Liyantono .
Departemen Teknik Mesin Dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian,, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi kualitas air di Situ Sigura-Gura, wilayah urban DKI Jakarta Akbar, Helmy; Setiawan, Yudi; Liyantono, Liyantono; Effendi, Hefni; Utomo, Bagus Amalrullah; Zuhri, Muhammad Isnan; Meidiza, Riski; Munggaran, Gilang; Pambudi, Wiwid Arif; Putra, Marfian Dwidima; Nugroho, Setyo Pambudi; Kuswanto, Asep; Rahmawati, Rahmawati; Supalal, Yusiono; Fitratunnisa, Erni Pelita; Pusparini, Mustika; Sarunggu, Yudith; Rahmawati, Nofi; Arnold, Arnold; Solinda, Martha; Abidin, Zaenal
Jurnal Oase Nusantara Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air di Situ Sigura-Gura, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, yang merupakan badan air buatan dengan peran strategis dalam penyediaan air dan pengendalian ekosistem lokal di wilayah perkotaan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya tekanan pencemaran akibat urbanisasi, limbah domestik, dan aktivitas industri yang berpotensi mengganggu fungsi ekosistem dan kesehatan masyarakat. Pengambilan sampel dilakukan pada dua periode berbeda (musim kemarau dan hujan) pada tahun 2021 dengan pengukuran 39 parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi melalui metode in situ dan ex situ. Analisis kualitas air dilakukan dengan merujuk pada standar baku mutu air kelas 2 dan menggunakan pendekatan metode STORET serta perhitungan Indeks Pencemar (IP). Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan kualitas air secara signifikan dari titik inlet menuju outlet. Parameter seperti Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan Chemical Oxygen Demand (COD) meningkat melebihi ambang batas, sedangkan kadar Oksigen Terlarut (DO) menurun pada titik outlet. Analisis tambahan melalui perbandingan rasio Ci/Lij mengindikasikan bahwa beberapa parameter, antara lain TSS, BOD, COD, klorin bebas, hidrogen sulfida, dan bakteri coli, menunjukkan nilai pencemaran yang melebihi ambang batas, sehingga status mutu air di inlet dikategorikan sebagai "Cemar Ringan" sedangkan di outlet sebagai "Cemar Berat". Rasio BOD/COD yang rendah mengindikasikan dominasi bahan organik non-biodegradable dalam sistem perairan. Hasil ini sejalan dengan penelitian lain yang mengaitkan peningkatan beban pencemar dengan dampak negatif aktivitas manusia terhadap badan air buatan. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur pengolahan limbah, pengendalian erosi, dan monitoring kualitas air secara berkala merupakan langkah strategis untuk pemulihan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di masa mendatang.
Rice Husk Availability Mapping as Biomass Cofiring Material at Power Plant in Indramayu Swastika, Abdul Baits Dehana Padma; Liyantono, Liyantono; Wulandani, Dyah
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.012.2.284-300

Abstract

Indonesia berencana untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030 untuk mengatasi penggunaan energi fosil yang tinggi. Salah satu strateginya adalah PT PLN mengimplementasikan teknologi pembakaran biomassa di 52 pembangkit listrik pada tahun 2025. Namun, keberlanjutan pasokan menjadi tantangan tersendiri, dengan penelitian yang belum memadai dan hanya 33,52% yang tercatat di pabrik penggilingan. Penelitian ini menghitung ketersediaan sekam padi untuk pembakaran biomassa di Kabupaten Indramayu, daerah penghasil beras terbesar di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan spasial, survei, wawancara, dan Quantum GIS (QGIS) versi 3.22.12, peta visual ketersediaan sekam padi dibuat. Data dari 95 penggilingan padi (79 kecil, 12 menengah, 4 besar) menunjukkan potensi sekam harian masing-masing sebesar 0,87, 4,83, dan 10,74 ton. Data produksi nasional memperkirakan ketersediaan sekam padi tahunan sebesar 272.106 ton. Analisis spasial dari survei dan wawancara mengindikasikan 601.669 ton/tahun, sementara distribusi menurut skala penggilingan menunjukkan 588.861 ton/tahun. Persaingan penggunaan sekam padi cukup tinggi untuk industri seperti genteng, batu bata, dan semen, dengan fraksi pemulihan sebesar 13,23%, 17,50%, dan 23,33% pada saat panen, serta 3,90%, 10%, dan 15% pada saat tidak panen. Sekam padi yang tersedia di Indramayu untuk bahan bakar biomassa adalah 77.102,17 ton/tahun. Jumlah ini berkontribusi sebesar 0,78% terhadap kebutuhan biomassa nasional dan 45,56% terhadap kebutuhan PLTU Indramayu. Kebijakan yang mendorong penggunaan dan pengelolaan sekam padi di daerah penghasil padi diperlukan untuk meningkatkan implementasi pembakaran biomassa.
Analisis Daya Dukung Tanah pada Penerapan Mesin Pertanian di Kulon Progo Nugroho, Eko Fajar; Liyantono, Liyantono; Setiawan, Radite Praeko Agus
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.1.1-17

