Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN APLIKASI WORDWALL UNTUK PESERTA DIDIK FASE E Sri Rezeki; Agus Dahlia; Sindi Amelia
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.7188

Abstract

Pembelajaran matematika memerlukan banyak waktu untuk mengerjakan soal-soal latihan, karena keterbatasan waktu yang ada di sekolah maka guru sering memberikan latihan sebagai pekerjaan rumah. Namun di era yang serba digital ini, peserta didik Fase E lebih tertarik bermain Android daripada mengerjakan tugas-tugas tersebut. Oleh karena itu, perlu dikembangkan media pembelajaran matematika berbasis Android untuk menarik minat peserta didik dalam mengerjakan soal latihan. Selain itu, peserta didik juga dapat mengatur urutan topik soal latihan sehingga terciptalah suatu proses pembelajaran yang mandiri. Pada penelitian ini dikembangkan suatu media pembelajaran matematika berbasis Android menggunakan Wordwall untuk tingkat SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh media pembelajaran digital yang teruji kevalidan dan kepraktisannya, sehingga dapat digunakan oleh guru dan peserta didik di Fase E (Kelas X SMA). Penelitian menggunakan desain Research and Development dengan tahapan Potensi dan Masalah, Pengumpulan Data, Desain Produk, Validasi Desain, Revisi Desain, Uji Coba Produk, Revisi Produk, dan Produk Akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memiliki rata-rata tingkat kevalidan sebesar 90,15% dengan kriteria sangat valid dan rata-rata tingkat kepraktisan sebesar 84,84% dengan kriteria praktis. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa telah dihasilkan media pembelajaran yang layak digunakan karena sudah teruji kevalidan dan kepraktisannya
PENGEMBANGAN SOAL NUMERASI UNTUK PESERTA DIDIK FASE D Sindi Amelia; Indah Widiati; Gusri Yadrika
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.7236

Abstract

AbstrakAsesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan asesmen pada kurikulum Merdeka Belajar yang mengukur kemampuan literasi dan numerasi serta survey karakter pada peserta didik. Kemampuan numerasi peserta didik dapat pula dilatih melalui asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan soal kemampuan numerasi untuk peserta didik fase D yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Formative evaluation (self-evaluation, expert reviews, one-to-one, dan small group) merupakan desain yang digunakan sebagai metode dari penelitian berjenis development research ini. Penelitian ini menggunakan 13 peserta didik fase D sebagai subjek penelitian, 3 peserta didik pada tahap one-to-one dan 10 peserta didik pada tahap small group. Hasil penelitian pengembangan ini adalah berupa produk soal numerasi yang teruji sangat valid (92%) dan sangat praktis (88%). Produk soal yang dihasilkan berupa 30 butir soal numerasi yang memenuhi seluruh komponen Domain, Konteks, Level Kognitif, dan Butir Soal.The Minimum Competency Assessment (AKM) constitutes an evaluation within the Kurikulum Merdeka Belajar framework, aimed at gauging students proficiency in literacy and numeracy, alongside conducting a character survey. To enhance students' numeracy skills, various methods such as diagnostic assessments, formative assessments, and summative assessments are employed. This studys objective are to design and develop of numeracy skills questions for students phase D, aligning with criteria of validity and practicality. Formative evaluation (self-evaluation, expert reviews, one-to-one, and small group) is the design used as a method of this development research type. This study cohort encompassed 13 students in phase D, comprising 3 participants engaged in the one-to-one stage and 10 participans involved in the small group stage. The results of this development research are the numeration questions that were tested to be very valid (92%) and very practical (88%). The resulting product of these developmental efforts is a set of 30 numeric items that fulfill all essential components, encompassing Domain, Context, Cognitive Level, and Question Items.
Numerasi Murid SMP Berbasis Konteks Sosial-Budaya dan Gamifikasi Sindi Amelia; Sri Rezeki; Shalawati Shalawati; Dian Wahyu Ningsih
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.145

Abstract

Numerasi merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika yang berperan dalam membantu siswa memahami dan menyelesaikan permasalahan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam praktik pembelajaran, siswa masih belum terbiasa mengerjakan soal numerasi berkonteks sosial-budaya dan pemanfaatan teknologi dalam latihan numerasi masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih kemampuan numerasi siswa melalui soal berkonteks sosial-budaya berbasis gamifikasi serta mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif terhadap 33 siswa kelas VII di salah satu SMP di kota Pekanbaru. Instrumen yang digunakan berupa lima soal numerasi berkonteks sosial-budaya yang telah tervalidasi dan disajikan melalui platform Wordwall. Data diperoleh dari hasil jawaban siswa dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan persentase jawaban benar pada setiap soal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat penguasaan numerasi siswa bervariasi pada setiap soal. Soal dengan konteks sederhana memiliki persentase jawaban benar yang lebih tinggi, sedangkan soal yang menuntut penalaran dan interpretasi lebih kompleks menunjukkan persentase yang lebih rendah. Selain itu, siswa masih mengalami kesulitan dalam tiga tahapan penting numerasi, yaitu memformulasikan masalah dari soal berbentuk cerita (formulate), menggunakan konsep matematika secara tepat (employ), serta menginterpretasikan hasil ke dalam konteks permasalahan (interpret). Secara umum, latihan numerasi berbasis konteks sosial-budaya yang didukung teknologi memberikan dampak positif terhadap keterlibatan belajar siswa serta menghasilkan informasi diagnostik yang bermanfaat bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Menggunakan Model Reciprocal Teaching Pada Materi Bentuk Aljabar Kelas VII SMP Negeri 1 Mandau widya elizabeth sinaga; sindi amelia; dedek andrian; sri rezeki
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL FIBONACI: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v4i2.44571

