Murni Sari Rahayu
Faculty Of Agriculture Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peran berbagai sumber N terhadap pertumbuhan dan produksi berbagai varietas tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L) Ade Rahayu; Murni Sari Rahayu; Saur Ernawati Manik
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2020): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i1.2553

Abstract

Kacang tanah adalah komoditas agrobisnis yang bernilai ekonomi cukup tinggi. Namun produksi kacang tanah dalam negeri belum mencukupi kebutuhan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran berbagai sumber N terhadap pertumbuhan dan produksi berbagai varietas kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 mdpl dan tropografi datar dari Mei sampai Agustus 2019. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial tiga ulangan dengan sumber N dan varietas kacang tanah sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbagai sumber hara N dan varietas kacang tanah mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi kacang tanah, baik secara mandiri maupun interaksi. Secara mandiri, sumber hara N terbaik adalah urea dan kompos daun lamtoro, sedangkan varietas kacang tanah terbaik adalah varietas Bima. Secara interaksi, sumber hara N yang berasal dari kompos daun lamtoro dengan varietas Bima mampu menghasilkan tinggi tanaman dan bobot 100 butir biji lebih tinggi dibandingkan interaksi perlakuan lainnya. Interaksi antara perlakuan sumber hara N yang berasal dari kompos daun lamtoro dengan varietas Gajah mampu menghasilkan jumlah polong perplot terbanyak, dan interaksi antara perlakuan sumber hara N yang berasal dari kompos daun lamtoro dan varietas Bima mampu menghasilkan bobot polong perplot terberat.
Respon pertumbuhan dan hasil sorgum (Sorghum bicolor L.) dengan pemberian pupuk bokashi dan frekuensi penyiraman Murni Sari Rahayu; Markhaini Markhaini; Thoriq Abdul Aziz Harahap
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5036

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian UISU dengan Ketinggian Tempat ± 25 mdpl dengan topografi datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Interaksi Antara Pupuk Bokashi dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial yang diulang sebanyak 3 kali dengan 2 faktor yaitu penggunaan pupuk bokashi, dan frekuensi penyiraman, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, produksi per tanaman, dan produksi per plot, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap bobot biji 1000 butir. Sedangkan frekuensi penyiraman berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap hasil per tanaman, hasil per plot dan bobot biji 1000 butir.
Pemanfataan kandungan metabolit sekunder yanag dihasilkan tanaman pada cekaman biotik Yusfachri Perangin-Angin; Yayuk Purwaningrum; Yenni Asbur; Murni Sari Rahayu; Nurhayati Nurhayati
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Agriland Volume 7 No. 1 Januari-Juni 2019
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v7i1.3471

Abstract

Tumbuhan berevolusi dengan berbagai cara untuk bertahan dari berbagai tekanan, salah satunya dengan menghasilkan metabolit sekunder yang bersifat toksik. Senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai atraktan (menarik serangga penyerbuk), melindungi dari stres lingkungan, perlindungan dari hama dan penyakit (phytoalexin), perlindungan dari sinar ultraviolet, sebagai pengatur tumbuh, bersaing dengan tanaman lain (alelopati), dan merupakan senyawa yang mampu menginduksi pembentukan senyawa tertentu sebagai respon pertahanan tanaman. Diantarnya adalah metabolit sekunder elicitor yang dihasilkan oleh beberapa jenis tanaman dapat memicu respons fisiologis, morfologis, dan akumulasi phytoalexin.
Pengaruh Stress Salinitas Terhadap Pertumbuhan, Komposisi Mineral, Kadar Prolin, Zat Antioksidan Kedelai Fitrawan Purwanto Ginting; Yenni Asbur; Yayuk Purwaningrum; Murni Sari Rahayu; Nurhayati Nurhayati
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Agriland Volume 7 No. 1 Januari-Juni 2019
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v7i1.3472

