Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Dakwatul Islam

KONSEP MAQASID SYARIAH DALAM MENGATASI TANTANGAN SOSIAL DAN BUDAYA DI ERA GLOBALISASI PAHUTAR, AGUS ANWAR; Mahyudin Ritonga; Abdul Halim Hanafi
Dakwatul Islam Vol 9 No 1 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i1.1316

Abstract

Abstrak Fokus penelitian terletak pada bagaimana Maqasid Syariah, melalui prinsip-prinsip utamanya seperti perlindungan agama (hifz ad-din), jiwa (hifz an-nafs), akal (hifz al-aql), keturunan (hifz an-nasl), dan harta (hifz al-mal), dapat memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan sosial seperti krisis nilai, disintegrasi norma, dan tantangan budaya seperti erosi kearifan lokal serta hilangnya identitas keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui kajian literatur yang melibatkan sumber-sumber primer dan sekunder, seperti kitab-kitab klasik ushul fiqih, jurnal ilmiah, dan studi kasus kontemporer. Analisis dilakukan dengan pendekatan Maqasid Syariah untuk mengevaluasi relevansinya dalam menjawab tantangan-tantangan globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maqasid Syariah memiliki fleksibilitas untuk diadaptasi dalam konteks sosial budaya modern. Prinsip maslahah (kemaslahatan) dapat dijadikan landasan dalam menyusun kebijakan yang mendukung pelestarian tradisi lokal, penguatan identitas keagamaan, dan peningkatan kesejahteraan sosial. Selain itu, Maqasid Syariah mampu mendorong harmoni antara nilai-nilai Islam dan tuntutan modernitas tanpa mengorbankan prinsip dasar syariah. Kata kunci: Maqasid Syariah, tantangan sosial, budaya, globalisasi Abstract . The focus of the research lies on how Maqasid Syariah, through its main principles such as protection of religion (hifz ad-din), soul (hifz an-nafs), reason (hifz al-aql), descendants (hifz an-nasl), and property (hifz al-mal), can provide solutions to various social problems such as value crises, disintegration of norms, and cultural challenges such as erosion of local wisdom and loss of religious identity. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through a literature review involving primary and secondary sources, such as classical books of ushul fiqh, scientific journals, and contemporary case studies. The analysis was carried out using the Maqasid Syariah approach to evaluate its relevance in responding to the challenges of globalization. The results of the study indicate that Maqasid Syariah has the flexibility to be adapted in a modern socio-cultural context. The principle of maslahah (benefit) can be used as a basis for formulating policies that support the preservation of local traditions, strengthening religious identity, and improving social welfare. In addition, Maqasid Syariah is able to encourage harmony between Islamic values ​​and the demands of modernity without sacrificing the basic principles of sharia. Keywords: Maqasid Syariah, social challenges, culture, globalization
STUDI ISLAM DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGIS Agus Anwar Pahutar; Dame Siregar; Khairul Firdaus; Tamrin Kamal; Rosniati Hakim; Abdul Halim Hanafi; Julhadi
Dakwatul Islam Vol 8 No 2 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v8i2.1069

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan fenomenologis dalam konteks studi Islam serta menganalisis fenomena keberagamaan dalam masyarakat Muslim kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sebagai kerangka konseptual. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan fenomenologis memberikan pemahaman yang mendalam terhadap pengalaman keberagamaan individu dalam konteks sosial dan budaya yang kompleks. Temuan ini menggambarkan keragaman praktik keagamaan dan interpretasi personal terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari studi ini menyoroti pentingnya memahami dinamika keberagamaan dalam masyarakat Muslim kontemporer serta menekankan perlunya pendekatan yang inklusif dan empatik dalam studi Islam. Kata Kunci: Studi Islam, Fenomenologis Abstract This study aims to explain the phenomenological approach in the context of Islamic studies and analyze religious phenomena in contemporary Muslim society. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach as a conceptual framework. Data was collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The research results show that the phenomenological approach provides a deep understanding of individual religious experiences in a complex social and cultural context. These findings illustrate the diversity of religious practices and personal interpretations of Islamic teachings in everyday life. The implications of this study highlight the importance of understanding religious dynamics in contemporary Muslim societies and emphasize the need for an inclusive and empathetic approach in the study of Islam. Keywords: Islamic Studies, Phenomenology