi jawa barat, Indonesia. Produksi susu dari peternak sapi perah sebagian diolah menjadi susu pasteurisasi, yoghurt dan keju oleh PT SKP (PT Susu KPBS Pangalengan). Fokus dari PKM ini adalah limbah padat yang dihasilkan dari Instalasi Pengolahan limbah PT SKP berupa lumpur (sludge) yang berasal dari instalasi pengolah air limbah (IPAL). Karakteristik lumpur susu  mendorong adanya pemanfaatan sebagai pakan cacing yang dipelihara melalui proses vermicompost. Melalui kegiatan Pemberdayaan kemitraan  ini berupaya untuk mengembalikan  lumpur susu kepada pada peternak sapi perah untuk dimanfaatkan sebagai pakan  cacing Lumbricus rubellus dengan media cocopeat, mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan wawasan peternak tentang sumber pencemaran, dan peternak dapat memperoleh penghasilan tambahan dari penjualan cacing segar, cacing kering dan kascing sebagai  pupuk organic untuk tanaman sayuran. Sosialisasi dengan KPBS dilakukan untuk memperoleh izin pengabdian dan mengedukasi pengolahan limbah peternakan. Pelatihan pemanfaatan lumpur susu sebagai pakan cacing dilakukan, termasuk pemeliharaan dengan media cocopeat. Teknologi pascapanen diterapkan, serta pendampingan dan evaluasi dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat mengenai Pemberdayaan Masyarakat Peternak Sapi Perah Melalui Pemanfaatan Lumpur Susu Untuk Vermicompos telah dilaksanakan dengan baik. Perserta sangat antusias dalam menyimak dan tingginya  perhatian  peserta yang ditunjukan pada saat sesi tanya jawab. Kegiatan ini memotivasi masyarakat untuk mengolah limbah dari peternakan sapi perah on farm dan industri pengolahan susu sebagai wujud ekonomi sirkular karena adanya dukungan pemasaran produk menciptakan peternakan sapi perah ramah lingkungan dan berkelanjutan.
KUALITAS FISIK DENDENG KAMBING YANG DITAMBAHKAN TEPUNG MAGGOT BLACK SOLDIER FLY DENGAN KONSENTRASI BERBEDA Putri, Teya Prasetyo; Utama, Dicky Tri; Hidayati, Yuli Astuti; Marlina, Eulis Tanti
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 13 No 2 (2025): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2025.13.2.78-87

Abstract

Daging kambing dapat diolah menjadi dendeng untuk memberikan variasi pada dendeng yang dijual di pasaran. Dendeng juga ditambahkan dengan tepung maggot black soldier fly (BSF) sebagai pendekatan dalam mengenalkan serangga sebagai sumber protein berkelanjutan di masa depan. Maggot BSF memiliki kemampuan untuk mematikan bakteri patogen dan virus dari pakan yang dikonsumsi sehingga cenderung lebih aman dari serangga lain, serta kaya akan kitin dan peptida antimikroba yang bagus untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung maggot BSF terhadap kualitas fisik dendeng giling daging kambing yang meliputi rendemen, pH, keempukan, dan warna. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan (0%, 5%, 10%, 15%) dengan 5 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test. Hasilnya, penambahan tepung maggot BSF tidak berpengaruh signifikan terhadap rendemen dan keempukan, tetapi berpengaruh signifikan terhadap pH dan warna. Perlakuan terbaik terdapat pada penambahan sebanyak 5% dengan karakteristik dendeng yang dihasilkan yaitu rendemen sebanyak 85,17 %, pH 5,92, keempukan 20,90 N, L* (kecerahan) 38,86, a* (kemerahan) 4,42, b* (kekuningan) 15,02, chromaticity 15,66, dan hue angle 1,28°. ABSTRACT Goat meat can be processed into jerky to provide variation to the jerky sold in the market. Jerky is also added with black soldier fly (BSF) maggot flour as an approach to introducing insects as a sustainable protein source in the future. BSF maggots have the ability to kill pathogenic bacteria and viruses from the feed consumed, so that they tend to be safer than other insects, and are rich in chitin and antimicrobial peptides, which are good for health. This study aims to determine the effect of adding BSF maggot flour on the physical quality of ground goat meat jerky, including yield, pH, tenderness, and color. The research method used was a completely randomized design consisting of 4 treatments (0%, 5%, 10%, 15%) with 5 repetitions. Data were analyzed using analysis of variance and continued with Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the addition of BSF maggot flour did not have a significant effect on yield and tenderness, but had a significant effect on pH and color. The best treatment was found in the addition of 5% with the characteristics of the resulting jerky, namely a yield of 85.17%, pH 5.92, tenderness 20.90 N, L* (brightness) 38.86, a* (redness) 4.42, b* (yellowness) 15.02, chromaticity 15.66, and hue angle 1.28°.
Utilization of Livestock Waste Into Organic Fertilizer in Haurngombong Village, Pamulihan District, Sumedang Regency Maulana, Yasin Pradana; Hidayati, Yuli Astuti; Marlina, Eulis Tanti; Harlia, Ellin; Badruzaman, Deden Zamzam
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i2.64350

