Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EKSISTENSI LEMBAGA ADAT DALAM MELESTARIKAN NILAI PERNIKAHAN DI DESA BUANGIN KABUPATEN MAMASA Muhammad Syaeba; Hamdan Hamdan; JENI ENJELITA
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 8, No 1 (2026): Peqguruang, Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v8i1.6713

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada eksistensi lembaga adat dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai pernikahan di Desa Buangin, Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari 13 informan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Temuan penelitian memperlihatkan bahwa lembaga adat masih berperan sentral dan dihormati dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam prosesi pernikahan. Upacara adat seperti ma’randang dan ma’baliasso tidak sekadar menjadi tradisi, tetapi juga mengandung nilai luhur berupa rasa syukur, kesetiaan, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap leluhur. Lembaga adat berfungsi bukan hanya sebagai pelaksana upacara, melainkan juga sebagai penjaga etika, pengarah moral, pengikat sosial, dan mediator dalam konflik keluarga maupun pernikahan.Walaupun modernisasi, media sosial, dan pergeseran nilai generasi muda membawa tantangan besar, lembaga adat menunjukkan kemampuan adaptif. Hal ini tampak dari upaya penyederhanaan prosesi adat agar lebih sesuai dengan konteks kekinian, menjalin kerja sama dengan tokoh agama, melibatkan generasi muda, serta mempertahankan peran sebagai penyeimbang dalam konflik. Dukungan pemerintah desa dan keterlibatan aktif masyarakat turut memperkuat keberlangsungan lembaga adat agar tetap hidup, dinamis, serta mampu menjaga jati diri budaya di tengah arus perubahan.Kata kunci: Eksistensi, Lembaga adat, Pernikahan Adat dan Nilai adat pernikahan
PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN MAMASA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN MAMASA Hamdan Hamdan; Abdul Asis; Welson Welson
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan mamasa dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat di kelurahan mamasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui Peran Lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan mamasa dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat di kelurahan mamasa. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang berjumlah 13 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengopservasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa yang di gunakan adalah analisa data kualitatif yang merupakan uraian serta menginterpretasikan data yang di peroleh di lapangan dari informan yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) Motivasi diperlukan dengan adanya Peran LPM dan Kelurahan dalam memberikan motivasi kepada masyarakat dapat memberikan perkembangan dari segi ekonomi, sumbangan ide-ide sehingga ada kesadaran dalam diri masyarakat untuk saling bekerja sama dalam pembangunan infrastruktur demi kesejahtran masyarakat di kelurahan mamasa, 2) Peningkatan kesadaran dan pelatihan kemampuan memang sangat di perlukan diperlukan di masyarakat namun belum terlaksana karena minimnya dana yang ada di kelurahan mamasa, 3) Manajemen diri dalam masyarakat sudah tercipta dengan mampu bersosial dalam masyarakat dan akan terjalin kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah setempat, 4) Mobilisasi Sumber daya sudah baik dalam hal penempatan dengan banyaknya sumber daya yang ada di masyarakat saat ini baik dari bidang pertanian, pendidikan, dan usaha-usaha yang bisa memandirikan masyarakat itu tidak terlepas dari peran LPM dalam menyadarkan masyarakat agar lebih berkembang dan tidak terlalu mengharapkan bantuan-bantuan dari pemerintah yang hanya sesaat, 5) Pembangunan dan Pengembangan Jaringan dimana harus ada kerja sama antara pemerintah pemda dan kelurahan agar terbangun koneksi yang baik di pemerintahan kekurahan
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP INTERAKSI TATAP MUKA DI DUSUN KALEOK Monika Ines; Hamdan Hamdan; Sri Yuyun
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 8, No 1 (2026): Peqguruang, Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v8i1.6581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap interaksi tatap muka di Dusun Kaleok, Kabupaten Polewali Mandar. Di era digital saat ini, penggunaan gadget telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, termasuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 20 informan dari berbagai kelompok usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget memberikan dampak ganda terhadap interaksi sosial. Di satu sisi, gadget mempermudah akses informasi dan komunikasi jarak jauh, namun di sisi lain, menyebabkan penurunan frekuensi dan kualitas komunikasi tatap muka secara langsung. Hal ini berdampak pada melemahnya hubungan sosial, menurunnya empati interpersonal, serta meningkatnya individualisme dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratifications sebagai landasan analisis, yang menekankan bahwa individu secara aktif memilih media berdasarkan kebutuhan dan motif tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menggeser pola komunikasi tradisional dan mengurangi kedekatan emosional antar anggota masyarakat.  
Interaksi Komunitas Virtual Group Whatsapp Dalam Perspektif Dramaturgi Andi Bahira; Muhammad Massyat; Hamdan Hamdan; Achmad Sulfikar
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 1 (2023): Vol 5, No 1 (2023): Peqguruang, Volume 5, No.1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i1.3573

Abstract

Spesialis menggunakan hipotesis dramaturgi, hipotesis ini membahas panggung depan dan panggung belakang, panggung depan adalah tempat para penghibur dapat bertindak sesuai keinginan pribadi atau keinginan daerah setempat. Sedangkan back stage adalah wilayah pertama dari entertainer dimana diri asli entertainer tanpa akting berada di panggung ini. Diri adalah perilaku yang muncul dari kehendak/permintaan masyarakat dan dirinya sendiri. Hasil dari pengujian dengan menggunakan hipotesis ini adalah bahwa orang-orang dari perkumpulan ini bertindak dan mengendalikan kesan untuk mencapai tujuan atau perkenalan mereka yang akan diakui oleh anggota perkumpulan lainnya. Ada dua golongan kesan yang perlu Anda tampilkan, yakni sebagai individu yang memiliki tingkat kesejahteraan ekonomi yang tinggi dan sebagai individu yang berkarakter baik dan berwawasan luas. 
PEMBENTUKAN OPINI POLITIK PEMUDA MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK DI DESA PANGAPARANG Hamdan Hamdan; Masyhadiah Masyhadiah; Ilham Ilham
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 1 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i1.5479

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pembentukan opini politik pemuda melalui media sosial tiktok di Desa Pangaparang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada peneliti tentang bagaimana pemuda menyikapi konten politik yang ada media social Tiktok. Penelitian ini menggunakan teknik pusposive sampling untuk menentukan informan. Selanjutnya, Sumber data diperoleh dari data primer yaitu data hasil wawancara dari 15 informan, sedangkan data sekunder adalah data pendukung yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian teknik analisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman melalui empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penatikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan. informan hanya sekedar mengetahui politik di dalam lingkungan yang sangat sempit di karenakan media tiktok terkadang kurang jelas dalam memberikan tontonan. Serta usaha pemuda untuk mengetahui tentang tayangan politik di media tiktok kurang di akibatkan lebih banyak yang menarik di banding persoalan politik. Melalui dasar inilah di dalam melakukan berbagai strategi pada komunikasi politik yang ada di Tiktok dibutuhkan beberapa cara yang intensif dan juga dapat menunjang proses ditengah survei dengan semua bentuk pemberitaan di dalam menghadapi hal yang disebarluaskan melalui Tiktok.