Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS PERBAIKAN PENJADWALAN PRODUKSI KERTAS UNTUK MEMINIMUMKAN KETERLAMBATAN PRODUKSI DI PABRIK PT. PUSAKA PRIMA MANDIRI JL.BRIGJEN ZEIN HAMID KM 6,9 DELI TUA Suratman, Jumadi; Matondang, Abdul Rahim; Matondang, Nazaruddin
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 18 No. 2 (2016): JSTI Volume 18 Number 2 July 2016
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.595 KB) | DOI: 10.32734/jsti.v18i2.351

Abstract

PT. Pusaka Prima Mandiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi kertas rokok dan berlokasi di jalan Zein Hamid km 6,9Deli Tua Medan Sumatera Utara. PT. Pusaka Prima Mandiri berdiri sejak tahun 2013. Dari awal berdirinya sampai saat ini berlokasi ditempat yang sama dan sudah dalam bentuk perusahaan kertas rokok. Dalam melakukan kegiatan produksi, produksi terkadang mengalami keterlambatan dalam memenuhi pesanan dari Castamer, Hal ini mungkin dapat di sebabkan karena penjadwalan produksi yang kurang tepat. Berdasarkan proses produksi. Maka penulis mengusulkan suatu penelitian pada penjadwalan yang baik. Untuk dapat meningkatkan efisiesi dalam proses produksi. Lihat Tabel 1.1 dari pengumpulan data pada Tabel 5.1 dapat dilihat dan Tabel 5.2 serta pada Tabel 5.3 dari penjadwalan produksi tahun 2013 perlu diadakan Analisis Perbaikan Penjadwalan Produksi untuk mengatasi keterlambatan ,dengan Metode CDS dan Db Hasil Perhitungan. Makespan pada Perusahaan 2.502,28 jam dengan selisih 637,28 jam atau sebesar 25,59 %.maka pada pengolahan data dilakukan Hipotesis Ho ditolak pada data tahun 2013, ini jelas bahwa Penjadwalan harus dipebaiki. Jadi untuk tahun 2014, Ho diterima, jadi terjadi peningkatan produksi dan pencapaian target 94 %, dapat dilihat pada grafik gambar 10.1.Grafik Barang ½ jadi produksi pada tahun 2013 dan 2014 dengan target produksi sebesar 94 %meminimalisir barang ½ jadi atau Barang masih dalam proses sebesar 6 % dari ketepatan waktu sebesar 94 %.
PEMANFAATAN GAS FLARE DENGAN PENDEKATAN GREEN PRODUCTIVITY DI PT.XY Silviana, Nukhe Andri; Matondang, Abdul Rahim; Hidayati, Juliza
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 19 No. 1 (2017): JSTI Volume 19 Number 1 January 2017
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.702 KB) | DOI: 10.32734/jsti.v19i1.360

Abstract

Perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang migas menyelenggarkan kegiatan pada sektor huluadalah PT.XY. Secara garis besar kegiatan operasi yang berlangsung meliputi pengeboran, eksplorasi, dankegiatan produksi dengan hasil akhir yaitu minyak mentah yang disalurkan ke Pangkalan Susu untukpengapalan. Dalam kegiatan produksi menghasilkan limbah gas sisa (flare) sebesar 0.58 mmscfd yang berasaldari 17.05 % dari gas alam yang dihasilkan. Gas flare merupakan gas sisa yang selama ini dilakukanpembakaran melalui flare stack untuk menghindari gas beracun seperti H2S dan CO yang berbahaya bagikesehatan manusia dan lingkungan. Namun aktivitas pembakaran dapat menimbulkan isu pencemaranlingkungan. Melalui pendekatan Green Productivity yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan usahareduksi limbah yang dilakukan dapat berpengaruh terhadap perbaikan kondisi lingkungan sekaligus meningkatanproduktivitas perusahaan. Pada penelitian ini, dilakukan identifikasi adanya permasalahan pada perusahaan yangberhubungan dengan jumlah limbah yang berlebih dan berpotensi untuk direduksi. Sebelumnya dilakukanpengukuran produktivitas perusahaan selanjutnya dirumuskan dan dipilih berdasarkan kelayakannya untukdiimplementasikan melalui analisis finansial, dan estimasi kontribusi alternatif terhadap tingkat produktivitasHasil penelitian, didapatkan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan perusahaan dengan memanfaatkankembali gas flare menjadi bahan bakar untuk mesin insinerator. Alternatif ini memberikan kontribusi terhadappeningkatan produktivitas penggunaan material sebesar 23.32 %, manusia 83.8 %, modal 10.13%, dan wastemenurun sebesar 99%. Penerapan Green Productivity dan pemantauan rona lingkungan secara keseluruhan dapatmembantu perusahaan memenuhi salah satu persyaratan ISO 14001.
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KAPASITAS PRODUKSI PRODUK RAKITAN RADIO TIPE SOUNESS SNI 4250 Matondang, Abdul Rahim; Widodo, Widodo
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 20 No. 1 (2018): JSTI Volume 20 Number 1 January 2018
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.65 KB) | DOI: 10.32734/jsti.v20i1.383

