Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penambahan Biji Chia (Salvia hispanica L.) pada Fermentasi Tempe Kedelai dalam Peningkatan Aktivitas Antioksidan dan Nilai Kesukaan Dwianto, Stefanus Agung; Meitiniarti, V Irene; Sukmana, Andreas Binar Aji; Dewi, Lusiawati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7828

Abstract

Tempe merupakan produk pangan berbahan kedelai (Glycine max) yang difermentasi dengan melibatkan mikroba dari genus Rhizopus. Tempe memiliki berbagai kandungan gizi dan senyawa, salah satunya adalah antioksidan. Untuk meningkatkan kandungan antioksidan dalam tempe dapat dilakukan dengan penambahan bahan alami. Biji chia (Salvia hispanica) dipilih karena termasuk bahan pangan fungsional dan memiliki kandungan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penambahan biji chia pada fermentasi tempe kedelai dalam peningkatan antioksidan dan nilai kesukaan. Penelitian dilakukan menggunakan RAL dengan satu faktor dan empat taraf perlakuan, yaitu konsentrasi penambahan biji chia 0%,  0,5%, 1% dan 1,5% (b/b). Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH, sedangkan uji hedonik dilakukan menggunakan kuesioner pada 15 orang panelis. Hasil pengukuran antioksidan menunjukkan penambahan biji chia pada tempe dapat meningkatkan aktivitas antioksidan yang dapat dilihat pada persen inhibisi. Persen inhibisi paling tinggi yaitu pada konsentrasi biji chia 1% yaitu sebesar 69,83%. Pada uji hedonik dengan uji Univariate dan uji lanjutan Duncan, perlakuan tempe tanpa pemberian bumbu menunjukkan tidak berbeda nyata antar konsentrasi perlakuan pada parameter aroma dan tekstur. Sedangkan perlakuan tempe dengan penambahan bumbu menunjukkan tidak berbeda nyata antar konsentrasi perlakuan pada parameter tekstur dan rasa.
The Growth of Tagetes patula Linn. and Its Ability to Reduce Cr(VI) with the Addition of Microbacterium sp. SpR3 Novellasari, Firdiana; Meitiniarti, V. Irene; Seleiman, Mahmoud F.; Kasmiyati, Sri
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 15, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v15i3.44957

Abstract

Cr(VI) is a heavy metal that has the potential to become a soil pollutant and has an impact on organisms. The contamination caused by Cr(VI) could be alternatively treated with bioremediation techniques. The current study aimed to determine the most potential combination of Tagetes patula Linn. and Microbacterium sp. strain SpR3 for remediation of soil Cr(VI) contamination based on growth of T. patula. The application of SpR3 applied at the 1st day (T0) and 20th day (T20) with 10 g (M10), 30 g (M30), 50 g (M50) of bacterial inoculum to T. patula grown under Cr(VI; 100 mg/L). The results showed that T0M50 treatment resulted in the highest values of growth traits of T. patula grown under Cr(VI) metal stress. The highest BC value (0.36) was obtained from plants treated with T2M10 and T2M50, while the highest TF value (0.08) obtained from plants treated with T0M50. BC value 1 means that the combination of T. patula and SpR3 bacteria for heavy metal Cr(VI) can be classified as an excluder and the TF value 1 means that the combination can act as a phytostabilization in handling Cr(VI) contamination. In conclusion, the application of SpR3 using T0M50 can enhance the growth of Tagetes patula Linn. grown under Cr(VI) stress condition. The outcome of the study are expected to advancement in the application of rhizobacterial and plant combined system in the bioremediation of soil Cr(VI) contaminated.
A Turning Trash into Treasure: How Composting and Eco-enzymes Can Revolutionize Waste Management and Add Value: ECO-ENZYMES AND ADD VALUE Vincentia Irene Meitiniarti; Liska Simamora; Damara Dinda Nirmalasari Zebua
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 3 No. 06 (2024): International Journal of Economics, Business and Innovation Research (IJEBIR)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Managing organic waste through composting and eco-enzyme production offers environmental and economic advantages. Composting reduces methane emissions, enhances soil quality, and boosts agricultural yields, while eco-enzymes provide a novel waste management solution. This study compares the added value of food and garden waste in eco-enzyme and compost production, emphasizing their potential for sustainable resource utilization and economic gain. The research involves waste collection, production, quality analysis, and added value assessment. Compost and eco-enzymes are made from various waste compositions, with quality analysis covering nutrient content and enzyme activity. Economic analysis highlights the viability of composting and eco-enzyme production. Despite challenges such as low material content and unexpected water increase with EM4, both methods show promise. Composting yields IDR2,142.86 with a 65% added value ratio, while eco-enzymes earn IDR69,964 with a 94% ratio, offering benefits like room freshening and higher profits.
Tinjauan Pustaka: Inovasi Bahan Ajar Ekosistem Melalui Pendekatan Potensi Lokal sebagai Solusi Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Ie, Johanes Juan Yutama Putra; Kasmiyati, Sri; Meitiniarti, Vincentia Irene; Kristiani, Elizabeth Betty Elok
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 13, No 1 (2025): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v13i1.18204

