Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Growth of Tagetes patula Linn. and Its Ability to Reduce Cr(VI) with the Addition of Microbacterium sp. SpR3 Novellasari, Firdiana; Meitiniarti, V. Irene; Seleiman, Mahmoud F.; Kasmiyati, Sri
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 15, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v15i3.44957

Abstract

Cr(VI) is a heavy metal that has the potential to become a soil pollutant and has an impact on organisms. The contamination caused by Cr(VI) could be alternatively treated with bioremediation techniques. The current study aimed to determine the most potential combination of Tagetes patula Linn. and Microbacterium sp. strain SpR3 for remediation of soil Cr(VI) contamination based on growth of T. patula. The application of SpR3 applied at the 1st day (T0) and 20th day (T20) with 10 g (M10), 30 g (M30), 50 g (M50) of bacterial inoculum to T. patula grown under Cr(VI; 100 mg/L). The results showed that T0M50 treatment resulted in the highest values of growth traits of T. patula grown under Cr(VI) metal stress. The highest BC value (0.36) was obtained from plants treated with T2M10 and T2M50, while the highest TF value (0.08) obtained from plants treated with T0M50. BC value 1 means that the combination of T. patula and SpR3 bacteria for heavy metal Cr(VI) can be classified as an excluder and the TF value 1 means that the combination can act as a phytostabilization in handling Cr(VI) contamination. In conclusion, the application of SpR3 using T0M50 can enhance the growth of Tagetes patula Linn. grown under Cr(VI) stress condition. The outcome of the study are expected to advancement in the application of rhizobacterial and plant combined system in the bioremediation of soil Cr(VI) contaminated.
A Turning Trash into Treasure: How Composting and Eco-enzymes Can Revolutionize Waste Management and Add Value: ECO-ENZYMES AND ADD VALUE Vincentia Irene Meitiniarti; Liska Simamora; Damara Dinda Nirmalasari Zebua
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 3 No. 06 (2024): International Journal of Economics, Business and Innovation Research (IJEBIR)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Managing organic waste through composting and eco-enzyme production offers environmental and economic advantages. Composting reduces methane emissions, enhances soil quality, and boosts agricultural yields, while eco-enzymes provide a novel waste management solution. This study compares the added value of food and garden waste in eco-enzyme and compost production, emphasizing their potential for sustainable resource utilization and economic gain. The research involves waste collection, production, quality analysis, and added value assessment. Compost and eco-enzymes are made from various waste compositions, with quality analysis covering nutrient content and enzyme activity. Economic analysis highlights the viability of composting and eco-enzyme production. Despite challenges such as low material content and unexpected water increase with EM4, both methods show promise. Composting yields IDR2,142.86 with a 65% added value ratio, while eco-enzymes earn IDR69,964 with a 94% ratio, offering benefits like room freshening and higher profits.
Tinjauan Pustaka: Inovasi Bahan Ajar Ekosistem Melalui Pendekatan Potensi Lokal sebagai Solusi Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Ie, Johanes Juan Yutama Putra; Kasmiyati, Sri; Meitiniarti, Vincentia Irene; Kristiani, Elizabeth Betty Elok
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 13, No 1 (2025): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v13i1.18204

Abstract

Inovasi bahan ajar berbasis potensi lokal di materi ekosistem merupakan salah satu bentuk upaya guru-guru untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas X. Pengembangan bahan ajar merupakan topik yang banyak dikembangkan, namun untuk pemanfaatan potensi lokal belum banyak dilakukan. Maka, peneliti mengkaji artikel-artikel penelitian terkait pengembangan atau inovasi bahan ajar berbasis potensi lokal pada materi ekosistem pada peserta didik kelas X dengan tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk-bentuk pengembangan bahan ajar berbasis potensi lokal dan pengaruh penggunaan bahan ajar berbasis potensi lokal tersebut terhadap hasil dan motivasi belajar peserta didik kelas X di materi ekosistem. Penelitian ini menggunakan metode literature review terdiri dari lima tahapan. Artikel yang didapatkan ditabulasikan dalam tabel dengan poin yang mengkaji model pengembangan bahan ajar yang digunakan, dasar dilakukan pengembangan bahan ajar, jenis bahan ajar yang dikembangkan dan jenis potensi lokal yang dimanfaatkan, dan pengaruhnya terhadap hasil dan motivasi belajar peserta didik. Kajian artikel-artikel tersebut menjelaskan sebuah kebutuhan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis potensi lokal di materi ekosistem untuk meningkatkan pemahaman, hasil dan motivasi belajar pada peserta didik kelas X.  Faktor penyebab dari bahan ajar dapat mempengaruhi hasil dan motivasi belajar dikarenakan adanya potensi lokal sehingga peserta didik mudah memahami dan desain bahan ajar yang menarik.
Penambahan Biji Chia (Salvia hispanica L.) pada Fermentasi Tempe Kedelai dalam Peningkatan Aktivitas Antioksidan dan Nilai Kesukaan Dwianto, Stefanus Agung; Meitiniarti, V Irene; Sukmana, Andreas Binar Aji; Dewi, Lusiawati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7828

