Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Gambaran karakter diri pelaku seni tari prajuritan di desa Banyubiru Yuwono, Emmanuel Satyo; Wibowo, Doddy Hendro
JURNAL SPIRITS Vol 13 No 2 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v13i2.15814

Abstract

Prajuritan is a war dance where a group of men and women dance together. Warrior dance, full of meaning, is a form of local wisdom that the people in Banyubiru Village, Semarang Regency, Central Java Province live. This research aimed to discover the self-characteristic description of Tari Prajuritan performers in Banyubiru Village. This study implemented a phenomenological-descriptive qualitative method. The data were collected through interviews and observation. The participants in this study were 3 Tari Prajuritan dancers from Banyubiru Village. The research results on the self-characteristic description of Tari Prajuritan dancers include firmness in decision-making, a confident character in relationships, responsibility, and an attitude toward serving others.
Penerimaan Orang Tua Dengan Anak Yang Mengalami Kehamilan di Luar Nikah Kurniawati, Elia; Satyo Yuwono, Emmanuel
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7706

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran tahapan penerimaan orang tua terhadap kehamilan pranikah anak dan tinggal dalam satu rumah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara dan teknik observasi. Penelitian ini mengambil 3 partisipan yang merupakan orang tua dari anak yang mengalami hamil di luar nikah. Proses penerimaan diri orang tua dapat tercapai melalui beberapa fase yaitu, penolakan, marah, depresi, penawaran, dan penerimaan. Hasil analisis dalam penelitian ini mendapati ketiga responden telah melalui tahapan-tahapan dalam proses penerimaan, dimulai dari fase penolakan yang ditunjukkan dengan rasa kekecewaan, malu dan tidak terima dengan kondisi kehamilan anaknya. Fase marah ditunjukkan dengan menyalahkan perbuatan anak dan pasangannya yang berakibat pada kehamilan. Fase depresi yang dialami responden ditunjukkan dengan rasa putus asa, tertekan dan kehilangan harapan. Kemudian fase penawaran dilakukan dalam bentuk memberikan opsi kepada pasangan untuk bertanggungjawab dan melanjutkan kehidupan dengan menikah. Pada fase penerimaan, ketiga responden memberikan bantuan dan menerima anak serta pasangannya untuk tinggal dalam satu rumah.
STRATEGI COPING PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MENIKAH USIA DINI (Studi Kasus Pada Remaja Perempuan Di Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah) Pertiwi, Paula Laudira Arum; Yuwono, Emmanuel Satyo
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.10397

Abstract

Abstrak Fenomena di masyarakat saat ini banyak dijumpai dispensasi pernikahan dini oleh individu yang berusia di bawah 19 tahun. Penyebab umum pernikahan dini terjadi karena para remaja sudah hamil terlebih dahulu sebelum menikah. Remaja perempuan yang menjalani pernikahan dini tak lepas dari adanya permasalahan yang muncul dalam sebuah keluarga, permasalahan tersebut dapat berasal dari konflik internal maupun eksternal. Dalam menyelesaikan permasalahan ini individu tidak terlepas dari coping sebagai cara untuk mengubah situasi yang menyebabkan terjadinya stress atau mengatur reaksi emosional yang muncul karena suatu masalah. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan pengalaman psikologis partisipan yang menikah usia dini. Selain itu mendapatkan informasi mengenai strategi coping pada emosi dan coping pada masalah dari partisipan yang menikah dini. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan 3 partisipan, dimana partisipan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan proses wawancara fenomenologis deskriptif guna memperoleh esensi coping ke dalam tema-tema fenomenologis. Temuan dari penelitian ini adalah strategi coping pada remaja perempuan yang menikah dini akibat perilaku seksual pranikah yaitu a) distancing, b) seeking social support, c) escape / avoidance, d) positive reappraisal, dan e) fokus pada masalah, penyelesaian secara hati-hati dan teliti terhadap pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa remaja membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial untuk mengatasi tekanan yang dialami dalam rumah tangga. Kata Kunci: Coping, Remaja, Menikah Dini AbstractThe phenomenon in today's society is that there are many dispensations for early marriage by individuals under the age of 19. The common cause of early marriage occurs because teenagers are already pregnant before getting married. Adolescent girls who undergo early marriage cannot be separated from the problems that arise in a family, these problems can come from internal and external conflicts. In solving this problem the individual cannot be separated from coping as a way to change situations that cause stress or regulate emotional reactions that arise because of a problem. This study aims to describe the psychological experiences of participants who marry at an early age. In addition to getting information about the strategy coping on emotions and coping on the problems of participants who married early. Researchers used qualitative methods involving 3 participants, where the participants in this study were selected based on the technique purposive sampling. The research data was collected using a descriptive phenomenological interview process to obtain the essence coping into phenomenological themes. Coping strategies for young women who marry early due to premarital sexual behavior, namely a) distancing, b) seeking social support, c) escape / avoidance, d) positive reappraisal, and e) focusing on problems, careful and thorough resolution of decision making. The results of this research have the implication that teenagers need support from the social environment to overcome the pressures experienced in the household Keywords: Coping, Teenager, Early Marriage
GAMBARAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN REMAJA PUTRI YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DINI PADA KELUARGA PENERIMA BANTUAN Putri, Paula; Yuwono, Emmanuel Satyo
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.10508

