Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Memahami Kompleksitas Cinta: Dinamika Relasi Toxic Pada Perempuan Jawa Yuwono, Emmanuel Satyo; Wibowo, Doddy Hendro; Goszal, Irene Miracle Philian; Aryani, Fitrie
Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Vol 23, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v23i1.11983

Abstract

Fenomena relasi toxic seringkali menjerat perempuan. Alasan perempuan bertahan dan kesulitan untuk mengakhiri hubungan toxic, yakni atas dasar cinta serta adanya nilai-nilai budaya yang diinternalisasi. Untuk itu penelitian ini bertujuan memahami bagaimana pemaknaan cinta pada perempuan Jawa yang mengalami relasi toxic. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam pemaknaan cinta pada perempuan Jawa yang mengalami relasi toxic. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Penelitian ini melibatkan tiga partisipan perempuan Jawa yang mengalami relasi toxic. Teknik pengorganisasian dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Descriptive Phenomenological Analysis (DPA) dengan menggunakan analisis tematik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan Jawa mengalami konflik emosional dalam memaknai cinta, menghadapi dilema moral, berjuang melawan ekspektasi sosial, menunjukkan sikap empati dan pengertian, serta menjalani proses pemaafan dalam upaya rekonsiliasi hubungan. Selain itu, sikap kesabaran juga menjadi aspek penting dalam memahami makna cinta perempuan Jawa yang menjerat dalam relasi toxic.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kebahagiaan Pada Lansia di PPSLU Adi Yuswo Purworejo Christiana, Emanuella Hayuning; Yuwono, Emmanuel Satyo
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 2 (2024): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i2.408

Abstract

Menjalani masa akhir perkembangan tidak semua lansia tinggal di dalam keluarga, salah satunya tinggal di panti. Dengan berada di panti mampu membuat lansia merasa bahagia karena tidak perlu mengkhawatirkan tentang kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kebahagiaan lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Adi Yuswo Purworejo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik sampling jenuh dimana populasi menjadi sampel dengan jumlah partisipan 80 lansia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur dukungan sosial dengan tingkat reliabilitas 0.904 dan alat ukur kebahagiaan dengan tingkat reliabilitas 0.920. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien sebesar 0,058 dengan nilai sig. 0,305 (0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara dukungan sosial dengan kebahagiaan pada lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Adi Yuswo Purworejo. 
Gambaran Cinta Pada Dewasa Awal Korban Perceraian Orang Tua Novenia, Santa; Yuwono, Emmanuel Satyo
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/personifikasi.v15i2.27454

Abstract

Divorce is a legal or religious separation between husband and wife. Divorce in the family has an impact on all family members. Children who are victims of their parents’ divorce experience psychological problems in their lives, so that when they grow up, these problems contribute to depicting romantic love relationships with other people. The aim of this research is to find out more deeply about the description of love in early adult victims of parental divorce. This research uses qualitative phenomenological methods on three early adult participants who were victims of parental divorce. The place where this research was conducted was Salatiga City, and Banyubiru Regency. Data were obtained through interview and observation techniques. The results of this study indicate that there is a fear of establishing closeness in love, low self-confidence in making a commitment, and giving effort to maintain a relationship. Based on this, expected that readers will have the awareness to create a positive love relationship.
CONFIDENCE AND ANXIETY FACING THE COMPETITION OF KYOURUGI TAEKWONDO ATHLETES SALATIGA: A CORRELATION STUDY Aulya Salsa Happy Wulandari; Emmanuel Satyo Yuwono
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 6 No. 1 (2023): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v6i1.115

