Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Perancangan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Dengan Kerangka Kerja ITIL V4 Pada Domain Service Management Practice Subdomain Service Request Management Perusahaan WAMI Anas Aprilian Tri Yahya; Ryan Adhitya Nugraha; Ari Fajar Santoso
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital saat ini, perkembangan Teknologi Informasi (TI) telah menjadi komponen penting bagi keberlangsungan dan kesuksesan perusahaan, TI dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas, meningkatkan efisiensi, dan memperbaiki kualitas layanan yang diberikan kepada pengguna dan pelanggan. Wahana Musik Indonesia (WAMI). WAMI sebagai organisasi nirlaba yang mengelola hak cipta musik anggotanya menghadapi tantangan dalam efektivitas manajemen layanan TI, antara lain belum adanya sistem portal layanan terpadu, lemahnya dokumentasi proses, serta belum diterapkannya SLA, KPI, dan CSF secara sistematis sebagai acuan kinerja layanan. Penelitian menggunakan metode Design Science Research melalui tahapan identifikasi masalah, analisis kondisi eksisting, perancangan solusi, dan penyusunan roadmap prioritas. Hasil analisis menunjukkan tingkat kematangan SRM WAMI berada pada level 2 (Repeatable), dengan nilai 88% pada level 1 (Initial) dan 50% pada Work Product Management level 2. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada Quick Wins (portal layanan, otomatisasi laporan, struktur RACI) dan Major Projects (dashboard KPI/CSF, integrasi proses, digitalisasi dokumen). Roadmap implementasi disusun agar inisiatif berdampak tinggi dan upaya rendah dapat direalisasikan lebih awal.Kata kunci — ITIL V4, Service Request Management, Manajemen Layanan TI, SLA, KPI, WAMI.
Analisis Perancangan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Menggunakan Itil V4 Pada Domain Service Management Practice (Studi Kasus Problem Management Di Wami) Sintia Eka Nugraheni; Ryan Adhitya Nugraha; Ari Fajar Santoso
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merancang peningkatan manajemen layanan teknologi informasi (TI) di Wahana Music Indonesia (WAMI) dengan menerapkan kerangka kerja ITIL versi 4, fokus pada domain Service Management Practice, khususnya Problem Management. Permasalahan layanan TI di WAMI mencakup penanganan insiden berulang, kurangnya dokumentasi standar, dan ketidakterpaduan teknologi yang masih sering terjadi. Metode yang digunakan adalah Design Science Research, melalui identifikasi masalah, analisis kesenjangan, perancangan solusi, dan validasi melalui wawancara, observasi, diskusi kelompok, serta kuesioner terstruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan ITIL V4 secara terstruktur dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki alur kerja, dan menurunkan dampak gangguan layanan. Rekomendasi mencakup penguatan kebijakan internal, penyusunan SOP berbasis best practice, serta pemanfaatan teknologi pendukung yang sesuai dan relevan. Penelitian ini juga menghasilkan roadmap implementasi bertahap yang dapat menjadi acuan bagi organisasi serupa dalam mengadopsi ITIL V4. Kontribusi utama dari studi ini adalah pendekatan sistematis dalam menangani akar masalah layanan TI, meningkatkan keandalan sistem, dan mendukung strategi transformasi digital perusahaan. Kata kunci — ITIL V4, Problem Management, Service Management Practice, Manajemen Layanan TI, Wahana Music Indonesia
Perancangan Enterprise Architecture Di Perusahaan Wahana Musik Indonesia (Wami) Divisi Operasional Menggunakan Framework Togaf 10 Alfiya Zain Saputri; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang Enterprise Architecture (EA) pada Divisi Operasional Wahana Musik Indonesia (WAMI) menggunakan framework TOGAF ADM 10 untuk menjawab tantangan integrasi sistem, digitalisasi proses bisnis, dan keamanan data dalam era transformasi digital. Pendekatan yang digunakan adalah Design Science Research (DSR) dengan dukungan artefak dari tiap fase TOGAF ADM, seperti Principle Catalog, Value Chain, dan GAP Analysis. Hasil perancangan mencakup integrasi aplikasi seperti ATLAS, VERICAST, PRONTO, dan MINT, serta pengembangan portal digital bagi anggota untuk memantau royalti secara real-time. Dari sisi teknologi, arsitektur mengusulkan cloud computing, multi-factor authentication, enkripsi metadata, dan backup otomatis harian. Rencana migrasi dituangkan dalam work package catalog dan benefit diagram. Rancangan ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, transparansi informasi, serta keamanan data, sehingga mendukung WAMI dalam transformasi digital yang berkelanjutan. Kata kunci—enterprise architecture, TOGAF ADM, integrasi sistem, royalti musik, transformasi digital, keamanan data