Abstract

Salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan peningkatan produksi pertanian adalah penggunaan alat dan mesin pertanian. Berkurangnya tenaga kerja, sempitnya lahan sawah, sawah dalam tanpa lapisan tanah keras (hardpan) akan menyulitkan alat dan mesin pertanian untuk bekerja. Daya dukung tanah adalah kemampuan tanah dalam menahan beban alat dan mesin yang bekerja diatasnya. Tekanan tanah yang diakibatkan oleh aktivitas kerja alat dan mesin pertanian menyebabkan tidak semua alat dan mesin pertanian dapat bekerja di sawah sama baiknya dengan di darat. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini dirancang untuk mengetahui pengaruh nilai daya dukung tanah terhadap jenis mesin pertanian yang dapat diaplikasikan diatasnya. Pengukuran nilai daya dukung tanah diukur pada 3 kategori lahan. Analisis dilakukan dengan membandingkan nilai tahanan penetrasi tanah dengan indeks trafficability traktor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2024. Dari penelitian diketahui bahwa mesin pertanian bertipe traktor roda 4 dan combine harvester tidak dapat diaplikasikan pada lahan sawah yang menjadi sampel pengukuran di Kabupaten Kulon Progo. Apabila diaplikasikan maka combine harvester dan traktor roda 4 akan mengalami ketenggelaman (sinkage) lebih dari 15 cm untuk lahan kategori 1 dan 2, serta akan mengalami ketenggelaman (sinkage) lebih dari 20 cm untuk lahan kategori 3.
Environmental Sensitivity Analysis of Oil Spills: A Case Study in Coastal Areas Ardiansyah, Ichsan Prayoga; Liyantono, Liyantono; Effendi, Hefni; Ikrari, Karaben Ikhtiyana
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 22, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v22i3.809-819

Abstract

The coastal areas of Karawang Regency are at risk of being affected by oil spills originating from oil pipelines leaking. The purpose of this research is to develop an environmental sensitivity index based on the assessment standards of the National Oceanic and Atmospheric Administration, with research locations in the Karawang Coast. The results showed that the resources in the Karawang coastal area that sensitive to oil spills are shoreline type of mangrove  with a total length of 34.76 km of shoreline; consist of dense mangrove forest with an area of 173.14 ha; capture fisheries with 6,832 fishermen with a production of 9,319.38 tons/year; and aquaculture involving 5,643 fishing households with a production of 43,389.45 tons/year. The environmental sensitivity index value was concluded as very sensitive for mangrove beaches, mangrove forests in all locations and aquaculture in the Tirtajaya & Batujaya areas, while the capture fisheries and the capture aquaculture were concluded as sensitive. The environmental sensitivity index maps of the three themes indicated that the socio-economic component is the most sensitive component compared to other components. Specifically, the socio-economic components that were the most sensitive to the impact of oil contamination were aquaculture and capture fisheries areas.
Demonstrasi Pengolahan Keripik Terong dan Boncabai sebagai Alternatif Ide Wirausaha Masa Pandemi di Kampung. Ciheulang, Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta Setiani , Nur Aulia; Purwansya, Yuvicko Gerhaen; Shafira , Anisya Elsa; Fauzan , Ahmad; Liyantono, Liyantono
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4246.015 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.102-115

Abstract

Desa Margaluyu merupakan salah satu desa yang dominansi perekonomiannya berasal dari pertanian. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lahan pertanian yang menghasilkan padi, cabai rawit, cabai merah, terong, dan kacang panjang. Hasil pertanian di Desa Margaluyu biasanya dijual langsung ke pasar atau untuk dikonsumsi pribadi. Permasalahan umumnya adalah pendapatan yang relatif rendah sehingga perlu upaya dalam meningkatkan pendapatan di desa, terutama saat harga komoditas sedang turun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk sosialisasi pengolahan keripik terong dan boncabai sebagai alternatif ide wirausaha saat masa pandemi di Kampung Ciheulang, Desa Margaluyu, Kabupaten Purwakarta. Metode pelaksanaan dalam proses berbagi ilmu dan teknologi pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan olahan dilakukan dengan metode pendampingan, yaitu melakukan praktik pembuatan produk olahan keripik terong dan bon cabai secara langsung di lapangan. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Demonstrasi pengolahan terong dan cabai menjadi produk olahan keripik terong dan bon cabai berlangsung dengan baik dan mendapatkan respon yang baik dari ibu-ibu warga RT 002 Kampung Ciheulang. Hal tersebut dapat dilihat saat proses demonstrasi berlangsung ibu-ibu warga RT 002 sangat antusias untuk memperhatikan, membantu dan ikut serta dalam proses pembuatan produk olahan tersebut. Selain itu, pengolahan keripik terong dan bon cabai yang dilakukan dapat menjadi ide wirausaha. Keuntungan yang dapat diperoleh dari satu kali produksi keripik terong sebesar Rp 46.521 dengan rasio R/C diperoleh 1,87 sedangkan keuntungan yang dapat diperoleh dari satu kali produksi keripik terong sebesar Rp 35.163 dengan rasio R/C nya 1,90.