Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Puitika

Kitab Cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi Karya Muhaimin Nurrizqy: Tinjauan Sosiologi Sastra M. Aldhi Uswansyaf; M. Yusuf; Zurmailis Zurmailis
Puitika Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.80-90.2022

Abstract

Buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy diambil sebagai objek penelitian. Buku ini digambarkan penulis sebagai kitab bacaan yang memuat cerita-cerita yang muncul dari berbagai sumber. Buku ini juga sudah dkurasi oleh kurator nasional, yaitu Yusrizal K.W. Beberapa cerpen yang terdapat dalam buku ini juga sudah terbit di media nasional. Kitab cerpen ini memiliki 10 cerita pendek, dan akan di ambil sampel 4 cerpen secara acak (Random Selection) di antaranya Tidak Ada Gajah di Tengah Laut, Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi, Harimau Nenek, dan Kapal Itu Berlayar ke Entah.Penelitian ini membahas persoalan sosial yang terdapat dalam cerpen-cerpen pada buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy dengan menggunakan  tinjauan sosiologi sastra. Dalam penelitian ini dipaparkan beberapa bentuk persoalan sosial, serta makna persoalan yang ada di dalam kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi karya Muhaimin Nurrizqy. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yakni sosiologi karya. Landasan teori yang dipakai dalam analisis penelitian ini adalah teori Alan Swingewood, tentang karya sastra merupakan cerminan zaman dan realitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy diambil sebagai objek penelitian. Buku ini digambarkan penulis sebagai kitab bacaan yang memuat cerita-cerita yang muncul dari berbagai sumber. Buku ini juga sudah dkurasi oleh kurator nasional, yaitu Yusrizal K.W. Beberapa cerpen yang terdapat dalam buku ini juga sudah terbit di media nasional. Kitab cerpen ini memiliki 10 cerita pendek, dan akan di ambil sampel 4 cerpen secara acak (Random Selection) di antaranya Tidak Ada Gajah di Tengah Laut, Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi, Harimau Nenek, dan Kapal Itu Berlayar ke Entah.Penelitian ini membahas persoalan sosial yang terdapat dalam cerpen-cerpen pada buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy dengan menggunakan  tinjauan sosiologi sastra. Dalam penelitian ini dipaparkan beberapa bentuk persoalan sosial, serta makna persoalan yang ada di dalam kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi karya Muhaimin Nurrizqy. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yakni sosiologi karya. Landasan teori yang dipakai dalam analisis penelitian ini adalah teori Alan Swingewood, tentang karya sastra merupakan cerminan zaman dan realitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. 
Adaptasi Novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye ke Film Hafalan Shalat Delisa yang Disutradarai Sony Gaokasak Hanisa Prana Bella; M. Yusuf; Syafril Syafril
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.100-117.2022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis dengan Novel dan Film Hafalan Shalat Delisa yang menggambarkan bagaimana ketegeran dan kesabaran anak kecil bernama Delisa yang berumur 6 tahun dalam menghadapi hidup setelah bencana tsunami yang menimpa kota tempat tinggalnya dan menewaskan Ibu beserta tiga orang kakaknya. Penelitian ini membahas tentang bagaimana adaptasi dari novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye ke film Hafalan Shalat Delisa yang disutradarai Sony Gaokasak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana adaptasi novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye ke film Hafalan Shalat Delisa yang disutradarai Sony Gaokasak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori adaptasi dari Linda Hutcheon. Teori ini digunakan untuk menemukan dan menjelaskan dari adaptasi cerita dan adaptasi ideologi dari kedua media novel dan film. Adapun metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data tertulis dari teks yang mengacu pada permasalahan sosial. Teknik yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis data, dan penyajian analisis data.Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa yang terjadi antara adaptasi dari novel Hafalan Shalat Delisa ke film Hafalan Shalat Delisa adalah pengurangan tokoh, pengurangan peristiwa, penambahan peristiwa, perubahan alur, perubahan yang divariasikan. Sedangkan adaptasi ideologinya dalam kedua karya yaitu ideologi sosial ke ideologi humanisme yang lebih relijius.