Abstract

Background: Anxiety over competition is one of the things that is stressful with mental symptoms associated interpreted as a feeling of anxiety, uneasiness, and worried. Self-confidence is the belief in one's abilities, so one does not feel anxious when carrying out an activity, has a feeling of freedom in doing something one wants, and a sense of responsibility for the decisions and actions taken. Purpose: this study aims to determine whether there is a relationship between self-confidence and competition anxiety among kyourugi taekwondo athletes in Salatiga city. Method: Used was quantitative with a correlation design. A total of 37 kyourugi taekwondo athletes in Koni Salatiga were used as research participants using a saturated sampling techniques. Results: Confidence was measured using the SAS-2 Sport Anxiety Scale (a = 0.901) and competition anxiety was measured using the Self-Confidence Scale (a = 0.907). The results of this study prove that self-confidence and competition anxiety have a negative relationship (r = -0.757 and sig = 0.000). Conclusion: These results mean that the higher the athlete's confidence, the lower the athlete's competition anxiety. Meanwhile, the lower the athlete's self-confidence, the higher the athlete's competition anxiety. Abstrak Latar Belakang: kecemasan menghadapi pertandingan merupakan salah satu hal yang listres dengan gejala mental berkaitan dnegan perasaan yang negatif. Kecemasan menghadapi pertandingan juga dapat diartikan sebagai perasaan gelisah, tidak tenang dan khawatir. Kecemasan mengahdapi pertandingan adalah listres yang dialami oleh seorang atlet yang terjadi ketika meningkatnya emosi negatif pada suatu situasi dalam pertandingan. Kepercayaan diri ialah keyakinan atas kemampuan yang dimiliki, sehingga tidak merasa cemas ketika melakukan suatu kegiatan, memiliki perasaan bebas dalam melakukan sesuatu hal yang diinginkan, dan rasa tanggung jawab atas keputusan dan tindakan yang dilakukan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kepercayaan diir dan kecemasan menghadapi pertandingan pada atlet kyourugi tekwondo di kota Salatiga. Metode: Metode yang diunakan yaitu kuantitatif dengan design korelasi. Sebanyak 37 atlet kyourugi tekwondo Koni Salatiga dijadikan sebagai partisipan penelitian dengan mengguanakn teknik sampling jenuh. Hasil: kepercayaan diir diukur mengguanakn SAS-2 Sport anxiety Scale (a = 0,901) dan kecemasan bertanding diukur menggunakan Self-Confidence Scale (a = 0,907). Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa kepercayaan diri dan kecemasan bertanding memiliki hubungan negatif (r = -0,757 dan sig = 0,000). Kesimpulan: hasil tersebut memiliki arti bahwa semakin tinggi kepercayaan diri atlet, maka semakin rendah kecemasan bertanding atlet tersebut. Sedangkan, semakin rendah kepercayaan diir atlet. maka semakin tinggi kecemasan bertanding atlet tersebut.
Harga diri dan Pengungkapan diri: Kajian Korelasional pada Perempuan Jawa di masa Dewasa Awal Prasetyarini, Nabila Rizka; Emmanuel Satyo Yuwono
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19433

Abstract

Perempuan Jawa yang memasuki masa dewasa awal berada di akhir fase remaja menuju kedewasaan yang matang. Pada tahap ini, mereka mulai menerima peran, tanggung jawab, serta harapan baru terhadap diri sendiri. Namun, tradisi Jawa yang masih kental sering membatasi perempuan dalam menyuarakan pendapat, karena dianggap tidak bernilai. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara harga diri dan pengungkapan diri pada perempuan Jawa di masa dewasa awal. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 145 responden usia 18–40 tahun menggunakan teknik incidental sampling. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai r = 0,840 dengan signifikansi 0,01 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan positif signifikan antara harga diri dan pengungkapan diri. Semakin tinggi harga diri, semakin tinggi pula pengungkapan diri. Hasil ini diharapkan mendorong perempuan Jawa dewasa awal memahami pentingnya pengungkapan diri dalam membangun harga diri dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kata Kunci: Harga diri; Pengungkapan diri; Perempuan Jawa; Dewasa awal Abstract Javanese women entering early adulthood are at the end of adolescence and transitioning into mature adulthood. At this stage, they begin to accept new roles, responsibilities, and expectations about themselves. However, deeply rooted Javanese traditions often restrict women from expressing their opinions, as these are seen as insignificant. This study aimed to examine the relationship between self-esteem and self-disclosure in Javanese women during early adulthood. The research used a quantitative correlational design, involving 145 respondents aged 18–40 through incidental sampling. The hypothesis test showed a correlation value of r = 0.840 with a significance level of 0.01 (p<0.05), indicating a significant positive relationship between self-esteem and self-disclosure. The higher the self-esteem, the greater the level of self-disclosure. These findings are expected to encourage Javanese women in early adulthood to understand the importance of self-disclosure in building self-esteem and improving psychological well-being. Keyword: Self-esteem; Self-disclosure; Javanese women; Early adulthood
Gambaran Kesepian WBP Pada Awal Masa Pidana di Lapas Kelas 1 Semarang Buwono, Domenico Ega Finanda; Yuwono, Emmanuel Satyo
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.276

