Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Tepung Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) sebagai Sumber Kitin dalam Ransum terhadap Kandungan Lemak Feses dan Efisiensi Pakan Tikus Putih (Rattus norvegiccus) Strain Wistar (The Effect of Crabs Shells (Portunus pelagicus) as A Source of Chi Muhamad Fatah Wiyatna; Irba U. Warsono; Aminuddin Parakkasi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2263

Abstract

Cangkang rajungan mengandung kitin yang persentasenya paling besar berupa polisakarida. Kitin dan derivat-derivatnya telah banyak digunakan dalam berbagai keperluan terutama untuk kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung rajungan sebagai sumber kitin terhadap efisiensi pakan dan kandungan lemak feces tikus putih Rattus norvegicus) strain Wistar. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 2x5 dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis kelamin dan kedua level tepung rajungan yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Hasilnya penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara jenis kelamin dengan kandungan teung rajungan dalam ransum. Kandungan lemak dalam feces tertinggi diperoleh dari perlakuan 10% yaitu 0.737%. Sedangkan efisiensi pakan tertinggi diperoleh dari penggunaan tepung rajungan 5% yaitu 13.1%. Penggunaan tepung rajungan dalam ransum mampu mningkatkan efisiensi pakan dan menurunkan kadar lemak tubuh tikus putih.Kata Kunci : Tepung rajungan, efisiensi pakan, lemak feces, tikus putih.
Potensi Pengembangan Usaha Sapi Potong Berbasis Sumber daya Lokal di Kabupaten Sumedang Jawa Barat (Development Potency of Beef Cattle Farming Based on Local Resources at Kabupaten Sumedang West Java) M. Fatah Wiyatna
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5123

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 12 bulan dari bulan Mei 2008 sampai April 2009 dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi alami, termasuk didalamnya sumber daya manusia dan sistem produksi ternak. Metoda dalam penelitian ini adalah survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga lokasi, yaitu Buahdua, Wado, dan Congeang berpotensi untuk pengembangan ternak potong dengan jumlah efektif berturut-turut 7.989,1 AU, 6.221,9 AU dan5.904,0 AU. Ada dua wilayah yang diamati yaitu, Ujungjaya dengan kapasitas tampung 3.738,26AU dan Cisitu dengan kapasitas tampung 4.645,7 U. Sapi potong dipelihara dengan dua cara yaitu digembalakan untuk wilayah Ujungjaya dan dikandangkan untuk wilayah Cisitu. Setiap wilayah menunjukkan karakteristik produksi yang spesifik sebagai berikut : (a) Untuk yang digembalakan, calf crop relatif rendah yaitu 25%, calving interval 17,17 bulan dan mortalitas 5%, (b) Untuk yang dikandangkan, calf crop 30%, calving interval 16,98 bulan, dan mortalitas 4%. Masing-masing variabel berbeda nyata.Kata kunci : sapi potong, calving interval, calf crop, mortalitas
Perbandingan Indek Perdagingan Sapi-sapi Indonesia (Sapi Bali, Madura,PO) dengan Sapi Australian Commercial Cross (ACC) Muhamad Fatah Wiyatna
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2227

Abstract

Penelitian mengenai perbandingan indek perdagingan sapi-sapi Indonesia dengan sapi Austrlaia telah dilakukan di RPH Ciroyom Bandung. Penelitian ini menggunakan 75 ekor sapi lokal dan 25 ekor sapi ACC. Sapi mempunyai kondisi tubuh sedang dengan kisaran umur 2,5 sampai 3,5 tahun. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui nilai indek perdagingan sapi-sapi lokal dan sapi Australia. Metode Penelitian yang digunakan adalah Causal Comparatif. Peubah yang diukur adalah bobot hidup, bobot karkas, panjang karkas dan indek perdagingan. Data yang terhimpun dianalisis berdasarkan metode sidik ragam selanjutnya untuk mengetahui perbedaan diantara bangsa sapi digunakan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karkas tertinggi diperoleh dari sapi Bali dengan rataan 54,00 persen, kemudian sapi ACC 51,00 persen, sapi Madura 47,00 persen dan sapi PO 44,00 persen. Pada perhitungan indek perdagingan sapi Australia nyata lebih tinggi yaitu 1,415, sedangkan sapi Bali 1,232 dan sapi PO bernilai 1,210. Sapi Bali mempunyai potensi yang baik seperti sapi ACC.Kata kunci : Sapi lokal, sapi ACC, indek perdagingan
Produktivitas Sapi Peranakan Ongole pada Peternakan Rakyat di Kabupaten Sumedang (Productivity of Peranakan Ongole Cattle on traditional farm system in Sumedang Region) M. Fatah Wiyatna
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5124

