Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMBERIAN EDUKASI KEPADA MASYARAKAT TENTANG GENERASI Z DAN KEUNIKANNYA Puspita Puji Rahayu
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.821 KB)

Abstract

Program Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat merupakan salah satu wujud tridharma perguruan tinggi yang wajib untuk dilakukan.. Bentuk kegiatan pengabdian seminar online ini ybertujuan untuk memberikan informasi atau pengetahun seputar aspek psikologi terkait dengan permasalahan-permasalahan yang biasanya muncul pada generasi Z. Webinar ini terbuka bagi semua peserta mulai dari usia dewasa, remaja, orangtua, profesi pendidik, dosen, pekerja. Materi yang akan kami sampaikan meliputi 4 topik, antara lain: Passion, Self Love, Insecurity dan Fear of Missing Out.  Setelah peserta mengikuti acara webinar yang diselenggarakan oleh fakultas psikologi, diharapkan dapat membantu memberikan gambaran terkait problem apa saja yang mungkin dialami oleh remaja sampai dewasa, bahkan orangtua. Selain itu, kegiatan webinar ini juga dilakukan sebagai upaya bagi orangtua dan juga remaja/dewasa untuk mengatasi permasalahan yang mungkin muncul dalam tahap perkembangan yang dilalui.Kata Kunci : Daring, Generasi Z, Keunikan Generasi ZDoi: https://dx.doi.org/10.23960/JPSI/v1i1.43-53
Optimalisasi Penerapan Self Healing Bagi Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19 Puspita Puji Rahayu
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v3i2.16

Abstract

Tuntutan yang dihadapi remaja di sekolah antara lain tuntutan naik kelas, menyelesaikan banyak tugas, mendapatkan nilai ulangan yang tinggi, keputusan menentukan jurusan, kecemasan menghadapi ujian, tuntutan untuk dapat mengatur waktu belajar dan sistem belajar. berdampak pada kondisi psikis dimana siswa menjadi rentan mengalami kecemasan bahkan stres sehingga pelajar perlu mendapatkan pemahaman mengenai cara dalam menangani hal tersebut ataupun dalam menghadapi rasa bosan ketika menjalani pembelajaran daring. Salah satu cara yang dapat diajarakan kepada pelajar tersebut adalah self healing. Tujuan diadakan kegiatan ini yaitu untuk membantu para siswa untuk melakukan self healing sehingga memahami diri sendiri, menerima ketidaksempurnaan, dan membentuk pikiran positif yang terjadi pada hidup. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyakat ini adalah metode ceramah dan focus group discussion. Hasil pengabdian kepada masyarat menunjukkan adanya kelancara kegiatan dan antusiasme peserta dengan beberapa pertanyaan saat sesi focus group discussion.
ORGANIZATIONAL COMMITMENT STUDY AT PT. BAS: EFFECTS OF WORKLOAD Puspita Puji Rahayu
Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 1 No. 1 (2021): MARET : JURNAL ILMU MANAJEMEN, EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimek.v1i1.1818

Abstract

This study intends to investigate how workload at PT. Bandung Prosperous Administration Development affected organizational commitment. The study's sample consisted of 111 employees of PT. Bandung Prosperous Administration Development. Choosing the study's sample through saturated sampling. The method of analysis is multiple linear regression. The results of the investigation show that being busy has a considerable, unfavorable impact on job satisfaction. Job satisfaction has a considerable and positive influence on organizational commitment.
HUBUNGAN FOMO (FEAR OF MISSING OUT) TERHADAP KECANDUAN MEDIA SOSIAL GENERASI Z Amelia Pebriyanti; Puspita Puji Rahayu
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12972