Abstract

Tempe merupakan produk pangan berbahan kedelai (Glycine max) yang difermentasi dengan melibatkan mikroba dari genus Rhizopus. Tempe memiliki berbagai kandungan gizi dan senyawa, salah satunya adalah antioksidan. Untuk meningkatkan kandungan antioksidan dalam tempe dapat dilakukan dengan penambahan bahan alami. Biji chia (Salvia hispanica) dipilih karena termasuk bahan pangan fungsional dan memiliki kandungan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penambahan biji chia pada fermentasi tempe kedelai dalam peningkatan antioksidan dan nilai kesukaan. Penelitian dilakukan menggunakan RAL dengan satu faktor dan empat taraf perlakuan, yaitu konsentrasi penambahan biji chia 0%,  0,5%, 1% dan 1,5% (b/b). Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH, sedangkan uji hedonik dilakukan menggunakan kuesioner pada 15 orang panelis. Hasil pengukuran antioksidan menunjukkan penambahan biji chia pada tempe dapat meningkatkan aktivitas antioksidan yang dapat dilihat pada persen inhibisi. Persen inhibisi paling tinggi yaitu pada konsentrasi biji chia 1% yaitu sebesar 69,83%. Pada uji hedonik dengan uji Univariate dan uji lanjutan Duncan, perlakuan tempe tanpa pemberian bumbu menunjukkan tidak berbeda nyata antar konsentrasi perlakuan pada parameter aroma dan tekstur. Sedangkan perlakuan tempe dengan penambahan bumbu menunjukkan tidak berbeda nyata antar konsentrasi perlakuan pada parameter tekstur dan rasa.
Pengolahan Air Limbah Industri Kayu Lapis secara Biologi Sistem Pertumbuhan Melekat Menggunakan Media Biogrow dan Kaldness Agnesya Giovani Putri Cendana Kapitarauw; Vincentia Irene Meitiniarti; Chairul Anwar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.92-100

Abstract

Industri kayu lapis merupakan sektor manufaktur penting di Indonesia. Namun, proses produksinya menghasilkan limbah cair mengandung bahan organik dan amonia dalam konsentrasi tinggi, yang apabila tidak diolah dengan baik dapat mencemari lingkungan. Selama ini, pengolahan limbah cair industri kayu lapis umumnya dilakukan secara kimiawi, yang meskipun cepat dan efisien dalam jangka pendek, memiliki beberapa kekurangan, seperti tingginya biaya operasional, produksi lumpur kimia yang besar, dan potensi menghasilkan residu berbahaya bagi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, yaitu pengolahan secara biologis dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persentase penurunan dua jenis media pertumbuhan melekat, yaitu Biogrow dan Kaldness, dalam menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan amonia pada air limbah industri kayu lapis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap, menggunakan sistem sinambung selama 10 hari, dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Proses pengolahan dilakukan dalam skala kecil (miniplan) dengan sistem pertumbuhan melekat, dan persentase penurunan pengolahan dianalisis berdasarkan persentase penurunan COD dan amonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Biogrow lebih efisien dibandingkan Kaldness, dengan persentase penurunan penurunan COD mencapai 72,73% dan amonia sebesar 52,23%, sedangkan Kaldness hanya menurunkan COD sebesar 62,57% dan amonia sebesar 39,84%. Persentase penurunan yang lebih tinggi pada Biogrow diduga disebabkan oleh luas permukaan media yang lebih besar serta struktur yang mendukung pertumbuhan biofilm dan aktivitas mikroorganisme. Kesimpulannya, Biogrow lebih unggul dalam meningkatkan persentase penurunan pengolahan air limbah industri kayu lapis secara biologis dibandingkan Kaldness, dan berpotensi menjadi alternatif media pengolahan limbah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Efektivitas Kombinasi Lemna minor dan Eco-enzyme dalam Menurunkan Kromium Heksavalen dalam Air Yosephine Dita Apriliana; Sri Kasmiyati; Vincencia Irene Meitiniarti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.211-221