Abstract

Yang melatar belakangi penelitian ini peneliti menemukan bahwa prestasi belajar matematika Kelas VII SMP Negeri 1 Mandau dapat dikatakan kurang. Hal tersebut dapat diketahui dari nilai siswa yang masih belum mencapai KKM. Untuk mengatasi hal tersebut guru sudah melakukan berbagai upaya yaitu dengan mengadakan diskusi kelompok, menambah pekerjaan rumah dan menambah jam belajar diluar jam belajar sekolah. Penelitian ini membahas tentang pengembangan perangkat pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching  pada pokok bahasan bentuk aljabar  yang dilakukan di kelas VII. Produk yang akan dikembangkan berupa RPP dan LKPD yang memuat 4 kali pertemuan. Tujuan dikembangkan perangkat pembelajaran adalah untuk menghasilkan produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada yang dapat dipertanggungjawabkan. Adapun tujuan lainnya adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang mampu memecahkan masalah pembelajaran di kelas.  Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini fokus pada pengembangan model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate). Lembar validasi RPP dan LKPD merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan hasil data yang diperoleh. Metode pengumpulan data yang diterapkan adalah non tes dengan memvalidasi perangkat oleh validator, yaitu dua orang dosen matematika dan dua orang guru matematika. Penelitian ini memperoleh hasil validasi RPP sebanyak 89,72% dengan kategori valid dan 88,20% hasil validasi LKPD dengan kategori valid.
Analisis Hasil Belajar Matematika Siswa pada Materi Statistika melalui Kajian Deskriptif Kualitatif setelah Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Wordwall Hana Febri Saputri; Suripah Suripah; Sindi Amelia; Endang Istikomah
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, July 2026
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v3i1.988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa serta menganalisis karakteristik jawaban siswa pada materi statistika setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Wordwall. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa kelas X Agrihan 1 SMK Negeri Pertanian Terpadu Kota Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui tes tertulis berupa empat soal uraian yang mencakup materi penyajian data berkelompok, diagram titik, histogram, serta ukuran pemusatan data. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 siswa (25,93%) berada pada kategori tinggi, 15 siswa (55,56%) berada pada kategori sedang, dan 5 siswa (18,52%) berada pada kategori rendah. Analisis jawaban siswa menunjukkan bahwa siswa pada kategori tinggi mampu menyelesaikan soal secara sistematis, menerapkan konsep statistika dengan tepat, serta menginterpretasikan data secara benar. Siswa pada kategori sedang telah menguasai prosedur penyelesaian, namun masih melakukan beberapa kesalahan pada aspek ketelitian dan interpretasi data. Sementara itu, siswa pada kategori rendah masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar statistika, memilih prosedur penyelesaian, dan menerapkan rumus yang sesuai. Hasil penelitian memberikan gambaran mengenai karakteristik kemampuan siswa pada materi statistika sehingga dapat menjadi dasar bagi guru dalam merancang pembelajaran dan tindak lanjut yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. This study aimed to describe students' mathematics learning outcomes and analyze the characteristics of students' responses in statistics after participating in learning through the Teams Games Tournament (TGT) model assisted by Wordwall. The research employed a descriptive qualitative approach. The participants were 27 students of Class X Agrihan 1 at SMK Negeri Pertanian Terpadu Pekanbaru. Data were collected through a written test consisting of four essay questions covering grouped data presentation, dot plots, histograms, and measures of central tendency. The data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that 7 students (25.93%) were categorized as having high learning outcomes, 15 students (55.56%) were in the moderate category, and 5 students (18.52%) were in the low category. Students in the high category demonstrated systematic problem-solving skills, accurate application of statistical concepts, and appropriate data interpretation. Students in the moderate category generally understood the solution procedures but still made errors related to accuracy and data interpretation. Meanwhile, students in the low category experienced difficulties in understanding fundamental statistical concepts, selecting appropriate procedures, and applying statistical formulas correctly. These findings provide a comprehensive description of students' characteristics in solving statistical problems and may serve as a reference for teachers in designing more appropriate instructional and follow-up strategies.
Ketertarikan Peserta Didik Belajar Matematika Menggunakan LKPD dengan Model Connected Mathematics Project (CMP) Atika Farhana; Sindi Amelia; Suripah
Jurnal Inovasi Matematika Vol. 4 No. 1 (2022): Inovasi Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.725 KB) | DOI: 10.35438/inomatika.v4i1.273

Abstract

Pandemic Covid 19 melanda seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Hal ini berimbas pada berbagai aktivitas yang salah satunya proses pembelajaran, sehingga proses tersebut harus dilakukan secara virtual. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif pembelajaran supaya siswa merasa tertarik dalam belajar menggunakan model Connected Mathematics Project (CMP). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketertarikan belajar peserta didik menggunakan LKPD dengan model CMP selama pandemic Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik SMP kelas VIII sebanyak 22 orang yang dipilih dengan cara acak dalam satu sekolah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket ketertarikan belajar yang didistribusikan melalui google form yang terdapat 19 butir pertanyaan sebagai acuan untuk mengetahui ketertarikan belajar peserta didik menggunakan LKPD dengan CMP. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan LKPD dengan Model CMP berdampak positif terhadap ketertarikan belajar peserta didik, dilihat dari hasil rata-rata persentase seluruh aspeknya sebesar 80,09% dengan kriteria baik. Selanjutnya untuk setiap aspeknya terdapat dua aspek dengan kriteria sangat baik, dan empat aspek dengan kriteria baik. Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peserta didik mempunyai ketertarikan yang baik dalam belajar menggunakan LKPD dengan model CMP.