Perancangan Enterprise Architecture di Divisi HRGA Pada Perusahaan Wahana Musik Indonesia Menggunakan Framework TOGAF 10 Calvin Albert Alfaro Sitepu; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang Enterprise Architecture (EA) pada Divisi Human Resource and General Affairs (HRGA) di Wahana Musik Indonesia (WAMI), sebuah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di industri musik. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya integrasi sistem informasi antar divisi dan dominasi proses manual dalam pengelolaan data sumber daya manusia, yang berdampak pada efisiensi operasional dan lambatnya pengambilan keputusan. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini menggunakan kerangka kerja TOGAF versi 10 dengan pendekatan Architecture Development Method (ADM), serta metodologi Design Science Research Methodology (DSRM) untuk pengembangan dan evaluasi artefak. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan forum diskusi. Hasil penelitian berupa rancangan arsitektur menyeluruh yang mencakup domain bisnis, data, aplikasi, dan teknologi, serta roadmap implementasi. Rancangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat akses informasi, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara real-time. Selain manfaat praktis bagi WAMI, penelitian ini juga berkontribusi secara akademik dalam penerapan EA berbasis TOGAF untuk pengelolaan SDM. Kata Kunci— enterprise architecture, TOGAF, sistem informasi, HRGA, arsitektur bisnis
Perancangan Enterprise Architecture pada Divisi Lisensi dan Bisnis Departement Wahana Musik Indonesia Menggunakan Framework TOGAF 10 Mohamad Faisal Bahri; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang enterprise architecturepada Wahana Musik Indonesia (WAMI) Divisi Lisensi dan Bisnisdengan framework TOGAF 10. Latar belakang penelitian iniadalah belum terintegrasinya sistem informasi yang menyebabkanhambatan proses bisnis dan efisiensi operasional. Penelitiandilakukan dengan metode Design Science Research melaluitahapan TOGAF ADM dari preliminary phase hingga migrationplanning. Hasilnya berupa blueprint arsitektur bisnis, data,aplikasi, dan teknologi yang mendukung integrasi sistem,digitalisasi, serta peningkatan kualitas layanan. Blueprint inidiharapkan menjadi acuan implementasi enterprise architectureuntuk mendukung strategi bisnis dan transformasi digital WAMI.Kata kunci— enterprise architecture, TOGAF 10, WAMI,lisensi musik, integrasi sistem, digitalisasi
Perancangan Enterprise Architecture Di Perusahaan Wahana Musik Indonesia (Wami) Divisi Operasional Menggunakan Framework Togaf 10 Alfiya Zain Saputri; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang Enterprise Architecture (EA) pada Divisi Operasional Wahana Musik Indonesia (WAMI) menggunakan framework TOGAF ADM 10 untuk menjawab tantangan integrasi sistem, digitalisasi proses bisnis, dan keamanan data dalam era transformasi digital. Pendekatan yang digunakan adalah Design Science Research (DSR) dengan dukungan artefak dari tiap fase TOGAF ADM, seperti Principle Catalog, Value Chain, dan GAP Analysis. Hasil perancangan mencakup integrasi aplikasi seperti ATLAS, VERICAST, PRONTO, dan MINT, serta pengembangan portal digital bagi anggota untuk memantau royalti secara real-time. Dari sisi teknologi, arsitektur mengusulkan cloud computing, multi-factor authentication, enkripsi metadata, dan backup otomatis harian. Rencana migrasi dituangkan dalam work package catalog dan benefit diagram. Rancangan ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, transparansi informasi, serta keamanan data, sehingga mendukung WAMI dalam transformasi digital yang berkelanjutan. Kata kunci—enterprise architecture, TOGAF ADM, integrasi sistem, royalti musik, transformasi digital, keamanan data
Perancangan Manajemen Risiko Keamanan Informasi Pada Aset It Pt. Super Pembayaran Indonesia Berdasarkan Iso/Iec27005:2022 Muh. Alfian Asri; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menerapkan ISO/IEC 27005:2022 dalam manajemen risiko keamanan informasi pada aset IT di PT. Super Pembayaran Indonesia (PT. SPI). Saat ini, PT. SPI memiliki manajemen risiko yang belum terstruktur khususnya terkait dengan aset IT, seperti hardware, software, dan data sensitif yang akan sangat berisiko terhadap operasional dan reputasi perusahaan. Penelitian ini melakukan evaluasi terhadap risiko yang ada pada aset IT PT. SPI dengan mengacu pada tahapan Context Establishment, Risk Assessment, dan Risk Treatment berdasarkan ISO/IEC27005:2022. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki 47 risiko untuk ditangani. Dari 47 risiko tersebut, penelitian ini mengidentifikasi 9 risiko dengan grade A sebagai prioritas utama yang perlu segera ditangani. Risiko-risiko ini mencakup ancaman pada aset utama dan perangkat keras yang dapat mempengaruhi data sensitif serta infrastruktur fisik perusahaan. Rekomendasi mitigasi yang diberikan mengacu pada kontrol annex A pada ISO/IEC/ IEC 27001:2022 yang mencakup langkah-langkah penting seperti peningkatan kontrol akses, penggunaan enkripsi untuk data sensitif, serta penguatan pengamanan infrastruktur fisik untuk mencegah kerusakan dan kebocoran data. Penelitian ini juga memberikan panduan yang berharga bagi perusahaan fintech lainnya dalam meningkatkan manajemen risiko keamanan informasi di dunia digital yang terus berkembang. Kata kunci : Manajemen Risiko, Keamanan Informasi, ISO/IEC27005:2022, ISO/IEC27001:2022, Aset IT, PT. Super Pembayaran Indonesia, Fintech.