Abstract

Penelitian  ini  dilakukan  di  Sumedang,  Jawa  Barat.  Penelitian  ini  bertujuan  untukmengidentifikasi kemampuan lahan berdasarkan ketersediaan pakan dan pekerja, untuk menganalisis faktor yang berpotensi untuk pengembangan sapi potong, untuk mengidentifikasi produksi sapi potong, konsumsi pakan, dan pertambahan bobot badan hadian (ADG). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua tahapan: pertama, mengidentifikasi potensi lahan untuk mengembangkan sapi potong; kedua, untuk mengetahui konsumi pakan dan  ADG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering 3,51 kg/ekor/hari atau setara dengan 1,27% dari bobot badan. Konsumsi pakan dan peningkatan bobot badan pada Peranakan Ongole menunjukan sistem pemeliharaan pada breeding sapi yang masih tradisional. Pertambahan bobot badan harian pada Ongole Cross sebesar 0,25 kg/hari.Kata kunci : konsumsi pakan, ADG, Peranakan Ongole
Pengaruh Suplementasi METIONIN-CPO Dalam Ransum Terhadap Performa Domba (The Effect of CPO-Methionine Supplementation in The Diet on The Performance of Sheep) M. Fatah Wiyatna; Iman Hernaman
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.022 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11577

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa domba yang diberi ransum yangdisuplementasi metionin-CPO. Delapan ekor domba lokal dialokasikan ke dalam 2 ransum percobaan,yaitu  1)  ransum  basal  2)  ransum  basal  +  metionin  1%    (metionin-CPO).  Data  yang  terkumpul dianalisis dengan uji T. Hasil menunjukan suplementasi metionin 1% dalam bentuk metionin-CPO menghasilkan kercenaan dan performa domba yang sama dengan ransum basal. Kesimpulan, suplementasi metionin 1% (metionin-CPO) tidak efektif dalam meningkatkan performa domba.Kata kunci:
PENGEMBANGAAN KELEMBAGAAN PETERNAKAN SAPI POTONG DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN BANTUL PROVINSI D. I. YOGYAKARTA Wijarwati; Muhamad Fatah Wiyatna; Mumun Munandar Sulaeman
JURNAL TRITON Vol 9 No 2 (2018): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir kabupaten Bantul Provinsi D. I. Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi potensi kelembagaan peternakan sapi potong di wilayah pesisir. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan oktober 2018, dengan metode analisis deskriptif kualitatif berdasarkan fenomena di lapangan. Penelitian dibagi menjadi beberapa tahapan. Tahab satu adalah mengidentifikasi potensi peternakan di wilayah pesisir, baik teknis maupun kelembagaan. Tahab dua adalah menganalisa bagaimana karakteristik masyarakat pesisir dan peran kelompok ternak dalam mendukung perkembangan peternakan sapi potong di wilayah pesisir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak sudah mempunyai pengetahuan yang memadai dalam budidaya sapi potong.Kelompok ternak yang terbentuk di wilayah penelitian mempunyai sejarah dan latar belakang yang dinamis sampingan sebagai bentuk adaptasi masyarakat pesisir terhadap sumberdaya yang ada. Peternakan sapi potong di wilayah penelitian sangat potensial untuk dikembangan sebagai sentra peternakan sapi potong, hal ini didukung oleh tersedianya hijauan pakan ternak yang cukup banyak karena ditopang oleh daerah aliran sungai yang subur yaitu sungai Opak dan sungai Progo. Kelembagaan merupakan sarana penguat baik dari peternak maupun pemerintah. Pemerintah seharusnya bertindak sebagai regulator dalam mendukung perkembangan peternakan di wilayah pesisir dalam upaya meningkatkan populasi sapi dan kesejahteraan peternak kecil.
Aplikasi Penggunaan Daun Ubi Jalar Dan Ampas Tahu Sebagai Pakan Tambahan Untuk Meningkatkan Performa Domba Lokal Di Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari Iman Hernaman; Atun Budiman; M Fatah Wiyatna; Johar Arifin
Media Kontak Tani Ternak Vol 1, No 1 (2019): August
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v1i1.21602

Abstract

Limbah pertanian lokal  berupa daun ubi jalar dan ampas tahu yang berada di Desa Gudang berpotensi sebagai bahan pakan penguat untuk meningkatkan performa domba. Oleh karena itu untuk penerapannya perlu dilakukan penyuluhan dan demosntrasi plot agar dapat diadopsi oleh peternak. Kegiatan ini dlakukan secara bertahap, yaitu 1) observasi lapangan dan menghimpun kepustakaan, 2) penyuluhan, 3) demonstrasi plot. Penyuluhan telah dilakukan di SD Cikupa Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari yang dihadiri oleh 24  orang peserta, lalu  dilanjutkan dengan demonstrasi plot. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatnya pengetahuan peternak dan masyarakat tentang potensi bahan pakan terurama bahan pakan penguat berupa daun ubi jalar dan ampas tahu. Uji coba di lapangan telah menunjukan bahwa domba yang diberi daun ubi jalar dan ampas tahu terjadi peningkatan bobot badan harian sebesar 55,8 g/hari. Kesimpulan, penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang bahan pakan dan performa domba meningkat dengan pemberian daun ubi jalar dan ampas tahu sebagai bahan pakan penguat.
Seminar Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Melalui Media Daring Yuli Andriani; Atiek R. Noviyanti; M. Fatah Wiyatna; Walim Lili
Media Kontak Tani Ternak Vol 3, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v3i3.36582