Abstract

The utilization of livestock waste as organic fertilizer is a strategic effort to address waste problems in rural areas and to support sustainable agriculture. This community service activity was conducted in Haurngombong Village, Pamulihan District, Sumedang Regency. The objective of this activity was to improve the knowledge and skills of the community in processing livestock waste into high-quality solid and liquid organic fertilizers. The methods used included counseling, interactive discussions, and direct demonstration of waste processing techniques. The results showed a significant improvement in participants' understanding, as evidenced by the increased post-test scores. The community responded enthusiastically and committed to adopting the introduced technologies for sustainable waste management.
Dinamika Populasi Mikroba pada Dekomposisi Awal Campuran Limbah Fleshing dan Jerami Padi dengan Perbedaan Nisbah C/N Maharani, Syahna Carissa; Marlina, Eulis Tanti; Badruzzaman, Deden Zamzam
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.62644

Abstract

Limbah fleshing dari industri penyamakan kulit berpotensi dikonversi menjadi kompos karena kandungan nitrogen (N) yang masih dapat dimanfaatkan dengan penambahan jerami padi sebagai sumber karbon (C) untuk menyediakan nutrisi kebutuhan mikroba yang seimbang. Dekomposisi awal merupakan tahap penguraian bahan organik oleh mikroba secara terkendali, mengubah senyawa kompleks menjadi lebih sederhana untuk menumbuhkan mikroba pengurai yang akan digunakan sebagai bahan baku untuk dekomposisi selanjutnya pada proses pengolahan terpadu. Mikroba dominan adalah bakteri dan kapang. Penelitian ini bertujuan mengetahui populasi dan dinamikanya, serta karakteristik bakteri dan kapang selama dekomposisi awal campuran limbah fleshing dan jerami padi dengan perbedaan nisbah C/N. Penelitian dilakukan selama 7 hari menggunakan metode eksperimental dan deskriptif dengan 3 perlakuan (P1 = C/N 25,0; P2 = C/N 27,5; P3 = C/N 30,0). Data jumlah populasi bakteri dan kapang dianalisis menggunakan sidik ragam, sedangkan dinamika populasi dan karakteristiknya dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan nisbah C/N antara 25-30 menghasilkan populasi bakteri dan kapang yang tidak berbeda. Populasi bakteri berkisar antara 11,87 × 10¹² – 12,31 × 10¹² CFU/g, sedangkan populasi kapang antara 4,57 × 105 – 4,93 × 105 CFU/g. Fluktuasi suhu selama dekomposisi awal mempengaruhi dinamika populasi. Bakteri dominan pada fase mesofilik adalah Bacillus sp. dan fase termofilik Pseudomonas sp., sedangkan kapang yang dominan pada fase mesofilik adalah Aspergillus sp., Penicillium sp., Trichoderma sp., Mucor sp. dan Penicillium sp. yang berperan dalam biodegradasi lignoselulosa, membentuk konsorsium mikroba yang mempercepat dekomposisi limbah organik.
Pengaruh Penambahan Tepung Maggot Black Soldier Fly Dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap Sifat Fisik Dendeng Daging Ayam Rahman, Ali; Utama, Dicky Tri; Hidayati, Yuli Astuti; Marlina, Eulis Tanti
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.62315

Abstract

Dendeng is a type of processed meat that combinescuring and drying processes. Dendeng has potential in efforts todiversify food products, one of which is by adding Black SoldierFly (BSF) maggot meal. BSF maggot meal is a sustainable source ofprotein that has the potential to meet future protein needs. Thisstudy aimed to determine the effect and best addition level of BSFmaggot meal on yield, pH, tenderness, and color of chickendendeng. The study was conducted experimentally using acompletely randomized design. There were four levels of addition,0%, 5%, 10%, and 15% with five replications. The data is processedusing analysis of variance and if the results have a significant effect,it is continued with the Duncan distance test. The results showedthat the addition of BSF maggot meal had a significant effect on pHand color (P<0.05) without affecting the yield and tenderness ofchicken jerky (P>0.05). The addition of 5% BSF maggot mealresulted in good physical quality of chicken dendeng with atenderness value of 13.96 N, yield of 83.55%, pH of 5.85, and color(L* 43.08; a* 4.25; b* 18.61; C* 19.09; and h° 1.34).