Perancangan Pengelolaan Risiko Keamanan Informasi di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor Menggunakan ISO 27005:2022 Zhillan Andru Atharsad; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan informasi merupakan aspek krusial dalam era digital, terutama bagi instansi pemerintah seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor. Berdasarkan laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serangan siber di Indonesia meningkat signifikan, dengan sektor pemerintahan sebagai salah satu target utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pengelolaan risiko keamanan informasi di Diskominfo Kabupaten Bogor menggunakan standar ISO/IEC 27005:2022. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Design Science Research (DSR). Data dikumpulkan melalui wawancara, analisis dokumen, dan studi literatur. Proses manajemen risiko mengikuti kerangka kerja ISO/IEC 27005:2022, meliputi context establishment, risk assessment, dan risk treatment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 119 risiko, terdiri dari 3 risiko sangat tinggi, 2 risiko tinggi, 18 risiko sedang, 16 risiko rendah, dan 80 risiko sangat rendah. Risiko dengan tingkat sangat tinggi hingga sedang yaitu sebanyak 23 risiko kemudian diberi rekomendasi kontrol sesuai ISO/IEC 27001:2022. Kata kunci— manajemen risiko, keamanan informasi, SNI ISO/IEC 27005:2022
Perancangan Pengelolaan Risiko Keamanan Informasi Pada PT. XYZ Menggunakan ISO 27005:2022 Rico Galuh Pamungkas; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan informasi adalah aspek krusial bagi kelangsungan bisnis, termasuk bagi PT. XYZ yang bergerak di bidang konstruksi dan properti. Perusahaan ini belum memiliki sistem manajemen risiko keamanan informasi yang terstruktur dan juga belum memiliki prioritas terhadap resiko yang telah dilakukan, sehingga rentan terhadap berbagai ancaman digital. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah sistem pengelolaan risiko keamanan informasi dengan mengacu pada standar internasional ISO/IEC 27005:2022. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Divisi TI PT. XYZ, penelitian ini mengacu dan mengikuti pada tahapan sistematis standar tersebut yang meliputi penetapan konteks, penilaian risiko, dan penanganan risiko. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 87 potensi risiko dari total aset TI yang dimiliki perusahaan. Setelah dievaluasi berdasarkan kriteria penerimaan risiko, ditemukan 18 risiko dengan level sedang hingga sangat tinggi yang memerlukan penanganan lebih lanjut melalui implementasi kontrol keamanan yang spesifik. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan pengelolaan risiko yang tervalidasi dan siap menjadi fondasi bagi PT. XYZ untuk meningkatkan tata kelola keamanan informasinya secara efektif. Kata Kunci: manajemen risiko, keamanan informasi, ISO/IEC 27005:2022, aset TI, studi kasus
Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Untuk Transformasi Digital Di Pemerintahan Daerah Xyz Berdasarkan Framework Cobit 2019 Pada Domain Edm Dan Mea Sarnia Humaira Thamrin; Ryan Adhitya Nugraha; Yuli Adam Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital yang pesat di Indonesia telah mendorong adopsi teknologi mutakhir seperti IoT, AI, big data, dan blockchain di berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Pemerintah Daerah XYZ melalui Dinas A menerapkan teknologi blockchain dalam sistem kepegawaian untuk meningkatkan keamanan dan transparansi data. Namun, efektivitas transformasi digital kerap terhambat oleh lemahnya Tata Kelola Teknologi Informasi (TKTI), yang mencakup kelemahan pada domain strategis seperti EDM dan MEA. Penelitian terdahulu lebih banyak menitikberatkan pada penerapan COBIT 5 di domain APO, BAI, dan DSS, sementara peran penting EDM dan MEA dalam menjamin keselarasan TI dengan tujuan organisasi belum banyak dieksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang TKTI berbasis COBIT 2019 pada domain EDM dan MEA untuk mendukung keberhasilan transformasi digital di Dinas A. Penelitian menggunakan metode Design Science Research (DSR) dengan lima tahapan, yakni identifikasi masalah, perumusan kebutuhan, perancangan, demonstrasi, dan evaluasi, serta pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan triangulasi dokumen. Hasilnya, diidentifikasi empat tujuan prioritas, yaitu EDM01, EDM03, MEA03, dan MEA04 dengan rata-rata kapabilitas 2,78 dan disusun 19 rekomendasi yang dirangkum dalam roadmap implementasi. Implementasi optimal diperkirakan dapat meningkatkan kapabilitas menjadi 3,05. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan teoritis dalam pengembangan TKTI pada sektor pemerintahan. Kata kunci— Transformasi Digital, Tata Kelola TI, COBIT 2019, Domain EDM, Domain MEA