Abstract

Production system take an important role in industries, especially in manufacturing industries. This role determine the keys of successful company. Production process is an activity which produce finished product from raw material that involve machine, energy, and technique knowledge. Production process is real activity and can be seen by human being. The problems those always be faced in indutries management’s are the arrangement of production schedule, such lack of inventory or overstock once the settlement of production process isn’t on time. Production planning and control is activity to determine what product that will be produced, how many product that will be produced and how many labors needed in production processes. By using production planning and control’s method, those problems can be minimalized. Aggregate planning is one of production planning a.nd control’s method. By using this method, production planning could be done by using unit of replacement product so that the output of this planning isn’t declared in individual product. So, the output of aggregate planning isn’t planning in form of individual product but aggregate’s product. There are some strategies on aggregate planning such as pure strategy on aggregate planning and mixed strategy on aggregate planning. In this research, method of aggregate planning that used is optimization approach by linier rule. This method used to make long term planning and middle term planning. Long term planning consists of product forecasting and aggregate planning. The middle term planning consist of master production schedule and rough cut capacity planning. The result of this research is capacity needed and capacity available to determine which work center is drum and which isn’t. Conclusion of this research that capacity of each work center in perioad january to december 2018 is non drum. This indicate the good scheduling in capacity planning.
Application of Saving Matrix Approach for Minimize Distribution Cost and Route Optimization: A Literature Review Noviwiyocha, Riza; Matondang, Abdul Rahim; Hidayati, Juliza
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 25 No. 2 (2023): JSTI Volume 25 Number 2 July 2023
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v25i2.10401

Abstract

The objective of this research is to review the application of the savings method, to obtain optimal distribution routes. Data collection and observation of this literature review were obtained from scientific publications that were published from 2014 to 2022. The main purpose of this review study is to investigate, discuss, analyze, and the existence of various types of distribution routes problems and their solving methods. The application of the research methodology resulted in 20 articles, which aimed to identify the saving algorithms used, over the last decade. As a result, these articles were reviewed and selected using a table for further analysis This paper also presents the results of a quantitative and qualitative literature review and discusses scientific publications that have had a significant impact on logistics companies. Finally, findings show that using the savings matrix method, it is proven that this method generates a better route distribution.
EVALUASI FAKTOR-FAKTOR ADOPSI KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM (KMS) DENGAN PENDEKATAN UTAUT 2 (STUDI KASUS: PT PEGADAIAN KANWIL I MEDAN) Harahap, Yunita Citra Sari; Lumbanraja, Prihatin; Matondang, Abdul Rahim
JURNAL DARMA AGUNG Vol 33 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v33i1.5492