Abstract

Sampah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi masalah besar. Menurut Undang-Undang Repubik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah yang semakin lama menumpuk dan tidak diolah akan menimbulkan masalah seperti gangguan estetika, menganggu pemandangan dan juga bisa sebagai tempat perindukan vektor penyakit. Salah satu solusi mengurangi produksi sampah adalah dengan daur ulang sampah organik menjadi bermanfaat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan melalui kegiatan webinar dengan tema “Mengubah Limbah Menjadi Berkah” untuk memberikan solusi terhadap permasalahan sampah dengan mempelajari cara pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pakan ikan, kompos, biopestisida, dan sumber energi. Webinar dilaksanakan secara virtual melalui Zoom meeting. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid, terdiri dari peserta luring yang berasal dari orang tua santri Madrasah Ath-Thoriyah sebanyak 10 orang dan peserta daring yang berasal dari masyarakat umum.Timeline kegiatan dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, hingga tahap tindak lanjut kegiatan. Hasil capaian kegiatan webinar yaitu jumlah pendaftar 139 orang dan jumlah peserta hadir 86 orang.
MODIFIKASI MESIN PRESSING LIMBAH RUMAH TANGGA UNTUK PEMBUATAN PAKAN IKAN DI DESA TANJUNGSARI, SUMEDANG, JAWA BARAT Yuli Andriani; Irfan Zidni; Muhamad Fatah Wiyatna
Media Kontak Tani Ternak Vol 2, No 2 (2020): Mei
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v2i2.25371

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Tanjungsari Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan potensi limbah rumah tangga sebagai bahan baku pakan ikan dengan menggunakan alat pressing limbah rumah tangga. Program ini dilaksanakan selama 2 bulan sejak Juli hingga Agutus 2019. Metode yang dilakukan pada program ini meliputi : survei dan observasi lapangan, sosialisasi, penyuluhan, pembuatan mesin pressing limbah rumah tangga, pembuatan pakan ikan dan pedampingan. Melimpahnya limbah rumah tangga seperti nasi, limbah nabati, limbah hewani dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai solusi menumpuknya limbah rumah tangga. Akan tetapi bahan baku dari limbah rumah tangga ini mempunyai kandungan air yang tinggi, sehingga dibutuhkan alat pressing limbah rumah tangga. Inisiasi program pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang bernilai manfaat merupakan kegiatan yang berpotensi menghasilan keuntungan. Hasil survei dan observasi lapangan menunjukkan bahwa Desa Tanjungsari memiliki potensi limbah rumah tangga yang banyak sehingga dapat dioptimalisasikan untuk mendukung kegiatan perikanan. Selain itu Desa Tanjungsari memiliki sumber daya manusia yang baik untuk melakukan kegiatan perikanan dan kegiatan peternakan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah pembuatan pakan ikan dengan bahan baku limbah rumah tangga. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran adalah warga Desa Tanjungsari yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu rumah tangga. Tahap pertama masyarakat diberikan penyuluhan mengenai potensi pemanfaatan limbah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan atau ternak. Setelah dilakukan pemilihan bahan baku pakan selanjutnya dilakukan praktek pembuatan pakan ikan dengan tambahan tepung limbah rumah tangga. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Tanjungsari dapat memproduksi pakan ikan dengan memanfaatkan hasil limbah rumah tangga sebagai pakan mandiri dalam kegiatan perikanan dan peternakan.
PENGARUH MUTASI PADA GEN LEPTIN TERHADAP TEBAL LEMAK PUNGGUNG DAN SKOR KONDISI TUBUH PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE Nena Hilmia; Dedi Rahmat; Muhammad Fatah Wiyatna; Dudi Dudi; Riki Akbar Rosidin; Didik Nurul Hadi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 46, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v46i1.4185

Abstract

Mutation on leptin gene affect leptin function as  one of the hormones  which contribute to body fat deposition.  This research aims to determine the effect of R25C and R25H mutations on the leptin gene toward  back fat thickness and Body Condition Score (BCS) in Ongole Grade cattle. The study was conducted with a quasi-experimental method, using completely randomized design. The treatments in this study were genotypes differences was, namely CC, TT and AA.  This research used  sixthteen heads of Ongole Grade Cattle  aged ± 2 years, and was reared for 60 days intensively. The feed  consisted of forage and concentrate with a ratio of 25: 75, as much as 3% dry matter of body weight and drinking water was given ad libitum. The backfat thickness was estimated using ultrasound performed on 4.5-6.5 MHz frequency, with depth of 8.8-13 cm, BCS was assessed visually by using 1 – 5 score.  The backfat thickness data were analyzed by variance component and BCS data was analyzed by Kruskal Wallis. The results showed average of backfat  thickness  CC, TT and AA genotype were  3.14 mm,  2.9 mm and 3.57 mm, respectively. The  body condition score for CC, TT and AA genotype were  3.54, 3.63 and 3.46  respectively.  The Mutation of leptin gene on  R25C and R25H have not effect to backfat thickness and body condition score in PO cattle.