Abstract

Inovasi bahan ajar berbasis potensi lokal di materi ekosistem merupakan salah satu bentuk upaya guru-guru untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas X. Pengembangan bahan ajar merupakan topik yang banyak dikembangkan, namun untuk pemanfaatan potensi lokal belum banyak dilakukan. Maka, peneliti mengkaji artikel-artikel penelitian terkait pengembangan atau inovasi bahan ajar berbasis potensi lokal pada materi ekosistem pada peserta didik kelas X dengan tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk-bentuk pengembangan bahan ajar berbasis potensi lokal dan pengaruh penggunaan bahan ajar berbasis potensi lokal tersebut terhadap hasil dan motivasi belajar peserta didik kelas X di materi ekosistem. Penelitian ini menggunakan metode literature review terdiri dari lima tahapan. Artikel yang didapatkan ditabulasikan dalam tabel dengan poin yang mengkaji model pengembangan bahan ajar yang digunakan, dasar dilakukan pengembangan bahan ajar, jenis bahan ajar yang dikembangkan dan jenis potensi lokal yang dimanfaatkan, dan pengaruhnya terhadap hasil dan motivasi belajar peserta didik. Kajian artikel-artikel tersebut menjelaskan sebuah kebutuhan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis potensi lokal di materi ekosistem untuk meningkatkan pemahaman, hasil dan motivasi belajar pada peserta didik kelas X.  Faktor penyebab dari bahan ajar dapat mempengaruhi hasil dan motivasi belajar dikarenakan adanya potensi lokal sehingga peserta didik mudah memahami dan desain bahan ajar yang menarik.
PEMBERDAYAAN SISWA SMA SALATIGA UNTUK MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL MELALUI INOVASI MINUMAN JAMU DAN HERBAL KEKINIAN Kristiani, Elizabeth Betty Elok; Cahyaningrum, Desti Christian; Keliat, Natalia Rosa; Kasmiyati, Sri; Priyayi, Desi Fajar; Nugroho, Rully Adi; Meitiniarti, Vincentia Irene; Krave, Agna Sulis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pendampingan siswa SMA Kota Salatiga. Kegiatan bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda terhadap jamu melalui inovasi Minuman Jamu Herbal kekinian guna melestarikan kearifan lokal jamu. Siswa SMA di Kota Salatiga sebagai mitra kegiatan mewakili generasi muda. Kegiatan terdiri dari penggalian pengetahuan mitra tentang Minuman Jamu dan Herbal (MJH), sosialisasi tentang pemanfaatan MJH sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh, sosialisasi tentang mengembangkan peluang bisnis MJH; Pendampingan mitra dalam praktik inovasi produk MJH kekinian; dan (5) Evaluasi kegiatan. Sebelum pendampingan Sebagian besar siswa mitratidak terlalu paham dan berminat terhadap produk jamu. Pendampingan berhasil peningkatan pengetahuan dan minat generasi muda terhadap jamu. Siswa mitra sangat kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk Minuman Jamu Herbal kekinian yang menarik generasi muda antara lain minuman segar masa kini, minuman krim, pudding, jelly, permen, minuman dalam bentuk serbuk, dan es krim
Penambahan Biji Chia (Salvia hispanica L.) pada Fermentasi Tempe Kedelai dalam Peningkatan Aktivitas Antioksidan dan Nilai Kesukaan Dwianto, Stefanus Agung; Meitiniarti, V Irene; Sukmana, Andreas Binar Aji; Dewi, Lusiawati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7828