Abstract

Kedelai merupakan salah satu sumber utama minyak nabati yang dapat dimakan dan pakan ternak berprotein tinggi. Ini adalah tanaman dikotil yang paling penting karena kandungan minyak dan proteinnya yang tinggi dalam bijinya dan telah dianggap tanaman sensitif garam yang toleran terhadap garam sedang. Stres oksidatif juga merupakan faktor dalam fenomena stres abiotik dan biotik yang terjadi ketika ada ketidakseimbangan yang serius antara produksi Reactive Oxygen Species (ROS) dan pertahanan antioksidan. ROS telah dianggap sebagai molekul berbahaya dan konsentrasinya harus dijaga serendah mungkin. Pengaruh cekaman garam terhadap karakteristik morfologi benih kedelai yang diberi perlakuan dievaluasi. Untuk mendemonstrasikan keefektifan sebuah nodul, aktivitas mitrogenase diukur. Pada konsentrasi 50 dari 100 mM NaCl tidak ada perubahan yang diamati pada aktivitas nitrogenase. Untuk mengetahui pengaruh tekanan garam terhadap kandungan K ', Na', Ca "dan Mg" kedelai, konsentrasi ion berada pada O, 50, 100 dan 200 mM NaCl. Salinitas mempengaruhi kandungan biji K 'dan kandungan K' menurun dengan meningkatkan salinitas.
Uji efektivitas jamur endofit tanaman karet asal kebun Bandar Betsy sebagai agens hayati penyakit gugur daun (Colletotrichum gloeosporides) pada tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) M. Firdaus; Syamsafitri Syamsafitri; Murni Sari Rahayu
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2020): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i1.2513

Abstract

Penyakit karet telah mengakibatkan kerugian ekonomis dalam jumlah miliaran rupiah dan salah satu penyakit tanaman karet yang penting adalah penyakit gugur daun (C. gloeosporioides). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas spora dan metabolit  jamur endofit tanaman karet kebun Bandar Betsy sebagai agens hayati pengendalian penyakit gugur daun C. gloeosporioides pada tanaman karet dan untuk mengetahui interaksi antara jenis jamur dan metode aplikasi spora dan metabolit asal kebun Bandar Betsy sebagai agens hayati penyakit gugur daun C. gloeosporioides pada tanaman Karet. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Penelitian Karet Sei Putih, Kecamatan Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara dari Februari-April 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial diulang sebanyak 3 kali dengan jenis endofit dan metode aplikasi sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jamur endofit asal kebun Bandar Betsy sebagai agens hayati penyakit gugur daun C. gloeosporioides efektif menurunkan kejadian penyakit gugur daun sebesar 53.15% dengan perlakuan jamur endofit berasal dari klon karet RRIM 901 dengan aplikasi metabolit (E2M2) dan intensitas penyakit 2,56% dengan perlakuan jamur endofit berasal dari klon karet RRIM 931 dengan aplikasi metabolit (E1M2).
Pengaruh Sistem Eksploitasi Terhadap Produksi Karet Pada Klon PB 260 Adri Airil Nasution; Yayuk Purwaningrum; Yenni Asbur; Murni Sari Rahayu; Nurhayati Nurhayati
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Agriland Volume 7 No. 1 Januari-Juni 2019
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v7i1.3473

Abstract

Untuk produksi tanaman karet di Provinsi Sumatera Utara tahun 2012 yaitu 501.484 ton dengan luas lahan 470.202 ha, dan tahun 2013 meningkat menjadi 513.783 ton dengan luas lahan 475.724 ha dari produksi perkebunan rakyat 250.800 ton. dengan luas tanah 300.947 ha, perkebunan negara 102.710 ton, luas lahan 71.945 ha dan hanya terjadi di perkebunan karet rakyat, tetapi juga di perkebunan besar milik swasta dan pemerintah. Pengaplikasian stimulan membutuhkan pengawasan yang lebih intensif, karena risiko pengaplikasian yang tidak tepat adalah mengeringnya jalur sadap. Untuk alasan ini, disarankan untuk selalu mengamati apa yang disebut Brown Bast. Sistem eksploitasi dapat memberikan tekanan fisiologis pada tanaman karet, sehingga perlu dilakukan pengamatan parameter fisiologis melalui diagnosis lateks yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem eksploitasi terhadap kondisi kesehatan tanaman. Hasil pada Tabel 1 menunjukkan bahwa sistem eksploitasi berpengaruh signifikan terhadap produksi (g p-1s-1), produksi tertinggi (g p-1s-1) diperoleh pada perlakuan S / 2 U d3 ETG / 27d dan produksi (g p-1s). -1) terendah pada perlakuan S / 4 d3 ET / 30 hari.
Respon Pertumbuhan Tanaman Kedelai di Tanah Marginal dengan Pemberian Pupuk P dan Jenis Pupuk Organik Murni Sari Rahayu
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5769