Proses Aktualisasi Diri Tokoh Utama Dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari: Kajian Psikologi Sastra Aisyah Fitri Nabila; Sudarmoko Sudarmoko; M. Yusuf
Puitika Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.52-65.2022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena kejiwaan yang tampak pada tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari yang disebabkan oleh faktor keyakinan. Fenomena kejiwaan tersebut terjadi ketika tokoh utama berusaha mencapai aktualisasi dirinya. Untuk mencapai aktualisasi diri itu, tokoh utama berusaha mencari kebahagiaannya dengan berusaha membuat ajaran Ahmadiyah dapat diterima dan diakui oleh masyarakat. Dengan demikian, berdasarkan penjelasan tersebut rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana proses aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari? Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Menjelaskan proses aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari.Untuk menganalisis aktualisasi diri pada tokoh utama, diperlukan unsur instrinsik yang berhubungan dengan kejiwaan yang dialaminya yaitu: 1) Tokoh dan penokohan, 2) Latar, dan 3) Alur. Terkait dengan kejiwaan tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari, digunakan kajian psikologi sastra dengan didukung oleh teori kebutuhan bertingkat yang dikemukakan oleh Abraham Maslow untuk menganalisis proses pencapaian aktualisasi dirinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik penelitian berupa: 1) Pengumpulan data, 2) Analisis data, dan 3) Penyajian hasil analisis data yang bersifat deskriptif berupa kata-kata tertulis.Dari hasil analisis disimpulkan bahwa tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari telah gagal dalam mencapai aktualisasi dirinya terlihat dari beberapa persoalan kejiwaan yang ia alami yaitu rasa: 1) Gelisah, 2) Takut, dan 3) Ragu dalam menghadapi sikap masyarakat terhadap ajaran Ahmadiyah. Ajaran-ajaran dalam Ahmadiyah berbeda dengan ajaran Islam pada umumnya sehingga menyebabkan ajaran tersebut tidak diakui oleh masyarakat. Maryam juga tidak dapat memenuhi ciri-ciri orang yang mengaktualisasikan diri ditandai dengan: 1) Karakternya yang emosional, 2) Pilihan pasangan dalam rumah tangga jauh lebih buruk, 3) Merasa ragu dalam memutuskan sesuatu serta 4) Selalu dicemari oleh rasa cemas dan takut.
Peran Redaktur Haluan Padang dalam Menerbitkan Cerpen di Koran: Tinjauan Sosiologi Sastra Ardi Hamonangan Siregar; M. Yusuf; Zurmailis Zurmailis
Puitika Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i1.187

Abstract

AbstrakPendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra, khususnya sosiologi sastra yang membahas tentang penerbitan. Escarpit membagi kegiatan penerbit menjadi tiga kata kerja: memilih, membuat, dan membagikan. Ketiga kegiatan itu saling berkaitan, masing-masing bergantung satu sama lain, dan saling mempengaruhi, serta membentuk suatu siklus yang merupakan keseluruhan kegiatan penerbitan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik, 1) Studi dokumen, 2)observasi, dan 3) wawancara.Analisis data menghasilkan beberapa poin yakni Pertama, Proses penerbitan cerpen oleh redaktur Harian Haluan mencakup: a) naskah cerpen yang dikirimkan merupakan karya asli, belum diterbitkan di media, memiliki unsur lokalitas, dan tidak mengandung unsur SARA. Kedua, dalam cerpen yang di analisis hanya satu yang memiliki unsur lokalitas dan cocok dengan kaidah yang dipapar oleh redaktur dari hasil wawancara.Kata Kunci: Peran redaktur Harian Haluan, koran, cerpen, sosiologi sastra