Abstract

Tempe merupakan produk pangan berbahan kedelai (Glycine max) yang difermentasi dengan melibatkan mikroba dari genus Rhizopus. Tempe memiliki berbagai kandungan gizi dan senyawa, salah satunya adalah antioksidan. Untuk meningkatkan kandungan antioksidan dalam tempe dapat dilakukan dengan penambahan bahan alami. Biji chia (Salvia hispanica) dipilih karena termasuk bahan pangan fungsional dan memiliki kandungan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penambahan biji chia pada fermentasi tempe kedelai dalam peningkatan antioksidan dan nilai kesukaan. Penelitian dilakukan menggunakan RAL dengan satu faktor dan empat taraf perlakuan, yaitu konsentrasi penambahan biji chia 0%,  0,5%, 1% dan 1,5% (b/b). Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH, sedangkan uji hedonik dilakukan menggunakan kuesioner pada 15 orang panelis. Hasil pengukuran antioksidan menunjukkan penambahan biji chia pada tempe dapat meningkatkan aktivitas antioksidan yang dapat dilihat pada persen inhibisi. Persen inhibisi paling tinggi yaitu pada konsentrasi biji chia 1% yaitu sebesar 69,83%. Pada uji hedonik dengan uji Univariate dan uji lanjutan Duncan, perlakuan tempe tanpa pemberian bumbu menunjukkan tidak berbeda nyata antar konsentrasi perlakuan pada parameter aroma dan tekstur. Sedangkan perlakuan tempe dengan penambahan bumbu menunjukkan tidak berbeda nyata antar konsentrasi perlakuan pada parameter tekstur dan rasa.
Dekolorisasi Reactive Red oleh Konsorsium Bacillus velezensis IBLTT_1 dan Bacillus cereus IBLTT_5 Fitri, Erinna Azalia; Meitiniarti, Vincentia Irene; Nugroho, Rully Adi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v11i1.11205

Abstract

Perkembangan industri tekstil di Indonesia telah berkontribusi pada polusi lingkungan, yaitu melalui pembuangan air limbah yang mengandung pewarna. Diperkirakan sekitar 10-15% pewarna tekstil yang digunakan dalam proses pewarnaan dilepaskan ke dalamke dalam air bilasan dan selanjutnya dibuang ke lingkungan perairan.  Air limbah yang mengandung pewarna tekstil harus diolah karena dapat mencemari lingkungan. Reactive Red merupakan salah satu pewarna azo yang banyak digunakan dalam industri tekstil. Salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan proses degradasi pewarna azo adalah dengan memutus ikatan azo menggunakan kultur campuran bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi kultur tunggal dan campuran isolat Bacillus velezensis IBLTT_1 dan Bacillus cereus IBLTT_5 dalam mendekolorisasi Reactive Red. Kedua isolat bakteri tersebut diinokulasi secara tunggal dan campur ke dalam media yang mengandung Reactive Red dengan empat perlakuan konsentrasi inokula yaitu 0%, 2%, 4%, dan 8% dari volume kerja. Dekolorisasi tertinggi (76,80%) ditemukan pada kultur campuran dengan konsentrasi 8%, dimana kedua spesies bakteri ditambahkan dalam perbandingan 1:1. Dekolorisasi yang signifikan pada kultur campuran kemungkinan disebabkan oleh aksi sinergis antara dua spesies bakteri yang diinokulasikan secara bersamaan.