Abstract

Teknologi telah menjadi alat penting yang mendukung berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam sektor bisnis dan organisasi. Dalam era ekonomi berbasis pengetahuan, Knowledge Management (KM) menjadi strategi utama untuk mendukung pembelajaran organisasi, meningkatkan kinerja, dan menghasilkan inovasi. PT Pegadaian, sebagai perusahaan besar di sektor jasa gadai, telah mengimplementasikan sistem manajemen pengetahuan bernama iLeads untuk meningkatkan budaya pembelajaran dan kompetensi karyawan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan iLeads, khususnya fitur self-learning, masih suboptimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi KMS iLeads menggunakan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2). Sampel pada penelitian ini adalah seluruh pegawai PT Pegadaian Kanwil I Medan berjumlah 61 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus. Metode penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SMARTPLS4. Hasil Penelitian ini adalah: (1) Performance expectancy, (2) Effort expectancy, (3) Social influence, dan (4) Facilitating conditions memiliki pengaruh positif signifikan terhadap behavioral intention; (5) Habit berpengaruh positif signifikan terhadap behavioral intention dan use behavior; serta (6) Behavioral intention berpengaruh positif signifikan terhadap use behavior.
Pengaruh Jenis Kelamin dan Kebiasaan Merokok terhadap Kadar Timbal Darah Hasan, Wirsal; Matondang, Abdul Rahim; Syahrin, Alvi; Wahyuni, Chatarina Umbul
Kesmas Vol. 8, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penarik becak dayung dan becak bermesin, pengatur lalu lintas, pedagang asongan, dan pedagang kaki lima banyak terpapar dengan polusi timbal dari udara ambien yang merupakan ancaman terhadap para pekerja pinggir jalan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik responden dengan kadar timbal dalam darah. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 109 orang terdiri dari 58 orang penarik becak dayung, 30 orang penarik becak bermesin dan 21 orang pedagang kaki lima yang ditarik secara consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara variabel usia, tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik terhadap kadar timbal dalam darah (p>0,05). Rerata kadar timbal dalam darah berbeda bermakna menurut jenis kelamin (p=0,047) dan kebiasaan merokok (p=0,003). Rerata kadar timbal dalam darah berdasarkan jenis pekerjaan, lama bekerja, tingkat pendidikan, tempat beristirahat, lokasi tempat tinggal, kebiasaan minum susu, dan kebiasaan minum alkohol tidak ada perbedaan bermakna. Uji korelasi Pearson dan korelasi Spearman menemukan tidak ada korelasi antara variabel usia dan tekanan darah terhadap kadar timbal dalam darah (p>0,05). Paddle rickshaw puller, motorized rickshaw pullers, traffic police, street vendors and roadside vendors is that many workers are exposed to lead from ambient air pollution. Lead pollution is a threat to roadside workers. This study is observational. The purpose of the study was to determine the association between respondent characteristic with blood lead levels. The 109 samples in this study was the 58 paddle rickshaw puller, 30 motorized rickshaw pullers and 21 hawkers, drawn with consecutive sampling. The results showed that there were no significant correlation between age, blood pressure and blood lead level (p>0.005), there were differences in mean blood lead levels by sex (p = 0.047) and smoking (p = 0.003), there was no difference in mean blood lead levels based on the type of work, length of work, level of education, place of rest, the location shelter, drinking milk, and alcohol drinking habits. Pearson correlation test and Spearman correlation found no correlation between the variables of age, and blood pressure on blood lead levels (p> 0.05).
Pengalokasian Tenaga Kerja dengan Human Factor Engineering di PT. Pelindo I Yusnawati; Abdul Rahim Matondang; Listiani Nurul Huda
Jurnal Optimasi Sistem Industri Vol. 16 No. 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : The Industrial Engineering Department of Engineering Faculty at Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/josi.v16.n1.p34-39.2017

Abstract

Indonesia Port Corporation I (PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)) or PT. Pelindo I is one of the Indonesian state-owned enterprises which manages port services in western Indonesia. Shipyard unit (Unit Galangan Kapal (UGK)) is a branch of PT. Pelindo I. At present, a problem arises if more than 2 ships are being repaired at once in the unit, UGK scheduling overlaps the repairing activities. In order to solve the problem, study of human factor is important. Human factor is the study of the limitations, capabilities, and human behavior, as well as its interaction with the product, environment, equipment and the establishment of tasks and activities. One part of the human factor is the human factor in system design. In order to improve the effectiveness of the system, the human factor must be involved in each phase of the design process in the system design. This includes a number of activities to obtain input specification work, therefore the working methods and the optimal amount of labor can be determined. Human factors engineering is the application of science that utilizes research on the human factor and use the basic knowledge to design, to repair and to install the system. This research method is causal, searching for the causes which led to delays in the completion of ship repairing. Through human factor engineering approach to the allocation of labor increased by 12.23 per cent of the actual conditions, so that the delay of ship repair were not found during normal conditions.