Abstract

Warga Binaan Pemasyarakatan merupakan individu yang telah mendapat putusan bersalah dari pengadilan sehingga mengakibatkan orang tersebut harus kehilangan kemerdekaan bergerak untuk menjalankan masa pidana di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan Negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Kesepian WBP Pada Awal Masa Pidana di Lapas Kelas 1 Semarang. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah dua warga binaan pemasyarakatan pada awal menjalani masa pidana di Lapas kelas 1 Semarang. Data penelitian ini diperoleh dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini meliputi tiga tema utama yaitu rasa khawatir,tema kedua ketakutan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan yang ketiga kehilangan motivasi.
Self Compassion dan Kontrol Diri Pada Mahasiswa Pecandu Minuman Beralkohol Nababan, Ugus Drian; Yuwono, Emmanuel Satyo
YUME : Journal of Management Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v8i2.9032

Abstract

Penelitian dilaksanakan dalam rangka mencari tahu korelasi antara self compassion sebagai variabel bebas dengan kontrol diri sebagai variabel terikat terutama pada mahasiswa/i dengan perilaku mengonsumsi alcohol. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa pecandu minuman beralkohol dengan sampel penelitian sebanyak 31 orang, yang diambil menggunakan pedoman ambang kesalahan 10% oleh Isaac dan Michael (Sugiyono, 2010). Alat ukur penelitian ini menggunakan skala Self Compassion Scale (x) dengan skor α = 0,872 dan skala Brief Self Control Scale (y) dengan skor α = 0,834. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang secara signifikan positif antara self compassion dan kontrol diri pada mahasiswa pecandu minuman beralkohol, yang dinyatakan oleh hasil uji korelasi yakni 0,836 dengan nilai sig. = 0,000 (p<0,000). Penelitian ini membuktikan bahwa self compassion berpengaruh pada tingkat kontrol diri mahasiswa pecandu minuman beralkohol, yang apabila tingkat self compassion mahasiswa pecandu minuman beralkohol tinggi mendeskripsikan bahwa mahasiswa pecandu minuman beralkohol memiliki kontrol diri yang tinggi Kata Kunci : Self compassion, Kontrol Diri, Mahasiswa, Pecandu, Minuman Beralkohol
KEJAWAAN DAN KEKRISTENAN: NEGOSIASI IDENTITAS ORANG KRISTEN JAWA DALAM PERSOALAN DI SEKITAR TRADISI ZIARAH KUBUR Yuwono, Emmanuel Satyo
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v16i1.12139