Abstract

This study aims to examine the effect of fear of missing out (FoMO) on social media addiction among Generation Z. The study employed a quantitative approach with a correlational design. Participants consisted of 115 individuals within the Generation Z age range (13–27 years) who actively use social media for more than five hours per day. A purposive sampling technique was used to select respondents. Data were collected online using the Fear of Missing Out Scale to measure FoMO and the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) to measure social media addiction. Data analysis was conducted using SPSS through normality testing and simple linear regression analysis. The results indicated that the data were normally distributed, with Kolmogorov–Smirnov significance values of 0.309 for the FoMO variable and 0.077 for the social media addiction variable (p > 0.05). Regression analysis showed that FoMO had a positive and significant effect on social media addiction among Generation Z, with a significance value of 0.001 (p < 0.05). The coefficient of determination (R²) was 0.087, indicating that FoMO contributed 8.7% to social media addiction, while the remaining variance was influenced by other factors not examined in this study. In conclusion, higher levels of FoMO are associated with higher tendencies toward social media addiction. However, the magnitude of the effect is relatively low; therefore, future research is recommended to consider additional variables that may influence social media addiction among Generation Z. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fear of missing out (FoMO) terhadap kecanduan media sosial pada generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 115 orang yang termasuk dalam rentang usia generasi Z (13-27 tahun) dan merupakan pengguna aktif media sosial lebih dari 5 jam per-hari. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan skala Fear of Missing Out Scale untuk mengukur FoMO dan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) untuk mengukur kecanduan media sosial. Data dianalisis menggunakan bantuan SPSS melalui uji normalitas dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi uji Kolmogorov–Smirnov sebesar 0,309 untuk variabel FoMO dan 0,077 untuk variabel kecanduan media sosial (p > 0,05). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecanduan media sosial pada generasi Z dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,087 menunjukkan bahwa FoMO memberikan kontribusi sebesar 8,7% terhadap kecanduan media sosial, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO yang dimiliki individu, maka semakin tinggi pula kecenderungan kecanduan media sosial. Meskipun demikian, besarnya pengaruh yang diberikan tergolong rendah, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang dapat memengaruhi kecanduan media sosial pada generasi Z.    
Peningkatan Literasi Kesehatan Mental Masyarakat Melalui Diseminasi Website PSS-10 Sebagai Media Skrining Berbasis Digital Puspita Puji Rahayu; Shofwatun Amaliyah; Margaretha Sri Wahyuningrum; Dody Indra Sumantiawan
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 3 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i3.10973

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, namun literasi kesehatan mental dan pemanfaatan media skrining stres berbasis digital masih rendah. Berdasarkan need assessment, sebagian besar masyarakat belum mengenal Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) maupun Website PSS-10 sebagai media skrining stres. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental melalui diseminasi Website PSS-10 di Booth BRIDA pada Jateng Fair 2026 dengan sasaran masyarakat umum. Metode yang digunakan berupa edukasi partisipatif dengan desain one-group pre-test–post-test yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik skrining mandiri, pendampingan interpretasi hasil, dan evaluasi terhadap 80 peserta. Hasil menunjukkan rata-rata pengetahuan meningkat dari 58,6 menjadi 87,9, disertai peningkatan pemahaman mengenai PSS-10, penggunaan website, interpretasi hasil, dan tindak lanjut skrining. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test serta umpan balik peserta untuk menilai peningkatan pengetahuan, kemudahan penggunaan website, dan kebermanfaatan program sebagai dasar pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.
Penguatan Karakter Positif dan Keterampilan Interpersonal melalui Outbound Edukatif di SMK PL Tarcisius Semarang Shofwatun Amaliyah; Menik Tetha Agustina; Puspita Puji Rahayu; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Margaretha Sri Wahyuningrum
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i2.1446

Abstract

Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan interpersonal yang berperan dalam keberhasilan akademik maupun kehidupan sosial. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan pola interaksi sosial menuntut adanya upaya yang lebih inovatif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab pada peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter positif dan keterampilan interpersonal siswa melalui pelaksanaan outbound edukatif pada kegiatan class meeting di SMK PL Tarcisius Semarang. Kegiatan diikuti oleh 54 siswa kelas XI dan dilaksanakan dengan pendekatan experiential learning yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman langsung. Metode yang digunakan meliputi ice breaking, permainan kelompok (team building), simulasi pemecahan masalah, refleksi, dan diskusi kelompok. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter positif, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, kepercayaan diri, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa peserta terlibat secara aktif dan antusias dalam setiap sesi outbound. Melalui berbagai aktivitas yang diberikan, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan bekerja sama dalam tim, keterampilan komunikasi interpersonal, keberanian mengemukakan pendapat, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga mampu meningkatkan motivasi, kebersamaan, dan hubungan sosial antarsiswa. Dengan demikian, outbound edukatif dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam mendukung penguatan karakter positif dan pengembangan keterampilan interpersonal peserta didik di lingkungan sekolah.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU BAGI PESERTA DIDIK Puspita Puji Rahayu; Menik Tetha Agustina; Qurnia Fitriyatinur
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 1: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i1.1700

Abstract

This form of community service activity aims to provide information or knowledge for educators in carrying out the teaching and learning process in schools. Activities are carried out through online seminars, which are aimed at the teaching profession for kindergarten, elementary, junior high, high school and university circles. The material presented covered three topics, including Pedagogic Competence for Educators in the Digital Age, Design of Fun Learning Methods to Increase Learning Motivation, and the Role of Educators as Role Models for Students in Character Development. After participants take part in an online seminar related to the above themes, it is hoped that educators can carry out their duties optimally in educating the nation's children by prioritizing the term "Teacher (at Gugu lan di Tiru)" in the sense that an educator can be used as an example and as a role model in implementing learning process