Abstract

Kromium heksavalen dihasilkan dari erosi batuan mineral, air limbah industry, pertanian, dan pertambangan yang mengancam keberlanjutan ekosistem perairan. Lemna minor berpotensi sebagai agen fitoremediasi Cr6+ di lingkungan air, Penelitian terdahulu menjelaskan bahwa Lemna minor dapat menyerap polutan namun mengalami toksisitas akut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kontribusi kombinasi kerapatan tanaman Lemna minor (15%; 20% dan 25%) dan dosis eco-enzyme 0, 1, dan 2 mL/L dalam Upaya memitigasi toksisitas sekaligus meningkatkan efisiensi penurunan Cr6+ di air. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Parameter dalam penelitian ini adalah berat segar dan kering tanaman, kadar klorofil total tanaman, serta kadar Cr6+ dalam air dan tanaman menggunakan metode spektrofotometri. Analisis data dilakukan dengan Uji Two Way ANNOVA dilanjutkan dengan Uji Tukey. Hasil uji Two-Way ANOVA menunjukkan interaksi kedua faktor berpengaruh signifikan (p<0.05) dengan ukuran efek tinggi. Kombinasi kerapatan Lemna minor 25% dan eco-enzyme 2 mL/L menghasilkan performa pemulihan lingkungan terbaik, dengan efisiensi penurunan Cr6+ di air mencapai 69% dan akumulasi pada jaringan tanaman sebesar 5,73 ppm.  Meskipun akumulasi logam berat tersebut memicu klorosis dan penurunan kadar klorofil total pada tanaman, intervensi eco-enzyme terbukti secara efektif meningkatkan kapasitas serap tanaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi Lemna minor dan eco-enzyme memiliki implikasi strategis sebagai teknologi bioremediasi yang murah, ramah lingkungan, dan aplikatif untuk memulihkan perairan tercemar serta mengoptimalkan sistem pengolahan limbah sekunder.
Dekolorisasi Reactive Red oleh Konsorsium Bacillus velezensis IBLTT_1 dan Bacillus cereus IBLTT_5 Erinna Azalia Fitri; Vincentia Irene Meitiniarti; Rully Adi Nugroho
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v11i1.11205

Abstract

Perkembangan industri tekstil di Indonesia telah berkontribusi pada polusi lingkungan, yaitu melalui pembuangan air limbah yang mengandung pewarna. Diperkirakan sekitar 10-15% pewarna tekstil yang digunakan dalam proses pewarnaan dilepaskan ke dalamke dalam air bilasan dan selanjutnya dibuang ke lingkungan perairan.  Air limbah yang mengandung pewarna tekstil harus diolah karena dapat mencemari lingkungan. Reactive Red merupakan salah satu pewarna azo yang banyak digunakan dalam industri tekstil. Salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan proses degradasi pewarna azo adalah dengan memutus ikatan azo menggunakan kultur campuran bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi kultur tunggal dan campuran isolat Bacillus velezensis IBLTT_1 dan Bacillus cereus IBLTT_5 dalam mendekolorisasi Reactive Red. Kedua isolat bakteri tersebut diinokulasi secara tunggal dan campur ke dalam media yang mengandung Reactive Red dengan empat perlakuan konsentrasi inokula yaitu 0%, 2%, 4%, dan 8% dari volume kerja. Dekolorisasi tertinggi (76,80%) ditemukan pada kultur campuran dengan konsentrasi 8%, dimana kedua spesies bakteri ditambahkan dalam perbandingan 1:1. Dekolorisasi yang signifikan pada kultur campuran kemungkinan disebabkan oleh aksi sinergis antara dua spesies bakteri yang diinokulasikan secara bersamaan.
Implementasi Kampus Hijau: Aplikasi Teknologi QR Code untuk Pengenalan Jenis Vegetasi di Lingkungan Kampus Sri Kasmiyati; Andreas B.A. Sukmana; Sucahyo Sucahyo; Desti C. Cahyaningrum; Susanti P. Hastuti; Cocok A.M. Berutu; Risky H. Poluan; Natalia R. Keliat; Risya P. Situmorang; Elizabeth B.E. Kristiani; V. I. Meitiniarti; Rully A. Nugroho; Agna S. Krave
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jpp.v10i1.5362

