Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT AKAR RAMBUSA (Passiflora foetida L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB DISENTRI Shigella dysenteriae ari, as_ari; Nishia Waya Meray; Rofidah Nur Umar
PHARMACIA Vol. 2 No. 2 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disentri merupakan suatu penyakit infeksi yang terjadi di kolon yang disebabkan oleh bakteri genus Shigella salah satunya oleh bakteri Shigella dysenteriae . Disentri yang disebabkan oleh bakteri Shigella dysenteriae dapat diatasi dengan antibiotik. Antibiotik merupakan obat untuk mengatasi atau mencegah infeksi bakteri. Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri yaitu akar rambusa ( Passiflora foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat akar rambusa terhadap bakteri Shigella dysenteriae . Pengujian aktivitas antibakteri pada penelitian ini dilakukan dengan metode sumuran. Uji aktivitas antibakteri fraksi etil asetat akar rambut menggunakan konsentrasi 1%, 5% dan 10%. Diameter zona hambat yang dihasilkan yaitu fraksi etil asetat 1% (11,27 mm), fraksi etil asetat 5% (11,92 mm), fraksi etil asetat 10% (12,96 mm). Hasil analisa data menggunakan uji one way anova diperoleh nilai sig 0,000 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat akar rambusa yang memiliki aktivitas paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae adalah konsentrasi 10%.
PENETAPAN KADAR STEROID TOTAL EKSTRAK N-HEKSAN AKAR RAMBUSA (Passiflora foetida L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Detaviani, Anita; Nishia Waya Meray; Rofidah Nur Umar
PHARMACIA Vol. 2 No. 2 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar steroid total pada ekstrak n-heksan akar rambusa (Passiflora foetida L.) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan n-heksan sebagai pelarut, dan sampel yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menentukan kadar steroid totalnya. Penetapan kadar steroid dilakukan pada panjang gelombang maksimum 423 nm menggunakan larutan kolesterol sebagai standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan akar rambusa mengandung steroid dengan konsentrasi sebesar 2940 ppm, yang tergolong tinggi dan menunjukkan potensi aktivitas farmakologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbukti efektif dalam menentukan kadar steroid dalam ekstrak n-heksan akar rambusa, yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengembangan obat berbasis tanaman.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS, FORMALIN DAN CEMARAN MIKROBA PADA MIE BASAH DI KOTA BALIKPAPAN Utami, Indah Woro; Retno, Eka Kumala; Meray, Nishia Waya; Sapri, Sapri
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.7214

Abstract

Mie basah merupakan bahan pangan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Mie basah banyak diproduksi oleh industri rumah tangga dengan skala kecil. Mie basah dijual bebas di pasar tradisional dalam bentuk kemasan sederhana, basah dan dijual terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin, boraks dan cemaran mikroba pada mie basah yang beredar di pasar tradisional di Kota Balikpapan. Metode pengujian formalin menggunakan pereaksi KMnO4 dan spektrofotometer UV-VIS, pengujian boraks menggunakan kertas turmeric dan uji cemaran mikroba menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Total sampel mie basah yang didapatkan adalah 6 sampel dari 7 pasar tradisional di Kota Balikpapan. Hasil uji formalin dan boraks dianalisis secara kualitatif sedangkan data cemaran mikroba dianalisis secara kuantitatif dan membandingkan hasilnya dengan SNI. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa seluruh sampel mie basah tidak terdapat campuran boraks namun terdapat satu yang terindikasi mengandung formalin. Hasil identifikasi cemaran mikroba menunjukkan mie basah mengandung mikroba dibawah ambang batas maksimal 1 x 106 koloni/gram dan dinyatakan memenuhi syarat mutu mie basah SNI 2987:2015. 
Evaluation of Antimicrobial Properties of Passiflora foetida Root Extract Sourced from Rehabilitated Coal Mining Sites in East Kalimantan Utami, Indah Woro; Sapri, Sapri; Meray, Nishia Waya; As'ari, As'ari
Sciences of Pharmacy Volume 4 Issue 4
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0404434

