Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA KELOMPOK LANSIA I Gde Yoga Paramadiva; Ida Ayu Astiti Suadnyana; I Gusti Ngurah Mayun
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i1.1158

Abstract

Latar Belakang: Gangguan tidur merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada lansia. Waktu tidur yang kurang dari tujuh jam menyebabkan gangguan mood dan fungsi kognitif, hal ini mengganggu proses konsolidasi dan pemulihan memori. Tidur diperlukan untuk konsolidasi memori dan fungsi otak normal. Pada lansia, kurang tidur dalam jangka panjang menjadi salah satu penyebab gangguan kognitif di area otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada lansia di Kelompok Lansia Dharma Sentana. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi cross-sectional dengan metode non probability sampling dengan responden sebanyak 50 orang lansia yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan metode pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI dan pengukuran fungsi kognitif menggunakan kuesioner MMSE. Data yang diperoleh dianalisis dengan perangkat lunak komputer SPSS dengan menggunakan uji somers’d. Hasil: Menunjukkan bahwa di kelompok lansia Dharma Sentana yang berumur 60-90 tahun didapatkan responden dengan kualitas tidur baik pada kategori fungsi kognitif yang normal sebanyak 24 orang, responden yang kualitas tidurnya ringan pada kategori probable gangguan kognitif sebanyak 13 orang, dan responden yang kualitas tidurnya sedang kategori definite gangguan kognitif sebanyak 1 orang. Kesimpulan: Didapatkan hasil p sebesar 0,000, (p<0,05) ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada lansia di Kelompok Lansia Dharma Sentana.
Gambaran Penggunaan Complementary Alternative Medicine (Cam) Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tegallalangi Devi, Luh Pradnya Paramita Devi; Septiari, I Gusti Ayu Agung; Mayun, I Gusti Ngurah
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i1.1891

Abstract

Hypertension is circumstances Where pressure blood systolic more of 140mmHg and pressure blood diastolic more than 90 mm Hg. Complementary Alternative Medicine (CAM) is no- conventional treatment addressed For increase degrees health public through education structured with strength , safety And effectiveness based knowledge knowledge biomedical . CAM covers use herbs , vitamins and minerals, Meditation , yoga, acupuncture And therapy massage . Objective study This is For know description use cam patient hypertension in Public health center Tegallalang I. Method study This is descriptive non - experimental with method Cross Sectionals. Sample totaling 120 people . Results study This form analysis prevalence And characteristics CAM use on patient hypertension in region Work Public health center Tegallalang I. Use of CAM by patient hypertension as much as 70% part big respondent use CAM not since diagnosis (82.9%) at most respondent use accompanying CAM treatment treatment conventional (74.7%) dominant recommended by family (60.0%) with most reasons accessibility (availability) (65.7%). Analysis pattern the most use of CAM used respondent were herbs (32.9%), the most abundant herbs used is celery (47.8%) with form most preparations _ that is digestion (43.5%) and method the most processing that is with method boiled especially first (87.0%) with dose use the most One glass in a day (70%). Conclusion in study This patient hypertension in region Work Public health center Tegallalang I, especially in Village Tegallalang And Village Keliki , patient hypertension based on characteristics sociodemography dominant female (73.3%), aged 41-50 years (52.5%) education finally high school (45.0%), 70 people (58.3%) use CAM, dominant used No since diagnosed hypertension (82.9%), type of CAM used that is herbal biologics (32.9%).
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA KELOMPOK LANSIA Paramadiva, I Gde Yoga; Suadnyana, Ida Ayu Astiti; Mayun, I Gusti Ngurah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i1.1158

Abstract

Latar Belakang: Gangguan tidur merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada lansia. Waktu tidur yang kurang dari tujuh jam menyebabkan gangguan mood dan fungsi kognitif, hal ini mengganggu proses konsolidasi dan pemulihan memori. Tidur diperlukan untuk konsolidasi memori dan fungsi otak normal. Pada lansia, kurang tidur dalam jangka panjang menjadi salah satu penyebab gangguan kognitif di area otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada lansia di Kelompok Lansia Dharma Sentana. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi cross-sectional dengan metode non probability sampling dengan responden sebanyak 50 orang lansia yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan metode pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI dan pengukuran fungsi kognitif menggunakan kuesioner MMSE. Data yang diperoleh dianalisis dengan perangkat lunak komputer SPSS dengan menggunakan uji somers’d. Hasil: Menunjukkan bahwa di kelompok lansia Dharma Sentana yang berumur 60-90 tahun didapatkan responden dengan kualitas tidur baik pada kategori fungsi kognitif yang normal sebanyak 24 orang, responden yang kualitas tidurnya ringan pada kategori probable gangguan kognitif sebanyak 13 orang, dan responden yang kualitas tidurnya sedang kategori definite gangguan kognitif sebanyak 1 orang. Kesimpulan: Didapatkan hasil p sebesar 0,000, (p<0,05) ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada lansia di Kelompok Lansia Dharma Sentana.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DENGAN SLOW DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA DI BANJAR SAMU DESA SINGAPADU KALER KECAMATAN SUKAWATI: THE DIFFERENCE EFFECTIVENESS BETWEEN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION AND SLOW DEEP BREATHING EXERCISE IN IMPROVING SLEEP QUALITY AMONG THE ELDERLY IN BANJAR SAMU SINGAPADU KALER VILLAGE SUKAWATI DISTRICT Dyah Dharmesti, I Dewa Ayu Agung; Mayun, I Gusti Ngurah; Novianti, IGA Sri Wahyuni
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 13 No. 01 (2025): Vol. 13 No.1 , Januari 2025
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v13i1.664