Abstract

The high diversity of tree and shrub that were deliberately planted in the campus environment, is a proof of Satya Wacana Christian University's (UKSW) commitment in implementing the green campus concept. This Community Service aims to assist UKSW as a partner, in providing comprehensive, educational, and accessible information regarding vegetation identity in the campus environment for all academics and visitors.Those information is presented in the form of a tree identity board containing the local name, scientific name, international name, and QR code to access a website which contains comprehensive information about each type of vegetation, called "Kampus Floraku". The outputs were PkM include: 1) documentation of existing vegetation types in the campus environment along with other relevant information, 2) installation of 140 tree identity boards, and 3) easy access to information regarding the identity of existing vegetation through QR code technology. Results of monitoring phase shown 91.3% of respondents stated that the PkM activities were useful, and 95.6% of respondents stated that the information on the tree identity board was interesting and was able to arouse curiosity about campus vegetation. Therefore, it is concluded that the outputs of PkM can increasing the awareness among campus residents regarding the importance of preserving vegetation in the UKSW environment, as one of the assets to support further efforts in implementing a green campus concept.
Pelatihan Pembuatan Produk Olahan Sampah Organik Kepada Ibu-Ibu PKK Dliko Indah, Blotongan, Salatiga Susanti P. Hastuti; Sucahyo Sucahyo; Rully A. Nugroho; Agna S. Krave; Andreas B.A. Sukmana; V. I. Meitiniarti; Sri Kasmiyati; Elizabeth B.E. Kristiani; Natalia R. Keliat; Desti C. Cahyaningrum; Risya P. Situmorang; Marisa C. Tapilouw; Djohan Djohan; Risky H. Poluan; Cocok A.M. Berutu; Marchella G. Putricia; Easter G. Tuandali; Ciputra S. Mangesa; Shabrina R.A. Fernanda; Imel T.Y. Zebua
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 10 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jpp.v10i2.5840

Abstract

Knowledge regarding the handling of waste generated by human activities—and familiarity with the associated technologies—has not yet widely reached housewives. This is due to constraints on their time and energy, as well as a lack of hands-on exposure to these technologies within the household setting. Public understanding regarding the composition of waste (both dry and wet) remains limited, and there is a prevailing tendency—particularly in terms of attitudes and behavior—to rely on the government for waste management. Although the potential for utilizing organic waste is immense, implementation at the community level faces obstacles such as regulatory issues, technological limitations, and low collective awareness. Therefore, it is urgent to enhance knowledge and develop technologies for converting organic waste into value-added products, especially for housewives who deal with organic waste generation on a daily basis. The partners for this activity are 65 housewives who are members of the PKK (Family Welfare Empowerment) group in RT01/RWXI Dliko Indah, Blotongan, Salatiga. The implementation team comprises fifteen lecturers and five students from the Biology study program. The program is executed in two stages: a preparation phase and a product production phase. The preparation phase involves initial planning by the community service team in coordination with the partners. The product production phase entails material preparation and the creation of products such as compost, liquid organic fertilizer (POC), and eco-enzymes. These activities include hands-on practice, followed by continuous monitoring to evaluate the program's success. 
Isolation and identification of Cr-resistant bacteria from the rhizosphere of Tagetes sp. and their ability to reduce Cr(VI) VINCENTIA IRENE MEITINIARTI; ELSA KRISTIANI PUTRI; ATHALIA EUGENIA RUNTU; RULLY ADI NUGROHO; SRI KASMIYATI
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 23 No. 8 (2022)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d230832

