Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KAJIAN KOREOGRAFI TARI CANGKLAK DI SANGGAR RAMPOE KOTA BANDA ACEH Humaira, Aida; Kurnita, Taat; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i2.5662

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana Koreografi Tari Cangklak di Sanggar Rampoe Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Koreografi Tari Cangklak di Sanggar Rampoe Kota Banda Aceh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah koreografer sanggar Rampoe, ketua sanggar Rampoe, penari dan pemusik sanggar Rampoe. Objek dalam penelitian ini adalah tari Cangklak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tari Cangklak termasuk ke dalam tari kreasi yang berpola tradisi. Indikator dari koreografi tari Cangklak ini adalah menentukan tema, eksplorasi dan improvisasi gerak, komposisi dan evaluasi gerak, menentukan musik pengiring tari dan merancang tata busana dan tata rias tari. Tema tari Cangklak ini diambil dari bahasa Aceh yang artinya centil. Eksplorasi atau penjelajahan gerak dilakukan dengan melihat kebiasaan sehari-hari wanita Aceh yang dikaitkan dengan beberapa properti yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh seorang wanita, seperti payung, kipas, gelang kaki dan sapu tangan serta improvisasi gerak dilakukan secara spontan dan gerak yang belum biasa dilakukan oleh wanita dalam penggunaan properti tersebut. Setelah eksplorasi dan improvisasi gerak dilakukan, maka gerak yang telah didapatkan akan dievaluasi jika ada gerak yang dirasa tidak nyaman akan diganti atau dibuang jika dirasa gerakan tersebut tidak cocok. Tata busana yang dikenakan telah disesuaikan dengan tema tarian oleh koreografer tari yaitu memakai pakaian Aceh serta dilengkapi dengan berbagai accesoris yang menunjang tari agar sesuai dengan tema. Tata rias yang digunakan adala tata rias cantik sesuai dengan tema penggambaran pesona wanita Aceh.Kata Kunci: koreografi, tari Cangklak
Actualization of the Maqsid Al-Shar'ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions Humaira, Aida; Sujoko, Imam; Syarif, Edwin; Adhha, Nurul; Hazmi, Raju Moh
Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 7 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v7i2.7366

Abstract

Correctional institutions are undergoing a transformative shift from punitive spaces to acknowledging the humanity of inmates. This study delves into Indonesian correctional facilities' religious-based coaching programs prioritizing inmate protection, reintegration, and dignity. Analyzing these through Islamic law and Maqasid al-sharahprinciples, it explores personality development models and identifies limitations in current approaches. While initial findings showcase positive outcomes—behavioural changes and reduced distress—the study highlights the predominance of lecture-based programs, signalling the need for more comprehensive Islamic law-based models. Different inmate categories, especially those in serious crimes, display varying spiritual indicator weights. Spiritual development correlates positively with behavioural adjustments. Overcapacity issues in certain facilities, like Salemba and Jakarta Women's Correctional Institutions, pose severe challenges—from limited resources to inadequate staff ratios and hindrances in providing proper medical and psychological support, notably impacting drug abuse victims. The study underscores the urgency of restorative justice in sentencing, emphasizing rehabilitation and societal reintegration.
Al-Alʿāb al-Iliktrūniyyah wa Ḥukm Mumārasatihā fī Manẓūr al-Fatāwā al-Islāmiyyah Humaira, Aida; Hidayati, Alfi Laela; Rahman, Muh. Fudhail
Al-Zahra : Journal for Islamic and Arabic Studies Vol. 21 No. 2 (2024): Al-Zahra: Journal For Islamic And Arabic Studies
Publisher : Fakultas Dirasat Islamiyah, Univitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/zr.v21i2.43705

Abstract

Islamic law permits Muslims to engage in activities that bring them enjoyment, such as playing online games. However, this is subject to the rules and regulations established by Sharia, which aim to ensure that all aspects of a Muslim's life adhere to Islamic principles and do not violate them. This research aims to analyze the ruling on playing electronic games according to Islamic fatwas, taking into account the impact of technological developments on Islamic societies. The study addresses scholars' opinions on the legal aspects of online games, including conditions for permissibility and prohibitions, as well as potential risks and benefits. An analytical approach was used, wherein research describes the ruling on gaming in Islam and analyzes data from jurisprudential sources, the Quran, and Hadith literature. The findings indicate that the basic ruling on playing online games is permissibility, provided it is not associated with any legal violations and does not lead to any harmful consequences. This permissibility may extend to other legal rulings based on the relevant context; however, it pertains to two matters: the contents of the game and its outcomes, such as player behavior and the resulting effects.
KEWARISAN ADAT SUKU LAMPUNG PEPADUN DALAM TINJAUAN FIKIH ISLAM Humaira, Aida; Rahmi, Latifa; Adhha, Nurul
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 9 No 3 (2021): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v9i3.20314

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang kaya akan adat istiadat dan budaya yang beraneka ragam, bahkan hukum adat masih dijadikan solusi atas berbagai permasalahan keluarga yang ada di masyarakat. Khususnya masalah kewarisan, terdapat perbedaan sistem antara kewarisan adat Lampung Pepadun dan kewarisan Islam atau yang dikenal dengan ilmu faraid, di sisi lain mayoritas masyarakat adat Lampung Pepadun beragama Islam. Studi ini mengkaji bagaimana tinjauan fikih Islam terhadap pelaksanaan kewarisan masyarakat adat Lampung Pepadun. Artikel ini menyimpulkan bahwa kewarisan adat Lampung Pepadun berupa kewarisan mayorat laki-laki, dikarenakan suku Lampung Pepadun condong kepada sistem kekerabatan patrilineal, maka anak laki-laki tertua menjadi ahli waris tunggal menggantikan ayahnya. Kewarisan adat Lampung Pepadun berbeda dengan kewarisan Islam bahkan memiliki kemiripan dengan kewarisan Jahiliyah dalam segi ketiadaan bagian wanita dalam waris.