Abstract

Utilizing cover crops like Passiflora foetida L. (rambusa) can mitigate significant environmental issues in post-coal mining terrain rehabilitation. Plants thriving in extreme environments are known for producing high levels of secondary metabolites with significant biochemical activity. This study sought to assess the antifungal and antibacterial effects of P. foetida root extracts derived from rehabilitated coal mine soil in East Kalimantan. The roots were macerated with solvents of differing polarity (ethanol, ethyl acetate, and n-hexane) for extracting specific fractions. Utilizing the Kirby-Bauer disc diffusion method, the antifungal efficacy was assessed against Candida albicans, Candida tropicalis, and Candida lipolytica at a 60% concentration. Conversely, the antibacterial efficacy was assessed against Shigella dysenteriae, Streptococcus mutans, and Cutibacterium acnes at a 10% concentration. The findings revealed that the fraction consisting of ethyl acetate demonstrated the most potent and extensive antibacterial efficacy. The ethanol extract and ethyl acetate fraction exhibited significant antifungal activity, particularly against C. tropicalis, with inhibitory zones that were similar to those of the positive control, fluconazole. The treatments exhibited significant differences, as confirmed by statistical analysis (ANOVA and Tukey's HSD test). Studies indicate that that P. foetida roots, particularly those from harsh settings, are a significant source of antimicrobial chemicals, with the semi-polar ethyl acetate fraction being the most promising for further development as a natural antibacterial and antifungal agent.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Hair Tonic Ekstrak Daun Pacing Tawar (Costus speciosus) ramadhani12, ramadhani12; Sapri, Sapri; Meray, Nishia Waya
PHARMACIA Vol. 3 No. 1 (2025): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Daun pacing tawar memiliki kandungan senyawa sebagai antibakteri dan antioksidan untuk memperbaiki pertumbuhan rambut, sehingga berpotensi untuk diformulasikan menjadi sediaan hair tonic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula sediaan hair tonic ekstrak daun pacing tawar yang memenuhi persyaratan dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap stabilitas fisik sediaan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan memformulasikan sedian hair tonic dengan variasi konsentrasi ekstrak daun pacing tawar yaitu 0,0625%, 0,125%, dan 0,25% kemudian dilakukan uji stabilitas fisik sediaan yaitu organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, bobot jenis dan cycling test selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan stabilitas fisik dari semua uji yang dilakukan. Hasil uji skrining menunjukkan bahwa ekstrak daun pacing tawar mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Hasil uji cycling test viskositas F1, F2 dan F3 mengalami perubahan tetapi masih memenuhi standar SNI. Berdasarkan hasil tersebut maka disimpulkan bahwa ekstrak daun pacing tawar dengan konsentrasi 0,0625%, 0,125%, dan 0,25% tidak mempengaruhi stabilitas fisik sediaan hair tonic sebelum maupun sesudah cycling test.
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etil Asetat Akar Tanaman Rambusa (Passiflora foetida L.) terhadap Mikrobioma Mulut: Antimicrobial Activity Test of Ethyl Acetate Extract of Rambusa Roots (Passiflora Foetida L.) on the Oral Microbiome Arif, Ratna; Utami, Indah Woro; Meray, Nishia Waya
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v8i1.2567

Abstract

This study aimed to know the antimicrobial activity of ethyl acetate extract of Passiflora foetida L. roots against Streptococcus mutans and Candida albicans, two dominant microorganisms in the oral microbiota. Extraction was performed via maceration, followed by phytochemical screening and disc diffusion assay. Phytochemical tests confirmed the presence of flavonoids, alkaloids, and terpenoids. The antibacterial test showed inhibition zones ranging from 11.18 mm (1.5%) to 19.92 mm (3%), with the 3% concentration showing no significant difference compared to amoxicillin (p = 0.872). Antifungal activity was observed starting at 60% concentration, with the highest inhibition zone at 12.47 mm (70%), not significantly different from nystatin (p = 0.067). Statistical analysis using ANOVA and Games-Howell indicated significant differences among several treatment groups. These findings suggest that the ethyl acetate extract of Passiflora foetida L. roots has promising potential as a natural antimicrobial agent with dose-dependent activity against oral pathogenic bacteria and fungi. Keywords:          C. albicans, ethyl acetate extract P. foetida L., S. mutans   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etil asetat akar Passiflora foetida L. terhadap Streptococcus mutans dan Candida albicans, dua mikroorganisme utama dalam mikrobiota rongga mulut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan uji difusi cakram. Hasil skrining menunjukkan keberadaan flavonoid, alkaloid, dan terpenoid dalam ekstrak. Uji antibakteri menunjukkan zona hambat meningkat dari 11,18 mm (1,5%) hingga 19,92 mm (3%), dan pada konsentrasi 3% tidak berbeda signifikan dengan amoxicillin (p = 0,872). Uji antijamur menunjukkan aktivitas mulai muncul pada konsentrasi 60%, dengan zona hambat tertinggi 12,47 mm pada konsentrasi 70% yang tidak berbeda signifikan dengan nystatin (p = 0,067). Uji statistik menggunakan ANOVA dan Games-Howell menunjukkan perbedaan signifikan antar beberapa kelompok perlakuan. Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak etil asetat akar rambusa memiliki potensi sebagai agen antimikroba alami yang efektif, dengan aktivitas yang bersifat dosis-responsif terhadap bakteri dan jamur patogen rongga mulut. Kata Kunci:        C. albicans, ekstrak etil asetat, P. foetida L., S. mutans