Abstract

Abstract. Meitiniarti VI, Putri EK, Runtu AE, Nugroho RA, Kasmiyati S. 2022. Isolation and identification of Cr-resistant bacteria from the rhizosphere of Tagetes sp. and their ability to reduce Cr(VI). Biodiversitas 23: 4118-4124. Bioremediation involving the interaction of plants with microorganisms is a technique for improving the environment polluted with chromium hexavalent [Cr(VI)]. Marigolds (Tagetes sp.) are known to be a hyperaccumulator plant for Cr(VI) and there are microbes in its rhizosphere that enable the plant tolerant to heavy metals. The aims of this study were to isolate and identify indigenous rhizobacteria resistant to Cr(VI) from Tagetes sp. and to test the ability of these bacterial isolates to reduce Cr(VI). Three isolates of Cr(VI) resistant bacteria were obtained in this study, namely Micrococcus luteus RT-9, Stenotrophomonas maltophilia RT-12, and Brevundimonas sp. RT-23. M. luteus RT-9 and S. maltophilia RT-12 which were resistant to Cr(VI) 100 mg L-1 and their mixture were tested for their ability to reduce Cr(VI) in a liquid medium. Microbacterium sp. SpR3 obtained by the previous study was used as a reference. The results showed that the isolate of S. maltophilia RT-12 had a higher ability (2.2 mg L-1 h-1) than M. luteus RT-9 (0.9 mg L-1 h-1). S. maltophilia RT-12 had the ability to reduce Cr(VI) similar to Microbacterium sp. SpR3. The mixed inoculation of M. luteus RT-9, S. maltophilia RT-12, and Microbacterium sp. SpR3 did not show a difference in the reduction ability of Cr (VI) compared to pure cultures.
Co-Authors ,, Djohan AGNA S. KRAVE Agna S. Krave Agna Sulis Krave Agnesya Giovani Putri Cendana Kapitarauw Agustien Sri Noerwahju Ana W Purnomo Andreas B.A. Sukmana Andreas Binar Aji Sukmana ANDRIYANI DEA WULANDARI Andriyani Dea Wulandari Aprilia Citra Lestari ATHALIA EUGENIA RUNTU Benedicta Yolanda Khristnaviera Chairul Anwar CHRISSEPTINA DAMAYANTI Ciputra S. Mangesa Cocok A.M. Berutu Damara Dinda Nirmalasari Zebua Desi Fajar Priyayi Desti C. Cahyaningrum Desti Christian Cahyaningrum Djohan Djohan Dwianto, Stefanus Agung Easter G. Tuandali EKO SUGIHARTO Elizabeth B.E. Kristiani Elizabeth Betty Elok Kristiani ELSA KRISTIANI PUTRI ENDANG S. SOETARTO ENDANG SUTARININGSIH SOETARTO ENDANG SUTARININGSIH SOETARTO Erinna Azalia Fitri EWINDA ISENSI FENI EZRA EZRA Gabriela Nindrasari Ie, Johanes Juan Yutama Putra Imel T.Y. Zebua Intan Permatasari Intan Permatasari Jubhar C. Mangimbulude K H Timotius Kara, Patrisia Ilene KRIS HERAWAN TIMOTIUS Kris Herawan Timotius Liska Simamora Lusiawati Dewi Marchella G. Putricia Maria Marina Herawati Marisa Christina Tapilouw Melycorianda H. Ndapamuri Napitupulu, Morina M. Natalia R. Keliat Natalia Rosa Keliat Novellasari, Firdiana Putri Elvira Valencia Putri, A C. Rahardja, P M. Risky H. Poluan Risya P. Situmorang Rully A. Nugroho Rully Adi Nugroho Saiful Akhyar Lubis Samse Pandiangan Seleiman, Mahmoud F. Shabrina R.A. Fernanda Sheina Revania Putri Doo SHERLY ASNATH SAUKOLY Siti Nur Hidayati Sri Kasmiyati Sucahyo Sunardi, E. Vandiyani Susanti P. Hastuti Susanti Pudji Hastuti Theodorus Olwyn Innation Timotius, K. H. Yosephine Dita Apriliana Yulia Mesak Yusak Maryunianta Yusta, G. Maria