Abstract

Pendahuluan. Proses menua merupakan proses alamiah seiring bertambahnya usia dan ditandai dengan adanya perubahan anatomis dan fisiologis. Perubahan yang terjadi dapat menimbulkan gangguan tidur pada lanjut usia dan dapat diatasi dengan melakukan terapi relaksasi. Progressive Muscle Relaxation (PMR) dan Slow Deep Breathing Exercise (SDBE) adalah salah satu terapi relaksasi non farmakologis yang dapat dilakukan oleh lanjut usia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas Progressive Muscle Relaxation dengan Slow Deep Breathing Exercise terhadap peningkatan kualitas tidur pada lanjut usia di Banjar Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati. Metode. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan rancangan pre and post test group design yang dengan sampel penelitian sebanyak 20 responden di Banjar Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling lalu dibagi menjadi 2 kelompok dengan 10 responden kelompok Progressive Muscle Relaxation dan 10 responden kelompok Slow Deep Breathing Exercise. Instrumen pengukuran kualitas tidur menggunakan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil. Hasil uji Paired-Samples T-test diperoleh nilai p<0,001(p<0,05) pada kelompok PMR dan p<0,001(p<0,05) pada kelompok SDBE. Sedangkan hasil uji Independent Sample T-test diperoleh nilai p=0,006(p<0,05). Kesimpulan. Progressive Muscle Relaxation lebih efektif dibandingkan Slow Deep Breathing Exercise terhadap peningkatan kualitas tidur pada lanjut usia di Banjar Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA Chintya, Vera; Novianti, I Gusti Ayu Sri Wahyuni; Mayun, I Gusti Ngurah; Suadnyana, Ida Ayu Astiti
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 3, No 2 (2024): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v3i2.3138

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lanjut usia sering menghadapi masalah kesehatan seperti kecemasan, yang dapat mengganggu kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lanjut usia. Menggunakan desain cross-sectional, penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2024 dengan 52 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat kecemasan diukur dengan kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan kualitas tidur diukur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil menunjukkan bahwa 11 responden dengan kecemasan ringan memiliki kualitas tidur baik, 15 responden dengan kecemasan ringan memiliki kualitas tidur ringan, dan 1 responden dengan kecemasan ringan memiliki kualitas tidur sedang. Sebanyak 19 responden dengan kecemasan sedang memiliki kualitas tidur ringan, sedangkan 6 responden dengan kecemasan sedang memiliki kualitas tidur sedang. Uji rank Spearman menghasilkan p=0,000 (p<0,05) dan r=0,527, menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur pada lansia di Banjar Selat Anyar, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal.Kata Kunci: Lanjut Usia, Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur
Evaluation Of Medicine Storage Management and Compatibility With Storage Standards in The Pharmaceutical Warehouse of Hospital Badung Regency Giwangkara, I Gusti Agung Ayu Ningrat; Dewi, Dewa Ayu Putu Satrya; Mayun, I Gusti Ngurah; Suryaningsih, Ni Putu Aryati
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v20i2.23309

Abstract

The effectiveness of drug storage is essential for effective drug management; if it is inadequate, pharmacy services and performance will be compromised. Therefore, a review of drug storage management and the appropriateness of drug storage regulations is required. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of drug storage and the acceptability of drug storage in the pharmaceutical warehouse of Hospital, Badung Regency. This study used cross-sectional methodology, descriptive observational quantitative research, and data collected from all medicinal products between March and April 2023. A checklist taken from the 2010 Binfar guidelines became the research tool. The result Indicators of drug storage such as percentage of matched drugs with stock cards was 100%, percentage of expired drugs was 1,46%, percentage of empty stock was 0%. Result of standards of drug storage such as space organized, drug supplies were prepared, and storage facilities were used was 100%. The results of the suitability of drug storage facilities in the Pharmacy Warehouse of Regional Hospital Badung Regency are in accordance with the standards of drug storage facilities, while the results of the efficiency value of drug storage in the Pharmacy Warehouse of Regional Hospital Badung Regency show that it has not achieved maximum results. Evaluation of drug storage management in the Pharmacy Warehouse of Regency Hospital Badung needs to be carried out regularly to prevent expired drugs and ensure drug supplies are maintained.
Efektivitas Step Marching Exercise Dalam Mengurangi Resiko Jatuh Pada Lansia Ramdhetya, Jabbar Naufal; Suadnyana, Ida Ayu Astiti; Novianti, IGA Sri Wahyuni; Mayun, I Gusti Ngurah
Jurnal Fisioterapi Terapan Indonesia Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As age progresses, the elderly will experience a degenerative process which one of the impacts will cause a decrease in the ability to maintain balance in the elderly so that it will increase the risk of falling. To overcome this risk, it is necessary to give exercises to improve balance and muscle strength in lower extremity, one of which is step marching exercise. This exercise has alternating leg lifting movements by following a rhythm or beat. The purpose of this study was to determine the effectiveness of step marching exercise in reducing the risk of falls in the elderly. Method: The experimental research method used pre and post test control group design using 24 respondents divided into group 1 (control / placebo) and group 2 (treatment / step marching exercise) with measuring instruments in the form of questionnaires Falls Efficacy Scale-International. The pre and post test results of both groups used the Paired Sample T-test where group 1 did not have a significant difference with a p value = 0.191 while in group 2 there was a significant difference with a p value = 0.000. In the difference test of groups 1 and 2 using the Independent Sample T-test, a significant difference was obtained with a difference value of p = 0.000. It can be concluded that step marching exercise is effective in reducing the risk of falls in the elderly