Abstract

Abstrak Pernikahan dini adalah peristiwa pernikahan yang dilakukan oleh anak dibawah 16 tahun pada perempuan, dan dibawah 19 tahun bagi laki laki. Meskipun sudah di tetapkan minimal usia bagi pasangan yang hendak menikah, namun pernikahan dini masih banyak terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui gambaran pengambilan keputusan remaja putri yang melakukan pernikahan dini pada keluarga penerima bantuan sosial. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data sendiri dilakukan berdasarkan faktor stressor, indikator ketahanan dan pembuatan keputusan. Teknik pengumpulan data sendiri menggunakan wawancara semi terstuktrur dan observasi. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah tiga ibu rumah tangga yang menikah di bawah 17 tahun. Hasil  dari penelitian ini menunjukan bahwa pengambilan keputusan ketiga partisipan untuk menikah dini berdasarkan peran orang tua, pengaruh teman sebaya dan juga bentuk tanggung jawab. Implikasi pada penelitian ini agar orang tua dapat mendukung remaja putri untuk mengenyam pendidikan tertinggi dan mengawasi agar remaja putri selalu berada di lingkungan pertemanan yang sehat sehingga dapat menekan angka pernikahan dini. Kata Kunci: Pengambilan Keputusan ; Pernikahan Dini ; Keluarga Penerima Bantuan Sosial  AbstractEarly marriage is a marriage event carried out by children under 16 years for girls, and under 19 years for boy. Although a minimun age has been set for couple who want to get married, early marriage is still widely practiced in Indonesia. This study aims to determine the decision-making picture of adolescent girls who carry out early marriage in families receiving social assistance. This study is using qualitative methods. Data collection itself is carried out based on stressor factors, resilience indicators and decision-making. The data collection technique itself uses semi-structured interviews and observations. The participants involved in this study were three married housewives under 17 years old. The results of this study showed that the decision-making of the three participants to marry early was based on parental roles, peer influence and an act of responsibility. The implication of this research is to let parents fully support their daughters to achieve higher education and to keep an eye and mantain their healthy social environment or peer group so that it can suppress the numbers of early marriage. Keywords: Decision Making ; Early Marriage ; Social Assistance Receive
Pengambilan Keputusan Terkait Perilaku Seks Bebas Pada Remaja Yang Mengalami Kehamilan Pranikah di Manokwari Kondororik, Anjely Novianti; Yuwono, Emmanuel Satyo
YUME : Journal of Management Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v8i2.8696

Abstract

BKKBN mencatat 1.459.000 kasus Pernikahan diri akibat hamil di luar nikah pada tahun 2020. Di Manokwari Provinsi Papua Barat, angka stunting meningkat pesat. Hal ini bukan hanya karena anak yang kurang gizi, tetapi tingginya angka kehamilan pada remaja yang menjadi salah satu dampak meningkatnya angka stunting di Manokwari. Berangkat dari fenomena yang ditemukan bahwa adanya pengambilan keputusan yang kompleks terkait perilaku seks bebas pada remaja yang mengalami kehamilan pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pengambilan keputusan terkait perilaku seks bebas pada remaja yang mengalami kehamilan pranikah di Manokwari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Data pada penelitian ini diambil melalui wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah dua remaja dari Manokwari yang mengalami kehamilan pranikah. Hasil penelitian menemukan adanya lima tema yang menjadi gambaran pengambilan keputusan terkait perilaku seks bebas pada remaja yang mengalami kehamilan pranikah di Manokwari yaitu: dorongan pasangan membentuk  pengambilan keputusan, rasa ingin tahu menciptakan pengambilan keputusan, ingin mempertahankan hubungan memperkuat pengambilan keputusan, rasa takut mempercepat pengambilan keputusan, peran otoritas dan tidak adanya edukasi terkait seks dari orang tua mengakibatkan pengambilan keputusan.Kata Kunci: Pengambilan keputusan; remaja; seks bebas; Manokwari
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWA UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA Arik Dyah Ayu Lestari; Emmanuel Satyo Yuwono
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi Vol. 3 No. 6: Mei 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/juremi.v3i6.7692

Abstract

This research aims to investigate the relationship between self-concept and consumptive behavior among active students at UKSW Salatiga. This study employs a non-probability sampling technique known as quota sampling. The subjects involved in this research consist of 115 active students at UKSW Salatiga. Data collection methods utilize the Self-Concept Scale and Consumptive Behavior Scale. The data analysis method utilized is the Pearson product-moment correlation. From the analysis results, a correlation coefficient of -0.209 was obtained with a p-value of 0.025 (p<0.05). From these results, it can be concluded that there is a significant negative relationship between self-concept and consumptive behavior among active students at UKSW Salatiga. Thus, it is evident that the higher the level of self-concept among students, the lower their level of consumptive behavior. Conversely, the lower the self-concept among students, the higher their consumptive behavior tends to be