Abstract

Ziarah kubur merupakan tradisi yang melekat dalam tradisi masyarakat Jawa. Tradisi ini tidak hanya menjadi wujud hormat bagi leluhur mereka, namun memiliki pemaknaan akan peristiwa kematian. Bagi orang Jawa persitiwa kematian tidak berarti kepunahan melainkan kesuburan. Orang-orang melakukan ritual ziarah kubur untuk mendoakan dan menyelipkan harapan atau berkah pangestu melalui leluhur mereka. Permohonan ini dipanjatkan tidak hanya melalui leluhur mereka secara pribadi, namun juga leluhur mereka secara komunal yang sering disebut dengan pepunden. Sebagai wujud nyata penghormatan leluhur secara komunal, maka dikenal adanya tradisi slametan, merti desa, dan bahkan dihadirkan melalui pertunjukan wayang kulit. Semua tradisi ini menjadi ritual di sekitar ziarah kubur karena terdapat wujud hormat dan permohonan melalui leluhur mereka, yang semuanya mengarah pada penunjukan identitas manusia Jawa.Tradisi di sekitar ziarah kubur ini tergambar di tengah masyarakat Desa Banyubiru. Sebuah desa yang terletak di lereng gunung Telomoyo dan di dekat Rawa Pening. Kondisi alam semacam ini menyebabkan konsepsi ritual penghormatan leluhur semakin kuat. Namun, di tengah masyarakat Banyubiru muncul usaha purifikasi agama yang hadir melalui ajaran Gereja Kristen Jawa. Ajaran Kristen memandang bahwa setelah kematian tidak ada keterhubungan antara yang masih hidup dengan roh orang meninggal. Orang yang meninggal sudah langsung berada di Surga. Pemahaman ini didasarkan atas teks Alkitab dan tafsiran dari para Pendeta.Jemaat Gereja Kristen Jawa akhirnya harus menegosiasikan identitasnya antara kejawaan dan kekristenan. Untuk melihat mekanisme negosiasi identitas, kajian ini menggunakan pendekatan Foucault tentang panoptikon. Dari hasil kajian yang telah dilakukan ternyata teori panoptikon Foucault masih terbatas. Foucault melihat adanya pengawasan berasal dari satu titik saja atau bersifat tunggal. Dalam kajian ini ternyata ada dua pengawasan yang mempengaruhi negosiasi identitas. Tuhan yang dihadirkan melalui Alkitab sebagai usaha purifikasi dan aturan komunal dalam masyarakat. Akhirnya penelitian ini menunjukkan bahwa usaha purifikasi tidak berhasil secara total. Kegagalan purifikasi ini disebabkan karena pengetahuan jemaat GKJ yang dipengaruhi oleh kekuasaan di sekitarnya, dalam hal ini kekuatan tradisi lokal. Jemaat GKJ tetap melakukan ziarah kubur namun di sisi lain tidak melakukan ritual dan pemaknaan seperti dalam tradisi Jawa.
Relasi religiusitas dengan kesepian pada remaja Etnis Tionghoa: The relationship between religiosity and loneliness in ethnic Chinese adolescents Aryani, Fitrie; Yuwono, Emmanuel Satyo
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 10 No 2 (2024): August 2024
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v10i2.17130

Abstract

This research aimed to explore the relationship between religiosity and loneliness in ethnic Chinese adolescents. A total of 116 participants were involved in this research, who were selected using incidental sampling techniques. Data was collected using the Centrality of Religiosity Scale (CRS-15) developed by Huber and Huber and the UCLA Loneliness Scale created by Russell. Data were analyzed using the Pearson product moment correlation technique. The results of the analysis show a correlation coefficient of r = -0.112 and a significance value of 0.230 (p>0.05), which indicates a negative but not significant relationship between religiosity and loneliness in ethnic Chinese adolescents. This means, the higher the religiosity of ethnic Chinese teenagers, the lower their tendency to feel lonely. It is also said that the lower the religiosity, the higher their tendency to experience feelings of loneliness.
Keterkaitan kecemasan dengan pola tidur pada mahasiswa tingkat akhir Goszal, Irene Miracle Philian; Yuwono, Emmanuel Satyo
JURNAL SPIRITS Vol 13 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v13i1.14443

Abstract

Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara kecemasan dengan pola tidur yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dengan jumlah sampel 126. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji koefisien korelasi kecemasan dan pola tidur pada mahasiswa Fakultas Psikologi tingkat akhir sebesar -0,600 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima, artinya terdapat hubungan hubungan negatif signifikan antara kecemasan dan pola tidur pada mahasiswa Fakultas Psikologi. Data ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecemasan seseorang maka semakin rendah pola tidur yang dimiliki. Pola tidur menjadi persoalan bagi mahasiswa tingkat akhir karena berbagai tuntutan yang muncul. Beberapa diantaranya dikarenakan faktor gaya hidup, pendidikan, dan kegiatan sosial.