Abstract

Kedelai merupakan tanaman penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam rangka perbaikan gizi masyarakat, karena merupakan sumber protein nabati yang relatif murah bila dibandingkan sumber protein lainnya seperti daging, susu, dan ikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan kedelai di lahan marginal dengan pemberian pupuk P dan jenis pupuk organik. Penelitian dilaksanakan di lahan Laut Tador, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batu Bara dari Januari sampai Mei 2021. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial tiga ulangan dengan dosis pupuk P dan jenis pupuk organik sebagai faktor perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk P berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, bobot basah dan bobot kering tanaman kedelai, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah buku tanaman dan umur berbunga. Perlakuan pupuk phosfat yang terbaik terdapat pada perlakuan 175 kg/ha. Pemberian beberapa jenis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, bobot basah dan bobot kering tanaman kedelai, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah buku tanaman dan umur berbunga. Perlakuan jenis pupuk organik yang terbaik terdapat pada pupuk organik CV MAS 3 kg/plot. Kombinasi antara pupuk phosfat dan jenis pupuk organik berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati
Evaluasi Pertumbuhan Asystasia gangetica (L.) T. Anderson Sebagai Tanaman Penutup Tanah di Perkebunan Kelapa Sawit Menghasilkan pada Jarak Tanam dan Jenis Setek Batang Berbeda Yenni Asbur; Yayuk Purwaningrum; Murni Sari Rahayu; Dedi Kusbiantoro; Khairunnisyah Khairunnisyah
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v30i2.184

Abstract

Asystasia gangetica (L.) T. Anderson is an invasive weed that must be controlled in oil palm plantations. However, the results showed that previously in Semanjung Malaysia A. gangetica was used as a cover crop in oil palm plantations. The purpose of this study was to determine the best spacing and stem cuttings that produced the best growth of A. gangetica as a cover cover crop in mature oil palm plantations. The study used a factorial randomized block design with six replications at a plot size of 2 m x 2 m with plant spacing (10 cm x 10 cm, 20 cm x 20 cm, and 40 cm x 40 cm) and stem cuttings (top cuttings, middle cuttings, and bottom cuttings) as treatment. The results showed that the plant spacing of 10cm x 10cm is the optimum plant spacing for the growth of A. gangetica as cover crop as indicated by higher survived plant percentage and faster soil coverage than the spacing of 20cm x 20cm and 40cm x 40cm. Top cuttings are the best way to multiply A. gangetica to get optimal growth as cover crop.
Perbaikan Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Kelapa Sawit Rakyat TM-1 Dengan Pemberian Kombinasi Pupuk Anorganik-Organik dan Asystasia gangetica (L.) T. Anderson Sebagai Tanaman Penutup Tanah Yenni Asbur; Rizkon Jadida Pulungan; Yayuk Purwaningrum; Murni Sari Rahayu; Chairani Siregar; Dedi Kusbiantoro; Khairunnisyah Khairunnisyah
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i1.198

Abstract

Currently, the area of ​​smallholder oil palm plantations in Indonesia reaches 41.44% and is wider than state-owned oil palm plantations which are only 3.87%. However, the role of smallholder oil palm plantations is still not optimal due to low land productivity and yields, so technical culture management is needed that can maintain land productivity and oil palm yields in a sustainable manner through the provision of a combination of inorganic-organic fertilizers and TPT planting. The purpose of this study was to determine the effect of inorganic-organic fertilizers and A. gangetica as TPT in improving soil chemical properties and growth of oil palm TM-1. The study used a factorial randomized design with three replications with two treatment factors, namely a combination of inorganic-organic fertilizers and TPT. The results showed that the interaction of P4T1 (100% inorganic 100%-organic fertilizer combination + TPT) and P3T1 (100% inorganic 100%-organic fertilizer combination + TPT) was able to improve soil chemical properties and growth of oil palm TM-1. Meanwhile, independently the combination treatment of 100% organic 100% inorganic fertilizer and TPT A. gangetica produced the most female flowers and the lowest male flowers.