Abdurahman Laqif
Departemen Obstetri And Ginekologi, RS Dr. Moewardi, Surakarta / Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect of ovarian autotransplantation on FSH levels in Wistar rats late menopause model Abdurahman Laqif; Dewi Kartika DJ Anwar; Eriana Melinawati
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 26 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.064 KB) | DOI: 10.20473/mog.V26I12018.42-47

Abstract

Objectives: To determine the effect of ovarian autotransplan-tation on decreasing FSH level in Wistarrats late menopause model.Materials and Methods: Experimental analytic research on 27 Wistar rats (Rattus novergicus) was divided into 3 groups. Group 1 (K1) or control. Group 2 (K2) performed bilateral oophorec-tomy without autotransplantation. Group 3 (K3) performed bilateral oophorectomy with autotransplantation. Measurements of FSH levels were performed on the first day, day 28 (four weeks after bilateral oophorectomy, during late menopause) and 56 day (four weeks after autotransplant). Measurement of FSH levels using ELISA. Data analysis used ANOVA and Post Hoc test.Results: The mean FSH level measured on day 56 at K1 = 63.400 ng/mL, at K2 = 78.416 ng/mL and K3 = 31.991 ng/mL. There were significant differences between K1 and K2 (p = 0,000), K1 and K3 (p = 0,000), and between K2 and K3 (p = 0,000).Conclusion: Ovarian autotransplantation decrease FSH levels in Wistar rats late menopause model.
PERBEDAAN KECEMASAN DAN KUALITAS HIDUP WANITA MENOPAUSE DI WILAYAH RURAL DAN URBAN Alfi Marita Tristiarti; Uki Retno Budihastuti; Eriana Melinawati; Abdurahman Laqif
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I3.18902

Abstract

Menopause merupakan proses alamiah pada wanita terkait dengan penuaan. Proses tersebut berdampak terhadap turunnya kualitas hidup atau Quality of Life (QoL) para wanita menopause akibat beragam gejala baik fisik maupun kejiwaan khususnya peningkatan kecemasan. Kecemasan saat menopause dipengaruhi oleh banyak hal seperti ada tidaknya sindrom menopause, tingkat pengetahuan dan wilayah demografi. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan derajat kualitas hidup dan tingkat kecemasan pada wanita menopause di wilayah rural dan urban.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di wilayah rural (pedesaan) dan urban (perkotaan). Besar sampel adalah 100 wanita menopause yang tinggal di wilayah rural dan 100 wanita menopause bertempat tinggal di wilayah urban yang dipilih melalui fix disease sampling. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan alat bantu kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.  Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara tingkat kecemasan antara wanita menopause di wilayah rural dengan urban dengan nilai signifikansi  . Penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan derajat kualitas hidup antara wanita menopause rural dengan wanita menopause urban, baik pada domain Occupational QoL, Health QoL  Sexual QoL dan  Emotional QoL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kecemasan dan kualitas hidup pada wanita menopause yang bertempat tinggal di rural dengan wanita menopause yang bertempat tinggal di urban.